ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Wilayah pesisir kabupaten Bulungan memiliki ragam hasil tangkapan ikan pelagis dan ikan demersal, salah satunya berada di perairan muara Ancam. Unit penangkapan dominan di wilayah perairan muara Ancam yaitu unit penangkapan tugu (stowner) Nilai produktivitas perikanan tangkap di wilayah kabupaten Bulungan dipengaruhi oleh produktivitas perikanan tugu. Alat tangkap tugu termasuk kategori alat tangkap perangkap yang memanfaatkan arus pasang dan surut perairan laut. Aspek penting dalam pengelolaan sumberdaya perikanan nilai ekonomis bagi masyarakat adalah faktor efektivitas dengan adanya informasi ilmiah tentang kelimpahan dan struktur hasil tangkapan (jenis dan ukuran). Penelitian bertujuan menerangkan kelimpahan hasil tangkapan utama, komposisi hasil tangkapan dan distribusi frekuensi ukuran panjang dan berat. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif pendekatan observasi terhadap sampel Hasil tangkapan Utama (HTU) selama Januari Februari 2022, dengan purposive sampling selama 8 kali sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 jenis Hasil Tangkapan Utama (HTU) yaitu udang yellow. udang dogol, udang mantis, udang merah, udang putih, udang loreng, udang windu dan udang pistol dengan total tangkapan 49.74 kg dan rata rata kelimpahannya 49.48%. Jenis udang dengan nilai kelimpahan terbesar dan dominan tertangkap adalah udang putih. Persentase komposisi jenis hasil tangkapan utama tugu yaitu udang yellow 11% dengan struktur ukuran rerata Panjang Total (PT) 8.18 cm dan rerata Berat Total (BT) 6.67 gram; udang brown 7% dengan 9.23 cm dan 9.05 gram: udang mantis 7% dengan 10.84 cm dan 10.51 gram; udang merah 6% dengan 8.85 cm dan 7.60 gram, udang putih 51% dengan 8.92 cm dan 8.15 gram; udang loreng 18% dengan 10.62 cm dan 11.15 gram; udang windu 11% dengan 9.94 cm dan 8.67 gram, serta udang tembak 0,28% dengan 8.05 cm dan 7.60 gram.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Alat tangkap tugu (stownet) merupakan alat tangkap yang bersifat pasif dan termasuk dalam alat tangkap perangkap, yang dalam pengoperasiannya memanfaatkan pasang surut atau arus dan ruaya ikan. Stownet alat tangkap yang terbuat dari jaring yang berbentuk kantong dan dipasang semi permanen menentang arus. Penelitian bertujuan menguraikan dan menjelaskan ciri morfologis hasil tangkapan serta persentase jumlah total dan jumlah perjenis hasil tangkapan dan menerangkan kategori hasil tangkapan utama, sampingan dan buangan (HTU, HTS, HTB), dalam satuan persentase jumlah individu dan berat di perairan Muara Ancam Kabupaten Bulungan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif selama Januari - Maret 2022, dengan purposive sampling selama 8 kali sampling. Hasil penelitian menghasilkan jumlah sampel sebanyak 24 spesies dari 3 kelompok organisme yaitu 12 jenis ikan demersal (19,96%), 8 jenis ikan pelagis (10,84%), 1 jenis moluka (3%), 2 jenis krustase (170%). Total sampel sebanyak 83.10 ekor dengan total berat 71,739 kg. Kategori Hasil Tangkapan Utama (HTU) 69,44% (satuan berat) dan 64,38 % (satuan individu), Hasil Tangkapan Sampingan (HTS) 6,09 % (satuan berat) dan 7,52 (satuan individu) dan Hasil Tangkapan Buangan (HTB) 24,47 % (satuan berat) dan 28,10 % (satuan individu).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
COMPOSITION OF FISH TYPES AND SIZES CAUGHT USING GILL NET IN LANDED IN TARAKAN Abstract This study aims to determine the composition of the type and size of fish (length and weight) and the relationship between length and weight of fish caught with gillnets in the waters of Tarakan City, North Kalimantan. This study uses a purposive random sampling method, namely taking samples by taking into account considerations. The location of this research was carried out in the Selumit Pantai area, Central Tarakan District, Tarakan City, from December 2020 to January 2021. Based on the results of the study, the composition of the catch in the HTU (main catch) category was 113 fish arut and pleasure. Then by catch (by catch) on red fish and mackerel as many as 20 tails. The composition of the length and weight of the most dominant fish in the length of red fish ranged from 30.7-40.5 cm as many as 5 tails and 5 fish weight ranged from 530.7-888.4 g. The length of dominant fish and mackerel ranged from 45.7 to 46.9 cm as many as 3 tails and the weight ranged from 697-773 g as many as 3 tails. Dominant length and weight of happy fish are in the range of 55.2-61.1 cm as many as 7 tails and weight range from 1587,2-2109,0 g as many as 8 fish then arut panang fish and the most dominant weight ranges from 36.3-38.7 cm as many as 23 tails and 836.8-1000.7 grams as many as 24 tails. The results of the analysis of the relationship between length and weight based on the catch of red fish, happy fish and arut fish are allometric negative where the length increase is faster than the weight gain, while the mackerel catch is positive allometric which indicates that the weight gain is faster than the length increase.