Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

16 hasil
Subjek: Pakan alami
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Beberapa Jenis Pakan Alami yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Lobster Air Tawar Cherax quadricarinatus

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Lobster air tawar Cherax quadricarinatus merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi untuk dibudidayakan secara intensif. Salah satu faktor penting dalam budidaya adalah ketersediaan pakan yang bernutrisi dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas beberapa jenis pakan alami, baik dari sumber nabati maupun hewani, dalam meningkatkan pertumbuhan lobster air tawar. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu perlakuan A (100% taoge/kontrol), B (25% taoge + 75% temberungun), C (25% taoge + 75% ikan mujair) dan D (25% taoge + 75% udang rucah). Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari dengan pemberian pakan dua kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B (kombinasi 25% taoge + 75% temberungun) menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak tertinggi sebesar 2,1 gram, serta menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan tiga perlakuan lainnya. Hasil uji sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pakan alami berbeda memberikan pengaruh yang nyata (p 0.05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak lobster air tawar Cherax quadricarinatus, namun pada pengamatan pertumbuhan panjang menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Kombinasi pakan nabati dan hewani, khususnya dengan dominasi temberungun, efektif dalam meningkatkan pertumbuhan lobster air tawar. Abstract Freshwater lobsters (Cherax quadricarinatus) are a high-value fishery commodity with potential for intensive cultivation. One important factor in cultivation is the availability of nutritious and affordable feed. This study aimed to test the effectiveness of several types of natural feed from plant and animal sources in improving the growth of freshwater lobsters. This study used a completely randomised design (CRD) with 4 feed treatments and 3 replicates, namely treatment A (100% bean sprouts/control), B (25% bean sprouts + 75% temberungun shells). C (25% bean sprouts + 75% tilapia), and D (25% bean sprouts + 75% small shrimp). Maintenance was carried out for 30 days with feeding twice a day. The results showed that treatment B (a combination of 25% bean sprouts + 75% temberungun shells) produced the highest absolute weight gain of 2.1 grams and showed better results than the other three treatments. The results of the analysis of variance (ANOVA) indicated that the natural feed treatment had a significant effect (P 0.05) on the absolute weight growth of Cherax quadricarinatus freshwater lobsters, but the length growth observation showed no significant difference. Treatment with the addition of animal feed showed a survival rate of 100%, while treatment without the addition of animal feed revealed a survival rate of 70%. A combination of plant and animal feed, particularly with a predominance of temberungun shells, was effective in increasing the growth of freshwater lobsters.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI PENAMBAHAN PUPUK SILIKAT PADA BUDI DAYA PAKAN ALAMI Skeletonema costatum SKALA LABORATORIUM

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skeletonema costatum merupakan salah satu jenis fitoplankton yang penting dalam budidaya perikanan sebagai pakan alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk silikat terhadap pertumbuhan Skeletonema. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu penggunaan pupuk kw21 (kontrol), penggunaan pupuk kw21 dengan penambahan silikat dengan dosis 5 ppm, 10 ppm, dan 15 ppm. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, dengan total 12 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis (ANOVA) untuk menguji signifikasi perbedaan antara perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C memberikan pengaruh pertumbuhan skeletonema yang terbaik dari perlakuan lainnya. Hasil uji anova menunjukan perbedaan yang signifikan antara penambahan silikat dengan kontrol dimana perlakuan C Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa perlakuan C tidak berbeda nyata dengan perlakuan D tetapi berbeda nyata dengan perlakuan A dan B selanjutnya D tidak berbeda nyata dengan B tapi berbeda nyata dengan A.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH ORGANIK DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN PAKAN ALAMI IKAN JENIS CACING SUTRA (Tubifex sp.)

2024•

Pakan merupakan salah satu faktor yang penting dalam usaha budidaya perikanan. Pakan alami merupakan pakan yang sudah tersedia di alam. Pakan alami yang banyak digunakan dalah cacing sutra (Tubifex sp). Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pengunaan limbah organik terhadap pertumbuhan Cacing sutra (Tubifex sp). Penelitian ini mengunakan metode eksperimen dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variabel uji yaitu berupa perbedaan dosis pakan : A= 0 gr/wadah, B= 35 gr/wadah, C= 40 gr/wadah dan D= 45 gr/wadah yang diberikan selama 21 hari. Pakan yang diberikan merupakan hasil fermentasi dengan komposisi di antaranya yaitu limbah kulit pisang kepok 20%, dedak 20%, ampas tahu 40%, EM4 10% dan Molase Tebu 10%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan D dengan dosis 45 gram pakan didapatkan rata-rata pertumbuhan tertinggi yaitu 76,50 gram dengan populasi 87.975 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan perlakuan memberikan pengaruh sangat nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan cacing sutra, menunjukan bahwa ratarata pertumbuhan keempat perlakuan berbeda secara signifikan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN WARNA IKAN CUPANG (Betta Sp)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan hias merupakan salah satu usaha budidaya perikanan yang memiliki potensi besar dan sudah dikenal masyarakat sejak era 60-an. Ikan cupang juga merupakan komoditas ikan hias yang potensial karena memiliki daya tarik tersendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan alami yang berbeda terhadap pertumbuhan dan warna ikan cupang (Betta Sp). Metode penelitian meliputi kegiatan pengukuran pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak, SR, Kualitas Air dan Pengamatan Warna yang dianalisis menggunakan uji Anova. Hasil penelitian pada perlakuan 4 (Tubifex sp) memiliki berat mutlak terbesar yaitu 1,30 g dan panjang mutlak tertinggi yaitu 1,5 cm. Nilai tingkat kelangsuangan hidup (SR) pada semua perlakuan adalah 100%. Hasil pengukuran kualitas air yang meliputi suhu, pH, DO, dan Amonia berada dalam kondisi optimal untuk pemeliharaan ikan cupang. Kualitas warna terbaik diperoleh perlakuan P4 (Tubifex sp) dengan nilai 9. Berdasarkan penelitia ini, pemberian pakan alami Tubifex sp memiliki potensi lebih baik dalam meningkatkan pertumbuhan dan warna ikan cupang dibanding jenis pakan alami lainnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN LIMBAH SAYUR KOL DAN AMPAS PADI TERHADAP PERTUMBUHAN PAKAN ALAMI JENISMAGGOT BLACK SOLDIER FLY (Hermetia illucens)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan ikan akan protein bergantung pada ukuran ikan, jumlah, kuantitas pakan yang dimakan ikan. Semakin tinggi harga bahan pakan sumber protein tentu menjadi perhatian lebih bagi para pembudidaya karena biaya pakan merupakan komponen terbesar dalam kegiatan budidaya, salah satu cara dilakukan untuk meningkatkan produksi budidaya, yaitu melakukan riset untuk menghasilkan pakan yang ekonomis dengan kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan ikan. Maggot merupakan salah satu sumber protein hewani tinggi karena mengandung kisaran protein 30-45%. maggot sendiri dapat dijadikan pilihan untuk penyediaan pakan karena mudah dikembangbiakan dan memiliki manfaat yang banyak termasuk dalam mengurai limbah organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan persentase terbaik penggunaan ampas padi dan limbah sayur kol dalam pertumbuhan maggot secara optimal , Hasil dari berat terbaik maggot terdapat pada perlakuan D didapatkan total berat rata rata 243.66 gram yaitu pada perlakuan menggunakan ampas padi 50% dengan sayur kol 50%, mendapatkan hasil lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya, sedangkan perlakuan A menggunakan limbah sayur kol 100% didapatkan total berat rata rata terendah yaitu 21.66 gram, dan 189.66 gram untuk perlakuan B, 191 gram untuk perlakuan C dan 209.33 gram untuk perlakuan E. Produksi maggot perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan D (Dedak 50% + Sayur kol 50% ) menghasilkan total maggot sebanyak 4252.33 berbanding terbalik dengan perlakuan A menggunakan limbah sayur kol 100 % hanya menghasilkan 828.66, Dilihat kondisi lingkungannya, magot menyukai kondisi lingkungan yang lembab dan banyak mengandung nutrien, Sedangkan maggot tidak menyukai media yang berair dan becek seperti pada perlakuan A maka menyebabkan maggot kesulitan dalam masa pertumbuhan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan nila (Oreochromis niloticus) adalah salah satu ikan air tawar yang banyak dibudidayakan karena mudah beradaptasi dengan lingkungan yang kurang menguntungkan dan mudah dipijahkan. Tujuan penelitian antara lain untuk mengetahui pengaruh pemberian jenis pakan alami yang berbeda (Tubifex, Artemia salina, Daphia sp dan Moina) terhadap pertumbuhan benih ikan nila (Oreochromis niloticus) serta untuk mengetahui jenis pakan alami yang baik bagi pertumbuhan benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 kali ulangan: F-999, Tubifex sp, Moina sp, Daphnia sp, Artemia sp. Peningkatan pertumbuhan berat tertinggi pada perlakuan P5 Artemia sp 4,8 gram dan berat terendah pada P1 F-999 2,73 gram, Peningkatan pertumbuhan panjang tertinggi pada perlakuan P5 Artemia sp 2,15 gram dan pertumbuhan panjang terendah pada P1 F-999 1,52 gram, Tingkat kelangsungan hidup (SGR) tertinggi pada perlakuan P5 2,25 dan tingkat kelangsungan hidup terendah P3 1,97, Survival Rate tertinggi pada perlakuan 98,33 dan Survival Rate terendah pada perlakuan P3 96,89. Berdasarkan hasil uji ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa variasi tiap perlakuan P1: Komersil f-999 (Kontrol) P2: Tubifex sp P3: Moina sp P4: Daphnia sp P5: Artemia salina. berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan Berat mutlak dan Tingkat Kelangsungan Hidup (SGR), sedangkan Panjang mutlak dan Survival Rate tidak berpengaruh nyata. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa bahwa pemberian pakan alami Artemia sp memberikan hasil pertumbuhan yang optimal dibandingkan dengan perlakuan lainnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN JENIS PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN GUPPY (Poecilia reticulata)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ikan guppy merupakan salah satu jenis ikan hias yang diminati oleh masyarakat karena memiliki bentuk dan warna tubuh yang indah. Munculnya variasi bentuk dan warna pada ikan guppy ini salah satunya dipengaruhi oleh faktor pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jenis pakan alami yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan guppy (P. reticulata). Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari, di Laboratorium Mini Hatchery Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Berdasarkan hasil uji ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pada perlakuan P1 (Maggot), P2 (Kutu air), dan P3 (Cacing sutra) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan Panjang dan berat tubuh ikan namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup (SR) pada ikan guppy (P. reticulata). Perlakuan P3 (Cacing Sutra) merupakan perlakuan terbaik dengan pertambahan Panjang tubuh sebesar 1,8 cm dan berat tubuh sebesar 0,18 gram.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMATANGAN OVARI INDUK KEPITING BAKAU (Scylla serrata.) DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) DAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA

2023•

Ekstrak daun karamunting dengan kombinasi pakan alami terbukti mampu mempercepat proses pematangan ovari induk kepiting bakau. Namun penggunaan ekstrak daun karamunting dengan pemberian pakan alami belum pernah diuji coba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemberian ekstrak daun karamunting dengan kombinasi pakan alami terhadap proses pematangan ovari kepiting bakau (Scylla serrata). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu, A (kontrol) B (pemberian ekstrak daun karamunting dan pakan alami temberungun) C (pemberian ekstrak daun karamunting dan pakan alami ikan mujair) D (pemberian ekstrak daun karamunting dan pakan alami udang krosok). Dosis penyuntikan yang diberikan adalah 1 mg/g. Parameter pengamatan terdiri dari morfologi ovari, nilai GSI, nilai HSI, SGR, Survival rate dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan D memberikan hasil terbaik dengan nilai GSI sebesar 11,863% HSI 1,351% SGR 21,06% dan telah mencapai TKG IV. Pemberian ekstrak daun karamunting dan pakan alami memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap proses pematangan ovari induk kepiting bakau dibandingkan dengan perlakuan kontrol

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Pakan Alami yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Benih ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus)

2022•

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Abstrak Ikan lele (Clarias gariepinus) merupakan komoditas unggulan air tawar yang banyak diminati oleh masyarakat sehingga ikan ini banyak dibudidayakan dan memiliki pertumbuhan yang cukup cepat. Pertumbuhan ikan lele dumbo dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya kualitas pakan. Kualitas pakan dapat dijadikan sebagai dasar untuk pertumbuhan ikan lele baik pakan alami maupun pakan buatan. Namun pakan buatan yang digunakan memiliki biaya operasional yang sangat besar sehingga perlu penggunaan pakan alami sebagai alternatife, untuk pertumbuhan ikan diantaranya cacing sutra, kutu air, dan kuning telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup pada benih ikan lele (Clarias gariepinus) setelah diberi jenis pakan yang berbeda. Metode yang digunakan yaitu rancangan acak lengakp (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan; P1 Cacing sutra (Tubifex sp), P2 Kutu Air (Moina sp), P3 Kuning Telur, dan kontrol menggunakan pelet. Ikan yang digunakan yaitu larva ikan lele yang berumur 4 hari dan diberikan pakan secara adlibitum sebanyak 4 kali sehari selama 30 hari. Hasil peneltian ini menunjukkan pemberian pakan alami berupa Cacing sutra, memberikan pertumbuhan bobot dan panjang total terbaik yaitu 0,358g, 2,69 cm dan laju pertumbuhan spesifik 0,3575%. Pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat dan laju pertumbuhan terendah pada perlakuan Kuning telur yaitu 0,178 g, 2,25 cm dan laju pertumbuhan spesifiknya 0,1775 %. Hasil penelitian dan analisis statistik menujukkan perlakuan yang diberi pakan alami cacing sutra menunjukkan hasil yang terbaik, berbeda sangat nyata terhadap pertumbuhan panjang dan berat. Kata Kunci : Cacing Sutra, Ikan Lele, Pakan Alami, Pertumbuhan The Effect of Different Natural Feeding on the Growth of Dumbo Catfish (Clarias gariepinus) ​​Abstract Catfish is a superior freshwater commodity that is in great demand by the public so that this fish is widely cultivated in two ways, namely the hatchery segment and the enlargement segment, the growth of dumbo catfish is influenced by several factors, one of which is the quality of feed. In general, the quality of artificial feed can be used as a basis for the selection of good nutrient levels for catfish growth but the operational costs of commercial feed are so large that they are replaced by natural feed with good nutrtion and are very good for fish growth including silkworms, water fleas, and egg yolk. The results of this research showed natural feeding in the form of silkworms, providing the best total weight and length growth of 0,358g, 2,69 cm and a specific growth rate of 0,3575%.. The long growth, weight growth and lowest growth rate in the Yolk treatment were 0,178 g, 2,25 cm and the specific growth rate was 0,1775 %.The results of the diversity analysis showed that the treatment given naturally fed silkworms showed the best results, very noticeable differences in length and weight growth. The results of the BNT test using the LSD test on long growth resulted in each treatment differing markedly and weight showed that the treatment fed with silkworm feed was significantly different from other treatments. Keywords : Catfish, Natural Feed, Growth

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PAKAN YANG BERBEDA DENGAN KOMBINASI EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) DAN Ethinylestradiol PADA PEMATANGAN OVARI KEPITING BAKAU (Scylla spp)

2022•

Tingginya peningkatan permintaan terhadap induk kepiting bakau menyebabkan semakin tingginya penangkapan kepiting di alam. Salah satu usaha untuk memenuhi permintaan pasar yaitu dengan melakukan kegiatan percepatan pematangan ovari melalui pendekatan hormonal maupun ekstrak yang memiliki sifat reproductive-like hormone. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas pemberian pakan yang berbeda dengan kombinasi ekstrak daun karamunting dan ethinylestradiol terhadap percepatan dan pematangan ovari induk kepiting bakau (Scylla spp). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Terdapat 4 pakan alami yang digunakan : A (Ikan mujair), B (Temberungun), C (Kepiting Karaca), dan D (Udang) yang di injeksi ekstrak daun karamunting 0,75 mg/g dan hormon ethinylestradiol 0,1 g/g. Hasil penelitian menunjukan pematangan ovari kepiting bakau dalam kurun waktu 20 hari dengan nilai GSI 6,53%. Sedangkan untuk perlakuan pakan temberungun menunjukan peningkatan nilai GSI terbesar 9,70%. Perlakuan pakan karaca menunjukan peningkatan nilai GSI sebesar 9,21% dan perlakuan pakan udang menunjukan hasil GSI sebesar 9,27%. Berdasarkan kesimpulan penggunaan estrak daun karamunting, hormon ethinylestradiol dan pakan yang berbeda menunjukkan performa reproduksi dengan permberian pakan temberungun lebih efektiv dalam percepatan kematangan gonad kepiting bakau jika dibandingkan dengan kepiting karaca, udang dan ikan mujair.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN CUPANG (Betta sp.)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ikan cupang (Betta sp.) merupakan ikan hias air tawar yang memiliki nilai jual tinggi dengan prospek pasar yang menjanjikan selain itu potensi budidayanya juga banyak diminati konsumen mulai dari masyarakat kelas bawah hingga kelas atas. Ikan cupang memiliki beragam jenis dan varietas yang berbeda dengan prospek pasar dalam negeri dan luar negeri. permasalahan yang dihadapi pembudidaya rendahnya ketersediaan pakan alami yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih Ikan Cupang dengan pakan alami yang berbeda. metode penelitian bersifat eksperimental, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan; Perlakuan A (Kontrol), Perlakuan B (Pemberian pakan Tubifex sp), Perlakuan C (Pemberian pakan Daphnia sp), dan Perlakuan D (Pemberian pakan A. salina). Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiap perlakuan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan berat mutlak, dan laju pertumbuhan (SGR), namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup (SR) pada benih ikan cupang. Perlakuan B merupakan perlakuan terbaik menggunakan, pakan alami Tubifex sp dengan pertambahan panjang sebesar 1,6 cm dan berat sebesar 0,98 g dan kelangsungan hidup 100%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Jenis Pakan yang Berbeda Terhadap Pertumbhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Manfish (Pterophyllum scalare)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan hias air tawar memiliki potensi sebagai komoditas ekspor. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan bahwa, saat ini Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai Negara pengekspor ikan hias didunia setelah Singapura dan Malaysia. Suhendra (2010). Ikan manfish (Pterophyllum scalare) merupakan salah satu ikan hias yang digemari di Indonesia karena bentuk, penampilan dan geraknya yang indah. Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan bahwa, saat ini Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai Negara pengekspor ikan hias setelah Singapura dan Malaysia (Suhendra, 2010). Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui jenis pakan alami yang menunjang kelangsungan hidup dan pertumbuhan yang tinggi untuk benih ikan Manfish (Pterophyllum scalare). Penelitian ini menggunakan tiga perlakuan, yaitu A Kutu Air (Daphnia sp.), B Cacing Sutra (Tubifex sp.), dan C Magot (Hermetie illucens). Ikan yang dipergunakan ialah benih ikan Manfish berukuran 1-3 cm dan diberi pakan adlibitum 2 kali sehari. Parameter yang diukur meliputi kelangsungan hidup dan pertumbuhan. Dari masing-masing perlakuan panjang mutlak ikan manfish A. Kutu Air (1,2), B. Cacing Sutra (1,1), C. Magot (1,08). Dari masing-masing perlakuan berat mutlak ikan manfish A. Kutu Air (0,622), B. Cacing Sutra (0,482), C. Magot (0,468) Pemberian pakan alami berupa Kutu Air (Daphnia sp.) memberikan bertumbuhan berat dan panjang total terbaik, yaitu 0,622 gram dan 1,2 cm. Pertumbuhan berat dan panjang total terendah pada perlakuan pemberian pakan Magot (Hermetie illucens), yaitu 0,468 gram dan 1,08 cm. semua perlakuan menghasilkan kelangsungan hidup 100%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN CUPANG (Betta sp)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Saat ini usaha budidaya ikan hias sangat diminati oleh masyarakat, karena memiliki prospek pasar yang cukup menjanjikan. Salah satu ikan hias yang memiliki prospek yang menjanjikan adalah ikan cupang (Betta sp). Usaha pembudidaya ikan cupang dimasyarakat saat ini masih belum optimal. Salah satu penyebab diantaranya yaitu penyediaan pakan yang berkualitas dan berprotein tinggi agar menghasilkan benih ikan yang berkualitas unggul. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemanfaatan pakan alami yang ada di lingkungan perairaan sampai ke makanan. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini diharapkan dapat mengetahui pengaruh pemberian pakan alami yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan cupang (Betta sp). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 3 (tiga) perlakuan dan 5 (lima) ulangan. Perlakuan pada penelitian ini yaitu P1 pemberian pakan alami berupa cacing sutera, P2 diberikan pakan alami berupa maggot, dan P3 diberikan pakan alami berupa jentik nyamuk. Data yang dianalisa yaitu, Pertambuhan bobot mutlak dan survival rate (SR). Ikan cupang yang diberikan pakan cacing sutera dan maggot menunjukkan hasil pertumbuhan yang signifikan yaitu sebesar 0,28% dan 0,24% dibandingkan dengan pemberian pakan jentik nyamuk hanya sebesar 0,21%. Berdasarkan pemeliharaan selama 28 hari, diperoleh nilai kelangsungan hidup (SR) yang baik pada setiap perlakuan dengan jumlah 15 ekor yaitu 100%. Dari hasil penelitian yang telah sudah dilaksanakan, Pemberian pakan alami cacing sutera menunjukkan hasil Pertumbuhan terbaik dengan bobot rata-rata 0,28 serta dapat meningkatkan kelangsungan hidup benih ikan cupang dengan presentase 100%. Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang uji proksimat pada ketiga pakan tersebut untuk mengetahui kandungan nutrien yang ada pada pakan alami.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP PERCEPATAN MOULTING KEPITING BAKAU (Scylla Sp) DI TAMBAK TRADISIONAL KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pemberian pakan alami yang berbeda dapat merangsang tubuh kepiting bakau untuk melakukan pergantian kulit atau biasa disebut dengan moulting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan alami yang berbeda terhadap percepatan moulting kepiting bakau (Scylla sp). Metode penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 5 kali ulangan. Perlakuan 1 (Kontrol), Perlakuan 2 (pemberian pakan Rucah), Perlakuan 3 (pemberian pakan cumi-cumi), Perlakuan 4 (pemberian pakan kepiting karacca). Berdasarkan hasil penelitian, kepiting bakau perlakuan kontrol (mutilasi) dapat moulting secara seluruhnya pada hari ke 19-23, sedangkan pada perlakuan lainnya belum mengalami moulting hingga akhir penelitian. Berdasarkan uji sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pertumbuhan berat bobot badan mutlak kepiting bakau selama pemeliharaan 30 hari dengan perlakuan yang berbeda, didapatkan hasil pada perlakuan kontrol PM (Mutilasi dengan pakan ikan Rucah) berbeda nyata dengan perlakuan lainnya PR(Pakan Rucah), PC (Pakan Cumi-cumi), PK (Pakan Karaca), ( p 0.05 ). Sedangkan antara perlakuan PR(Pakan Rucah), PC (Pakan Cumi-cumi) dan PK (Pakan Karaca) tidak berbeda nyata. Dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan rucah dengan mutilasi memberikan hasil terbaik pada proses percepatan moulting kepiting bakau dibandingkan dengan perlakuan pemberian pakan tanpa proses mutilasi. ABSTRACT Giving different natural food can trigger the body of the mud crab to change its skin or commonly called moulting. This study aims to determine the effect of different natural feeds on the acceleration of moulting of mud crab (Scylla Sp). The research method used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. Treatment 1 (Control), treatment 2 (Feeding trash), Treatment 3 (feeding squid), Treatment 4 (feeding karacca crabs). Based on the research, the control treatment (mutilated) mangrove crabs could experience moulting as a whole on days 19-23, while inother treatments they had not experienced moulting until the end of the study. Test Based on variance (ANOVA) showed that the absolute weight growth of mangrove crabs during maintenance for 30 days with different treatments, obtained resultin the PM control treatment (Mutilation with Rucah fish feed) significantly different from other treatments PR (Rucah Feed), PC (Squid Feed), PK (karaca Feed), (p 0.05). Meanwhile, the PR (Rucah Feed), PC (Squid Feed) and PK (karaca Feed) treatments were not significantly different. It can be concluded that the feeding of trash with mutilation gave the best results in the accelerated moulting process of mud crabs compared to feeding without the process of mutilation.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KETERSEDIAN PAKAN ALAMI TERHADAPAT KEBERHASIALN BUDIDAYA DITAMBAK TRADISIONAL KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tambak merupakan suatu ekosistem perairan di wilayah pesisir yang dipengaruih oleh teknis budidaya tataguna lahan dan dinamika hidrologi perairan disekitarnya. Tambak tradisional adalah budidaya yang paling aman dan umumnya berusia lebih panjang meskipun produksinya tidak sebanyak budidaya semi intensif dan intensif, Pengelolahan tambak tradisional dengan baik merupakan kunci dalam keberhasilan budidaya. Plankton sangat penting dalam budidaya udang, terutama pada sistem ototrofik yang mengandalkan fitoplankton untuk menghasilkan oksigen dari proses fotosintesis pada siang hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketersedian pakan alami terhadap keberhasilan budidaya di tambak tradisional Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2020 sampai dengan Januari 2021, dengan menggunakan metode eksploratif, deskriptif dan kualitatif. Pengambilan sampel air dilakukan di 3 stasiun tambak tradisional di Kota Tarakan yaitu di tambak tradisional di Jl. Akibalak Rt. 20, Tambak tradisional di Jl. Akibalak yang beda saluran air dan tambak tradisional Kampung 4. Hasil penelitian menunjukan. plankton yang ditemukan dari 6 kelas, 9 ordo, 11 genus dan 11 spesies. terdiri dari kelas Bacillariophyceae yaitu Nitzchia.Sp, Melosira.Sp, Frustalia.sp, Pleusigma sp, Skelatonema.sp, Bidduphia. Sp. Dari kelas Cyanophyceae yaitu Trichodesmium. Sp. Dari kelas Dinophyceae yaitu Dinophysis. Sp.dari kelas Euglenoidae yaitu Euglena acus. dan zooplankton dari kelas Crustasceae yaitu Nauplius sp dan Oithona sp.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Ikan Tempakul (Periophthalmodon schlosseri) sebagai Pakan Alami Pada Budidya Kepting Soka Di Tambak Tradisional Kota Tarakan.

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PEMANFAATAN IKAN TEMPAKUL (Periophthalmodon schlosseri) SEBAGAI PAKAN ALAMI PADA BUDIDAYA KEPITING SOKA DITAMBAK TRADISIONAL KOTA TARAKAN ABSTRAK Pulau Tarakan merupakan salah satu pulau di Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki luas sekitar 250 km2 dan sebagian besar pesisirnya masih ditum buhi oleh hutan mangrove. Pada Pulau Tarakan terdapat usaha budidaya kepiting bakau yang salah satunya adalah budidaya kepiting soka (soft crab). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan ikan tempakul (Periophthalmodon schlosseri ) sebagai pakan alami pada budidaya kepiting soka di kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Percobaan terdiri dari 3 (tiga) perlakuan dengan 5 (lima) ulangan yaitu perlakuan A diberikan pakan alami mujair, perlakuan B diberikan pakan alami berupa ikan tempakul (Periophthalmodon schlosseri, dan perlakuan C diberikan pakan alami berupa udang. Berdasarkan hasil pemeliharaan, diperoleh nilai kelangsungan hidup (SR) yang paling tinggi yaitu terdapat pada perlakuan B pakan ikan tempakul 80%, dan perlakuan A pakan ikan mujair 60%, sementara perlakuan C pakan udang mendapatkan SR yang sangat rendah yaitu 40%. Proses molting yang paling cepat pada perlakuan B pakan ikan tempakul yaitu dengan rata-rata 23 hari, sedangkan pada pelakuan A pakan ikan mujair membutuhkan waktu 26 hari, dan perlakuan C pakan udang membutuhkan waktu molting 27 hari. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil pertumbuhan berat mutlak yang terbaik didapatkan pada perlakuan A pakan ikan mujair dengan bobot rata-rata 25% dibandingkan antara perlakuan B pakan ikan tempakul dengan bobot rata-rata yaitu 24% dan perlakuan C pakan udang dengan bobot rata-rata yaitu 16,5%. Hasil anova pada percepatan moulting menunjukkan bahwa semua perlakuan tidak berbeda nyata (P > 0,05); berat mutlak pada semua perlakuan tidak berbeda nyata (P > 0,05) ; kelangsungan hidup pada semua perlakuan berbeda sangat nyata (P 0,05).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail