Profil penulis
ISMAIL
17 karya publik ditemukan.
Pemodelan Pathloss Gelombang Radio Menggunakan Metode Eksponensial dan Lognormal untuk Layanan 4G LTE di Tarakan
Tinjauan Hukim Terhadap Hak Royalti Bagi Pencipta Lagu dan Musik
Tinjauan Hukim Terhadap Hak Royalti Bagi Pencipta Lagu dan Musik
IDENTIFIKASI KEBERADAAN MACRODEBRIS DI PANTAI KOTA TARAKAN PADA MUSIM TIMUR
IDENTIFIKASI KEBERADAAN MACRODEBRIS DI PANTAI KOTA TARAKAN PADA MUSIM TIMUR Abstrak Marine Debris, terdiri dari macro debris dan micro debris, menjadi tantangan kompleks di daerah pesisir, termasuk Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keberadaan, jenis, dan kepadatan macro debris di pantai Kota Tarakan. Selama 5 bulan, dari September 2022 hingga Januari 2023, sampel diambil dari 6 lokasi pantai yang berbeda: Tanjung Batu, Amal Baru, Amal Lama/Jambore, Juata Laut, Pelabuhan Tengkayu I, dan Amal Lama. Metode pengambilan sampel melibatkan transek garis sepanjang 50 m secara langsung di lapangan. Data yang dianalisis mencakup jumlah potongan, berat, komposisi, dan kepadatan debris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa plastik adalah jenis yang paling umum ditemui, diikuti oleh kayu dan logam. Plastik juga memiliki kepadatan tertinggi, dengan jumlah 33.82 item/m² dan 6.67% g/m beratnya. Implikasi penelitian ini penting untuk pemahaman lebih lanjut tentang dampak sampah laut di Kota Tarakan, serta untuk mendukung pembuatan kebijakan dan tindakan mitigasi yang lebih efektif. Penelitian ini menyediakan landasan yang kuat bagi upaya lebih lanjut dalam mengelola marine debris di wilayah pesisir ini.
IDENTIFIKASI KEBERADAAN MACRODEBRIS DI PANTAI KOTA TARAKAN PADA MUSIM TIMUR
IDENTIFIKASI KEBERADAAN MACRODEBRIS DI PANTAI KOTA TARAKAN PADA MUSIM TIMUR Abstrak Marine Debris, terdiri dari macro debris dan micro debris, menjadi tantangan kompleks di daerah pesisir, termasuk Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keberadaan, jenis, dan kepadatan macro debris di pantai Kota Tarakan. Selama 5 bulan, dari September 2022 hingga Januari 2023, sampel diambil dari 6 lokasi pantai yang berbeda: Tanjung Batu, Amal Baru, Amal Lama/Jambore, Juata Laut, Pelabuhan Tengkayu I, dan Amal Lama. Metode pengambilan sampel melibatkan transek garis sepanjang 50 m secara langsung di lapangan. Data yang dianalisis mencakup jumlah potongan, berat, komposisi, dan kepadatan debris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa plastik adalah jenis yang paling umum ditemui, diikuti oleh kayu dan logam. Plastik juga memiliki kepadatan tertinggi, dengan jumlah 33.82 item/m² dan 6.67% g/m beratnya. Implikasi penelitian ini penting untuk pemahaman lebih lanjut tentang dampak sampah laut di Kota Tarakan, serta untuk mendukung pembuatan kebijakan dan tindakan mitigasi yang lebih efektif. Penelitian ini menyediakan landasan yang kuat bagi upaya lebih lanjut dalam mengelola marine debris di wilayah pesisir ini.
PENGARUH PROFITABILITAS DAN LIKUIDITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PERTUMBUHAN PENJUALAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PERUSAHAAN LQ45
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas dan likuiditas terhadap nilai perusahaan dengan pertumbuhan penjualan sebagai variabel mediasi pada perusahaan LQ45 selama periode 2018-2022. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling dan mendapatkan sebanyak 20 perusahaan yang berjumlah 100 observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan SEM-PLS dengan aplikasi WarpPLS 8.0. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, likuiditas berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, profitabilitas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap pertumbuhan penjualan, likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan penjualan, pertumbuhan penjualan berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan, pertumbuhan penjualan tidak memediasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan dan pertumbuhan penjualan tidak memediasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.
PENGARUH PROFITABILITAS DAN LIKUIDITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PERTUMBUHAN PENJUALAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PERUSAHAAN LQ45
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas dan likuiditas terhadap nilai perusahaan dengan pertumbuhan penjualan sebagai variabel mediasi pada perusahaan LQ45 selama periode 2018-2022. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling dan mendapatkan sebanyak 20 perusahaan yang berjumlah 100 observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan SEM-PLS dengan aplikasi WarpPLS 8.0. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, likuiditas berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, profitabilitas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap pertumbuhan penjualan, likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan penjualan, pertumbuhan penjualan berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan, pertumbuhan penjualan tidak memediasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan dan pertumbuhan penjualan tidak memediasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan.
Perbandingan Kebiasaan Makan Ikan Kakap Putih (Lates sp) di Dalam Tambak Dengan Ikan Hasil Tangkapan di Perairan Umum
PERBANDINGAN KEBIASAAN MAKAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates sp) DI DALAM TAMBAK DENGAN IKAN HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN UMUM Abstrak Perubahan lingkungan dapat berpengaruh terhadap aspek biologi ikan seperti kebiasaan makan, penyebaran, pertumbuhan dan lain-lain. Perubahan lingkungan dan habitat dapat berpengaruh kepada jenis dan kebiasaan makan ikan kakap. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis makanan ikan kakap putih (Lates sp) di dalam Tambak dengan di Perairan Umum dan membandingkan jenis makanan utama ikan kakap putih (Lates sp) di dalam Tambak dengan di Perairan Umum. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan November 2023 hingga Februari 2024 dengan pengukuran kualitas air secara insitu dan kebiasaan makan ikan kakap. Sampel dikumpulkan pada saat panen di dalam tambak dan di Perairan Umum menggunakan alat tangkap sero (set net). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ikan lambung berisi (PILB) sebesar 100% sebagai indikasi perairan yang subur. Nilai Index stomach content (ISC) di dalam tambak dengan Perairan Muara Sesayap yang berkisar antara 0,29-2,71% dan 3,31-5,29%, variasi makanan ini kemungkinan disebabkan oleh ketersediaan makanan di habitat serta kemudahan untuk mendapatkan makanan. Berdasarkan data dan variasi jumlah makanan pada ikan kakap di dalam Tambak dengan di Perairan Muara Sesayap dapat dikatakan bahwa ikan tersebut termasuk ikan karnivora dengan kecenderungan crustacea dan termasuk kelompok ikan euryphagic. Nilai Indeks Relatif penting (IRP) di dalam Tambak dengan persentase sebesar udang 41%, ikan 35% dan hancur (tidak teridentifikasi) 24% dan di Perairan Muara Sesayap dengan persentase sebesar udang 85%, ikan 12%, hancur (tidak teridentifikasi) 2% dan kepiting 1%. Komposisi makanan untuk ikan kakap di perairan umum dan di dalam tambak reltif sama dengan makanan utama udang, selanjutnya ikan sebagai makanan pelengkap, kepiting dan makanan hancur (tidak teridentifikasi) sebagai makanan tambahan bagi ikan kakap. Sedangkan makanan utama ikan kakap di dalam Tambak yaitu makanan jenis udang, makanan pelengkap ikan mujair, ikan seriding dan makanan hancur (tidak teridentifikasi).
Perbandingan Kebiasaan Makan Ikan Kakap Putih (Lates sp) di Dalam Tambak Dengan Ikan Hasil Tangkapan di Perairan Umum
PERBANDINGAN KEBIASAAN MAKAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates sp) DI DALAM TAMBAK DENGAN IKAN HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN UMUM Abstrak Perubahan lingkungan dapat berpengaruh terhadap aspek biologi ikan seperti kebiasaan makan, penyebaran, pertumbuhan dan lain-lain. Perubahan lingkungan dan habitat dapat berpengaruh kepada jenis dan kebiasaan makan ikan kakap. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis makanan ikan kakap putih (Lates sp) di dalam Tambak dengan di Perairan Umum dan membandingkan jenis makanan utama ikan kakap putih (Lates sp) di dalam Tambak dengan di Perairan Umum. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan November 2023 hingga Februari 2024 dengan pengukuran kualitas air secara insitu dan kebiasaan makan ikan kakap. Sampel dikumpulkan pada saat panen di dalam tambak dan di Perairan Umum menggunakan alat tangkap sero (set net). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ikan lambung berisi (PILB) sebesar 100% sebagai indikasi perairan yang subur. Nilai Index stomach content (ISC) di dalam tambak dengan Perairan Muara Sesayap yang berkisar antara 0,29-2,71% dan 3,31-5,29%, variasi makanan ini kemungkinan disebabkan oleh ketersediaan makanan di habitat serta kemudahan untuk mendapatkan makanan. Berdasarkan data dan variasi jumlah makanan pada ikan kakap di dalam Tambak dengan di Perairan Muara Sesayap dapat dikatakan bahwa ikan tersebut termasuk ikan karnivora dengan kecenderungan crustacea dan termasuk kelompok ikan euryphagic. Nilai Indeks Relatif penting (IRP) di dalam Tambak dengan persentase sebesar udang 41%, ikan 35% dan hancur (tidak teridentifikasi) 24% dan di Perairan Muara Sesayap dengan persentase sebesar udang 85%, ikan 12%, hancur (tidak teridentifikasi) 2% dan kepiting 1%. Komposisi makanan untuk ikan kakap di perairan umum dan di dalam tambak reltif sama dengan makanan utama udang, selanjutnya ikan sebagai makanan pelengkap, kepiting dan makanan hancur (tidak teridentifikasi) sebagai makanan tambahan bagi ikan kakap. Sedangkan makanan utama ikan kakap di dalam Tambak yaitu makanan jenis udang, makanan pelengkap ikan mujair, ikan seriding dan makanan hancur (tidak teridentifikasi).
Prosiding Kongres Pancasila IV
Kongres Pancasila IV ini merupakan rangkaian dan kesinambungan dari Kongres Pancasila sebelumnya, yaitu Kongres Pancasila I tgl 1 Juni 2009 di Yogyakarta; Kongres Pancasila II tgl. 1 Juni 2010 di Denpasar; dan Kongres Pancasila III tgl.1 Juni 2011 di Surabaya. Dari tiga kali Kongres Pancasila tersebut telah banyak dihasilkan rumusan-rumusan deklarasi yang sangat berkualitas dan bermakna. Atas dasar hasil-hasil yang telah dicapai dari Kongres Pancasila sebelumnya itu, maka pada Kongres Pancasila IV kali ini dipilih dan ditetapkan tema “Strategi Pelembagaan Nilai-nilai Pancasila dalam Menegakkan Konstitusionalitas Indonesia”. Tema ini dipilih dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut: Saat ini tidak ada lembaga khusus pengawal Pancasila. Padahal, diakui atau tidak Pancasila adalah dasar Negara Indonesia. Keadaan ini dinilai jauh lebih buruk jika dibandingkan dengan masa sebelum reformasi. Saat itu, MPR mempunyai berbagai wewenang, dan salah satunya “memelihara” Pancasila. Ketiadaan lembaga khusus pengawal Pancasila itu menyebabkan Pancasila kehilangan dasar legitimasi kenegaraannya. Ketiadaan lembaga khusus pengawal Pancasila, berimplikasi pada tidak adanya mekanisme yang jelas dalam mensosialisasikan Pancasila. Peran tersebut saat ini nampaknya berusaha dimainkan oleh MPR dengan slogan kebanggaannya “4 Pilar Hidup Bernegara” yang mensejajarkan posisi Pancasila dengan NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Terlepas dari ketidaktepatan konsep dasar yang ada dalam slogan itu, kita mengakui bahwa MPR memiliki niat baik untuk membumikan Pancasila. Saat ini tidak ada rambu-rambu pengimplementasian Pancasila yang jelas dan baku. Padahal, rambu-rambu itu mutlak diperlukan agar dapat diperoleh hasil yang optimal. Dengan kata lain, rambu-rambu itu perlu segera diadakan. Mempertimbangkan hal-hal diatas, kiranya perlu ada upaya serius untuk membentuk atau menunjuk lembaga khusus pengawal Pancasila, yang nantinya diberi wewenang, antara lain untuk menyusun rambu-rambu pengimplementasian Pancasila tersebut secara tepat, terstruktur, dinamis dankontekstual.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI RUMPUT LAUT DI KELURAHAN TANJUNG HARAPAN KECAMATAN NUNUKAN SELATAN KABUPATEN NUNUKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bibit, tali bentangan dan tenaga kerja terhadap produksi rumput laut dan untuk mengetahui elastisitas input terhadap output pada usaha tani rumput laut di Kelurahan Tanjung Harapan Sei Lancang Kabupaten Nunukan. Teknik penentuan sampel menggunakan metode pendekatan Proportionate Stratified Random Sampling. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebesar 20% dari jumlah populasi 235 petani rumput laut, dengan sampel yaitu 47 petani rumput laut. Teknis analisis data menggunakan analisis linear berganda dalam bentuk logaritma fungsi Cobb-douglass dengan menggunakan bantuan software spss 26 for windows. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor tali bentangan berpengaruh signifikan terhadap produksi, sedangkan bibit, tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi. Besarnya elastisitas input terhadap output bersifat Inelastis. Besar elastisitas bibit terhadap produksi sebesar 0,158, elastisitas tali bentangan terhadap produksi sebesar 0,501, dan besarnya elastisitas tenaga kerja terhadap produksi sebesar 0,685.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI RUMPUT LAUT DI KELURAHAN TANJUNG HARAPAN KECAMATAN NUNUKAN SELATAN KABUPATEN NUNUKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bibit, tali bentangan dan tenaga kerja terhadap produksi rumput laut dan untuk mengetahui elastisitas input terhadap output pada usaha tani rumput laut di Kelurahan Tanjung Harapan Sei Lancang Kabupaten Nunukan. Teknik penentuan sampel menggunakan metode pendekatan Proportionate Stratified Random Sampling. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebesar 20% dari jumlah populasi 235 petani rumput laut, dengan sampel yaitu 47 petani rumput laut. Teknis analisis data menggunakan analisis linear berganda dalam bentuk logaritma fungsi Cobb-douglass dengan menggunakan bantuan software spss 26 for windows. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor tali bentangan berpengaruh signifikan terhadap produksi, sedangkan bibit, tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi. Besarnya elastisitas input terhadap output bersifat Inelastis. Besar elastisitas bibit terhadap produksi sebesar 0,158, elastisitas tali bentangan terhadap produksi sebesar 0,501, dan besarnya elastisitas tenaga kerja terhadap produksi sebesar 0,685.
DAYA AMELIORASI PEMBENAH TANAH ORGANIK TERHADAP KELARUTAN AL-DD TANAH
Ketersediaan unsur hara yang rendah merupakan salah satu permasalahan di dalam pengelolaan lahan masam di wilayah juata permai. Rendahnya ketersediaan unsur hara pada tanah masam disebabkan oleh pH tanah yang rendah dan tingginya kelarutan Al-dd. Salah satu upaya untuk meningkatkan pH dan menurunkan kelarutan Al-dd melalui penambahan bahan-bahan pembenah tanah yaitu Pupuk Kandang, Kompos dan Biochar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Mengetahui pengaruh ameliorasi limbah organik pada tanah marginal masam; 2) Mengetahui daya ameliorasi bahan organik dan biochar terhadap kelarutan Al-dd pada tanah marginal masam. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), menghasilkan 7 kombinasi perlakuan , diulang 3 kali menghasilkan 21 unit percobaan, yang diinkubasi pada lama 0, 21 dan 42 hari. Parameter yang diamati adalah pH tanah, kandungan C-organik dan kelarutan Al-dd. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan jenis pembenah tanah biochar mampu meningkatkan pH tanah yang awalnya rendah menjadi sedang. Peningkatan nilai pH tertinggi diperoleh pada pemberian jenis pembenah tanah biochar tempurung kelapa yaitu 5,93.
Pengembangan Sumber Daya Manusia Perguruan Tinggi: Sebuah Konsep, Fakta dan Gagasan
Buku ini berisi materi yang dapat digunakan baik oleh tenaga pengajar maupun mahasiswa, serta para pembaca umumnya untuk menambah wawasan berpikir dan ilmu yang berkenaan dengan pengembangan sumber daya manusia di perguruan tinggi. Buku ini berisi 15 Bab yang membahas : Bab 1 Pendahuluan Bab 2 Kebutuhan Manajemen SDM Perguruan Tinggi Bab 3 Proses Manajemen Sumber Daya Manusia Perguruan Tinggi Bab 4 Dosen: Sumber Daya Manusia Perguruan Tinggi Bab 5 Peran Dosen sebagai Sumber Daya Manusia Perguruan Tinggi Bab 6 Produktivitas SDM Dosen Bab 7 Kualitas SDM Dosen Bab 8 Perencanaan Sumber Daya Manusia PT Bab 9 Pengorganisasian Sumber Daya Manusia Perguruan Tinggi Bab 10 Eksistensi Manajemen SDM Perguruan Tinggi Bab 11 Kondisi Pengembangan SDM di Lembaga Pendidikan Bab 12 Tantangan dalam Manajemen SDM Perguruan Tinggi Bab 13 Mengelaborasi Berbagai Tantangan Imternal Perguruan Tinggi Bab 14 Tenaga Pendidik dan Kependidikan dalam Proses Pendidikan Bab 15 Peran Kepemimpinan Puncak Dalam Pengembangan Budaya Kerja
PENGARUH PEMBERIAN ETHINYL ESTRADIOL PADA PROSES PEMATANGAN GONAD KEPITING BAKAU (Scylla serrata)
Abstrak Pematangan gonad pada kepiting bakau dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu; lingkungan, nutrisi dan hormonal. Penelitian ini bertujuan menguji pemberian ethinyl estradiol sebagai stimulator dalam proses pematangan ovari kepiting bakau (Scylla serrata). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Terdiri dari tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan, yaitu A. kontrol (0 μg/g), B. ovaprim (0.5μg/g) dan C. ethinyl estradiol (0.1μg/g). Kegiatan pemeliharaan dilakukan selama 20 hari. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa penyuntikan ethinyl estradiol (0.1μg/g) dan ovaprim (0.5μg/g) memberikan pengaruh terhadap perkembangan dan percepatan pematangan ovari kepiting bakau (Scylla serrata) dibandingkan perlakuan kontrol. Perkembangan dan percepatan maturasi ovari ditentukan dengan bertambahnya nilai GSI, perubahan pada volume dan warna ovari.
PENGARUH PEMBERIAN ETHINYL ESTRADIOL PADA PROSES PEMATANGAN GONAD KEPITING BAKAU (Scylla serrata)
Abstrak Pematangan gonad pada kepiting bakau dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu; lingkungan, nutrisi dan hormonal. Penelitian ini bertujuan menguji pemberian ethinyl estradiol sebagai stimulator dalam proses pematangan ovari kepiting bakau (Scylla serrata). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Terdiri dari tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan, yaitu A. kontrol (0 μg/g), B. ovaprim (0.5μg/g) dan C. ethinyl estradiol (0.1μg/g). Kegiatan pemeliharaan dilakukan selama 20 hari. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa penyuntikan ethinyl estradiol (0.1μg/g) dan ovaprim (0.5μg/g) memberikan pengaruh terhadap perkembangan dan percepatan pematangan ovari kepiting bakau (Scylla serrata) dibandingkan perlakuan kontrol. Perkembangan dan percepatan maturasi ovari ditentukan dengan bertambahnya nilai GSI, perubahan pada volume dan warna ovari.