Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Oil Crab
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh substrat yang berbeda terhadap percepatan matang ovari kepiting bakau (Scylla sp) ditambak tradisional kota tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting dan merupakan komoditi yang potensial di Provinsi Kalimantan Utara. Pengembangan budi daya kepiting bakau masih terus dilakukan salah satunya adalah penelitian tentang penggunaan subtract untuk merangsang percepatan matang ovari induk betina kepiting bakau. Tujuan penelitian ini untuk memahami dampak dari substrat yang berbeda terhadap percepatan kematangan ovari kepiting bakau (Scylla sp). Metode Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan antara lain; 3 perlakuan dan 5 ulangan dan penyuntikan formula oil crab dengan dosis ( 0,2 ml/ekor). Perlakuan A Tanpa Substrat, Perlakuan B Substrat Pasir dan perlakuan C Substrat Lumpur. Dari hasil penelitian ini dapat diperoleh data bahwa pada perlakuan B subtract pasir lebih cepat matang ovari dibandingkan perlakuan lainnya. Proses reproduksi kepiting bakau dapat distimulasi menggunakan hormon oil crab, yang secara signifikasi yang berpengaruh Berdasarkan uji sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pertumbuhan berat badan mutlak kepiting bakau selama pemeliharaan kurang lebih (40 hari) dengan masing-masing perlakuan memberikan hasil yang tidak berbeda nyata (F > 0.05). Data kualitas air selama penelitian menunjukkan suhu berkisar 26-30C, salinitas 22-30 ppt, DO 5.7-6.7 mg/l, pH 7.8-8.5 dan ammonia 0.08-0.13 mg/l.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penggunaan Pakan Non Ekonomis Yang Berbeda Pada Induk Kepiting Bakau (Scylla spp) Terhadap Percepatan Matang Ovari

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas yang memeiliki nilai ekonomis penting di Kalimantan Utara nilai jualnya cukup tinggi terutama pada kepiting telur dan kepiting soka (soft crab). Pakan merupakan salah satu faktor yang penting untuk menghasilkan produksi yang maksimal dalambudidaya kepiting telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas jenis pakan non ekonomis yang terbaik terhadap percepatan matang ovari kepiting bakau (Scylla spp) yang dibudidayakan di Tambak Tradisonal. Rancangan penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan acak lengkap Percobaan. Yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan A : ikan mujair, Perlakuan B : Udang, Perlakuan C : temburungun T. telescocium, Perlakuan D : kepiting keraca. Parameter yang diuji meliputi Percepatan Tingkat Kematangan Ovari Induk Kepiting Bakau, Pertumbuhan Bobot Mutlak dan Survival Rate (SR). Hasil percepatan matang ovari terbaik ada pada perlakuan udang, Hal ini diduga karena kandungan nutrisi yang terkandung dalam pakan udang-udangan sangat optimal untuk proses percepatan matang ovari. Berdasarkan uji sidik ragam anova menunjukkan bahwa pertumbuhan berat badan mutlak kepiting bakau selama pemeliharaan kurang lebih (40 hari) dengan masing-masing perlakuan memberikan hasil yang tidak berbeda nyata (F table  F hitung). Hasil pengukuran pertumbuhan bobot mutlak yang terbaik didapatkan pada perlakuan udang dengan penambahan bobot rata rata akhir yakni 12,4 gram.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Penambahan Formula Oil Crab terhadap Percepatan Moulting dan Kelangsungan Hidup Kepiting Bakau (Scylla spp.)

2024•

Kepiting bakau soft crab (soka) memiliki nilai ekonomis di Kalimantan Utara. Kepiting dalam fase ini mempunyai keunggulan yaitu mempunyai cangkang yang lunak sehingga dapat dikonsumsi secara utuh.Budidaya kepiting pada fase ini menggunakan metode multilasi pada seluruh kaki jalan dan kaki renangnya. Hal ini yang menyebabkan rendahnya kelangsungan hidup kepiting dan seringnya produk tidak diterima pasar karena dianggap metode ini terlalu kejam pada hewan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efaktifitas penggunaan hormon tiroksin pada formula oil crab untuk mengantikan metode budidaya kepiting model multilasi. Penelitian ini menggunakan kepiting bakau dengan ukuran bobot 80-90 gr yang diperoleh dari nelayan yang ada di kota tarakan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penambahan formula oil crab untuk mempercepat proses ganti kulit (moulting) yang dibandingkan dengan control dengan menggunakan metode multilasi. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi percepatan moulting, survival rate, pertumbuhan bobot mutlak dan parameter kualiatas air. Pemberian formula oil crab dengan dosis 0,2 ml memberikan hasil laju kecepatan moulting yang tercepat dibandingkan dengan control. Nilai kelangsungan hidup (SR) tertinggi diperoleh pada perlakuan A (Kontrol) multilasi sebesar 90% perlakuan B pemberian oil crab sebesar 80%. Pertumbuhan bobot badan mutlak yang terbaik didapatkan pada perlakuan B oil crab dengan bobot rata-rata yaitu 117.96 gram dibandingkan antara perlakuan A (Kontrol) mutilasi dengan bobot rata-rata 91,03 gram. berdasarkan uji sidik ragam menunjukkan bahwa pertumbuhan berat badan mutlak kepiting bakau selama pemeliharaan 30 hari dengan masing-masing perlakuan memberikan hasil yang tidak berbeda nyata (F 0.05).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN BOBOT YANG BERBEDA TERHADAP PERCEPATAN MOULTING KEPITING BAKAU (Scylla serrata)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Faktor-faktor yang berperan dalam proses moulting kepiting bakau terdiri dari faktor eksternal dan faktor interal. Faktor eksternal yang digunakan yang dapat digunakan dalam budi daya kepiting bakau adalah penambahan hormon. Formula oil crab mengandung hormon dapat merangsang tubuh kepiting bakau melakukan pergantian kulit atau moulting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bobot kepiting yang optimal untuk budidaya kepiting soka/ moulting dengan penambahan formulas oil crab. Metode penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulagan. Perlakuan 1 (kontrol) dengan bobot 70-80 gr, perlakuan 2 dengan bobot 80-90gr, perlakuan 3 dengan bobot 90-100gr, dan perlakuan 4 dengan bobot 101-110gr dengan menggunakan metode penambahan formulasi oil crab dengan dosis 0,1 mg/ekor. Berdasarkan hasil penelitian bahwa perlakuan moulting terbaik terdapat pada perlakuan 3 yakni 80%, sedangkan presentase moulting terendah terdapat pada perlakuan 2 yakni 0% atau tidak ada yang moulting selama waktu penelitian. Berdasarkan hasil pengamatan percepatan waktu moulting didapatkan bahwa perlakuan 3 memiliki waktu tercepat di bandingkan dengan perlakuan lainnya yaitu sekitar 19 hari. Selanjutnya secara berurutan pada perlakuan 1 sekitar 23 hari dan perlakuan 4 sekitar 24 hari. Sedangkan perlakuan 2 tidak ada yang moulting. Berdasarkan pemeliharaan selama 30 hari, diperoleh nilai kelangsungan hidup (SR) S. serrata sebesar 100% untuk perlakuan 1, 3, dan 4. Kelangsungan hidup kepiting bakau selama pemeliharaan 30 hari, diperoleh hasil tertinggi 100% dan yang rendah 80%. Berdasarkan hasil uji Anova bahwa perlakuan perbedaan bobot kepiting menunjukkan perbedaan yang nyata (P0,05) pada presensate moulting kepiting antar perlakuan namun tidak berbeda nyata (P>0,05) pada percepatan moulting dan kelangsungan hidup kepiting. Data kualitas air selama penelitian suhu berkisar 24-35 oC, Do 4,7-6,5 mg/L, Salinitas 10-15 ppt dan pH 5-6.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektifitas pengembangan tingkat kematangan ovari kepiting bakau (Scylla serrata) dengan penambahan oil crab pada sistem sirkulasi tertutup di kota tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Formula Oil crab berperan dalam proses percepatan matang ovari kepiting bakau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pengembangan tingkat kematangan ovari (TKO) kepiting bakau (Scylla serrata) dengan penambahan formula oil crab pada sistem sirkulasi tertutup. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakun yaitu perlakuan A: perlakuan tanpa formula oil crab (Kontrol) dan B: perlakuan penyuntikan formula oil crab dengan dosis 0,4 ml. Berdasarkan Hasil penelitian dari perlakuan A (Kontrol) tidak mengalami perkembangan ovari hingga berried, sedangkan perlakuan (B) Penambahan formula Oil Crab pada dosis 0,4 ml mendapatkan hasil yang terbaik bagi perkembangan ovari hingga berried pada rata-rata hari ke 41. Berdasarkan uji sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pertumbuhan berat badan mutlak kepiting bakau selama pemeliharaan 60 hari memberikan hasil yang berbeda nyata (F 0,05). Data kualitas air selama penelitian menunjukkan suhu berkisar 27-31 ℃, salinitas 15-18 ppt, DO 6,7-7,8 mg/L, dan pH 7.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji percepatan moulting kepiting bakau (Scylla serrata) dengan penambahan oil crab di tambak tradisional kota tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kota Tarakan sebagai kota yang memiliki luas seluruhnya 677,53 dimana sekitar 61,85% atau 406,53 km terdiri dari lautan yang memiliki potensi sumberdaya perikanan yang cukup besar. Tambak tradisional yang ada di wilayah Tarakan umumnya merupakan wadah budidaya udang, kepiting dan ikan. Salah satu unggulan dalam budidaya adalah budidaya kepiting soka. Penelitian ini bertujuan mengetahui percepatan moulting kepiting bakau dengan penambahan formula oil crab di tambak tradisional. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) 3 perlakuan dan 4 ulangan yaitu Perlakuan A (kontrol) mutilasi, Perlakuan B tanpa mutilasi, Perlakuan C Penyuntikan Oil crab (0,3 ml/ekor). Berdasarkn hasil penelitian didapatkan hasil kepiting bakau yang dapat moulting seluruhnya yaitu pada perlakuan A (kontrol) mutilasi senilai 100%, Perlakuan B yaitu senilai 20% sedangakan Perlakuan C senilai 40%. dengan pertumbuhan bobot badan mutlak pada perlakuan A dengan nilai rata-rata 32,2 sedangkan perlakuan B dengan nilai rata-rata 34 dan pada perlakuan C dengan nilai rata-rata 37.5. Berdasarkan uji sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pertumbuhan berat badan mutlak kepiting bakau selama pemeliharaan selama 60 hari memberikan hasil yang tidak berbeda nyata (F > 0,05). Data kualitas air selama penelitian menunjukkan suhu berkisar 26-30(C, salinitas 22-30 ppt, DO 5.7-6.7 mg/l, pH 7.8-8.5 dan amonia 0.08-0.13 mg/l.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh penambahan formula oil crab pada artemia salina terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih udang windu (penaeus monodon)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Udang windu (penaeus monodon) merupakan udang asli Indonesia yang telah dibudidayakan sejak beberapa dekade lalu. Salah satu faktor yang dapat menentukan pertumbuhan udang windu adalah hormon. Hormon merupakan zat yang dihasilkan makhluk hidup yang berfungsi untuk mengendalikan berbagai fungsi dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih udang windu menggunakan pakan alami Artemia salina yang diperkaya formula Oil crab dengan dosis yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 3 perlakuan dan 4 ulangan. Pemberian pakan Artemia salina yang diperkaya dengan perendaman Oil crab selama 2 jam dengan dosis yang berbeda (1ml/L dan 5 ml/L). Parameter yang diamati meliputi; perhitungan panjang mutlak, kelangsungan hidup ikan (SR) dan kualitas air (pH, suhu, salinitas, DO dan Amoniak). Perlakuan penambahan perendaman artemia dan oil crab dengan dosis 1 ml/L dan 5ml/L mendapatkan hasil yang berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan panjang benih udang windu dibandingkan dengan kontrol. Tingkat kelangsungan hidup benih udang windu memberikan hasil yang tidak berpengaruh nyata (P>0.05). Kualitas air yang didapatkan masih dalam kisaran normal pada pH 8, suhu 25 - 30°C, salinitas 26 – 29 ppt, DO 5 mg/L, dan Amoniak 0,142 mg/L, 0,113 mg/L dan 0,164 mg/L. Perendaman Oil crab pada Artemia salina dapat meningkatkan kualitas pakan sehingga dapat membantu pertumbuhan secara optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

uji dosis oil crabs untuk mempercepat matang ovari induk kepiting bakau scylla serrata

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Oil crab berperan penting dalam proses percepatan matang ovari pada kepiting bakau dan sudah diuji dalam media pemeliharaan terkontrol di Hactcery. Pematangan ovari merupakan usaha untuk mematangkan gonad kepiting bakau, pematangan ovari pada golongan krustase termasuk kepiting dapat dilakukan melalui tiga pendekatan, yaitu: lingkungan, pakan dan hormonal. Metode yang dapat digunakan untuk mempercepat kematangan ovari kepiting bakau adalah menggunakan penambahan formula Oil Crab ini dapat mempercepat kematangan ovari pada kepiting bakau, Oil Crab juga dapat merangsang laju oksidasi bahan makanan, meningkatkan laju konsumsi oksigen, meningkatkan pertumbuhan dan mempercepat proses ganti kulit pada hewan crustacea. Sebagai langkah untuk mendukung perkembangan budidaya kepiting perlu dilakukan penelitian yang berhubungan dengan perkembangan ovari induk kepiting bakau dengan penambahan formula Oil Crabs pada kepiting bakau. Penambahan Oil Crab ini untuk mendapatkan hasil yang terbaik bagi kematangan ovari kepiting bakau. Dengan adanya Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang efektifitas penambahan formula Oil Crabs terhadap perkembangan ovari induk kepiting bakau sehingga dapat digunakan sebagai salah satu metode alternatif untuk penyediaan induk matang ovari. Sehingga Tujuan penelitian ini yaitu menguji efektifitas penambahan formula Oil Crab terhadap perkembangan ovari induk kepiting bakau (Scylla Serrata). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dosis Oil crab yang digunakan pada induk kepitng bakau terdiri dari 4 perlakuan yaitu A 0 ml (kontrol), B 0,2 ml, C 0,4 ml dan D 0,6 ml dan pengukuran kualitas air pada parameter DO 6,7-7,8 mg/L, suhu 27-31 °C, Salinitas 15-18 ppt dan pH 7, Amonia 0,02 ppm. Hasil penelitian dianalisa menggunakan software SPSS 23.0 dengan menunjukkan perlakuan Oil Crab berbeda nyata dengan perlakuan kontrol terhadapat kematangan ovari induk kepiting bakau. Berdasarkan dari perlakuan kontrol tidak mengalami perubahan ovari dan tidak sampai di tahap berried, hasil dari perlakuan dosis 0, 2 ml mendapatkan beriied pada hari ke 29, dan hasil dari dosis 0, 6 pada hari ke 30 sudah menggendong. Penambahan Oil Crab pada dosis 0,4 ml mendapatkan hasil yang terbaik bagi kematangan ovari kepiting bakau pada hari ke 25.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI EFEKTIFITAS OIL CRAB TERHADAP KECEPATAN MOULTING KEPITING BAKAU (Scylla serrata)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Umumnya metode yang digunakan dalam proses molting pada kepiting bakau adalah mutilasi. Mutilasi adalah pemotongan organ kepiting. Selain mutilasi, formula oil crab dapat mempercepat proses moulting kepiting. Menggunakan formula oil crab sebagai stimulan moulting adalah sebuah penelitian baru-baru ini. Formula oil crab adalah formula yang terdiri dari campuran hormon tiroksin dan NaCl fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kepiting bakau terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup kepiting bakau pada saat moulting. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan Rancangan Acak Lengkap (RAL), empat perlakuan dan lima ulangan. Hewan uji yang digunakan adalah 20 ekor kepiting jantan dengan berat 90 – 110 g/ekor. Perlakuan terdiri dari kontrol, mutilasi, pemberian formula oil crab dengan dosis 0,1 dan 0,5 ml/ekor. Parameter yang diamati adalah kecepatan molting, persentase molting, pertumbuhan bobot mutlak dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis 0,5 ml memberikan kecepatan molting tercepat dibandingkan perlakuan lainnya dengan rentang waktu 9-14 hari, tapi kelangsungan hidupnya rendah di bandingkan dengan perlakuan lainnya hal ini diduga karena perlakuan dosis 0,5 memberikan pengaruh stress pada kepiting sehingga menyebabkan kematian. Perlakuan kontrol, perlakuan dosis formulaoil crab 0,1 per ekor dan mutilasi memberikan kelangsungan hidup 100%. Semakin tinggi persentase moulting yang diperoleh pada perlakuan pemberian formula oil crab dengan dosis 0,1 ml/ekor, mutilasi dan kontrol dengan kadar 100%, pemberian formula oil crab dengan dosis 0,1 ml berpengaruh terhadap persentase moulting, pertumbuhan dan kelangsungan hidup tertentu. Sebaliknya, pemberian formula oil crab dengan dosis 0,5 ml memberikan porsi moulting, pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup yang lebih rendah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Penambahan Formula Oil Crab Terhadap Lama Waktu Moulting Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Di Tambak Tradisional Kota Tarakan Kalimantan Utara

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EFEKTIVITAS PENAMBAHAN FORMULA OIL CRAB TERHADAP LAMA WAKTU MOULTING KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI TAMBAK TRADISIONAL KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Kota Tarakan sebagai kota yang memiliki luas seluruhnya 677,53 km² dimana sekitar 61,85% atau 406,53² km terdiri dari lautan yang memiliki potensi sumberdaya perikanan yang cukup besar.. Tambak tradisional yang ada di wilayah Tarakan umumnya merupakan wadah budidaya udang dan ikan yang umumnya berasal dari pembukaan lahan mangrove. Seiring berjalanya waktu tambak tradisional wilayah Tarakan mengalami penurunan dan tidak dimanfaatkan secara optimal, mengatasi hal tersebut maka dilakukan usaha budidaya kepiting bakau, salah satunya adalah budidaya kepiting soka. Salah satu faktor yang berperan dalam proses molting kepiting bakau terdiri dari faktor eksternal dan faktor internal. Formula Oil Crab dapat merangsang tubuh kepiting bakau melakukan pergantian kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan lama waktu molting kepiting bakau dengan menggunakan metode penambahan formula Oil Crab. Metode penelitian dengan menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan 4 ulangan. Perlakuan A (Kontrol), Perlakuan B penambahan formula Oil Crab (0,1 ml/ekor), Perlakuan C (0,4 ml/ekor) dan perlakuan D (0,7 ml/ekor). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil pada perlakuan dengan dosis 0,4 ml/ekor berbeda nyata dengan perlakuan kontrol dan 0,1 ml/ekor sedangkan antara perlakuan konrol dan 0,1 ml/ekor tidak berbeda nyata. Sedangkan kepiting bakau yang dapat molting seluruhnya yaitu pada perlakuan C (0,4 ml/ekor) pada hari ke 14-19, dengan pertumbuhan berat badan mutlak mencapai rata-rata 21,75 gram, sedangkan pada perlakuan dosis 0,1 ml/ekor tidak memadai untuk kepiting bakau melakukan molting, pada dosis 0,7 ml/ekor diduga dosis tersebut terlalu tinggi sehingga meningkatkan hormon ketidak seimbangan atau stress sehingga menyebabkan kematian. Data kualitas air selama penelitian menunjukkan suhu berkisar 28-30oC, DO 6,4 -7,5 mg/l, salinitas10-20 ppt dan pH 7.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbedaan lama waktu moulting kepiting bakau (scylla serrata) dengan metode mutilasi dan penambahan formula oil crab di tambak tradisional kota tarakan kalimantan utara

2021•

Salah satu factor yang berperan dalam proses moulting kepiting bakau terdiri dari faktor eksternal dan faktor internal. Formula Oil Crab dan metode mutilasi dapat merangsang tubuh kepiting bakau melakukan pergantian kulit atau biasa disebut dengan Moulting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan lama waktu moulting kepiting bakau dengan menggunakan metode mutilasi dan penambahan formula Oil Crab. Metode penelitian dengan menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) 3 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan 1 (Kontrol), Perlakuan 2 (penambahan formula Oil Crab) 0,1 mg/ekor, Perlakuan 3 (mutilasi) memotong seluruh kaki jalan kepiting bakau. Berdasarkan hasil penelitian tersebut kepiting bakau dapat Moulting seluruhnya pada perlakuan mutilasi di hari ke 19-26 dengan pertumbuhan berat badan mutlak mencapai rata- rata 24,40 gram. Sedangkan dengan metode penambahan formula Oil Crab dengan dosis 0,1 mg/ekor tidak memadai untuk kepiting bakau melakukan Moulting. pada akhir penelitian kepiting bakau dengan penambahan formula Oil Crab mencapai pertumbuhan berat badan mutlak bertambah mencapai rata-rata berat 19,60 gram. Data kualitas air selama penelitian menunjukkan suhu berkisar 27-32 oC, DO 6,4 - 7,8 mg/l, salinitas15-18 ppt dan pH 7.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail