Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Logam Berat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIOAKUMULASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN KADMIUM (Cd) PADA IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI TAMBAK DESA BINAI KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencemaran, tingkat kontaminasi, dan tingkat bioakumulasi logam berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada air, tanah, dan ikan bandeng (Chanos chanos) di tambak tradisional Desa Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak dua kali (bulan ke-1 dan bulan ke-3) dengan analisis menggunakan instrumen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Parameter yang dianalisis meliputi Geo-Accumulation Index (Igeo), Contamination Factor (CF), dan Bio Concentration Factor (BCF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Igeo logam berat Pb dan Cd pada air di bulan ke-1 dan ke-3 termasuk dalam kategori tercemar sangat berat (Igeo ≥5), sedangkan pada tanah berada pada kategori tercemar berat hingga sangat berat (45). Nilai CF logam berat Pb dan Cd pada seluruh media tergolong rendah (CF1), yang menunjukkan kontaminasi rendah secara keseluruhan. Nilai BCF logam berat Pb pada tanah mencapai 121,66, sementara BCF Cd pada air sebesar 3,33, sehingga tingkat akumulatif ikan bandeng termasuk dalam kategori sedang (100≤BCF≤1000). Akumulasi logam berat lebih dominan berasal dari media tanah dibandingkan air. Meskipun demikian, konsentrasi logam berat dalam daging ikan bandeng masih berada di bawah batas maksimum cemaran logam berat yang diatur dalam SNI 7387:2009, sehingga ikan masih layak untuk dikonsumsi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISASI MAGGOT KERING SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF IKAN BERDASARKAN VARIASI SUHU DAN WAKTU PEMANASAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencemaran, tingkat kontaminasi, dan tingkat bioakumulasi logam berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada air, tanah, dan ikan bandeng (Chanos chanos) di tambak tradisional Desa Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak dua kali (bulan ke-1 dan bulan ke-3) dengan analisis menggunakan instrumen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Parameter yang dianalisis meliputi Geo-Accumulation Index (Igeo), Contamination Factor (CF), dan Bio Concentration Factor (BCF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Igeo logam berat Pb dan Cd pada air di bulan ke-1 dan ke-3 termasuk dalam kategori tercemar sangat berat (Igeo ≥5), sedangkan pada tanah berada pada kategori tercemar berat hingga sangat berat (45). Nilai CF logam berat Pb dan Cd pada seluruh media tergolong rendah (CF1), yang menunjukkan kontaminasi rendah secara keseluruhan. Nilai BCF logam berat Pb pada tanah mencapai 121,66, sementara BCF Cd pada air sebesar 3,33, sehingga tingkat akumulatif ikan bandeng termasuk dalam kategori sedang (100≤BCF≤1000). Akumulasi logam berat lebih dominan berasal dari media tanah dibandingkan air. Meskipun demikian, konsentrasi logam berat dalam daging ikan bandeng masih berada di bawah batas maksimum cemaran logam berat yang diatur dalam SNI 7387:2009, sehingga ikan masih layak untuk dikonsumsi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISASI MAGGOT KERING SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF IKAN BERDASARKAN VARIASI SUHU DAN WAKTU PEMANASAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencemaran, tingkat kontaminasi, dan tingkat bioakumulasi logam berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada air, tanah, dan ikan bandeng (Chanos chanos) di tambak tradisional Desa Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak dua kali (bulan ke-1 dan bulan ke-3) dengan analisis menggunakan instrumen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Parameter yang dianalisis meliputi Geo-Accumulation Index (Igeo), Contamination Factor (CF), dan Bio Concentration Factor (BCF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Igeo logam berat Pb dan Cd pada air di bulan ke-1 dan ke-3 termasuk dalam kategori tercemar sangat berat (Igeo ≥5), sedangkan pada tanah berada pada kategori tercemar berat hingga sangat berat (45). Nilai CF logam berat Pb dan Cd pada seluruh media tergolong rendah (CF1), yang menunjukkan kontaminasi rendah secara keseluruhan. Nilai BCF logam berat Pb pada tanah mencapai 121,66, sementara BCF Cd pada air sebesar 3,33, sehingga tingkat akumulatif ikan bandeng termasuk dalam kategori sedang (100≤BCF≤1000). Akumulasi logam berat lebih dominan berasal dari media tanah dibandingkan air. Meskipun demikian, konsentrasi logam berat dalam daging ikan bandeng masih berada di bawah batas maksimum cemaran logam berat yang diatur dalam SNI 7387:2009, sehingga ikan masih layak untuk dikonsumsi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT KROMIUM (Cr) PADA AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN JUATA PERMAI KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pencemaran logam berat yang terdapat di perairan dapat berasal dari kegiatan pembuangan limbah rumah tangga, transportasi dan aktivitas industri. Salah satu logam berat yang bersifat toksik adalah logam kromium (Cr). Keberadaan logam berat Kromium yang terdapat di perairan dan sedimen dapat menjadi polutan apabila konsentrasinya melebihi ambang baku mutu yang ditentukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan logam berat Kromium (Cr) yang terdapat di Perairan Juata Permai Kota Tarakan. Parameter yang di uji yaitu sampel air dan sampel sedimen terkait logam Kromium (Cr) serta parameter kualitas air meliputi suhu, pH, dan Salinitas yang di ambil pada lima titik stasiun dengan metode purposive sampling kemudian di analisis menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (AAS). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Kromium (Cr) yang terkandung pada air dan sedimen di lima stasiun penelitian masih berada di bawah limit deteksi yaitu 0,028 mg/L. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa kadar logam berat Kromium (Cr) masih berada di bawah nilai baku mutu menurut PP Nomor 22 tahun 2021 dan sedimen menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) tahun 1999.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DI AIR DAN SEDIMEN PADA PERAIRAN LAUT KELURAHAN JUATA PERMAI KOTA TARAKAN

2022•

Salah satu indikator permasalahan lingkungan di laut adalah keberadaan kandungan logam berat yang ada di dalam perairan pesisir yang bersumber dari kegiatan industri, transportasi laut, maupun yang bersumber dari alam. Penyebab utama logam berat menjadi bahan pencemar berbahaya yaitu logam berat tidak dapat di hancurkan (non degradable) oleh organisme hidup dan terakumulasi ke lingkungan. Salah satu logam berat yang berbahaya adalah Timbal (Pb). Timbal yang terdapat di perairan dan sedimen dapat menjadi polutan apabila konsentrasinya melebihi ambang baku mutu yang telah ditentukan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat Timbal (Pb) yang terdapat di Perairan Laut Kelurahan Juata Permai Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan melakukan pengambilan sampel pada lima titik stasiun melalui metode purposive sampling yang dilakukan pada bulan Desember 2021 di Perairan Juata Permai Kota Tarakan. Parameter yang di uji yaitu sampel air dan sampel sedimen terkait logam berat Timbal (Pb) serta parameter kualitas air meliputi suhu, pH dan salinitas. Analisis kandungan logam berat menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrofotometry). Pada hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa nilai Timbal (Pb) yang terkandung pada air sebesar 0,0683- 0,1445, pada sedimen sebesar 0,1336- 2,58. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan logam berat Timbal (Pb) pada air di Perairan Juata Permai Kota Tarakan sudah melebihi nilai baku mutu berdasarkan PP Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021, sedangkan kandungan logam berat Timbal (Pb) pada sedimen masih di bawah baku mutu berdasarkan SEPA (Swedish Enviromental Protection Agency) Tahun 2000.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KANDUNGAN LOGAM BERAT TEMBAGA (Cu) PADA SEDIMEN SUNGAI PAMUSIAN PASAR TENGUYUN KELURAHAN PAMUSIAN KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Logam Cu di lingkungan perairan sungai bervariasi akibat dari berbagai proses seperti pengenceran, adsorpsi oleh partikel, terakumulasi dalam biota dan mengendap di sedimen. Dalam lingkungan perairan ada tiga media yang dapat dipakai sebagai indikator pencemaran logam berat, yaitu air, sedimen dan organisme hidup. Penelitian ini bertujuan menentukan kadar Cu di sedimen di wilayah perairan sungai pamusian pasar tenguyun Tarakan Tengah Kota Tarakan Kalimantan Utara Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2020 yang terdiri dari kegiatan lapang dan analisis logam berat di laboratorium. Kegiatan lapang mencakup pengukuran kualitas air, pengambilan sampel sedimen untuk analisis Cu dilakukan pada 3 stasiun yang menyebar pada arah barat, utara dan selatan dari timur perairan Sungai Pamusian Pasar Tenguyun sedimen tersebut di ekstrak kemudian dianalisis menggunakan AtomicAbsorption Spectrometry (AAS) untuk mengukur konsentrasi Cu sedimen. Konsentrasi logam Cu pada sedimen berkisar antara 0,15-0,39 mg/L pada ketiga stasiun penelitian. Presentase fraksi sedimen di semua lokasi stasiun penelitian yang dimana menunjukkan presentase tekstur masing-masing yaitu 89,28%, 91,51%, dan 94,47% pada fraksi Pasir, diikuti dengan sisa presentase tekstur debu yaitu 3,02%, 2,13%, 4,28 dan liat yaitu 7,70%, 6,36%, 1,25%. Nilai kualitas perairan Sungai Pamusian Pasar Tenguyun yaitu suhu perairan: 30,5-33,8°C, salinitas: 32,0-33,0 ‰, pH: 7,31-7,99, kekeruhan: 0,19-1,59 NTU. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat Cu pada ketiga stasiun masih berada di bawah ambang batas maksimum dari baku mutu yang telah ditetapkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail