ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan merupakan salah satu sentra perikanan tangkap di Kalimantan Utara yang didukung oleh berbagai jenis alat tangkap. Dalam pengoprasiannya, alat tangkap tidak hanya menangkap ikan target (hasil tangkapan utama), tetapi juga ikan non target (hasil tangkapan sampingan). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan sebagai indikator selektifitas alat tangkap melalui perbandingan antar hasil tangkapan utama dan hasil tangkapan sampingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan dan distribusi ukuran hasil tangkapan utama (main catch) alat tangkap drift gillnet yang didaratkan di Pos Pendaratan Ikan Kelurahan Selumit Pantai, Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu Januari sampai maret 2026, menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap hasil tangkapan nelayan drift gillnet. Analisis dilakukan terhadap komposisi hasil tangkapan berdasarkan berat dan jumlah individu, serta distribusi ukuran panjang total ikan tenggiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan drift gillnet terdiri atas hasil tangkapan utama (HTU) dan hasil tangkapan sampingan (HTS). Berdasarkan berat total. Hasil, tangkapan utama berupa ikan tenggiri mendominasi sebesar 74,11%, sedangkan hasil tangkapan sampingan sebesar 23,73%. Berdasarkan jumlah individu, hasil tangkapan utama juga memiliki proporsi lebih besar sebesar 76,27%, sedangkan memberikan kontribusi terbesar terhadap biomassa tangkapan, sedangkan hasil tangkapan sampingan lebih dominan dari segi jumlah individu. Distribusi panjang total ikan tenggiri berkisar antara 38.0-68,7 cm dengan kelas ukuran dominan pada 38-42 cm dan 45,7-49,4 cm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perairan pulau Tarakan yang berada dalam WPPRI 716 memiliki potensi sumberdaya ikan tenggiri yang besar, namun penangkapan yang terus menerus dapat mengurangi stok populasinya. Maka perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat produktivitas penangkapan melalui analisis Catch Per Unit Effort (CPUE). Penelitian ini bertujuan mengetahui tren hasil tangkapan utama (HTU) dan hasil tangkapan sampingan (HTS) nelayan selama 5 tahun, mengetahui hubungan trip penangkapan dengan HTU dan HTS, serta mengetahui nilai CPUE keduanya. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari-Juni 2026 menggunakan data rekapitulasi pembelian ikan selama 5 tahun di pos pembelian ikan CV. Mekar Jaya, Kelurahan Selumit Pantai, Kota Tarakan. Hasil penelitian menggambarkan tren HTU dan HTS selama 5 tahun terakhir yang mengalami fluktuasi. Nilai CPUE HTU tertinggi tercatat pada tahun 2022 sebesar 126,1 kg/trip dan terendah pada tahun 2021 sebesar 74,4 kg/trip. Hubungan antar trip penangkapan dan HTU menggambarkan hubungan linier positif dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,743 sedangkan hubungan trip penangkapan dan HTS menunjukkan hubungan positif yang lemah dengan koefisien determinasi 0,1713. Sementara itu, hubungan antara trip penangkapan dan CPUE menggambarkan pola negatif, mengindikasikan bahwa peningkatan upaya penangkapan tidak selalu diikuti oleh peningkatan produktivitas hasil tangkapan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, produktivitas penangkapan jaring insang hanyut di Perairan Pulau Tarakan menunjukkan kondisi yang berfluktuasi selama 5 tahun terakhir.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jaring insang (gillnet) memiliki nilai penting bagi produktivitas perikanan tangkap di Kota Tarakan. Sebagai salah satu kegiatan perikanan tangkap yang utama di Kota Tarakan, jaring insang gillnet penting bagi masyarakat Kota Tarakan, utamanya masyarakat nelayan di wilayah Timur Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dengan pendekatan analisis morfologis dan persentase tangkapan utama. Penelitian dilaksanakan Januari – Maret 2024. Metode dalam penelitian menggunakan purposive sampling pendekatan observasi dan survei. Pengumpulan data observasi secara keseluruhan sebanyak 12 kali. Analisis data pendekatan observasi morfologis sampel menggunakan acuan Marine Fisheries of South East Asia dan Market Fisheries of Indonesian. Analisis komposisi jenis menggunakan pendekatan nilai persentase. Tingkat keramahan lingkungan menggunakan pendekatan analisis 9 kriteria ramah lingkungan mengacu pada CCRF/FAO. Hasil penelitian menunjukkan secara morfologis dari hasil tangkapan gillnet terindikasi terdapat 5 jenis ikan (Eleutheronema sp., Lutjanus sp., Lates sp., Scomberomorus sp., dan Netuma sp.). Hasil tangkapan utama (HTU) mencapai 70.03% dan hasil tangkapan sampingan (HTS) mencapai 29.97%. Nilai komposisi hasil tangkapan berdasarkan persentase satuan berat yaitu hasil tangkapan paling tinggi adalah jenis ikan kurau (Eleutheronema sp.) sebanyak 55,40% dan paling sedikit adalah ikan manyung (Netuma sp.) sebanyak 5,96%. Tingkat keramahan lingkungan menurut CCRF/FAO secara keseluruhan tergolong kategori sangat ramah lingkungan dengan (nilai 28,54) berdasarkan sembilan kriteria ramah lingkungan CCRF FAO
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Alat tangkap jaring insang hanyut (drift gillnet) yang digunakan oleh nelayan kampung nelayan Mansapa merupakan alat tangkap yang memiliki bentuk umum empat persegi panjang yang menangkap ikan yang bersifat pasif. Komposisi jenis dan ukuran hasil tangkapan jaring insang hanyut (drift gillnet) di Kabupaten Nunukan sangat diperlukan karena selain belum pernah dilakukan penelitian tersebut, informasi ilmiah terkait dengan komposisi (jenis dan ukuran) juga berguna sebagai informasi ilmiah dasar terhadap masyarakat dalam pengembangan ilmu bidang perikanan tangkap dan sebagai dasar ilmiah pada kebijakan pengelolaan lestari dan berkelanjutan sumberdaya perikanan khususnya pada perikanan jaring insang hanyut.Tujuan penelitian adalah untuk menguraikan nilai persentase komposisi jenis ikan, kategori tangkapan, menguraikan nilai persentase hasil tangkapan utama, hasil tangkapan sampingan dan hasil tangkapan buangan serta distribusi frekuensi ukuran panjang (total, standar dan cagak) dan berat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif selama bulan Desember- Februari 2024, dengan purposive sampling sebanyak 6 kali sampling. Hasil tangkapan alat tangkap jaring insang selama penelitian terdapat 5 jenis ikan yaitu Tenggiri papan, Senangin, Perak, Selangat dan Manyung. Nilai persentase komposisi per jenis berdasarkan berat ukuran yang tertinggi yaitu yaitu ikan tenggiri papan 39,34 % dan terendah yaitu ikan manyung 0,47 % sedangkan berdasarkan individu nilai yang tertinggi yaitu selangat sebanyak 64,94% ekor. dan ikan yang paling sedikit yaitu ikan manyung sebanyak 0,16%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kota Tarakan di provinsi di Kalimantan Utara sebagai kota produsen ikan laut dengan ragam hasil tangkapan dan alat tangkap yang digunakan. Salah satu hasil tangkapan adalah ikan tembang (Sardinella sp) yang memiliki nilai ekonomis dan dimanfaatkan secara intensif sehingga perlu pengelolahan penangkapan yang baik dan berdasarkan informasi ilmiah aspek biologinya. Penelitian bertujuan menentukan hubungan panjang berat yang mendeskripsikan sifat pertumbuhan Sardinella sp. Pengambilan sampel Sardinella sp secara purposive sampling hasil tangkapan alat tangkap gillnet dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2022 dengan total 8 kali sampling pada periode spring tide. Hasil analisis panjang total dan berat didapatkan persamaan eksponensial dan linier logistik y = 0,0614.x2,3247 dan y= 2,3247x-1,2121 dengan nilai determinasi (R2) sebesar 0,9051. Analisis panjang standar dan berat didapatkan persamaan eksponensial dan linier logistik y = 0,1076x2,3256 dan y= 2,3256x-0,9683 dengan nilai R2=0,9039. Hasil dari analisis panjang cagak dan berat ikan tembang yang didapatkan dalam persamaan eksponensial dan linier yaitu y= 0,0914x2,2331 dan y= 2,3231x-1,0389 dengan nilai R2=0,9014. Pola pertumbuhan pada ikan tembang memiliki sifat allometrik negatif dengan nilai b=2,3247.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Drift gillnet merupakan alat tangkap yang bersifat aktif, teknik pengoperasiannya dengan cara dihanyutkan dan mengikuti arah arus pasang surut. Tujuan penelitian menguraikan komposisi dan ukuran hasil tangkapan utama drift gillnet. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan drift gillnet dengan ukuran mata jaring 2 inchi, panjang jaring 10 m dan lebar jaring 3 m dengan jumlah jaring 33 set selama 2 bulan dalam 4 trip penangkapan di Muara Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Komposisi hasil tangkapan berdasarkan jenis memperoleh 15 jenis ikan hasil tangkapan yang terdiri dari ikan demersal, ikan pelagis, molusca dan crustacea dengan jumlah keseluruhan 1.561 ekor ikan dengan berat 166,126 kg. Komposisi hasil tangkapan berdasarkan berat dengan hasil tangkapan utama (HTU) sebesar 74%, hasil tangkapan sampingan (HTS) sebesar 20% dan hasil tangkapan buangan (HTB) sebesar 6%. Komposisi hasil tangkapan berdasarkan ukuran ikan target dengan pengukuran 120 sampel ikan senangin memiliki kisaran modus atau kelompok umur 13.00-35.07 cm dan didominasi oleh ukuran 18.52-21.27 cm, 35 ekor diantaranya telah mengalami matang gonad dan 85 ekor masih dalam fase pertumbuhan serta belum layak tangkap.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
COMPOSITION OF FISH TYPES AND SIZES CAUGHT USING GILL NET IN LANDED IN TARAKAN Abstract This study aims to determine the composition of the type and size of fish (length and weight) and the relationship between length and weight of fish caught with gillnets in the waters of Tarakan City, North Kalimantan. This study uses a purposive random sampling method, namely taking samples by taking into account considerations. The location of this research was carried out in the Selumit Pantai area, Central Tarakan District, Tarakan City, from December 2020 to January 2021. Based on the results of the study, the composition of the catch in the HTU (main catch) category was 113 fish arut and pleasure. Then by catch (by catch) on red fish and mackerel as many as 20 tails. The composition of the length and weight of the most dominant fish in the length of red fish ranged from 30.7-40.5 cm as many as 5 tails and 5 fish weight ranged from 530.7-888.4 g. The length of dominant fish and mackerel ranged from 45.7 to 46.9 cm as many as 3 tails and the weight ranged from 697-773 g as many as 3 tails. Dominant length and weight of happy fish are in the range of 55.2-61.1 cm as many as 7 tails and weight range from 1587,2-2109,0 g as many as 8 fish then arut panang fish and the most dominant weight ranges from 36.3-38.7 cm as many as 23 tails and 836.8-1000.7 grams as many as 24 tails. The results of the analysis of the relationship between length and weight based on the catch of red fish, happy fish and arut fish are allometric negative where the length increase is faster than the weight gain, while the mackerel catch is positive allometric which indicates that the weight gain is faster than the length increase.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Wilayah Kota Tarakan sebagian besar dikelilingi perairan, sehingga banyaknya masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dengan menggunakan berbagai macam jenis alat tangkap. Salah Satu alat Tangkap yang banyak digunakan adalah jaring insang. Pada penelitian menggunakan perlakuan perendaman 2 jam 3 jam dan 4 jam dimana perlakuan 3 jam merupakan perlakuan ril nelayan, sedangkan 2 jam dan 4 jam perlakuan dalam percobaan untuk mengetahui perbedaan dengan waktu ril nelayan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan data jenis produksi hasil tangkapan serta mengatahui pengaruh lama perendaman terhadap hasil tangkapan jaring insang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental fishing. Metode eksperimental fishing penelitian ini mengguakan mata jaring (mesh size) 4” (10 cm) sebanyak 3 lembar. Analisa data menggunakan analisa sidik ragam satu jalur. Uji anova pada jumlah satuan ekor diperoleh nilai signifikan 0,687, maka H0 diterima dan Ha ditolah. Maka dapat diasumsikan bahwa lama perendaman yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang terhadap jumlah ekor hasil tangkapan. Berdasarkan uji anova pada jumlah satuan berat diperoleh nilai signifikan sebesar 0,399. Maka dapat diasumsikan bahwa lama perendaman yang berbeda tidak memberikan pengaruh terhadap hasil tangkapan baik dalam bentuk jumlah ekor maupun jumlah berat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Lobster mempunyai nilai ekonomis yang tinggi sesuai dengan jenis dan ukuran. Lobster Pakistan (Panulirus polyphagus) hasil tangkapan jaring insang (gillnet) di perairan Tarakan memiliki harga Rp.600.000/kg dan lobster Mutiara (Panulirus ornatus) dengan kisaran harga Rp.800.000/kg. Tingginya nilai ekonomis lobster mempengaruhi pola pemanfaatan yang cenderung eksploitatif. Pola pemanfaatan lestari sumberdaya lobster memerlukan kebijakan yang berbasis data/informasi secara ilmiah, termasuk data morfometrik-meristik lobster. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakter morfometrik-meristik lobster hasil tangkapan jaring insang (gillnet) di perairan Tarakan, yang dilakukan pada April hingga Mei 2021. Metode penelitian dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan pengambilan sampel dengan metode purposive sampling serta analisis data menggunakan analisis karakter dan rasio ukuran morfometrik-meristik. Panulirus polyphagus terbesar 32 cm, memiliki warna hijau kecoklatan, spina lebih sedikit, 10 kaki jalan, dan memilik 8 pleopod. Panulirus ornatus terbesar 28 cm, memiliki warna tubuh biru, spina lebih banyak, 10 kaki jalan dan memiliki 8 pleopod. Hasil analisa regresi Panjang Total (PT) dengan Panjang Abdomen (PAb) dan Panjang Karapas (PK), diketahui nilai signifikan F pada Panulirus polyphagus lebih kecil dari 0.05 dan pada Panulirus ornatus nilai signifikasi F juga lebih kecil dari 0.05. Hal ini bermakna bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara keterkaitan ukuran panjang total dengan ukuran panjang karapas / abdomen. Kata Kunci: Morfometrik-Meristik, Lobster Pakistan, Lobster Mutiara, Jaring Insang, Perairan Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan alattangkap jaring insang (gill net) merupakan alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan di daerah Lingkas. Alat tangkap jaring insang dengan ukuran mata jaring (mesh size) 3 inci ini banyak digunakan oleh nelayan tradisional di daerah Lingkas dikarenakan alat tangkap ini mudah diopesaikan dan juga ramah lingkungan. Pada penelitian ini penggunaan alat tangkap jaring insang denga ukuran mata jaring yang berbeda yaitu ukuran 3 inci, 4 inci dan 5 inci. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh perbedaan mata jaring (mesh size) yang berbeda terhadap hasil tangkapan ikan pada alat tangkap jaring insang (gillnet) di perairan Kota Tarakan. Metode peneitian yang digunakan yaitu metode eksperimental, analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Test dengan menggunakan dua data yang didapatkan selama 8 kali sampling pengoperasian jaring insang untuk dibandingkan. Komposisi berat (%) hasil tangkapan pada perlakuan 3 inci 3,974 kg (34%), perlakuan 4 inci 3,117 kg (27%) dan perlakuan 5 inci 4,529 kg (39%). Komposis jumlah jenis (%) ikan hasil tangkapan meliputi pada perlakuan 3 inci dengan total jumlah individu tertangkap sebanyak 40 ekor (53%). Perlakuan 4 inci dengan 22 ekor (28%) dan jumlah individu yang paling sedikit pada perlakuan 5 inch yaitu sebanyak 15 ekor (19%). Uji normalitas pada individu berat yaitu 0,191 > 0,05 dan signifikan data individu berat yaitu 0,727 > 0,05. Uji Anova terhadap berat hasil tangkapan yaitu 0,819 > 0,05 maka H0 diterima, nilai Fhit 0,201 Ftabel 3,47 maka hipotesa H0 (null) diterima ukuran mata jaring tidak memberi pengaruh nyata terhadap hasil tangkapan (gillnet). Uji anova berdasarkan jumlah individu hasil tangkapan yaitu 0,036 0,05 maka Ha diterima. Nilai Fhit 3,908 > Ftabel 3,47 maka hipotesa Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perbedaan ukuran mesh size memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah hasil tangkapan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
STUDI SELEKTIVITAS ALAT TANGKAP JARING INSANG (gill net) DI PERAIRAN TANAH KUNING KABUPATEN BULUNGAN Abstrak Perairan Desa Tanah Kuning memiliki potensi sumberdaya ikan yang tinggi. Salah satu alat tangkap yang sering digunakan nelayan desa Tanah Kuning adalah jaring insang. Penelitian tentang analisis tingkat selektivitas alat tangkap jaring insang telah dilakukan bulan April-Juni 2021. Indikator selektivitas yang digunakan adalah komposisi hasil tangkapan dan jumlah ikan yang layak tangkap. Indikator selektivitas ditentukan berdasarkan FAO 1995. Komposisi hasil tangkapan berdasarkan jumlah ikan, yaitu sebanyak 207 ekor dengan tangkapan utama (ikan Gulamah) 132 ekor (63,7 %). Hasil tangkapan yang layak tangkap sebanyak 112 ekor ( 83 %). Komposisi hasil tangkapan berdasarkan berat ikan, yaitu 40,83 kg dengan tangkapan utama (ikan Gulamah) 17,7 kg (42,5%). Kata Kunci : Jaring insang, komposisi hasil tangkapan, selektivitas.