ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PENERAPAN METODE JIT DAN EOQ DALAM MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU BIJI KOPI (COFFEA SP.) BIUS COFFEE DI TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku biji kopi serta menganalisis penerapan metode Just In Time (JIT) dan Economic Order Quantity (EOQ) dalam manajemen persediaan bahan baku biji kopi pada Bius Coffee di Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan pemilik usaha, serta dokumen perusahaan berupa data pembelian dan persediaan bahan baku. Analisis dilakukan menggunakan metode EOQ, JIT, Safety Stock, Reorder Point (ROP), dan Total Inventory Cost (TIC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan bahan baku biji kopi Bius Coffee sebesar 4.800 kg per tahun dengan rata-rata 400 kg per bulan. Pemesanan aktual dilakukan sebanyak 24 kali per tahun dengan jumlah rata-rata 200 kg setiap pemesanan. Berdasarkan metode EOQ, jumlah pemesanan optimal sebesar 4.633,36 kg dengan frekuensi sekitar 1 kali per tahun. Sementara itu, metode JIT menghasilkan jumlah pemesanan sebesar 969,64 kg per siklus, dengan 6 kali pengiriman masing-masing sekitar 161,61 kg dan frekuensi pemesanan 5 kali per tahun. Hasil perhitungan menunjukkan total biaya persediaan metode JIT sebesar Rp247.514,31 per tahun, sedangkan metode EOQ sebesar Rp41.406.316 per tahun. Penerapan JIT pada Bius Coffee dapat menjadi alternatif pengendalian persediaan, namun perlu didukung ketepatan waktu pengiriman dan koordinasi yang baik dengan pemasok
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh social media marketing, store atmosphere, dan kualitas produk terhadap loyalitas pelanggan pada Coffee Shop Siasat Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan melibatkan 190 responden melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner berbasis skala Likert yang diolah menggunakan SPSS Versi 31 dan dianalisis dengan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel terhadap loyalitas pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social media marketing, store atmosphere, dan kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Temuan ini menegaskan bahwa konten media sosial yang menarik, suasana kedai yang nyaman, serta kualitas produk yang konsisten mampu membangun pengalaman positif yang mendorong pembelian ulang. Implikasi penelitian menekankan pentingnya menjaga konsistensi kualitas produk, meningkatkan suasana kedai, serta mengoptimalkan strategi pemasaran berbasis pengalaman untuk mempertahankan pelanggan This study aims to examine the influence of social media marketing, store atmosphere, and product quality on customer loyalty at Siasat Coffee Shop in Tarakan City. Using a quantitative research approach and survey methodology, data were collected from 190 respondents via purposive sampling. A Likert-scale questionnaire was administered, and the data were analyzed using SPSS version 31 with multiple linear regression to determine the effect of each variable on customer loyalty. The results indicate that social media marketing, store atmosphere, and product quality each have a positive and significant impact on customer loyalty. These findings underscore that engaging social media content, a comfortable store environment, and consistent product quality collectively create a positive customer experience that encourages repeat purchases. The study highlights the importance of maintaining product quality consistency, enhancing store atmosphere, and optimizing experience-based marketing strategies to sustain customer loyalty
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to analyze the utilization of raw material waste, specifically coffee grounds, as an effort to achieve production cost efficiency at Bius Coffee Shop Tarakan. Historically, coffee grounds generated during the coffee production process have not been utilized and were typically discarded, despite possessing considerable economic value that could be sold or processed into valuable derivative products. The study employed a descriptive quantitative method, collecting primary data through interviews, observations, and documentation, and secondary data from literature and production cost records. The findings indicate that the sale of coffee grounds as raw material waste can effectively reduce the Cost of Goods Sold (COGS) from Rp 719.346.546 to Rp 710.423.066 per year, thus providing potential cost savings of Rp 8.914.480. This study recommends that the utilization of raw material waste be carried out sustainably to improve production cost efficiency, support the longevity of the coffee shop business, and reduce waste These efforts in waste utilization are expected to yield positive economic and environmental benefits for Bius Coffee Shop and the coffee industry in general.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan usaha dan tingkat kepuasan pelanggan Coffee Shop di Kota Tarakan. Fenomena meningkatnya jumlah coffee shop menjadikan persaingan usaha semakin ketat, sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap kinerja usaha dan persepsi pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner dan wawancara langsung terhadap 50 responden pelanggan dan 10 pemilik coffee shop yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Variabel yang diukur meliputi biaya produksi, penerimaan, keuntungan, serta lima indikator kepuasan pelanggan yaitu olahan, pelayanan, harga, tempat, dan cita rasa. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif, skoring kepuasan pelanggan dengan skala Likert, dan analisis titik impas (Break Even Point) untuk mengukur efisiensi usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pelanggan Coffee Shop di Kota Tarakan berada pada kategori “baik” dengan skor rata-rata 82%, yang berarti sebagian besar konsumen merasa puas terhadap produk dan pelayanan. Faktor yang paling dominan memengaruhi kepuasan adalah kualitas cita rasa dan kenyamanan tempat. Dari sisi finansial, hasil analisis titik impas menunjukkan bahwa sebagian besar coffee shop telah mencapai posisi layak usaha, dengan rata-rata nilai BEP penjualan lebih rendah dari total penerimaan aktual setiap bulan. Temuan ini mengindikasikan bahwa Coffee Shop di Kota Tarakan memiliki prospek usaha yang menguntungkan apabila terus meningkatkan kualitas produk dan pelayanan sesuai kebutuhan pelanggan. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi acuan bagi pelaku usaha dalam menetapkan strategi pemasaran dan efisiensi biaya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini menganalisis strategi manajemen operasional pada empat coffee shop di Kota Tarakan: Bekawan Coffee, Terace Coffee, Bius Coffee, dan Lain Coffee. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa meskipun industri coffee shop berkembang pesat sebagai bagian dari gaya hidup urban, rata-rata pengunjung mingguan di keempat coffee shop belum mencapai target yang ditetapkan. Penelitian bertujuan mendeskripsikan strategi manajemen operasional yang diterapkan dan mengevaluasi efektivitasnya berdasarkan persepsi pelanggan. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan teknik purposive sampling, melibatkan 30 responden per coffee shop. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Likert. Strategi manajemen operasional diukur melalui empat dimensi: komitmen, kondisi perusahaan, proses transformasi, dan kompetensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen operasional pada keempat coffee shop berada pada kategori baik hingga sangat baik. Lain Coffee memperoleh skor tertinggi pada dimensi komitmen (Mean 4.22) dan kondisi perusahaan (Mean 4.35). Terace Coffee unggul pada dimensi proses transformasi (Mean 4.23), sedangkan Bekawan Coffee memiliki skor tertinggi pada dimensi kompetensi (Mean 4.07). Meskipun strategi operasional sudah diimplementasikan dengan baik, pencapaian target pengunjung belum optimal, mengindikasikan perlunya integrasi dengan strategi pemasaran digital dan komunikasi yang lebih efektif.Penelitian merekomendasikan penambahan tenaga kerja di Bekawan Coffee, penyesuaian strategi harga di Terace Coffee, perluasan lahan parkir di Bius Coffee, dan pengembangan variasi menu di Lain Coffee untuk meningkatkan daya saing dan pencapaian target bisnis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan pengelolaan persediaan bahan baku pada Bius Coffee yang masih dilakukan secara manual tanpa perhitungan biaya persediaan yang sistematis, sehingga menimbulkan keterlambatan pasokan, penumpukan stock dan penurunan kualitas. Berdasarkan kajian pustaka, metode Economic Order Quantity (EOQu) dan Just In Time (JIT) merupakan pendekatan manajemen persediaan yang terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods), dengan data kualitatif diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta data kuantitatif berupa perhitungan kebutuhan bahan baku, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan. Analisis dilakukan dengan membandingkan metode aktual perusahaan, EOQ, dan JIT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode EOQ merupakan pendekatan paling efisien, dengan total biaya persediaan sebesar Rp1.358.500 per tahun, sehingga menghasilkan penghematan Rp9.057.500 dibandingkan sistem aktual, serta Rp1.268.264 dibandingkan JIT. Penerapan EOQ juga mempertimbangkan safety stock 5 kg dan reorder point 42 kg untuk menjaga kelancaran produksi. Metode JIT terbukti menekan biaya hingga Rp2.626.764 per tahun, namun tidak sepenuhnya efektif untuk bahan baku utama karena keterbatasan pasokan luar daerah. Dengan demikian, EOQ direkomendasikan sebagai sistem pengendalian utama, sementara JIT dapat dipertimbangkan untuk bahan baku penolong.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan persediaan bahan baku green bean robusta di Coffee Shop Bekawan serta mengevaluasi efektivitas penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam meningkatkan efisiensi pengadaan bahan baku. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi internal perusahaan selama tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan persediaan aktual belum sepenuhnya efisien karena dilakukan tanpa dasar perhitungan optimal dan masih bersifat manual. Melalui perhitungan EOQ, ditetapkan jumlah pemesanan optimal sebesar 515.771 gram per transaksi dengan frekuensi pemesanan 10 kali per tahun. Total biaya persediaan berdasarkan metode EOQ sebesar Rp 2.038.451 per tahun, jauh lebih rendah dibandingkan sistem aktual sebesar Rp 22.000.000. Selain itu, ditetapkan pula reorder point sebesar 195.337 gram dan safety stock sebesar 20.944 gram. Untuk mempermudah implementasi di lapangan, peneliti menyusun model Excel EOQ sederhana yang mampu menghitung sisa stok secara otomatis, memberikan peringatan pemesanan ulang, serta menyesuaikan dengan kondisi operasional harian. Model ini diuji melalui simulasi selama bulan Januari 2024 dan terbukti efektif dalam membantu perencanaan. pengadaan dan menghindari kekosongan stok. Dengan demikian, metode EOQ dan model Excel yang dikembangkan dapat meningkatkan efisiensi biaya, akurasi pemesanan, dan kestabilan operasional di Coffee Shop Bekawan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to analyze the marketing channel of Liberica coffee in Tanjung Buka SP SA Village, Tanjung Palas Tengah District, Bulungan Regency, using a case study approach focused on a farmer named Mr. Sarmin. The research employed a purposive sampling method. The findings reveal that there is a single main marketing channel: from the farmer to the collector, and then to the final consumer. Within this channel, the farmer receives a Farmer's Share of only 6.25%. Additionally, a significant shrinkage was observed during processing, with up to 80% reduction from wet to dry coffee beans —80 kg of wet beans yielded only about 16 kg of dry beans substantially impacting the farmer's income. Factors influencing the farmer's choice of marketing channel include market accessibility, sales risks, social relationships, transportation, and distribution costs. Therefore, strengthening farmer institutions through cooperatives, improving distribution infrastructure, and providing training in post-harvest coffee processing are essential. These efforts can help farmers enhance value-added potential, improve marketing efficiency, and ultimately contribute to the welfare of coffee farmers in the region.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran kopi Liberika di Desa
Tanjung Buka SP 5A, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, dengan
studi kasus pada petani bernama Bapak Sarmin. Metode yang digunakan dalam penelitian
ini adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu saluran
pemasaran utama, yaitu dari petani ke pengepul, lalu diteruskan ke konsumen akhir. Dalam
saluran ini, petani hanya memperoleh Farmer’s Share sebesar 6,25%. Selain itu, ditemukan
tingkat penyusutan yang tinggi dari kopi basah ke kopi kering, yakni mencapai 80%. Dari
80 kg kopi basah hanya dihasilkan sekitar 16 kg kopi kering, yang berdampak pada
menurunnya pendapatan petani. Faktor yang mempengaruhi petani dalam pemlilihan
saluran pemasaran yaitu aksebilitas pasar, resiko penjual, hubungan sosial, Tranportasi dan
biaya distribusi. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan kelembagaan petani melalui
koperasi, peningkatan infrastruktur penunjang distribusi, serta pelatihan pengolahan kopi
pascapanen agar petani dapat meningkatkan nilai tambah dan efisiensi pemasaran,
sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani kopi di wilayah tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kopi Aci Cap Tani is a local micro, small, and medium enterprise (MSME) engaged in coffee processing in Malinau Regency. The business faces a range of challenges in marketing its products effectively. This research aimed to formulate an appropriate marketing strategy to support business growth and enhance
competitiveness. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing interviews, observations, documentation, and questionnaires as data collection techniques. SWOT analysis was used to identify the internal and external factors influencing marketing performance. The analysis revealed several inter strengths, including high-quality coffee beans, a unique flavor profile, appealing packaging, a recognizable brand, and the use of modern production equipment.
Identified weaknesses included inconsistent raw material availability, limited product innovation, price volatility due to raw material costs, and insufficient digital marketing. External opportunities comprised government support, a strategic production location, the growing popularity of social media for promotion, and rising coffee consumption trends. Threats to the business included intense market competition, fluctuating raw material prices, climate change impacts, restricted market access, and lower-priced competitor products. The findings of this study may serve as a reference for developing effective marketing strategies for similar coffee-based MSMEs in other areas.
UMKM Kopi Aci Cap Tani merupakan usaha pengolahan kopi lokal di Kabupaten
Malinau yang menghadapi berbagai tantangan dalam memasarkan produknya.
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran yang sesuai agar
usaha dapat berkembang dan bersaing. Metode penelitian yang digunakan adalah
deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi,
dokumentasi, dan kuesioner. Analisis SWOT digunakan untuk mengetahui faktor-
faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kegiatan pemasaran. Hasil
penelitian mengungkapkan bahwa faktor kekuatan mencakup mutu biji kopi yang
tinggi, cita rasa yang khas, kemasan yang menarik, merek yang kuat, serta
penggunaan peralatan produksi yang modern. Di sisi lain, kelemahan yang dihadapi
meliputi ketidakstabilan ketersediaan bahan baku, minimnya inovasi produk,
ketergantungan harga terhadap bahan baku, dan keterbatasan promosi melalui
media digital. Peluang yang tersedia meliputi adanya dukungan dari pemerintah,
lokasi produksi yang strategis, kemudahan promosi melalui media sosial, serta
meningkatnya tren konsumsi kopi. Adapun ancaman meliputi tingginya tingkat
persaingan, fluktuasi harga bahan baku, dampak perubahan iklim, keterbatasan
akses pasar, serta harga jual pesaing yang lebih rendah. Penelitian ini dapat menjadi
acuan dalam merancang strategi pemasaran bagi UMKM serupa di daerah lain
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan jenis makna dan sebab-sebab yang melatarbelakangi penamaan coffee shop di Kota Tarakan menggunakan kajian semantik. Metode pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa nama-nama coffee shop yang ada di kota Tarakan. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari pemilik coffee shop yang ada di Kota Tarakan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik wawancara tak berstruktur diikuti dengan teknik rekam, catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu analisis data model Miles dan Huberman. Dari hasil penelitian ini ditemukan sebanyak 50 data penamaan coffee shop dengan makna dan sebab yang melatarbelakangi penamaan di dalamnya. Ditinjau dari jenis maknanya terdapat 4 klasifikasi jenis makna yaitu terdapat 31 data mengandung makna konseptual, 16 data mengandung makna konotatif, 2 data mengandung makna istilah, dan 1 data mengandung makna gramatikal. Di tinjau dari sebab-sebab yang melatarbelakangi penamaan terdapat 5 klasifikasi yaitu 4 data tergolong sebab penamaan berdasarkan pembuat, 1 data tergolong tempat asal, 9 data tergolong pemendekan, 2 data tergolong penyebutan bahan, 31 data tergolong keserupaan, dan 3 data tergolong penggunaan bahasa daerah. Secara umum, jenis makna yang paling banyak digunakan pada penamaan coffee shop di kota tarakan ialah makna konseptual, sebab-sebab yang melatarbelakangi penamaan yang paling banyak digunakan pada penamaan coffee shop di kota tarakan yaitu berdasarkan keserupaan. Dalam penelitian ini juga ditemukan temuan penamaan baru yang tidak ada pada teori sebelumnya. Penamaan tersebut yaitu sebab penamaan yang tergolong bahasa daerah meliputi bahasa daerah Tidung dan Bugis yang di mana bahasa tersebut termaksud dalam mayoritas suku yang ada di Kota Tarakan.