ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan lingkungan banyak terjadi diakibatkan oleh aktivitas manusia yang tidak memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Kerusakan lingkungan tersebut dapat berdampak pada menurunnya fungsi ekologis, menurunnya kualitas lingkungan, serta berkurangnya tingkat kesuburan tanah. Beberapa tanah yang tersebar di Kota Tarakan, Kalimantan Utara termasuk ke dalam golongan tanah marginal beriklim tropis dengan tingkat kesuburan tanah yang rendah, yaitu Ph kisaran 4,1-4,9, kandungan C- Organik kisaran 0,08-0,11%, P total tinggi 0,81%, N total sangat rendah 0,06% dan K total sangat rendah 0,06%. Oleh karena itu, upaya penanganan yang tepat untuk memulihkan lahan tersebut, yaitu melalui kegiatan reklamasi lahan berupa regevetasi lahan. Salah satu jenis tanaman yang dapat digunakan dalam kegiatan revegetasi lahan adalah jenis tanaman rumput-rumputan (rumput pakchong). Untuk membudidayakan rumput ini diperlukan ketersediaan hara pada tanaman dapat dilakukan dengan cara memberikan pupuk agar dapat mengurangi keterbatasan unsur hara atau kekurangan mineral pada tanaman. Pupuk yang digunakan dalam penelitian ini adalah pupuk AB Mix. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan dan empat ulangan. Adapun perlakuan yang digunakan yaitu, P0 (kontrol), P1 (kontrol positif (pupuk NPK Mutiara 16-16-16), P2 (400 ppm AB Mix), P3 (800 ppm AB Mix), P4 (1200 ppm AB Mix) dan P5 (1600 ppm AB Mix). Parameter pengamatan yang dilakukan yaitu tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, jumlah anakan, diameter batang, panjang akar,berat basah dan berat kering tanaman. Data dianalisis menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi 800 ppm menunjukkan hasil terbaik pada semua parameter yaitu tinggi tanaman 8 MST 257,87 cm, luas daun umur 8 MST 242,03 cm, Jumlah anakan 8 MST 6,42 batang, jumlah daun umur 8 MST 18 helai, diameter batang umur 8 MST 24,81 mm, panjang akar 8 MST 35,79 cm berat basah 1.030 kg dan berat kering 467,50 gr. Dengan demikian, pemberian perlakuan Ab Mix 800 ppm dapat meningkatkan kesuburan tanah, pertumbuhan dan hasil tanaman Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv. Thailand).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan lingkungan sering kali terjadi akibat ulah masyarakat itu sendiri sehingga dapat membuat kesuburan tanah menjadi menurun, Salah satu contoh kegiatan yang dapat menyebabkan kualitas tanah menjadi menurun yaitu pertambangan. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan reklamasi lahan berupa revegetasi lahan. Salah satu tanaman yang dapat dijadikan sebagai revegetasi lahan yaitu jenis tanaman rumput-rumputan (rumput odot). Untuk membudidayakan rumput odot diperlukan ketersediaan hara pada tanaman dapat dilakukan dengan cara memberikan pupuk agar dapat mengurangi keterbatasan unsur hara atau kekurangan mineral pada tanaman. Pupuk yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pupuk AB Mix. Tujuannya yaitu pupuk AB Mix dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman rumput odot. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok 1 faktor dengan 6 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali, perlakuan P0 (kontrol), P1 (kontrol positif (pupuk NPK Mutiara 16-16-16)), P2 (100 ppm AB Mix), P3 (200 ppm AB Mix), P4 (400 ppm AB Mix) dan P5 (800 ppm AB Mix). Parameter Pengamatan yaitu tinggi tanaman, diameter batang, panjang daun, jumlah daun, lebar daun dan berat basah tanaman. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA, apabila terdapat data berpengaruh nyata maka dilanjut dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P5 dengan konsentrasi 800 ppm menunjukkan hasil terbaik pada semua parameter yaitu tinggi tanaman 9 MST 84,76 cm, panjang daun umur 9 MST 69,95 cm, lebar daun umur 9 MST 3,66 cm, jumlah daun umur 9 MST 81,25, diameter batang umur 9 MST 2,52 dan berat basah 1,08 kg. P5 tidak berbeda nyata pada perlakuan P1 sebagai kontrol positif yang menggunakan pupuk NPK Mutiara 16-16-16 dengan dosis 2,25 gr/tanaman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan data produksi tanaman sayuran dan buah-buahan semusim dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan tahun 2019-2021, melaporkan bahwa produksi tanaman bayam pada tahun 2019 sebesar 26.377 kuintal dengan luas panen 496 ha, tahun 2020 sebesar 27.545 kuintal dengan luas panen 460 ha dan 2021 sebesar 23.779 kuintal dengan luas panen 433 ha. Hal tersebut menunjukkan bahwa produksi bayam di kota Tarakan mengalami penurunan dan memerlukan peningkatan produksi yang mampu meningkatkan produksi bayam salah satunya dengan menggunakan hidroponik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian nutrisi AB mix dan biourine sapi dan mengetahui adanya perlakuan yang mampu memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan 4 ulangan Data hasil penelitian dianalisis sidik ragam dan di uji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan taraf 5 %. Pemberian AB mix dan Biourine sapi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam pada hidroponik dengan sistem wick. Pemberian 15 ml/liter air AB mix merupakan perlakuan terbaik karena mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman bayam pada parameter tinggi tanaman 4 MST (21,66 cm), jumlah daun 4 MST (± 8 helai), lebar daun 4 MST (6.47 cm), Panjang akar (18,57 cm), dan Diameter batang (0,60 cm). Pemberian 15 ml/liter air AB mix mampu meningkatkan hasil tanaman bayam dengan berat basah tumbuhan pada 4 MST mencapai 14,96 gram pertanaman.