Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Ethinylestradiol
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PAKAN YANG BERBEDA DENGAN KOMBINASI EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) DAN Ethinylestradiol PADA PEMATANGAN OVARI KEPITING BAKAU (Scylla spp)

2022•

Tingginya peningkatan permintaan terhadap induk kepiting bakau menyebabkan semakin tingginya penangkapan kepiting di alam. Salah satu usaha untuk memenuhi permintaan pasar yaitu dengan melakukan kegiatan percepatan pematangan ovari melalui pendekatan hormonal maupun ekstrak yang memiliki sifat reproductive-like hormone. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas pemberian pakan yang berbeda dengan kombinasi ekstrak daun karamunting dan ethinylestradiol terhadap percepatan dan pematangan ovari induk kepiting bakau (Scylla spp). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Terdapat 4 pakan alami yang digunakan : A (Ikan mujair), B (Temberungun), C (Kepiting Karaca), dan D (Udang) yang di injeksi ekstrak daun karamunting 0,75 mg/g dan hormon ethinylestradiol 0,1 g/g. Hasil penelitian menunjukan pematangan ovari kepiting bakau dalam kurun waktu 20 hari dengan nilai GSI 6,53%. Sedangkan untuk perlakuan pakan temberungun menunjukan peningkatan nilai GSI terbesar 9,70%. Perlakuan pakan karaca menunjukan peningkatan nilai GSI sebesar 9,21% dan perlakuan pakan udang menunjukan hasil GSI sebesar 9,27%. Berdasarkan kesimpulan penggunaan estrak daun karamunting, hormon ethinylestradiol dan pakan yang berbeda menunjukkan performa reproduksi dengan permberian pakan temberungun lebih efektiv dalam percepatan kematangan gonad kepiting bakau jika dibandingkan dengan kepiting karaca, udang dan ikan mujair.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) DAN Ethinylestradiol TERHADAP PERCEPATAN KEMATANGAN OVARI KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI TAMBAK TRADISIONAL

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tingginya peningkatan permintaan terhadap induk kepiting bakau menyebabkan semakin tingginya penangkapan kepiting di alam. Salah satu usaha untuk memenuhi permintaan pasar yaitu dengan melakukan kegiatan percepatan pematangan ovari melalui pendekatan hormonal baik menggunakan hormon sintetik maupun ekstrak yang memiliki sifat reproductive-like hormone. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hormon ethinylestradiol yang dikombinasikan dengan ekstrak daun karamunting sebagai sumber induktor alternatif pada pematangan ovari kepiting bakau. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Terdapat 4 formulasi kombinasi hormon: tanpa hormon (A), ekstrak daun karamunting 0.25 mg/g dan hormon ethinylestradiol 0.1 g/g (B), ekstrak daun karamunting 0.5 mg/g dan hormon ethinylestradiol 0.1 g/g (C), ekstrak daun karamunting 0.75 mg/g dan hormon ethinylestradiol 0.1 g/g (D). Hasil penelitian ini menujukan bahwa pemberian kombinasi ekstrak daun karamunting dan hormon ethinylestradiol pada perlakuan D dapat mempercepat pematangan ovari kepiting bakau dalam kurun waktu 20 hari dengan nilai GSI sebesar 21,45%. Pemberian kombinasi ekstrak daun karamunting dan hormon ethinylestradiol dapat mempercepat kematangan ovari kepiting bakau di bandingkan perlakuan kontrol.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail