ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepiting bakau (Scylla spp) merupakan salah satu komoditas ekonomis dan saat ini keberadaan induk yang matang ovari dalam kondisi yang menguatirkan akibat penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi induk kepiting bakau (Scylla spp) matang ovari yang diperjualkan di Kalimantan Utara. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif meliputi; survey lokasi, pengambilan sampel, pengukuran berat, panjang, lebar, pengamatan Tingkat Kematangan Ovari (TKO) serta melakukan wawancara. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa hasil tambak atau pos yang ada di Kaltara dikumpul dalam satu penampungan dan dikirim ke Sentra Kelautan Perikanan dan Terpadu (SKPT) Pulau Sebatik sebelum di ekspor ke luar Negeri. Bobot kepiting betina yang diperjualkan rata-rata 200 - 600 gram, panjang karapas rata-rata 68,85 mm - 99,25 mm dan lebar rata-rata 113,65 mm - 157,09 mm. Produksi kepiting bakau (Scylla spp) betina dengan Tingkat Kematangan Ovari (TKO) dari TKO I, TKO II dan TKO III yang telah diperjualkan di Kalimantan Utara mencapai 1.600.870 kg/tahun. Kata Kunci : Induk Kepiting Bakau, Matang Ovari, Kalimantan Utara
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepiting bakau (Scylla spp) merupakan salah satu komoditas ekonomis dan saat ini keberadaan induk yang matang ovari dalam kondisi yang menguatirkan akibat penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi induk kepiting bakau (Scylla spp) matang ovari yang diperjualkan di Kalimantan Utara. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif meliputi; survey lokasi, pengambilan sampel, pengukuran berat, panjang, lebar, pengamatan Tingkat Kematangan Ovari (TKO) serta melakukan wawancara. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa hasil tambak atau pos yang ada di Kaltara dikumpul dalam satu penampungan dan dikirim ke Sentra Kelautan Perikanan dan Terpadu (SKPT) Pulau Sebatik sebelum di ekspor ke luar Negeri. Bobot kepiting betina yang diperjualkan rata-rata 200 - 600 gram, panjang karapas rata-rata 68,85 mm - 99,25 mm dan lebar rata-rata 113,65 mm - 157,09 mm. Produksi kepiting bakau (Scylla spp) betina dengan Tingkat Kematangan Ovari (TKO) dari TKO I, TKO II dan TKO III yang telah diperjualkan di Kalimantan Utara mencapai 1.600.870 kg/tahun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Juata Laut merupakan wilayah Kecamatan Tarakan Utara yang menjadikan sumber perikanan sebagai unggulan salah satunya berupa kepiting bakau matang ovari. Saat ini belum ada data tentang karakteristik produksi kepiting bakau matang ovari. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik kepiting bakau (Scylla serrata) betina matang ovari dari TKO I, TKO II dan TKO III yang diperdagangkan daerah Juata Laut Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan, meringkas berbagai kondisi, situasi serta variabel yang menjadi objek penelitian dengan melakukan kuesioner langsung ke lokasi. Pengamatan pada kepiting bakau betina pada setiap lokasi meliputi: sumber asal kepiting bakau (Scylla serrata), tujuan ekspor, jumlah ekspor, berat, panjang, lebar dan tingkat kematangan ovari (TKO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kepiting bakau betina matang ovari TKO III (CBH) yang diperdagangkan sekitar 22.190 kg, kepiting TKO II (CBK) sekitar 4.074 kg, sedangkan kepiting TKO I (%) tidak di ekspor karena kurangnya permintaan pasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas yang memeiliki nilai ekonomis penting di Kalimantan Utara nilai jualnya cukup tinggi terutama pada kepiting telur dan kepiting soka (soft crab). Pakan merupakan salah satu faktor yang penting untuk menghasilkan produksi yang maksimal dalambudidaya kepiting telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas jenis pakan non ekonomis yang terbaik terhadap percepatan matang ovari kepiting bakau (Scylla spp) yang dibudidayakan di Tambak Tradisonal. Rancangan penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan acak lengkap Percobaan. Yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan A : ikan mujair, Perlakuan B : Udang, Perlakuan C : temburungun T. telescocium, Perlakuan D : kepiting keraca. Parameter yang diuji meliputi Percepatan Tingkat Kematangan Ovari Induk Kepiting Bakau, Pertumbuhan Bobot Mutlak dan Survival Rate (SR). Hasil percepatan matang ovari terbaik ada pada perlakuan udang, Hal ini diduga karena kandungan nutrisi yang terkandung dalam pakan udang-udangan sangat optimal untuk proses percepatan matang ovari. Berdasarkan uji sidik ragam anova menunjukkan bahwa pertumbuhan berat badan mutlak kepiting bakau selama pemeliharaan kurang lebih (40 hari) dengan masing-masing perlakuan memberikan hasil yang tidak berbeda nyata (F table F hitung). Hasil pengukuran pertumbuhan bobot mutlak yang terbaik didapatkan pada perlakuan udang dengan penambahan bobot rata rata akhir yakni 12,4 gram.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Ekstrak daun karamunting dengan kombinasi pakan alami terbukti mampu mempercepat proses pematangan ovari induk kepiting bakau. Namun penggunaan ekstrak daun karamunting dengan pemberian pakan alami belum pernah diuji coba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemberian ekstrak daun karamunting dengan kombinasi pakan alami terhadap proses pematangan ovari kepiting bakau (Scylla serrata). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu, A (kontrol) B (pemberian ekstrak daun karamunting dan pakan alami temberungun) C (pemberian ekstrak daun karamunting dan pakan alami ikan mujair) D (pemberian ekstrak daun karamunting dan pakan alami udang krosok). Dosis penyuntikan yang diberikan adalah 1 mg/g. Parameter pengamatan terdiri dari morfologi ovari, nilai GSI, nilai HSI, SGR, Survival rate dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan D memberikan hasil terbaik dengan nilai GSI sebesar 11,863% HSI 1,351% SGR 21,06% dan telah mencapai TKG IV. Pemberian ekstrak daun karamunting dan pakan alami memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap proses pematangan ovari induk kepiting bakau dibandingkan dengan perlakuan kontrol
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Tingginya peningkatan permintaan terhadap induk kepiting bakau menyebabkan semakin tingginya penangkapan kepiting di alam. Salah satu usaha untuk memenuhi permintaan pasar yaitu dengan melakukan kegiatan percepatan pematangan ovari melalui pendekatan hormonal maupun ekstrak yang memiliki sifat reproductive-like hormone. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas pemberian pakan yang berbeda dengan kombinasi ekstrak daun karamunting dan ethinylestradiol terhadap percepatan dan pematangan ovari induk kepiting bakau (Scylla spp). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Terdapat 4 pakan alami yang digunakan : A (Ikan mujair), B (Temberungun), C (Kepiting Karaca), dan D (Udang) yang di injeksi ekstrak daun karamunting 0,75 mg/g dan hormon ethinylestradiol 0,1 g/g. Hasil penelitian menunjukan pematangan ovari kepiting bakau dalam kurun waktu 20 hari dengan nilai GSI 6,53%. Sedangkan untuk perlakuan pakan temberungun menunjukan peningkatan nilai GSI terbesar 9,70%. Perlakuan pakan karaca menunjukan peningkatan nilai GSI sebesar 9,21% dan perlakuan pakan udang menunjukan hasil GSI sebesar 9,27%. Berdasarkan kesimpulan penggunaan estrak daun karamunting, hormon ethinylestradiol dan pakan yang berbeda menunjukkan performa reproduksi dengan permberian pakan temberungun lebih efektiv dalam percepatan kematangan gonad kepiting bakau jika dibandingkan dengan kepiting karaca, udang dan ikan mujair.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Salah satu tumbuhan yang memiliki potensi sebagai sumber hormon adalah karamunting. Tumbuhan karamunting memiliki metabolisme sekunder yang terdiri dari saponin, tanin, triterpenoid, dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian frekuensi ekstrak daun karamunting optimum dengan frekuensi penyuntikan yang berbeda terhadap pematangan ovari kepiting bakau (Scylla sp). Pada penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan, yaitu (kontrol), P1 (pemberian ekstrak daun karamunting dengan satu kali injeksi), P2 (pemberian ekstrak daun karamunting dengan dua kali injeksi) dan P3 (pemberian ekstrak daun karamunting dengan tiga kali injeksi). Dosis penyuntikan yang diberikan adalah 1 mg/100 g. Parameter pengamatan terdiri dari morfologi ovari, nilai GSI, nilai HIS, survival rate dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan P3 memberikan hasil terbaik dengan nilai GSI sebesar 10,9%, HSI 2,3%, dan telah mencapai TKG IV. Pemberian ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dengan frekuensi penyuntikan yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap proses pematangan ovari induk kepiting bakau dibandingkan dengan perlakukan kontrol.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tingginya peningkatan permintaan terhadap induk kepiting bakau menyebabkan semakin tingginya penangkapan kepiting di alam. Salah satu usaha untuk memenuhi permintaan pasar yaitu dengan melakukan kegiatan percepatan pematangan ovari melalui pendekatan hormonal baik menggunakan hormon sintetik maupun ekstrak yang memiliki sifat reproductive-like hormone. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hormon ethinylestradiol yang dikombinasikan dengan ekstrak daun karamunting sebagai sumber induktor alternatif pada pematangan ovari kepiting bakau. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Terdapat 4 formulasi kombinasi hormon: tanpa hormon (A), ekstrak daun karamunting 0.25 mg/g dan hormon ethinylestradiol 0.1 g/g (B), ekstrak daun karamunting 0.5 mg/g dan hormon ethinylestradiol 0.1 g/g (C), ekstrak daun karamunting 0.75 mg/g dan hormon ethinylestradiol 0.1 g/g (D). Hasil penelitian ini menujukan bahwa pemberian kombinasi ekstrak daun karamunting dan hormon ethinylestradiol pada perlakuan D dapat mempercepat pematangan ovari kepiting bakau dalam kurun waktu 20 hari dengan nilai GSI sebesar 21,45%. Pemberian kombinasi ekstrak daun karamunting dan hormon ethinylestradiol dapat mempercepat kematangan ovari kepiting bakau di bandingkan perlakuan kontrol.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Ekstrak daun karamunting telah terbukti mampu mempercepat proses pematangan ovari induk kepiting bakau. Namun penggunaan ekstrak daun karamunting dengan frekuensi pemberian lebih dari satu kali belum pernah diujicoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemberian ekstrak daun karamunting yang berbeda terhadap proses pematangan ovari kepiting bakau (Scylla serrata). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan, yaitu A (kontrol), B (pemberian ekstrak daun karamunting dengan satu kali injeksi), C (pemberian ekstrak daun karamunting dengan dua kali injeksi) dan D (pemberian ekstrak daun karamunting dengan tiga kali injeksi). Dosis penyuntikan yang diberikan adalah 0.25 mg/g. Parameter pengamatan terdiri dari morfologi ovari, nilai GSI, nilai HIS, survival rate dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan D memberikan hasil terbaik dengan nilai GSI sebesar 11,494%, HSI 3,450%, dan telah mencapai TKG IV. Pemberian ekstrak daun karamunting dengan frekuensi penyuntikan yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap proses pematangan ovari induk kepiting bakau dibandingkan dengan perlakukan kontrol. Karamunting leaf extract has proven accelerating the process of ovary maturation of mangrove crab broodstocks. However, the use of karamunting leaf extract with the administration frequency of more than once has never been tested before. This research aimed to figure out the effect of different karamunting leaf extract frequency administration on ovarian maturation process of mangrove crab (Scylla serrates). This study used a completely randomized design with four treatments and three repetitions. The treatments included treatment A (control), treatment B (administering karamunting leaf extract with one injection), treatment C (administering karamunting leaf extract with two injections), and treatment D (administering karamunting leaf extract with three injections). The injection dosage given was 0.25 mg/g. The observation parameters consisted of ovarian morphology, GSI value, HIS value, survival rate and water quality. The research results showed that Treatment D gave the best results with the values of GSI and HSI respectively at I I .494% and 3.450% reaching TKG IV. The administration of karamunting leaf extract with different injection frequencies significantly affected the ovarian maturation process of mangrove crab broodstocks when compared to those in the control treatment.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Pematangan gonad pada kepiting bakau dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu; lingkungan, nutrisi dan hormonal. Penelitian ini bertujuan menguji pemberian ethinyl estradiol sebagai stimulator dalam proses pematangan ovari kepiting bakau (Scylla serrata). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Terdiri dari tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan, yaitu A. kontrol (0 μg/g), B. ovaprim (0.5μg/g) dan C. ethinyl estradiol (0.1μg/g). Kegiatan pemeliharaan dilakukan selama 20 hari. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa penyuntikan ethinyl estradiol (0.1μg/g) dan ovaprim (0.5μg/g) memberikan pengaruh terhadap perkembangan dan percepatan pematangan ovari kepiting bakau (Scylla serrata) dibandingkan perlakuan kontrol. Perkembangan dan percepatan maturasi ovari ditentukan dengan bertambahnya nilai GSI, perubahan pada volume dan warna ovari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
Tambak tradisional yang ada di Kalimantan utara umumnya merupakan wadah budidaya udang dan ikan yang umumnya berasal dari pembukaan lahan mangrove. Selain udang dan ikan, Tambak tradisional tersebut terdapat beberapa jenis biota yang dianggap sebagai hama dan berlimpah, yang memiliki nilai non ekonomis berupa udang-udangan, keong temberungun, dan ikan mujair. Dimana biota ini tidak termanfaatkan bagi petani tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi jenis pakan yang terbaik terhadap perkembangan ovari kepiting bakau yang dibudidayakan di tambak tradisional. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan A (pemberian ikan mujair ), B (pemberian keong temberungun), dan C (pemberian udang-udangan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan berupa ikan mujair, keong temberungun dan udang-udangan. Dimana pakan udang-udangan merupakan pakan yang terbaik yang mampu menghasilkan perkembangan ovari kepiting bakau lebih cepat yang dibudidaya di tambak tradisional.