ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Limbah cangkang kerang kapah (Meretrix sp.) memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO₃) yang tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kalsium oksida (CaO) bernilai tambah. Pemanfaatan metode green synthesis menggunakan ekstrak daun api-api (Avicennia marina) merupakan alternatif yang ramah lingkungan dalam sintesis partikel submikro CaO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia dan fitokimia partikel submikro CaO dari cangkang kerang kapah (Meretrix sp.) melalui green synthesis menggunakan ekstrak daun api-api (Avicennia marina). Penelitian dilakukan dengan mensintesis CaO dari cangkang kerang kapah menggunakan ekstrak daun api-api sebagai agen green synthesis, kemudian dikarakterisasi menggunakan uji fitokimia, Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), dan Particle Size Analyzer (PSA). Hasil uji PSA menunjukkan bahwa partikel CaO memiliki distribusi ukuran berkisar 50–700 nm dengan ukuran dominan pada rentang 180–200 nm, sehingga termasuk kategori partikel submikro. Hasil FTIR menunjukkan adanya gugus hidroksil (O–H) pada bilangan gelombang sekitar 3645 cm⁻¹, gugus karbonat (CO₃²⁻) pada daerah 1400–1500 cm⁻¹, serta ikatan Ca–O pada daerah 450–550 cm⁻¹, yang mengonfirmasi terbentuknya kalsium oksida. Uji fitokimia menunjukkan hasil negatif terhadap alkaloid, flavonoid, steroid, dan tanin, yang mengindikasikan bahwa senyawa metabolit sekunder telah terdegradasi selama proses kalsinasi sehingga diperoleh CaO dengan tingkat kemurnian yang baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode green synthesis menggunakan ekstrak daun api-api berhasil menghasilkan partikel submikro CaO dari cangkang kerang kapah dengan karakteristik kimia yang sesuai sebagai material CaO dan tanpa kandungan metabolit sekunder pada produk akhir.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis dan ukuran udang hasil tangkapan utama menggunakan alat tangkap trammel net di perairan sebatik, kabupaten nunukan, kalimantan utara, serta implikasinya terhadap pengelolaan berkelanjutan. penelitian ini di lakukan di perairan sebatik, kabupaten nunukan, selama tiga bulan, dari bulan mei hingga bulan juli 2025. pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan mempertimbangkan jumlah hasil tangkapan nelayan. Analisis meliputi identifikasi morfologis, perhitungan kelimpahan relatif, indeks keanekaragaman, distribusi ukuran, hubungan panjang-berat, serta parameter populasi dan tingkat eksploitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan didominasi oleh udang windu (penaeus monodon) dan udang putih (litopenaeus vannamei) sebagai hasil tangkapan utama (31,96%), sementara hasil tangkapan sampingan mencapai (68,03%). Distribusi ukuran memperlihatkan sebagai besar udang tertangkap dalam kondisi juvenil atau belum mencapai ukuran matang gonad, yang mengindikasikan adanya potensi penangkapan berlebihan (overfishing). Nilai tingkat eksploitasi E sebesar 0,50-0,56 menunjukkan bahwa stok udang di perairan sebatik berada dapam kondisi fully exploited. Selain itu, berkelanjutan sumber daya udang sangat dipengaruhi oleh kondisi ekosistem mangrove yang berfungsi sebagai daerah pemijahan, pembesaran, dan pencarian makan. Degradasi mangrove akibat ahli fungsi lahan dan polusi memperburuk tekanan terhadap stok udang. Oleh karena itu diperlukan strategi pengelolaan terpadu, seperti pembatasan ukuran tangkapan, modifikasi alat tangkap, penerapan musim penutupan, serta rehabilitas mangrove berbasis masyarakat untuk menjamin berkelanjutan perikanan udang di perairan sebatik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perairan Kabupaten Bulungan merupakan perairan yang memiliki potensi sumberdaya hayati laut, salah satu sumberdaya ikan yang banyak dimanfaatkan oleh nelayan adalah ikan tembang (Sardinella lemuru). Upaya untuk menjaga kelestariannya memerlukan data biologi perikanan, salah satu aspeknya adalah pertumbuhan ikan. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa Distribusi ukuran panjang guna menduga parameter pertumbuhan ikan tembang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Des 2023 – Feb 2024. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan mengambil hasil tangkapan nelayan yang menggunakan Surface Trwall dan Kelong sebagai alat tangkap. Sampel ikan yang diamati sebanyak 250 ekor. Panjang total ikan diukur menggunakan penggaris dengan ketelitian 1 cm, kemudian diklasifikasikan berdasarkan kelas ukuran. Model pertumbuhan menggunakan persamaan Von Bertalanffy. Panjang total ikan tembang berkisar 11,1 – 19 cm. Panjang maksimal yang dapat dicapai (L∞) = 17,9 cm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ikan tembang memiliki laju pertumbuhan awalnya cepat tetapi melambat seiring waktu ketika organisme mendekati ukuran maksimal sehingga membutuhkan waktu yang singkat untuk mencapai panjang maksimum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tenggiri Papan (Scomberomorus guttatus) merupakan ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi baik di pasar local maupun ekspor. Ikan ini temasuk ikan pelagis, menghuni perairan pantai pada kedalaman antara 15 - 200 m. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi ukuran. Metode yang digunakan untuk distribusi frekuensi menggunakan persamaan Walpole (1995), untuk pertumbuhan menggunakan Von Bertalanffy (1914), dibantu dengan software Fisat II. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Maret 2021 di Perairan Juata Laut Pulau Tarakan. Persamaan pertumbuhan adalah Lt = 71,34[1-exp-1.01(t+-0,40)] pertumbuhan ikan tenggiri papan (Scomberomorus guttatus) tergolong cepat karena nilai K diatas nilai standar pertumbuhan 1,0 (K). King Mackerel (Scomberomorus guttatus) is a fish that has high economic value in both local and export markets. This fish is a pelagic fish, inhabiting coastal waters at depths between 15 - 200 m. The purpose of this study is to find out the size distribution. The method used for frequency distribution used the Walpole equation (1995), for growth using Von Bertalanffy (1914), assisted by fisat II software. This study was conducted in January - March 2021 in the Juata Waters of the Tarakan Island Sea. The growth equation is Lt = 71.34[1-exp-1.01(t+-0.40)] the growth of mackerel board (Scomberomorus guttatus) is relatively fast because the value of K is above the standard value of growth of 1.0 (K) (Chodrijah U et al 2020).