Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: MASLAN
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Ikan Tempakul (Periophthalmodon schlosseri) sebagai Pakan Alami Pada Budidya Kepting Soka Di Tambak Tradisional Kota Tarakan.

2021•Koleksi Perpustakaan

PEMANFAATAN IKAN TEMPAKUL (Periophthalmodon schlosseri) SEBAGAI PAKAN ALAMI PADA BUDIDAYA KEPITING SOKA DITAMBAK TRADISIONAL KOTA TARAKAN ABSTRAK Pulau Tarakan merupakan salah satu pulau di Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki luas sekitar 250 km2 dan sebagian besar pesisirnya masih ditum buhi oleh hutan mangrove. Pada Pulau Tarakan terdapat usaha budidaya kepiting bakau yang salah satunya adalah budidaya kepiting soka (soft crab). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan ikan tempakul (Periophthalmodon schlosseri ) sebagai pakan alami pada budidaya kepiting soka di kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Percobaan terdiri dari 3 (tiga) perlakuan dengan 5 (lima) ulangan yaitu perlakuan A diberikan pakan alami mujair, perlakuan B diberikan pakan alami berupa ikan tempakul (Periophthalmodon schlosseri, dan perlakuan C diberikan pakan alami berupa udang. Berdasarkan hasil pemeliharaan, diperoleh nilai kelangsungan hidup (SR) yang paling tinggi yaitu terdapat pada perlakuan B pakan ikan tempakul 80%, dan perlakuan A pakan ikan mujair 60%, sementara perlakuan C pakan udang mendapatkan SR yang sangat rendah yaitu 40%. Proses molting yang paling cepat pada perlakuan B pakan ikan tempakul yaitu dengan rata-rata 23 hari, sedangkan pada pelakuan A pakan ikan mujair membutuhkan waktu 26 hari, dan perlakuan C pakan udang membutuhkan waktu molting 27 hari. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil pertumbuhan berat mutlak yang terbaik didapatkan pada perlakuan A pakan ikan mujair dengan bobot rata-rata 25% dibandingkan antara perlakuan B pakan ikan tempakul dengan bobot rata-rata yaitu 24% dan perlakuan C pakan udang dengan bobot rata-rata yaitu 16,5%. Hasil anova pada percepatan moulting menunjukkan bahwa semua perlakuan tidak berbeda nyata (P > 0,05); berat mutlak pada semua perlakuan tidak berbeda nyata (P > 0,05) ; kelangsungan hidup pada semua perlakuan berbeda sangat nyata (P 0,05).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Ikan Tempakul (Periophthalmodon schlosseri) sebagai Pakan Alami Pada Budidya Kepting Soka Di Tambak Tradisional Kota Tarakan.

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PEMANFAATAN IKAN TEMPAKUL (Periophthalmodon schlosseri) SEBAGAI PAKAN ALAMI PADA BUDIDAYA KEPITING SOKA DITAMBAK TRADISIONAL KOTA TARAKAN ABSTRAK Pulau Tarakan merupakan salah satu pulau di Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki luas sekitar 250 km2 dan sebagian besar pesisirnya masih ditum buhi oleh hutan mangrove. Pada Pulau Tarakan terdapat usaha budidaya kepiting bakau yang salah satunya adalah budidaya kepiting soka (soft crab). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan ikan tempakul (Periophthalmodon schlosseri ) sebagai pakan alami pada budidaya kepiting soka di kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Percobaan terdiri dari 3 (tiga) perlakuan dengan 5 (lima) ulangan yaitu perlakuan A diberikan pakan alami mujair, perlakuan B diberikan pakan alami berupa ikan tempakul (Periophthalmodon schlosseri, dan perlakuan C diberikan pakan alami berupa udang. Berdasarkan hasil pemeliharaan, diperoleh nilai kelangsungan hidup (SR) yang paling tinggi yaitu terdapat pada perlakuan B pakan ikan tempakul 80%, dan perlakuan A pakan ikan mujair 60%, sementara perlakuan C pakan udang mendapatkan SR yang sangat rendah yaitu 40%. Proses molting yang paling cepat pada perlakuan B pakan ikan tempakul yaitu dengan rata-rata 23 hari, sedangkan pada pelakuan A pakan ikan mujair membutuhkan waktu 26 hari, dan perlakuan C pakan udang membutuhkan waktu molting 27 hari. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil pertumbuhan berat mutlak yang terbaik didapatkan pada perlakuan A pakan ikan mujair dengan bobot rata-rata 25% dibandingkan antara perlakuan B pakan ikan tempakul dengan bobot rata-rata yaitu 24% dan perlakuan C pakan udang dengan bobot rata-rata yaitu 16,5%. Hasil anova pada percepatan moulting menunjukkan bahwa semua perlakuan tidak berbeda nyata (P > 0,05); berat mutlak pada semua perlakuan tidak berbeda nyata (P > 0,05) ; kelangsungan hidup pada semua perlakuan berbeda sangat nyata (P 0,05).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail