Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Limbah organik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH ORGANIK DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN PAKAN ALAMI IKAN JENIS CACING SUTRA (Tubifex sp.)

2024•

Pakan merupakan salah satu faktor yang penting dalam usaha budidaya perikanan. Pakan alami merupakan pakan yang sudah tersedia di alam. Pakan alami yang banyak digunakan dalah cacing sutra (Tubifex sp). Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pengunaan limbah organik terhadap pertumbuhan Cacing sutra (Tubifex sp). Penelitian ini mengunakan metode eksperimen dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variabel uji yaitu berupa perbedaan dosis pakan : A= 0 gr/wadah, B= 35 gr/wadah, C= 40 gr/wadah dan D= 45 gr/wadah yang diberikan selama 21 hari. Pakan yang diberikan merupakan hasil fermentasi dengan komposisi di antaranya yaitu limbah kulit pisang kepok 20%, dedak 20%, ampas tahu 40%, EM4 10% dan Molase Tebu 10%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan D dengan dosis 45 gram pakan didapatkan rata-rata pertumbuhan tertinggi yaitu 76,50 gram dengan populasi 87.975 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan perlakuan memberikan pengaruh sangat nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan cacing sutra, menunjukan bahwa ratarata pertumbuhan keempat perlakuan berbeda secara signifikan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN LIMBAH SAYUR KOL DAN AMPAS PADI TERHADAP PERTUMBUHAN PAKAN ALAMI JENISMAGGOT BLACK SOLDIER FLY (Hermetia illucens)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan ikan akan protein bergantung pada ukuran ikan, jumlah, kuantitas pakan yang dimakan ikan. Semakin tinggi harga bahan pakan sumber protein tentu menjadi perhatian lebih bagi para pembudidaya karena biaya pakan merupakan komponen terbesar dalam kegiatan budidaya, salah satu cara dilakukan untuk meningkatkan produksi budidaya, yaitu melakukan riset untuk menghasilkan pakan yang ekonomis dengan kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan ikan. Maggot merupakan salah satu sumber protein hewani tinggi karena mengandung kisaran protein 30-45%. maggot sendiri dapat dijadikan pilihan untuk penyediaan pakan karena mudah dikembangbiakan dan memiliki manfaat yang banyak termasuk dalam mengurai limbah organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan persentase terbaik penggunaan ampas padi dan limbah sayur kol dalam pertumbuhan maggot secara optimal , Hasil dari berat terbaik maggot terdapat pada perlakuan D didapatkan total berat rata rata 243.66 gram yaitu pada perlakuan menggunakan ampas padi 50% dengan sayur kol 50%, mendapatkan hasil lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya, sedangkan perlakuan A menggunakan limbah sayur kol 100% didapatkan total berat rata rata terendah yaitu 21.66 gram, dan 189.66 gram untuk perlakuan B, 191 gram untuk perlakuan C dan 209.33 gram untuk perlakuan E. Produksi maggot perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan D (Dedak 50% + Sayur kol 50% ) menghasilkan total maggot sebanyak 4252.33 berbanding terbalik dengan perlakuan A menggunakan limbah sayur kol 100 % hanya menghasilkan 828.66, Dilihat kondisi lingkungannya, magot menyukai kondisi lingkungan yang lembab dan banyak mengandung nutrien, Sedangkan maggot tidak menyukai media yang berair dan becek seperti pada perlakuan A maka menyebabkan maggot kesulitan dalam masa pertumbuhan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Variasi Konsentrasi Media Kultur Terhadap Produksi dan Nutrisi Maggot BSF (Hermetia illucens) Sebagai Pakan Alami

2023•

Pada kegiatan budidaya perikanan, kualitas pakan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi. Secara umum, pembudidaya menggunakan pakan komersil sebagai sumber pakan utama. Namun, harga pakan komersil di pasaran cukup tinggi karena bahan baku pakan merupakan komoditas impor. Alternatif pakan ikan diperlukan untuk menekan biaya produksi budidaya. Maggot (larva) lalat BSF dapat dimanfaatkan sebagai pakan alami bagi ikan. Budidaya maggot dapat dilakukan dengan pemanfaatan limbah organik seperti limbah tomat dan remah gorengan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variasi konsentrasi media kultur terhadap produksi dan nutrisi maggot BSF. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan; perlakuan 1 (100% limbah tomat), perlakuan 2 (100% remah tepung gorengan), perlakuan 3 (50% limbah tomat dan 50% remah tepung gorengan), perlakuan 4 (75% limbah tomat dan 25% remah tepung gorengan), dan perlakuan 5 (25% limbah tomat dan 75% remah tepung gorengan). Penentuan kadar protein dan karbohidrat dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis, kadar lemak ditentukan dengan metode soxhlet. Produksi maggot terbaik pada perlakuan 4 yaitu sebesar 993 g. Hasil analisis ragam menunjukkan perlakuan 4 berbeda nyata terhadap berat produksi maggot. Hasil analisis nutrisi, menunjukkan perlakuan 3 sebagai penghasil maggot BSF dengan kadar nutrisi terbaik sebesar 5,42% protein, 0,68% karbohidrat dan 54,94% lemak. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi media kultur berpengaruh terhadap produksi dan nutrisi maggot yang dihasilkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail