Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Nutrien
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERTUMBUHAN FITOPLANKTON Chlorella vulgaris DENGAN PENAMBAHAN ION MAGNESIUM (Mg2+) PADA MEDIA KULTUR

2026•

Chlorella vulgaris merupakan salah satu jenis fitoplankton yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang, potensi tersebut dapat dikembangkan dengan budidaya Chlorella vulgaris. Pertumbuhan Chlorella ini sangat dipengaruhi oleh ketersediaan nutrien, salah satunya ion magnesium (Mg2+) yang berperan penting dalam pembentukan klorofil guna porses fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan Chlorella vulgaris dengan penambahan ion magnesium (Mg2+) pada media kultur. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari dengan lima perlakuan konsentrasi ion Mg2+, yaitu 0 ppm; 0,4 ppm; 0,8 ppm; 1,2 ppm; dan 1,6 ppm, masing-masing dua ulangan. Parameter kualitas air yang diukur suhu, salinitas dan, pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan ion Mg2+ 0,4 ppm memberikan pertumbuhan tertinggi sebanyak 24.720 × 10⁴ sel/mL pada hari ke-6 pengamatan, sedangkan laju pertumbuhan spesifik tertinggi pada perlakuan penambahan ion Mg2+ 1,6 ppm sebesar 2.59 sel/mL hingga 7 hari pengamatan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan penambahan ion Mg2+ mampu memberikan pertumbuhan Chlorella vulgaris. Chlorella vulgaris is a phytoplankton species widely utilized in various sectors, including aquaculture, biotechnology, and environmental management. Its production potential can be optimized through the cultivation of C. vulgaris. The growth of C. vulgaris is strongly influenced by nutrient availability, particularly magnesium ions (Mg²⁺), which play a crucial role in chlorophyll formation for the photosynthesis process. This study aimed to analyze the growth of Chlorella vulgaris with the addition of magnesium ions (Mg²⁺) in the culture media. The experiment was conducted over seven days using five treatments of Mg²⁺ concentrations: 0 ppm, 0.4 ppm, 0.8 ppm, 1.2 ppm, and 1.6 ppm, each with two replications. Water quality parameters measured included temperature, salinity, and pH. The results showed that the treatment with the addition of 0.4 ppm Mg²⁺ yielded the highest growth, reaching 24,720 × 10⁴ cells/mL on the sixth day of observation. Meanwhile, the highest specific growth rate was recorded in the 1.6 ppm Mg²⁺ treatment, reaching 2.59 cells/mL over the seven-day observation period. Based on these results, it can be concluded that the addition of Mg²⁺ ions enhances the growth of Chlorella vulgaris.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS VITAMIN E DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

2024•

Ikan nila merupakan jenis ikan yang bernilai ekonomis tinggi, dimana kebutuhan benih maupun ikan konsumsi dari tahun ketahun cenderung terus meningkat seiring dengan usaha perluasan budidaya. Ikan nila sudah lama dikenal oleh masyarakat luas sebagai ikan konsumsi dan mengandung gizi yang hampir sama dengan jenis ikan air tawar lainnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas vitamin E dalam pakan terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Parameter yang diuji pada penelitian ini yaitu survival rate, berat mutlak, panjang mutlak dan kualitas air. Pada penelitian ini dilakukan sebanyak 4 perlakuan dan 3 ulangan, dengan konsentrasi uji pakan pellet F.999 tanpa kombinasi vitamin E, pakan pelet dengan penambahan vitamin E 0,01mg/g pakan, 0,02mg/g pakan, 0,03mg/g pakan. hasil pertumbuhan bobot dan Panjang yang terbaik didapatkan pada perlakuan 4 dengan pakan pellet F.999 yang dikombinasikan dengan vitamin E dengan dosis 0,03mg/g pakan, didapatkan hasil 2,80 cm untuk Panjang mutlak dan 4,73 g untuk bobot mutlak. Nilai tingkat kelangsungan hidup (SR) pada perlakuan 4 yaitu 95,6 %. Hasil pengukuran kualitas air yang meliputi suhu, pH, DO, dan Amonia berada dalam kondisi optimal untuk pemeliharaan ikan nila. Hasil uji proksimat kadar air, kadar lemak, protein, dan karbohidrat sesuai SNI. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penambahan vitamin E mampu meningkatkan pertumbuhan ikan nila bila dibandingkan dengan kontrol.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Variasi Konsentrasi Media Kultur Terhadap Produksi dan Nutrisi Maggot BSF (Hermetia illucens) Sebagai Pakan Alami

2023•

Pada kegiatan budidaya perikanan, kualitas pakan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi. Secara umum, pembudidaya menggunakan pakan komersil sebagai sumber pakan utama. Namun, harga pakan komersil di pasaran cukup tinggi karena bahan baku pakan merupakan komoditas impor. Alternatif pakan ikan diperlukan untuk menekan biaya produksi budidaya. Maggot (larva) lalat BSF dapat dimanfaatkan sebagai pakan alami bagi ikan. Budidaya maggot dapat dilakukan dengan pemanfaatan limbah organik seperti limbah tomat dan remah gorengan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variasi konsentrasi media kultur terhadap produksi dan nutrisi maggot BSF. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan; perlakuan 1 (100% limbah tomat), perlakuan 2 (100% remah tepung gorengan), perlakuan 3 (50% limbah tomat dan 50% remah tepung gorengan), perlakuan 4 (75% limbah tomat dan 25% remah tepung gorengan), dan perlakuan 5 (25% limbah tomat dan 75% remah tepung gorengan). Penentuan kadar protein dan karbohidrat dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis, kadar lemak ditentukan dengan metode soxhlet. Produksi maggot terbaik pada perlakuan 4 yaitu sebesar 993 g. Hasil analisis ragam menunjukkan perlakuan 4 berbeda nyata terhadap berat produksi maggot. Hasil analisis nutrisi, menunjukkan perlakuan 3 sebagai penghasil maggot BSF dengan kadar nutrisi terbaik sebesar 5,42% protein, 0,68% karbohidrat dan 54,94% lemak. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi media kultur berpengaruh terhadap produksi dan nutrisi maggot yang dihasilkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail