Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Staphylococcus aureus
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI PAPER SOAP ANTIBAKTERI BERBASIS NANOPARTIKEL KITOSAN CANGKANG KEPITING BAKAU (Scylla sp.)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan sabun untuk mencuci tangan meningkat sejak covid 19 hingga memasuki masa new normal. Inovasi pembuatan produk sabun terus dikembangkan salah satunya paper soap berbahan nanopartikel kitosan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan ukuran nanopartikel dari kitosan cangkang kepiting bakau (Scylla sp.) serta menentukan formulasi terbaik dari paper soap antibakteri. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriftif kuantitatif untuk menentukan ukuran nanopartikel kitosan, pH, kadar air, alkali bebas, dan organoleptik. Aktivitas antibakteri paper soap menggunakan analysis of variant pada selang kepercayaan 95% dengan satu faktor yaitu penambahan nanopartikel kitosan pada taraf 0%; 0,25%; 0,5%; 0,75%; 1% dan 2 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan ukuran nanopartikel kitosan cangkang kepiting bakau 67,07 nm. Paper soap konsentrasi 0%; 0,25%; 0,5%; 0,75%; 1% menghasilkan nilai pH berkisar 9.18-9.27 sesuai dengan SNI yaitu 4-10. Kadar air paper soap berturut-turut yaitu 18,25, 20,25, 22,5, 32 dan 35,25. Kadar alkali bebas berkisar 0,003-0,01 % sesuai SNI sebesar 0,14%. Nilai organoleptik semua konsentrasi memiliki aroma jasmine dan menunjukkan warna putih kekuningan. Paper soap berbasis nanopartikel kitosan mampu menghambat aktivitas bakteri gram positif Staphylococcus aureus dan menghasilkan zona bening sebesar 3.5± 0.70 mm, 5±0 mm, 14±0.70 mm, 10.25±0.35 mm, 10.75±2.47 mm. Konsentrasi 0,5% terbukti efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Dan gram negatif Echerichia coli menghasilkan zona bening sebesar 4.50 ± 0.00 mm, 5.00 ± 0.00 mm, 9.75± 1.06 mm, 11.50 ± 4.24 mm, 7.50± 0.00 mm. Konsentrasi 0,75% terbukti efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Echerichia coli. Aktivitas antibakteri nanopartikel kitosan pada penelitian ini termasuk kategori lemah hingga kuat. Paper soap nanopartikel kitosan dari cangkang kepiting bakau yang dihasilkan sesuai dengan standar SNI dan terbukti mampu menghambat aktivitas bakteri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN BAKTERI SIMBION SPONS Clathria sp. DARI PERAIRAN PULAU DERAWAN SEBAGAI SUMBER POTENSIAL ANTIBAKTERI TERHADAP Multi Drug Resistant (MDR)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Spons Clathria sp. merupakan salah satu biota laut yang hidup di perairan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Biota laut ini tidak memiliki organ pada tubuhnya, tetapi memiliki kemampuan yang unik dalam menyaring bakteri dan karbon organik terlarut yang ada di lingkungan perairan, dengan memanfaatkan pori – porinya untuk mengubah zat ini menjadi partikel tersuspensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi bakteri yang berasosiasi dengan spons Clathria sp. dari perairan Pulau Derawan, mengidentifikasi secara morfologi jenis bakteri spons Clathria sp., dan menentukan aktivitas terbaik daya hambat bakteri asosiasi spons Clathria sp. terhadap bakteri (MDR). Proses penelitian terbagi menjadi tiga tahap: isolasi strain bakteri, identifikasi morfologi, dan prosedur overlay yang dilanjutkan dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan jaringan dari spons Clathria sp. berhasil mendapatkan 23 isolat bakteri, dua morfologi koloni dominan yang diidentifikasi adalah Round with scalloped margin dan Round with raised margin, ditambah dengan formasi pinggiran Undulate dan Lobate. Adapun warna koloni yang dominan yaitu putih dan kuning, dengan elevasi Flat dan Raised. Teknik pewarnaan gram mengungkapkan adanya 17 isolat gram positif bersama dengan 6 isolat gram negatif, dengan menunjukkan morfologi bentuk sel bakteri coccus dan bacillus. Isolat SC06 menunjukkan aktivitas antibakteri signifikan dengan diameter penghambatan rata – rata 21,5 ± 2,12mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus, dan 15,5 ± 2,12mm terhadap bakteri Escherichia coli. hasil ini membuka potensi besar untuk pemanfaatan sifat antibakteri dari bakteri yang berasosiasi dengan spons laut dalam aplikasi klinis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail