Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: natural feed
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Beberapa Jenis Pakan Alami yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Lobster Air Tawar Cherax quadricarinatus

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Lobster air tawar Cherax quadricarinatus merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi untuk dibudidayakan secara intensif. Salah satu faktor penting dalam budidaya adalah ketersediaan pakan yang bernutrisi dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas beberapa jenis pakan alami, baik dari sumber nabati maupun hewani, dalam meningkatkan pertumbuhan lobster air tawar. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu perlakuan A (100% taoge/kontrol), B (25% taoge + 75% temberungun), C (25% taoge + 75% ikan mujair) dan D (25% taoge + 75% udang rucah). Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari dengan pemberian pakan dua kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B (kombinasi 25% taoge + 75% temberungun) menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak tertinggi sebesar 2,1 gram, serta menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan tiga perlakuan lainnya. Hasil uji sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pakan alami berbeda memberikan pengaruh yang nyata (p 0.05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak lobster air tawar Cherax quadricarinatus, namun pada pengamatan pertumbuhan panjang menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Kombinasi pakan nabati dan hewani, khususnya dengan dominasi temberungun, efektif dalam meningkatkan pertumbuhan lobster air tawar. Abstract Freshwater lobsters (Cherax quadricarinatus) are a high-value fishery commodity with potential for intensive cultivation. One important factor in cultivation is the availability of nutritious and affordable feed. This study aimed to test the effectiveness of several types of natural feed from plant and animal sources in improving the growth of freshwater lobsters. This study used a completely randomised design (CRD) with 4 feed treatments and 3 replicates, namely treatment A (100% bean sprouts/control), B (25% bean sprouts + 75% temberungun shells). C (25% bean sprouts + 75% tilapia), and D (25% bean sprouts + 75% small shrimp). Maintenance was carried out for 30 days with feeding twice a day. The results showed that treatment B (a combination of 25% bean sprouts + 75% temberungun shells) produced the highest absolute weight gain of 2.1 grams and showed better results than the other three treatments. The results of the analysis of variance (ANOVA) indicated that the natural feed treatment had a significant effect (P 0.05) on the absolute weight growth of Cherax quadricarinatus freshwater lobsters, but the length growth observation showed no significant difference. Treatment with the addition of animal feed showed a survival rate of 100%, while treatment without the addition of animal feed revealed a survival rate of 70%. A combination of plant and animal feed, particularly with a predominance of temberungun shells, was effective in increasing the growth of freshwater lobsters.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Pakan Alami yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Benih ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus)

2022•

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Abstrak Ikan lele (Clarias gariepinus) merupakan komoditas unggulan air tawar yang banyak diminati oleh masyarakat sehingga ikan ini banyak dibudidayakan dan memiliki pertumbuhan yang cukup cepat. Pertumbuhan ikan lele dumbo dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya kualitas pakan. Kualitas pakan dapat dijadikan sebagai dasar untuk pertumbuhan ikan lele baik pakan alami maupun pakan buatan. Namun pakan buatan yang digunakan memiliki biaya operasional yang sangat besar sehingga perlu penggunaan pakan alami sebagai alternatife, untuk pertumbuhan ikan diantaranya cacing sutra, kutu air, dan kuning telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup pada benih ikan lele (Clarias gariepinus) setelah diberi jenis pakan yang berbeda. Metode yang digunakan yaitu rancangan acak lengakp (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan; P1 Cacing sutra (Tubifex sp), P2 Kutu Air (Moina sp), P3 Kuning Telur, dan kontrol menggunakan pelet. Ikan yang digunakan yaitu larva ikan lele yang berumur 4 hari dan diberikan pakan secara adlibitum sebanyak 4 kali sehari selama 30 hari. Hasil peneltian ini menunjukkan pemberian pakan alami berupa Cacing sutra, memberikan pertumbuhan bobot dan panjang total terbaik yaitu 0,358g, 2,69 cm dan laju pertumbuhan spesifik 0,3575%. Pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat dan laju pertumbuhan terendah pada perlakuan Kuning telur yaitu 0,178 g, 2,25 cm dan laju pertumbuhan spesifiknya 0,1775 %. Hasil penelitian dan analisis statistik menujukkan perlakuan yang diberi pakan alami cacing sutra menunjukkan hasil yang terbaik, berbeda sangat nyata terhadap pertumbuhan panjang dan berat. Kata Kunci : Cacing Sutra, Ikan Lele, Pakan Alami, Pertumbuhan The Effect of Different Natural Feeding on the Growth of Dumbo Catfish (Clarias gariepinus) ​​Abstract Catfish is a superior freshwater commodity that is in great demand by the public so that this fish is widely cultivated in two ways, namely the hatchery segment and the enlargement segment, the growth of dumbo catfish is influenced by several factors, one of which is the quality of feed. In general, the quality of artificial feed can be used as a basis for the selection of good nutrient levels for catfish growth but the operational costs of commercial feed are so large that they are replaced by natural feed with good nutrtion and are very good for fish growth including silkworms, water fleas, and egg yolk. The results of this research showed natural feeding in the form of silkworms, providing the best total weight and length growth of 0,358g, 2,69 cm and a specific growth rate of 0,3575%.. The long growth, weight growth and lowest growth rate in the Yolk treatment were 0,178 g, 2,25 cm and the specific growth rate was 0,1775 %.The results of the diversity analysis showed that the treatment given naturally fed silkworms showed the best results, very noticeable differences in length and weight growth. The results of the BNT test using the LSD test on long growth resulted in each treatment differing markedly and weight showed that the treatment fed with silkworm feed was significantly different from other treatments. Keywords : Catfish, Natural Feed, Growth

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP PERCEPATAN MOULTING KEPITING BAKAU (Scylla Sp) DI TAMBAK TRADISIONAL KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pemberian pakan alami yang berbeda dapat merangsang tubuh kepiting bakau untuk melakukan pergantian kulit atau biasa disebut dengan moulting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan alami yang berbeda terhadap percepatan moulting kepiting bakau (Scylla sp). Metode penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 5 kali ulangan. Perlakuan 1 (Kontrol), Perlakuan 2 (pemberian pakan Rucah), Perlakuan 3 (pemberian pakan cumi-cumi), Perlakuan 4 (pemberian pakan kepiting karacca). Berdasarkan hasil penelitian, kepiting bakau perlakuan kontrol (mutilasi) dapat moulting secara seluruhnya pada hari ke 19-23, sedangkan pada perlakuan lainnya belum mengalami moulting hingga akhir penelitian. Berdasarkan uji sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pertumbuhan berat bobot badan mutlak kepiting bakau selama pemeliharaan 30 hari dengan perlakuan yang berbeda, didapatkan hasil pada perlakuan kontrol PM (Mutilasi dengan pakan ikan Rucah) berbeda nyata dengan perlakuan lainnya PR(Pakan Rucah), PC (Pakan Cumi-cumi), PK (Pakan Karaca), ( p 0.05 ). Sedangkan antara perlakuan PR(Pakan Rucah), PC (Pakan Cumi-cumi) dan PK (Pakan Karaca) tidak berbeda nyata. Dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan rucah dengan mutilasi memberikan hasil terbaik pada proses percepatan moulting kepiting bakau dibandingkan dengan perlakuan pemberian pakan tanpa proses mutilasi. ABSTRACT Giving different natural food can trigger the body of the mud crab to change its skin or commonly called moulting. This study aims to determine the effect of different natural feeds on the acceleration of moulting of mud crab (Scylla Sp). The research method used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. Treatment 1 (Control), treatment 2 (Feeding trash), Treatment 3 (feeding squid), Treatment 4 (feeding karacca crabs). Based on the research, the control treatment (mutilated) mangrove crabs could experience moulting as a whole on days 19-23, while inother treatments they had not experienced moulting until the end of the study. Test Based on variance (ANOVA) showed that the absolute weight growth of mangrove crabs during maintenance for 30 days with different treatments, obtained resultin the PM control treatment (Mutilation with Rucah fish feed) significantly different from other treatments PR (Rucah Feed), PC (Squid Feed), PK (karaca Feed), (p 0.05). Meanwhile, the PR (Rucah Feed), PC (Squid Feed) and PK (karaca Feed) treatments were not significantly different. It can be concluded that the feeding of trash with mutilation gave the best results in the accelerated moulting process of mud crabs compared to feeding without the process of mutilation.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail