Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: IRFAN RAMADHAN
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) SEBAGAI BIOFILTER ALAMI AIR HATCHERY TERHADAP PENGELOLAAN KUALITAS AIR

2023•Koleksi Perpustakaan

EFEKTIVITAS RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) SEBAGAI BIOFILTER ALAMI AIR HATCHERY TERHADAP PENGOLAHAAN KUALITAS AIR Abstrak Limbah industri dan pertanian yang dibuang ke lingkungan perairan merupakan masalah yang sering muncul pada pencemaran lingkungan budidaya. Sehingga kualitas air berpengaruh pada pertumbuhan dan keberlangsungan hidup pada aktivitas budidaya. Tujuan penelitian yaitu memanfaatkan rumput laut jenis K. alvarezii sebagai biofilterasi sehingga mampu memperbaiki kualitas air pada budidaya perairan. Penelitian ini menggunakan rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii sebagai bioflter dengan berat P1 100, P2 200, dan P3 300 gram. Parameter kualitas air seperti pH, suhu, DO, nitrat, nitrit, dan amoniak yang ada pada masing-masing perlakuan telah diamati dan dibandingkan. Analisis data menggunakan Analisis Varian (ANOVA) bersama dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian kualitas air selama 4 hari mengunakan rumput laut sebagai biofilter pada pengamatan parameter suhu pada tiap perlakuan menunjukkan nilai yang cenderung meningkat. P3 memiliki suhu tertingi 27,8 oC sedangkan P0 memiliki suhu terendah 26,2 oC. Nilai pH selama penelitian berkisar 8. Nilai pH cukup mendukung dalam usaha budidaya. Bahwa nilai pH yang baik bagi pertumbuhan berkisar 6–9 pada perairan. Kisaran DO pada penelitan diperoleh antara 4,48 – 4,76 mg/l. Adapun kandungan nitrat (NO3) tertinggi dihasilkan oleh P0 yaitu (0,16) dan kandungan nitrat terendah dihasilkan oleh perlakuan P1 (0,12) P2 (0,14) P3 (0,15). Hasil pengujian nitrit yang telah didapatkan pada perlakuan P0 (0,015) P1 (0,09) P2 (0,019) dan P3 (0,021). pengamatan nilai amoniak yang didapatkan dalam pengujian yaitu pada perlakuan P0 (1,02) P1 (0,73) P2 (1,28) dan P3 (1,32) mg/l. berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa penelitian mengenai penggunaan rumput laut sebagai biofilter (K. alvarezii) pada penelitian mampu untuk meminimalisir kualitas air dalam budidaya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) SEBAGAI BIOFILTER ALAMI AIR HATCHERY TERHADAP PENGELOLAAN KUALITAS AIR

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EFEKTIVITAS RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) SEBAGAI BIOFILTER ALAMI AIR HATCHERY TERHADAP PENGOLAHAAN KUALITAS AIR Abstrak Limbah industri dan pertanian yang dibuang ke lingkungan perairan merupakan masalah yang sering muncul pada pencemaran lingkungan budidaya. Sehingga kualitas air berpengaruh pada pertumbuhan dan keberlangsungan hidup pada aktivitas budidaya. Tujuan penelitian yaitu memanfaatkan rumput laut jenis K. alvarezii sebagai biofilterasi sehingga mampu memperbaiki kualitas air pada budidaya perairan. Penelitian ini menggunakan rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii sebagai bioflter dengan berat P1 100, P2 200, dan P3 300 gram. Parameter kualitas air seperti pH, suhu, DO, nitrat, nitrit, dan amoniak yang ada pada masing-masing perlakuan telah diamati dan dibandingkan. Analisis data menggunakan Analisis Varian (ANOVA) bersama dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian kualitas air selama 4 hari mengunakan rumput laut sebagai biofilter pada pengamatan parameter suhu pada tiap perlakuan menunjukkan nilai yang cenderung meningkat. P3 memiliki suhu tertingi 27,8 oC sedangkan P0 memiliki suhu terendah 26,2 oC. Nilai pH selama penelitian berkisar 8. Nilai pH cukup mendukung dalam usaha budidaya. Bahwa nilai pH yang baik bagi pertumbuhan berkisar 6–9 pada perairan. Kisaran DO pada penelitan diperoleh antara 4,48 – 4,76 mg/l. Adapun kandungan nitrat (NO3) tertinggi dihasilkan oleh P0 yaitu (0,16) dan kandungan nitrat terendah dihasilkan oleh perlakuan P1 (0,12) P2 (0,14) P3 (0,15). Hasil pengujian nitrit yang telah didapatkan pada perlakuan P0 (0,015) P1 (0,09) P2 (0,019) dan P3 (0,021). pengamatan nilai amoniak yang didapatkan dalam pengujian yaitu pada perlakuan P0 (1,02) P1 (0,73) P2 (1,28) dan P3 (1,32) mg/l. berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa penelitian mengenai penggunaan rumput laut sebagai biofilter (K. alvarezii) pada penelitian mampu untuk meminimalisir kualitas air dalam budidaya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail