Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Bayam
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usaha tani sayuran sawi hijau, kangkung dan bayam di kecamatan Tarakan Barat.

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usaha Tani Sayuran Sawi Hijau, Kangkung dan Bayam di Kecamatan Tarakan Barat”. Pokok permasalahan dalam penelitian ini diuraikan dalam dua rumusan masalah yaitu : 1) Bagaimana karakteristik petani sayuran sawi hijau, kangkung dan bayam di Tarakan barat ? 2) Bagaimana pengaruh faktor-faktor produksi secara parsial terhadap produksi usaha tani sayuran sawi hijau, kangkung dan bayam di Tarakan barat ? Adapun lokasi dan waktu penelitian terkhusus dilakukan dalam wilayah Kecamatan Tarakan Barat dengan waktu yang dimulai pada bulan Februari 2025. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik non- probability sampling yaitu purposive sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa Observasi, Wawancara dan Kuesioner serta Dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti yaitu : 1) Karakteristik petani sayuran sawi hijau, kangkung dan bayam di Tarakan barat dibagi menjadi tiga karakteristik yaitu a. karakteristik berdasarkan jenis kelamin, karakteristik ini menunjukkan bahwa petani laki-laki lebih mendominasi dengan persentasi 57% sedangkan petani Perempuan dengan persentasi 43%. b. karakteristik berdasarkan usia, karakteristik ini menunjukkan bahwa mayoritas petani berada pada rentang usia 33-39 tahun. c. karakteristik berdasarkan Tingkat Pendidikan, berdasarkan karakteristik ini bahwa Pendidikan terakhir petani berada dalam persentase SD (30%), SMP (37%) dan SMA (33%). 2) Faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap tanaman sawi hijau, kangkung dan bayam adalah lahan untuk tanaman sawi hijau, pestisida untuk tanam kangkung dan bayam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH UDANG PADA TANAMAN SAYURAN KANGKUNG(Ipomoea reptans poir), BAYAM(Amaranthus.sp) DAN SAWI(Brassica juncea.L)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman kangkung(Ipomoea reptans poir) dapat ditanam mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi,dimana suatu ketinggian dapat mempengaruhu kualitas hasilnya.Kangkung merupakan jenis tanaman sayuran daun,dan termasuk kedalam family Convolvulaceae.Sawi hijau(Brassica juncea.L) termasuk kedalam jenis tanaman sayuran daun dari keluarga cruciferae yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup.Sumber gizi yang terkandung kedalam tanaman sawi yaitu terdiri dari besi,protein,lemak,karbohidrat,serat,kalsium,fosfor,besi dan berbagai jenis vitamin lainnya seperti vitamin A,vitamin B1,vitamin B2,vitamin B3 dan tentu saja vitamin C.Bayam(Amaranthus.sp) merupakan salah satu jenis tanaman yang biasa ditanami menjadi tanaman sayuran yang bisa untuk dikonsumsi oleh banyak orang, yang dimana bagian sayuran yang bisa dimakan yaitu pada bagian daun.Udang merupakan bahan makanan yang tentu saja banyak mengandung vitamin A,vitamin E,vitamin B1,kalori,lemak,protein dan juga tentu saja banyak mengandung zat kapur,mineral,fosfor,potassium yang sangat baik untuk tubuh.Untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair limbah udang terhadap pertumbuhan tanaman sayuran kangkung,bayam dan sawi.Penelitian ini dilaksanakan di Jl.Camar IV RT 03 NO 91 Juata Permai Kota Tarakan,Kalimantan Utara pada bulan Juni 2023.Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan sebagai berikut:C1:Tanaman Sawi,C2:Tanaman Bayam,dan C3:Tanaman Kangkung.Berdasarkan penelitian kajian metode aplikasi pupuk organik cair limbah udang pada beberapa tanaman sayuran kangkung,sawi dan bayam,dapat diketahui dengan melalui rangkaian penelitian dengan dilanjutkan pengamatan yang terdiri dari tiga parameter yaitu tinggi tanaman,panjang daun tanaman,dan jumlah daun.Pada hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan yaitu pada hasil data grafik dengan pemberian pupuk organik cair(POC) limbah udang terjadinya peningkatan tinggi tanaman,panjang daun,dan jumlah daun untuk tanaman sawi,bayam dan kangkung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN PEMBERIAN SERBUK SABUT KELAPA (Cocopeat) TERHADAP PERTUMBUHAN HASIL TANAMAN BAYAM (Amaranthus SP.) DAN SAWI (Brassica juncea L.)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sawi hijau merupakan jenis sayur yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Konsumennya mulai dari golongan masyarakat kelas bawah hingga golongan masyarakat kelas atas. Selain tanaman sawi terdapat juga tanaman bayam yang menjadi tanaman konsumsi bagi sebagian besar masyarakat pada umumnya. Media tanam (cocopeat) merupakan media tanam yang ideal dalam budidaya tanaman sayur , hal ini dikarenakan sifat dari (cocopeat) yang porous dan mampu menyimpan air dengan baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan tanaman sawi dan bayam pada pemberian (cocopeat) dengan komposisi yang berbeda. Untuk dapat mengetahui hasil dari penggunaan dan pemanfaatan penggunaan (cocopeat) terhadap tanaman sawi dan bayam. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 8 ulangan sehingga di dapatkan 32 unit percobaan dengan taraf dosis:P0=0gram/petak,P1=550gram/petak,P2=750gram/petak,P3=950gram/petak. Analisis data yang digunakan yaitu Anova dengan satu faktor dan dilanjutkan uji DMRT dengan taraf 5%. Kesimpulan Pengaplikasian (cocopeat) pada media tanam dengan dosis 950 gram memberikan pengaruh pertumbuhan yang berbeda nyata pada tanaman sawi (Brassica juncea L.) dan tanaman bayam (Amaranthus SP.). Pengaplikasian cocopeat dengan dosis 950 gram memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik pada tanaman sawi dan bayam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN PEMBERIAN AB MIX DAN BIOURINE SAPI PADA HIDROPONIK DENGAN SISTEM WICK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM (Amaranthus spp L)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan data produksi tanaman sayuran dan buah-buahan semusim dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan tahun 2019-2021, melaporkan bahwa produksi tanaman bayam pada tahun 2019 sebesar 26.377 kuintal dengan luas panen 496 ha, tahun 2020 sebesar 27.545 kuintal dengan luas panen 460 ha dan 2021 sebesar 23.779 kuintal dengan luas panen 433 ha. Hal tersebut menunjukkan bahwa produksi bayam di kota Tarakan mengalami penurunan dan memerlukan peningkatan produksi yang mampu meningkatkan produksi bayam salah satunya dengan menggunakan hidroponik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian nutrisi AB mix dan biourine sapi dan mengetahui adanya perlakuan yang mampu memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan 4 ulangan Data hasil penelitian dianalisis sidik ragam dan di uji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan taraf 5 %. Pemberian AB mix dan Biourine sapi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam pada hidroponik dengan sistem wick. Pemberian 15 ml/liter air AB mix merupakan perlakuan terbaik karena mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman bayam pada parameter tinggi tanaman 4 MST (21,66 cm), jumlah daun 4 MST (± 8 helai), lebar daun 4 MST (6.47 cm), Panjang akar (18,57 cm), dan Diameter batang (0,60 cm). Pemberian 15 ml/liter air AB mix mampu meningkatkan hasil tanaman bayam dengan berat basah tumbuhan pada 4 MST mencapai 14,96 gram pertanaman.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Efisiensi Teknis Penggunaan Input Produksi Pada Usaha Tani Bayam (Amaranthus hybridus L) Di Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas

2022•

Analisis Efisiensi Teknis Penggunaan Input Produksi Pada Usaha Tani Bayam (Amaranthus hybridus L) Di Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penggunaan input luas lahan, benih, tenaga kerja, pupuk dan insektisida terhadap tingkat produksi usaha tani bayam di Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2022. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data primer dan sekunder. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 35 petani bayam yang dipilih menggunakan metode teknik sampling jenuh. Analisis data yang digunakan adalah analisis fungsi Cobb- Douglas dan Elastisitas Produksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai R square sebesar 0,865 yang berarti bahwa sebesar 86,5 persen variasi produksi bayam dapat dijelaskan oleh variabel luas lahan, benih, tenaga kerja, pupuk, dan insektisida sedangkan sisanya yaitu sebesar 13,5 persen dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian. Hasil uji F secara keseluruhan menunjukkan bahwa secara simultan semua variable independent (X) berpengaruh nyata terhadap variable dependent (Y) yang artinya bahwa input yang digunakan memberikan pengaruh nyata terhadap produksi bayam di Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas. Secara parsial variabel luas lahan (X1), benih (X2), dan insektisida (X5) berpengaruh nyata terhadap produksi bayam di Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas dengan nilai Sig 0,000 0,05 artinya bahwa penggunaan input produksi luas lahan, benih, insektisida sudah cukup maksimal. Sedangkan untuk variabel tenaga kerja (X4) dan pupuk (X5) tidak berpengaruh nyata terhadap produksi bayam dengan nilai Sig 0,000 > 0,05. Hasil elastisitas produksi menunjukkan bahwa nilai ep dari variabel luas lahan, benih, tenaga kerja, pupuk, dan insektisida menunjukkan angka 1,103 > 1, artinya semua input produksi yang digunakan dalam usaha tani bayam di Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas dari sisi input produksi belum efisien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail