ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usaha Tani Sayuran Sawi Hijau, Kangkung dan Bayam di Kecamatan Tarakan Barat”. Pokok permasalahan dalam penelitian ini diuraikan dalam dua rumusan masalah yaitu : 1) Bagaimana karakteristik petani sayuran sawi hijau, kangkung dan bayam di Tarakan barat ? 2) Bagaimana pengaruh faktor-faktor produksi secara parsial terhadap produksi usaha tani sayuran sawi hijau, kangkung dan bayam di Tarakan barat ? Adapun lokasi dan waktu penelitian terkhusus dilakukan dalam wilayah Kecamatan Tarakan Barat dengan waktu yang dimulai pada bulan Februari 2025. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik non- probability sampling yaitu purposive sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa Observasi, Wawancara dan Kuesioner serta Dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti yaitu : 1) Karakteristik petani sayuran sawi hijau, kangkung dan bayam di Tarakan barat dibagi menjadi tiga karakteristik yaitu a. karakteristik berdasarkan jenis kelamin, karakteristik ini menunjukkan bahwa petani laki-laki lebih mendominasi dengan persentasi 57% sedangkan petani Perempuan dengan persentasi 43%. b. karakteristik berdasarkan usia, karakteristik ini menunjukkan bahwa mayoritas petani berada pada rentang usia 33-39 tahun. c. karakteristik berdasarkan Tingkat Pendidikan, berdasarkan karakteristik ini bahwa Pendidikan terakhir petani berada dalam persentase SD (30%), SMP (37%) dan SMA (33%). 2) Faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap tanaman sawi hijau, kangkung dan bayam adalah lahan untuk tanaman sawi hijau, pestisida untuk tanam kangkung dan bayam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Additional ingredients of botanical pesticides are to affect pests control. This study aimed to determine the effect of the composition of additional ingredients on the use of botanical pesticides made from papaya leaves with additional ingedients of garlic, lemongrass, and soursop leaves in controlling pests on water spinach (Ipomoea reptans poir). This Study used a randomized block design (RAK) with 5 treatments; P0= plain water, P1=papaya leaves 200 grams+1 litre of water, P2=papaya leaves 125 grams+75 grams of garlic+1 litre of water, P3=papaya leaves 125 grams+75 grams of lemongrass+1 litre of water, P4=papaya leaves 125 grams+75 grams of soursop leaves+1 litre of water. Each treatment was repeated 5 times. The results showed that the use of botanical pesticides with additional lemongrass ingredients was categorised the excellent category with plant height at 35 MST reaching 24,35 cm, root length at 35 MST reaching 22,58 cm, number of leaves reaching ± 18 strands, wet weight reaching 14 grams. The use of botanical pesticides of papaya leaves with additional lemongrass ingredients also has the potential to reduce the number of pests and reduce the level of leaf damage, as seen from observation results of the number of pests and the level of leaf damage decreasing after the application of botanical pesticides.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman kangkung(Ipomoea reptans poir) dapat ditanam mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi,dimana suatu ketinggian dapat mempengaruhu kualitas hasilnya.Kangkung merupakan jenis tanaman sayuran daun,dan termasuk kedalam family Convolvulaceae.Sawi hijau(Brassica juncea.L) termasuk kedalam jenis tanaman sayuran daun dari keluarga cruciferae yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup.Sumber gizi yang terkandung kedalam tanaman sawi yaitu terdiri dari besi,protein,lemak,karbohidrat,serat,kalsium,fosfor,besi dan berbagai jenis vitamin lainnya seperti vitamin A,vitamin B1,vitamin B2,vitamin B3 dan tentu saja vitamin C.Bayam(Amaranthus.sp) merupakan salah satu jenis tanaman yang biasa ditanami menjadi tanaman sayuran yang bisa untuk dikonsumsi oleh banyak orang, yang dimana bagian sayuran yang bisa dimakan yaitu pada bagian daun.Udang merupakan bahan makanan yang tentu saja banyak mengandung vitamin A,vitamin E,vitamin B1,kalori,lemak,protein dan juga tentu saja banyak mengandung zat kapur,mineral,fosfor,potassium yang sangat baik untuk tubuh.Untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair limbah udang terhadap pertumbuhan tanaman sayuran kangkung,bayam dan sawi.Penelitian ini dilaksanakan di Jl.Camar IV RT 03 NO 91 Juata Permai Kota Tarakan,Kalimantan Utara pada bulan Juni 2023.Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan sebagai berikut:C1:Tanaman Sawi,C2:Tanaman Bayam,dan C3:Tanaman Kangkung.Berdasarkan penelitian kajian metode aplikasi pupuk organik cair limbah udang pada beberapa tanaman sayuran kangkung,sawi dan bayam,dapat diketahui dengan melalui rangkaian penelitian dengan dilanjutkan pengamatan yang terdiri dari tiga parameter yaitu tinggi tanaman,panjang daun tanaman,dan jumlah daun.Pada hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan yaitu pada hasil data grafik dengan pemberian pupuk organik cair(POC) limbah udang terjadinya peningkatan tinggi tanaman,panjang daun,dan jumlah daun untuk tanaman sawi,bayam dan kangkung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam upaya pengembangan tanaman hortikultura, akan muncul berbagai permasalahan dan hambatan yang perlu dihadapi. Beberapa permasalahan dan hambatan yang sering muncul dalam pengembangan hortikultura adalah seperti modal, lahan dan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar keuntungan maksimal serta untuk mengetahui kombinasi yang optimal yang diperoleh dari hasil produksi usahatani sayuran milik ibu Maria. Penelitian dilaksanakKelurahan Karang Harapan Kecamatan Tarakan Barat milik ibu Maria, metode penentuan sampel menggunakan Purposive Sampling. Metode pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi, alat analisis yang digunakan dalam penelitian adalah Linier Programming dengan metode simpleks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan metode simpleks menghasilkan keuntungan sebesar Rp 15.787.104/tiga kali produksi dengan hasil analisis sayur sawi sebesar 0 kilogram, sayur kangkung sebesar 617,7703 kilogram, dan 103,3268 kilogram untuk bawang daun. Apabila dibandingkan dengan penjualan usahatani sayur sawi, kangkung dan bawang daun yang aktual milik ibu Maria yaitu sebesar 304 kilogram untuk sayur sawi, 315 kilogram untuk sayur kangkung dan 97 kilogram untuk bawang daun dengan keuntungan sebesar Rp 15.529.076, maka selisih dari keuntungan antara penjualan usahatani dari hasil analisis dengan penjualan aktual petani sayur sawi, kangkung dan bawang daun sebesar Rp 258.599.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Banyak teknik yang digunakan untuk mengatasi permasalahan dalam budidaya ikan nila dari kurang optimalnya penyerapan pakan. Upaya untuk mengatasi kelemahan tersebut adalah dengan memberikan pakan ikan nila yang berbahan dasar alami dan mengandung protein dan enzim sesuai kebutuhan. Buah pepaya mengandung enzim papain yang dimana enzim papain merupakan golongan enzim proteolitik mampu meningkatkan hidrolisis protein pakan. Kangkung merupakan salah satu tanaman yang bisa dijadikan untuk pakan ikan, serta dapat digunakan sebagai alternatif pakan diantaranya sebagai suplemen bahan pakan ikan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi tepung kangkung dan tepung buah pepaya dalam meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan 3 kali ulangan. Pemberian tepung buah pepaya dan tepung kangkung dengan konsentrasi P0= kontrol, P1= tepung buah pepaya 70% + tepung kangkung 30%, P2 = tepung buah pepaya 50% + tepung kangkung 50%, P3 = tepung buah pepaya 30% + tepung kangkung 70%. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan panjang mutlak ikan nila pada perlakuan P0 = 1.87 cm, P1 = 1.89 cm, P2 = 2.03 cm, P3 = 2.19 cm. Hasil pertumbuhan berat mutlak ikan nila pada perlakuan P0 = 0.60 g, P1 = 0.85 g, P2 = 0.98 g, P3 = 1.20 g. Hasil laju pertumbuhan spesifik ikan nila pada P0= 1.51, P1= 1.54, P2= 1.62, P3= 2.19. Hasil kelangsungan hidup (SR) pada P0= 60%, P1= 60%, P2= 67%, P3= 87%. Hasil dari rasio koversi pakan (FCR) pada P0= 1.18, P1= 1.19, P2= 1.19, P3= 1.15. Berdasarkan hasil penelitian laju pertumbuhan dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung buah pepaya dan tepung kangkung dengan konsentrasi pakan yang berbeda memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata antar perlakuan, dimana nilai signifikan F hitung (2.044) ˂ dari F tabel (5.79) dengan tingkat kepercayaan 95%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan nila merupakan ikan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Permasalahan yang sering muncul dalam budidaya ikan nila adalah rendahnya pertumbuhan ikan karena pakan yang mengandung energi tinggi sehingga sulit dicerna oleh ikan nila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pakan komersil dengan daun kangkung air (Ipomoea aquatica) dengan perbandingan yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan Nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilaksanakan selama 35 hari, di Hatchery SMK Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Berdasarkan hasil uji ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa variasi tiap perlakuan P1 (Pakan komersil), P2 (kombinasi tepung daun kangkung 10 %), P3 (kombinasi tepung daun kangkung 20%), P4 (kombinasi tepung daun kangkung 30%), dan P5 (kombinasi tepung daun kangkung 40%). Berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat mutlak dan laju pertumbuhan Spesifik (SGR), namun tidak berpengaruh nyata pada Panjang mutlak dan kelangsungan hidup (SR) pada ikan nila (Oreocrhomis niloticus). Namun dari kelima variasi di temukan bahwa yang terbaik pada perlakuan 2 yaitu kombinasi pakan komersil dan daun tepung kangkung air
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK PADAT DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP HASIL TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomea reptans Poir) DI KOTA TARAKAN
ABSTRAK
Aplikasi bahan organik sebagai pembenah tanah mampu memperbaiki kesuburan tanah. Peranan dari pembelahan tanah digunakan tergantung pada jenis dan sifatnya, yakni penggunaan pupuk urea, pupuk kandang ayam, dan pupuk kandang sapi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan dari pupuk organik dan anorganik serta hubungannya dengan pertumbuhan tanaman kangkung darat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakukan yaitu PO = Pupuk urea dengan konsentrasi 0.75 g/polybag, P1 = Pupuk kandang ayam dengan konsentrasi 62,5 g/polybag, P2 = POC ayam dengan konsentrasi 500 mL/polybag, P3 = Pupuk kandang sapi dengan konsentrasi 62,5 g/polybag, P4 = POC sapi dengan konsentrasi 500 mL/polybag. Perlakuan tersebut diberikan sebanyak 4 X yaitu pada waktu 1 minggu sebelum tanaman, 1 minggu setelah tanam, 2 minggu setelah tanam dan 3 minggu setelah tanam. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, banyak daun, panjang daun, lebar daun, panjang akar, dengan iterval waktu pengamatan setiap 1 minggu sekali serta berat basah dan berat kering oven tanaman yang diamati pada saat panen vegetatif umur 4 minggu setelah tanam. Pada penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan P1 pupuk kandang ayam memberikan nilai rata-rata tertinggi pada tinggi tanaman, banyak daun, panjang daun, lebar daun, berat basah dan berat kering tanaman dengan nilai 42.90%, 20.24%, 15.31%, 4.69%, 30,24%, 3,07% dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan P3 pupuk kandang sapi yang memberikan nilai tertinggi pada panjang akar dengan nilai 10,62%. Pada penelitian ini perlakuan dari P1 dan P3 memberikan nilai terbaik terhadap produktifitas tanaman kangkung darat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Ikan Nila (Oreochromis niloticus) salah satu ikan air tawar yang mendapat perhatian cukup besar dari pemerintah yang diharapkan dapat menyumbang peningkatan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penurunan kadar amoniak pada sistem akuaponik dengan menggunakan kepadatan kangkung yang berbeda untuk perbaikan kualitas air. Penelitian terdiri dari tiga perlakuan, yaitu perlakuan kontrol, akuaponik kepadatan 20 rumpun kangkung dan akuaponik kepadatan 40 rumpun kangkung. Hasil pengukuran konsentrasi amoniak pada perlakuan kontrol sebesar 0,504 mg/L, perlakuan akuaponik kepadatan 20 rumpun kangkung sebesar 0,343 mg/L dan perlakuan akuaponik kepadatan 40 rumpun kangkung sebesar 0,272 mg/L. sedangkan untuk pengukuran parameter lainnya, meliputi suhu berkisar 25-28oC, oksigen terlarut (DO) berkisar 3.5-5.7 mg/L, pH berkisar 7.6-8.0 dan nitrit berkisar 0.20-1.30 mg/L. Pertumbuhan bobot dan panjang ikan tertinggi diperoleh pada perlakuan akuaponik dengan kepadatan 40 rumpun kangkung, yaitu sebesar 9.2 g dan 3.4 cm. Nilai pertumbuhan kangkung berkisar 9.74-9.82 cm. Penurunan kadar amoniak dengan kepadatan rumpun kangkung yang berbeda sangat efektif untuk memperbaiki mutu kualitas air.