Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Biofilte
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEMBRAN BIOFILTER SEBAGAI FILTRASI MIKROPLASTIK DARI PAKAN ALAMI IKAN BANDENG DI TAMBAK TRADISIONAL KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mikroplastik merupakan kontaminan yang dapat ditemukan pada lingkungan perairan dan berpotensi masuk ke dalam sistem budidaya melalui media termasuk pakan alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan membran biofilter berbahan klekap yang dikombinasikan dengan polyvinyl alcohol (PVA) dalam menahan mikroplastik dari pakan alami ikan bandeng di tambak tradisional Kota Tarakan. Membran dibuat dalam lima formulasi, yaitu klekap:PVA 3:7, 4:6, 4,5:5,5, 5:5, serta kontrol PVA 0:10. Setiap formulasi diuji sebanyak tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi jumlah mikroplastik yang tertahan pada membran, retensi mikroplastik estimasi, dan koefisien variasi (CV). Nilai mikroplastik awal yang digunakan sebagai dasar perhitungan adalah 79,6 partikel per 20 L, berdasarkan kelimpahan rata-rata 3,98 partikel/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi membran mampu menahan partikel yang diidentifikasi sebagai mikroplastik. Formulasi 3:7 menghasilkan jumlah mikroplastik tertahan rata-rata 25,67 ± 7,23 partikel dengan retensi estimasi 32,24 ± 9,09% dan CV 28,19%. Formulasi 4:6 menghasilkan jumlah mikroplastik tertahan rata-rata 34,67 ± 8,39 partikel dengan retensi estimasi 43,55 ± 10,54% dan CV 24,19%. Formulasi 4,5:5,5 menghasilkan jumlah mikroplastik tertahan rata-rata 34,00 ± 10,44 partikel dengan retensi estimasi 42,71 ± 13,12% dan CV 30,71%. Formulasi 5:5 menghasilkan jumlah mikroplastik tertahan rata-rata 35,00 ± 7,55 partikel dengan retensi estimasi 43,97 ± 9,48% dan CV 21,57%. Di antara formulasi yang mengandung klekap, formulasi 5:5 menunjukkan jumlah mikroplastik tertahan tertinggi, retensi estimasi tertinggi, dan konsistensi terbaik dengan CV terendah sebesar 21,57%. Kontrol PVA 0:10 menghasilkan jumlah mikroplastik tertahan rata-rata 57,33 ± 27,50 partikel dengan retensi estimasi 72,03 ± 34,55% dan CV 47,97%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran berbasis klekap-PVA berpotensi sebagai media filtrasi untuk menahan mikroplastik, meskipun penambahan klekap belum menunjukkan retensi yang lebih tinggi dibandingkan PVA tanpa klekap. Penelitian lebih lanjut diperlukan dengan pengukuran jumlah mikroplastik secara langsung sebelum dan sesudah filtrasi serta karakterisasi sifat fisik dan struktur membran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEMBRAN BIOFILTER SEBAGAI FILTRASI MIKROPLASTIK DARI RUMPUT LAUT DI KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mikroplastik merupakan salah satu pencemar perairan yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap ekosistem akuatik, sehingga diperlukan teknologi penyisihan yang efektif dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan membran biofilter berbahan rumput laut Kappaphycus alvarezi dan polivinil alkohol (PVA) serta mengevaluasi kemampuan berbagai formulasi membran dalam menyisihkan mikroplastik. Penelitian dilaksanakan pada Januari-Juli 2026 menggunakan metode eksperimental dengan lima formulasi rumput laut:PVA, yaitu 0:5, 1:3, 1:4, 1,5:3,5, dan 2:3, masing-masing dengan tiga ulangan. Jumlah mikroplastik awal ditetapkan secara estimatif sebesar 79,6 partikel per 20 L berdasarkan kelimpahan rata-rata 3,98 partikel/L. Kinerja membran dievaluasi berdasarkan jumlah mikroplastik yang tertahan, retensi estimasi, jumlah mikroplastik pada filtrat, efisiensi penyisihan estimasi, dan koefisien variasi. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan one-way ANOVA atau uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi 0:5 menghasilkan efisiensi penyisihan estimasi tertinggi sebesar 87,02 +/- 3,84%, tetapi menunjukkan variasi retensi yang relatif tinggi. Formulasi 1:3 merupakan formulasi paling prospektif di antara membran yang mengandung rumput laut, dengan rata-rata mikroplastik tertahan sebesar 56,67 +/- 6,11 partikel, retensi estimasi 71,19 +/- 7,68%, efisiensi penyisihan estimasi 82,83 +/- 2,62%, serta koefisien variasi terendah sebesar 10,78%. Analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan kinerja antarformulasi belum signifikan pada taraf alpha = 0,05. Dengan demikian, formulasi rumput laut:PVA 1:3 memiliki potensi paling baik secara deskriptif sebagai membran biofilter berbasis rumput laut untuk penyisihan mikroplastik, meskipun masih diperlukan optimasi komposisi dan karakterisasi struktur membran lebih lanjut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) SEBAGAI BIOFILTER ALAMI AIR HATCHERY TERHADAP PENGELOLAAN KUALITAS AIR

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EFEKTIVITAS RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) SEBAGAI BIOFILTER ALAMI AIR HATCHERY TERHADAP PENGOLAHAAN KUALITAS AIR Abstrak Limbah industri dan pertanian yang dibuang ke lingkungan perairan merupakan masalah yang sering muncul pada pencemaran lingkungan budidaya. Sehingga kualitas air berpengaruh pada pertumbuhan dan keberlangsungan hidup pada aktivitas budidaya. Tujuan penelitian yaitu memanfaatkan rumput laut jenis K. alvarezii sebagai biofilterasi sehingga mampu memperbaiki kualitas air pada budidaya perairan. Penelitian ini menggunakan rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii sebagai bioflter dengan berat P1 100, P2 200, dan P3 300 gram. Parameter kualitas air seperti pH, suhu, DO, nitrat, nitrit, dan amoniak yang ada pada masing-masing perlakuan telah diamati dan dibandingkan. Analisis data menggunakan Analisis Varian (ANOVA) bersama dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian kualitas air selama 4 hari mengunakan rumput laut sebagai biofilter pada pengamatan parameter suhu pada tiap perlakuan menunjukkan nilai yang cenderung meningkat. P3 memiliki suhu tertingi 27,8 oC sedangkan P0 memiliki suhu terendah 26,2 oC. Nilai pH selama penelitian berkisar 8. Nilai pH cukup mendukung dalam usaha budidaya. Bahwa nilai pH yang baik bagi pertumbuhan berkisar 6–9 pada perairan. Kisaran DO pada penelitan diperoleh antara 4,48 – 4,76 mg/l. Adapun kandungan nitrat (NO3) tertinggi dihasilkan oleh P0 yaitu (0,16) dan kandungan nitrat terendah dihasilkan oleh perlakuan P1 (0,12) P2 (0,14) P3 (0,15). Hasil pengujian nitrit yang telah didapatkan pada perlakuan P0 (0,015) P1 (0,09) P2 (0,019) dan P3 (0,021). pengamatan nilai amoniak yang didapatkan dalam pengujian yaitu pada perlakuan P0 (1,02) P1 (0,73) P2 (1,28) dan P3 (1,32) mg/l. berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa penelitian mengenai penggunaan rumput laut sebagai biofilter (K. alvarezii) pada penelitian mampu untuk meminimalisir kualitas air dalam budidaya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail