ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Kutu air atau Daphnia sp. salah satu pakan alami yang dimanfaatkan organisme sebagai sumber nutrisi terutama untuk kegiatan pembenihan, keberhasil budidaya ditentukan oleh pakan yang berkualitas baik khususnya yaitu pada fase pembenihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan air limbah budidaya ikan lele dan kotoran ayam sebagai media pertumbuhan populasi Daphnia sp. penelitian ini mengunakan metode eksperimen dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan Kontrol (100% air bersih), P1 (25% air limbah lele ( 75% air bersih), P2 (50% air limbah lele ( 50% air bersih), P3 (75% air limbah lele ( 25% air bersih), P4 (100% air limbah lele). Parameter yang diamati adalah pertumbuhan populasi Daphnia sp. dan kualitas air. Data di analisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjut dengan uji duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunaan air limbah budidaya ikan lele dan kotoran ayam mempengaruhi pertambahan populasi Daphnia sp. Populasi Daphnia sp. tertinggi di peroleh pada perlakuan P4 dengan dosis 100% air limbah budidaya ikan lele + 15 gram kotoran ayam, menghasilkan pertumbuhan populasi Daphnia sp. yang terbaik dengan jumlah 18.810 ind/l.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kutu air atau Daphnia sp salah satu pakan alami yang dimanfaatkan organisme sebagai sumber nutrisi terutama untuk kegiatan pembenihan, keberhasilan budidaya ditentukan oleh pakan yang berkualitas baik khususnya yaitu pada fase pembenihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan air limbah budidaya ikan nila dan kotoran ayam sebagai media pertumbuhan populasi Daphnia sp. penelitian ini mengunakan metode eksperimen dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan Kontrol (100% air bersih + 15 g kotoran ayam), P1 (25% air limbah nila 75% air bersih + 15 g kotoran ayam), P2 (50% air limbah nila 50% air bersih + 15 g kotoran ayam), P3 (75% air limbah nila 25% air bersih + 15 g kotoran ayam), P4 (100% air limbah nila + 15 g kotoran ayam). Parameter yang diamati adalah pertumbuhan populasi Daphnia sp dan kualitas air. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjut dengan uji duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunaan air limbah budidaya ikan nila dan kotoran ayam mempengaruhi pertambahan populasi Daphnia sp. Populasi Daphnia sp tertinggi diperoleh pada perlakuan P2 dengan dosis 50% air limbah budidaya ikan nila 50% air bersih + 15 g kotoran ayam, menghasilkan pertumbuhan populasi Daphnia sp yang terbaik dengan jumlah 8297 ind/l bahwa pengunaan air limbah budidaya ikan nila dan kotoran ayam mempengaruhi pertambahan populasi Daphnia sp.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK PADAT DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP HASIL TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomea reptans Poir) DI KOTA TARAKAN
ABSTRAK
Aplikasi bahan organik sebagai pembenah tanah mampu memperbaiki kesuburan tanah. Peranan dari pembelahan tanah digunakan tergantung pada jenis dan sifatnya, yakni penggunaan pupuk urea, pupuk kandang ayam, dan pupuk kandang sapi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan dari pupuk organik dan anorganik serta hubungannya dengan pertumbuhan tanaman kangkung darat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakukan yaitu PO = Pupuk urea dengan konsentrasi 0.75 g/polybag, P1 = Pupuk kandang ayam dengan konsentrasi 62,5 g/polybag, P2 = POC ayam dengan konsentrasi 500 mL/polybag, P3 = Pupuk kandang sapi dengan konsentrasi 62,5 g/polybag, P4 = POC sapi dengan konsentrasi 500 mL/polybag. Perlakuan tersebut diberikan sebanyak 4 X yaitu pada waktu 1 minggu sebelum tanaman, 1 minggu setelah tanam, 2 minggu setelah tanam dan 3 minggu setelah tanam. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, banyak daun, panjang daun, lebar daun, panjang akar, dengan iterval waktu pengamatan setiap 1 minggu sekali serta berat basah dan berat kering oven tanaman yang diamati pada saat panen vegetatif umur 4 minggu setelah tanam. Pada penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan P1 pupuk kandang ayam memberikan nilai rata-rata tertinggi pada tinggi tanaman, banyak daun, panjang daun, lebar daun, berat basah dan berat kering tanaman dengan nilai 42.90%, 20.24%, 15.31%, 4.69%, 30,24%, 3,07% dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan P3 pupuk kandang sapi yang memberikan nilai tertinggi pada panjang akar dengan nilai 10,62%. Pada penelitian ini perlakuan dari P1 dan P3 memberikan nilai terbaik terhadap produktifitas tanaman kangkung darat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemanfaatan pupuk organaik merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman padi. karena penggunaan pupuk organik dapat memberikan pengaruh positif yaitu memperbaiki sifat kimia, fisik, dan biologis tanah, diantaranya ialah POC Multitonik dan pupuk kotoran ayam sebagai pemasok unsur hara bagi tanaman padi. Tujuan dari penelitian ini diantaranya (1) mengetahui pengaruh dari beberapa konsentrasi POC Multitonik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi, (2) mengetahui pengaruh dari beberapa dosis pupuk kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi, (3) mengetahui pengaruh kombinasi antara POC Multitonik dan pupuk kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Adapun bebrapa konsentrasi dan dosis POC Multitonik (P): P0=kontrol, P1=3ml/liter, P2=5ml/liter, P3=7ml/liter, dan P4=9ml/liter. Dan pupuk kotoran ayam (K) : K1=28 gram (10 ton/ha), K2=42 gram(15 ton/ha), dan K3=56 gram (20 ton/ha). Dari hasil penelitian faktor tunggal P4 (9ml/liter) menunjukan hasil tertinggi pada tinggi tanaman (84.37cm), pada parameter jumlah anakan (11.88), pada jumlah malai (9.11), pada jumlah malai anakan produktif (6.11). sedangkan perlakuan pupuk kotoran ayam K3 (56 gram) menunjukan hasil tertinggi pada tinggi tanaman (86.24), pada jumlah anakan (13.4), pada jumlah malai (8.26), pada jumlah malai anakan produktif (5.26). pada faktor kombinasi P4K3 (9ml/liter5 + 56 gram) menunjukan hasil terbaik pada semua parameter pengamatan.