ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usaha Tani Sayuran Sawi Hijau, Kangkung dan Bayam di Kecamatan Tarakan Barat”. Pokok permasalahan dalam penelitian ini diuraikan dalam dua rumusan masalah yaitu : 1) Bagaimana karakteristik petani sayuran sawi hijau, kangkung dan bayam di Tarakan barat ? 2) Bagaimana pengaruh faktor-faktor produksi secara parsial terhadap produksi usaha tani sayuran sawi hijau, kangkung dan bayam di Tarakan barat ? Adapun lokasi dan waktu penelitian terkhusus dilakukan dalam wilayah Kecamatan Tarakan Barat dengan waktu yang dimulai pada bulan Februari 2025. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik non- probability sampling yaitu purposive sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa Observasi, Wawancara dan Kuesioner serta Dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti yaitu : 1) Karakteristik petani sayuran sawi hijau, kangkung dan bayam di Tarakan barat dibagi menjadi tiga karakteristik yaitu a. karakteristik berdasarkan jenis kelamin, karakteristik ini menunjukkan bahwa petani laki-laki lebih mendominasi dengan persentasi 57% sedangkan petani Perempuan dengan persentasi 43%. b. karakteristik berdasarkan usia, karakteristik ini menunjukkan bahwa mayoritas petani berada pada rentang usia 33-39 tahun. c. karakteristik berdasarkan Tingkat Pendidikan, berdasarkan karakteristik ini bahwa Pendidikan terakhir petani berada dalam persentase SD (30%), SMP (37%) dan SMA (33%). 2) Faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap tanaman sawi hijau, kangkung dan bayam adalah lahan untuk tanaman sawi hijau, pestisida untuk tanam kangkung dan bayam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cabai rawit merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Komoditas cabai rawit ini memiliki dampak yang kuat pada inflasi karena dikonsumsi oleh sebagian besar penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur biaya dan kelayakan finansial usaha tani cabai rawit di Kelurahan Juata Laut Kota Tarakan. Responden dalam penelitian ini sebanyak 30 orang petani cabai rawit yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis struktur biaya (biaya tetap, biaya variabel dan biaya total), penerimaan, pendapatan dan kelayakan finansial (R/C Ratio dan BEP). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biaya variabel memberikan kontribusi tertinggi terhadap biaya total yaitu sebesar 96% dibandingkan dengan biaya tetap sebesar 4%. Hasil kelayakan finansial usaha tani cabai rawit berdasarkan data yang diperoleh pada saat penelitian menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 6,80 yang dapat diartikan bahwa usaha tani cabai rawit di Kelurahan Juata Laut Kota Tarakan layak untuk diusahakan, BEP produksi yang dihasilkan sebesar 1,16 kg dapat dikatakan layak, BEP harga Rp.14.711 dapat dikatakan layak, dan untuk BEP penerimaan sebesar Rp.116.094 dapat dikatakan layak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu komoditas tanaman pangan yang menjadi unggulan dan mempunyai potensi di Indonesia adalah cabai rawit. Kecamatan Muruk Rian merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Tana Tidung yang merupakan salah satu daerah sentra produksi cabai rawit. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pendapatan dalam usaha tani cabai rawit di Kecamatan Muruk Rian Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan Metode penentuan sampel dalam penelitian ini merupakan teknik sensus sampling dengan jumlah responden 32 petani cabai rawit. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Abstrak ata yang digunakan pendapatan dan kelayakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya produksi usaha tani yang dikeluarkan petani cabai rawit di Kecamtan Muruk Rian pada setiap kali panen sebesar 2.984.789 kg/7 bulan yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 193.906 dan biaya variabel 2.790.883, penerimaan sebesar Rp 47.010.938, pendapatan sebesar Rp 44.026.194 dan R/C ratio sebesar 15,7. Hal ini berarti usaha tani cabai rawit tersebut layak untuk diusahakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tingkat kesejahteraan petani ditentukan oleh struktur pendapatan petani yang salah satunya tergambar dari upah yang diterima buruh dan keragaan tingkat daya beli rumah tangga petani. Penelitian ini betujuan: 1) Untuk mengitung pendapatan petani kelapa sawit di Desa Samaenre Kecematan Sei Menggaris di 2) Untuk menganalisis Kesejahteraan petani kelapa sawit di Desa Samaenre Kecematan Sei Menggaris Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Samaenre Semaja Kecamatan Sei Menggaris Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah rumah tangga petani kelapa sawit dengan teknik penentuan sampel yang dilakukan secara sengaja (purposive) berjumlah 40 kepala keluarga rumah tangga petani kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah analisis biaya usahata tani, penerimaan, pendapatan, dan GSR. Berdasarkan hasil analisis pendapatan petani kelapa sawit di Desa Samaenre dalam satu priode yang berlangsung selama satu bulan terdapat dua kali panen atau dua kali penerimaan. Dalam satu priode total biaya yang harus dikeluarkan petani sebesar Rp. 8.137.735.000 dan penerimaan sebesar Rp. 15.965.000 sehingga pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 3.827.265. Analisis tingkat kesejahteraan GSR rumah tangga petani kelapa sawit didesa Samaenre yaitu nilai GSR sebesar 0,45 dengan persentase 45%, yang artinya nilai GSR 1 berarti sebanyak 45% ekonomi rumah tangga petani kelapa sawit tergolong ekonomi rumah tangga sejahtera Hal ini disebabkan oleh peroses pengolahan lahan yang diolah cukup luas sehingga menyebabkan hasil produksi usahatani yang dihasilkan cukup tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Padi merupakan tanaman pangan yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia nasi dianggap sebagai bahan makanan yang kaya akan karbohidrat. Beras merupakan komoditas utama yang menopang pangan masyarakat Indonesia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan dalam usaha tani padi sawah di Kecamatan Malinau Barat dan menganalisis kelayakan usahatani padi sawah di Kecamatan Malinau Barat. Penentuan daerah penelitian secara purposive sampling. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini merupakan teknik simple random sampling dengan jumlah responden 65 petani padi sawah. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan pendapatan dan kelayakan. Hasil analisis menunjukan bahwa biaya produksi usaha tani yang dikeluarkan petani padi sawah di Kecamatan Malinau Barat pada dua kali musim tanam sebesar Rp 885.366 yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 128.443 dan biaya variabel 756.923, penerimaan sebesar Rp 11.117.000, pendapatan sebesar Rp 10.231.634 dan B/C ratio sebesar 1,15. Hal ini berarti usaha tani padi sawah tersebut layak untuk diusahakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERAN KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI USAHATANI TANAMAN HORTIKULTURA (Studi Kasus Kelompok Tani Harapan Sejahtera Kelurahan Kampung Enam, Kecamatan Tarakan Timur) Abstrak Kelompok tani adalah salah satu kelembagaan pertanian yang memiliki peranan untuk mengembangkan unit usaha secara bersama. Peranan kelompok tani dalam hal ini berarti fungsi, penyesuaian diri dan proses dari suatu kelompok tani, untuk memenuhi kebutuhan dari anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kelompok tani dalam meningkatkan produksi usahatani tanaman hortikultura di kampung enam, kecamatan Tarakan timur. Responden dalam penelitian ini adalah ketua dan anggota kelompok tani sebanyak 29 petani. Adapun analisis data yang digunakan adalah menggunakam teknik analisis deskriptif dan pembobotan. Adapun hasil penelitian menunjukkan kelompok tani berperan sebagai media belajar melaksanakan pertemuan rutin, melaksanakan berbagai kursus dan kelompok tani dapat meningkatkan motivasi petani dalam usaha tani dengan total skor 237. Kelompok tani berperan sebagai media kerjasama dengan melakukan kerjasama dengan anggota lain, melaksanakan pengambilan keputusan bersama, meningkatkan minat antar petani untuk melakukan kegiatan usaha tani dan memperkuat komitmen antar petani dengan total skor 303. Peran kelompok tani sebagai unit produksi dengan menjalin kerjasama kemitraan, mempermudah penjualan, melakukan penanaman bersama, kesepakatan bersama dan mempermudah akses informasi harga jual dengan total skor 300. Peran kelompok tani sebagai unit bisnis, dengan seluruh pertanyaan masuk dalam kategori berperan dengan total skor 365 dengan membantu modal usaha tanaman, pelatihan pengolahan produk hortikultura menjadi produk minuman atau makanan jadi, dan pelatihan tentang berusahatani,
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masyarakat Desa Kaliamok mengusahakan tanaman padi sebagai tanaman utama yang selalu dibutuhkan karena tanaman padi menghasilkan beras yang dapat memenuhi kebutuhan konsumsi makanan dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi, sehingga menjadi faktor utama dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan rumah tangga petani padi sawah. Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Analisis Pendapatan dan Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Padi Sawah di Desa Kaliamok Kecamatan Malinau Utara. Pertama, berapakah pendapatan petani padi sawah di Desa Kaliamok, Kecamatan Malinau Utara. Kedua, Bagaimana kesejahteraan rumah tangga petani padi sawah di Desa Kaliamok, Kecamatan Malinau Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah petani padi sawah yang ada di Desa Kaliamok. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah responden sebanyak 38 petani. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan yaitu biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan analisis skoring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan usaha tani padi sawah di Desa kaliamok Kecamatan Malinau Utara dengan rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp 1.031.513 dengan hasil produksi sebanyak 1067 kg dan penerimaan yang diperoleh petani padi sawah sebesar Rp 6.508.700 adapun rata-rata pendapatan yang diperoleh petani padi sawah sebesar Rp 5.477.187 untuk satu kali proses produksi atau musim tanam. Kesejahteraan rumah tangga petani padi sawah di Desa Kaliamok Kecamatan Malinau Utara berdasarkan hasil perhitungan skor didapatkan skor sebesar sebesar 2462 dengan kategori tingkat kesejahteraan sedang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perencanaan usaha tani dilakukan sebagai bentuk pengelolaan usaha tani, Meskipun secara eksplisit umumnya petani tidak melakukan perencanaan usaha tani, akan tetapi secara implisit mereka sudah melakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kegiatan perencanaan usaha tani berdasarkan klafisikasi pada tanaman hortikultura di Kecamatan Tarakan Timur, (2) mengevaluasi usaha tani pada tanaman hortikultura di Kecamatan Tarakan Timur. Penetuan sampel ini menggunakan teknik non probality sampling secara kuota dengan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 21 orang. Metode analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui perencanaan dan kendala dalam usaha tani. Sedangkan analisis kuantitatif digunakan kelayakan finansial usaha tani dengan menganalisis nilai R/C ratio dan BEP (produksi, harga, penerimaan). Hasil penelitian perencanaan yang dilakukan petani berdasarkan klasifikasi usaha tani hortikultura di Kecamatan Tarakan Timur sebagai berikut berdasarkan coraknya dalam merencanakan usaha taninya petani menanam tanaman hortikultura sayuran bertujuan untuk dijual hasilnya (komersil), berdasarkan bentuk usaha tani petani berusaha tani secara individu bukan secara kelompok, berdasarkan pola usaha tani dikarenakan tanaman yang diusahakan adalah hortikultur sayuran seperti bayam, kangkung, sawi, selada, daun bawang, seledri, kacang panjang, terong, timun, lombok, gambas, jagung, maka termasuk usaha tani lahan kering, dan berdasarkan tipe usaha taninya cara berbudi daya dilakukan dengan sistem monokultur. Adapun Kendala yang terjadi adalah ketidak mampuan dalam menyusun rencana secara tertulis dan kurangnya atau ketidaktahuan akses informasi terkait sumber daya yang akan digunakan dalam usaha tani. Hasil analisis kelayakan finansial usaha tani dari nilai R/C ratio sebesar 1,29. BEP produksi sebesar 31 Kg per Ha, BEP harga sebesar Rp.8.040 per Kg, dan BEP Penerimaan sebesar Rp.835.121 per Ha. Nilai BEP produksi, BEP harga, dan BEP penerimaan semuanya dikatakan layak karena lebih kecil dari nilai produksi rata-rata per Ha yaitu 498 Kg, harga rata-rata per kg Rp 14.821, dan penerimaan per Ha Rp 5.171.791.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Kelembagaan adat memiliki peran yang penting dalam keberasilan usaha tani ladang di desa labuk kecamatan sembakung kabupaten, nunukanlembaga adat membantu dalam proses mulai dari pembukaan lahan sampai panen padi ladang dengan beberapa ritul yang di yakini dapat menentukan keberasilan usaha tani ditinjau dalam aspek budaya. Penelitin ini bertujuan untuk : 1) mengetahui keberadaan dan eksitensi lembaga adat dalam usaha tani padi lahan kering di desa labuk kecamatan sembakung kabupaten nunukan, 2) mengetahui peran lembaga adat dalam usaha tani padi lahan kering, Metode penelitian menggunakan deskriptif. Analisi data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa keberadaan dan estitensi lembaga adat dalam usaha tani padi lahan kering masi sangat di butukan peran lembaga adat adalah menyelesaikan sengketa lahan petani, mengatur jadwal pembukaan lahan, mengatur jadwal penugalan padi, mengatur jadwal ritual penurunan air hujan, mengatur jadwal petani untuk pembersihan padi dan mengatur jadwal petani untuk melakukan pemanenan pada. Di harapkan kearifan lokal ini dapat terjaga dengan optimalisasi peran masyarakat dan stekeholderlainnya. Kata Kunci: Peran Lembaga Adat Dayak,Analisis Deskriptif, Usaha Tani Padilahan Kering.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui seberapa besar pendapatan usaha tani rumput laut di Desa Sei Lancang, (2) menganalisis besarnya tingkat risiko produksi, harga, dan pendapatan usaha tani rumput laut di Desa Sei Lancang, dan (3) menganalisis kelayakan finansial dari usaha tani rumput laut di Desa Sei Lancang. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Pengambilan jumlah responden ditentukan dengan metode simple random sampling yaitu sebanyak 60 responden. Metode analisis yang digunakan di dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan, koefisien variasi (CV) R/C, BEP produksi, dan BEP harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) rata-rata pendapatan yang diterima petani rumput laut di Desa Sei Lancang per hektar dengan 3 kali periode produksi sebesar Rp 3.359.310, (2) Risiko paling tinggi adalah risiko pendapatan dengan nilai koefisien variasi (KV) sebesar 0,79, disusul risiko produksi sebesar 0,39, dan yang terakhir risiko harga sebesar 0,05, dan (3) berdasarkan hasil perhitungan kelayakan usaha tani rumput laut, diperoleh nilai R/C ratio sebesar 1,58, nilai BEP produksi sebesar 229 Kg dan BEP harga sebesar Rp 14.281. Hal ini berarti usaha tani rumput laut tersebut layak untuk diusahakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Analisis Efisiensi Teknis Penggunaan Input Produksi Pada Usaha Tani Bayam (Amaranthus hybridus L) Di Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penggunaan input luas lahan, benih, tenaga kerja, pupuk dan insektisida terhadap tingkat produksi usaha tani bayam di Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2022. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data primer dan sekunder. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 35 petani bayam yang dipilih menggunakan metode teknik sampling jenuh. Analisis data yang digunakan adalah analisis fungsi Cobb- Douglas dan Elastisitas Produksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai R square sebesar 0,865 yang berarti bahwa sebesar 86,5 persen variasi produksi bayam dapat dijelaskan oleh variabel luas lahan, benih, tenaga kerja, pupuk, dan insektisida sedangkan sisanya yaitu sebesar 13,5 persen dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian. Hasil uji F secara keseluruhan menunjukkan bahwa secara simultan semua variable independent (X) berpengaruh nyata terhadap variable dependent (Y) yang artinya bahwa input yang digunakan memberikan pengaruh nyata terhadap produksi bayam di Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas. Secara parsial variabel luas lahan (X1), benih (X2), dan insektisida (X5) berpengaruh nyata terhadap produksi bayam di Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas dengan nilai Sig 0,000 0,05 artinya bahwa penggunaan input produksi luas lahan, benih, insektisida sudah cukup maksimal. Sedangkan untuk variabel tenaga kerja (X4) dan pupuk (X5) tidak berpengaruh nyata terhadap produksi bayam dengan nilai Sig 0,000 > 0,05. Hasil elastisitas produksi menunjukkan bahwa nilai ep dari variabel luas lahan, benih, tenaga kerja, pupuk, dan insektisida menunjukkan angka 1,103 > 1, artinya semua input produksi yang digunakan dalam usaha tani bayam di Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas dari sisi input produksi belum efisien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rendahnya produksi padi sawah di Desa Sajau Hilir disebabkan oleh terbatasnya penggunaan faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh petani, antara lain luas lahan, biaya produksi, pengalaman berusahatani dan produksi. Sehingga dapat berpengaruh terhadap pendapatan petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar pendapatan petani, pengaruh faktor-faktor terhadap pendapatan petani dan faktor yang paling berpengaruh terhadap pendapatan petani padi sawah di Desa Sajau Hilir. Jumlah populasi dalam penelitian yaitu sebanyak 144 jiwa, dan jumlah sampel sebanyak 36 responden petani padi sawah. Dengan teknik pengolahan data menggunakan analisis linear berganda dalam bentuk logaritma fungsi cobb douglass. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan yang diterima petani padi sawah di Desa Sajau Hilir per hektar per sekali panen sebesar Rp. 11.216.292. Secara simultan (Uji F) nilai uji F sebesar 625.247 dengan nilai signifikan 0.000. Variabel luas lahan (X1) biaya produksi (X2) pengalaman berusahatani (X3) dan produksi (X4) berpengaruh signifikan dan berhubungan positif terhadap tingkat pendapatan petani padi sawah di Desa Sajau Hilir Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Secara parsial (Uji t) faktor yang paling berpengaruh terhadap pendapatan petani padi sawah yaitu variabel biaya produksi (X2) dengan nilai t hitung sebesar -17.551 nilai signifikan 0.000 dan variabel produksi (X4) dengan nilai t hitung sebesar 49.531 nilai signifikan 0.000. Biaya produksi dan produksi faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap pendapatan petani padi sawah di Desa Sajau Hilir Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bermaksud menjawab tiga tujuan terkait Analisis Usaha Tani Buah Melon (Cucumis Melo L.) Di Kota Tarakan (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Flora Dan Fauna Mandiri Di Kelurahan Juata Permai KecamatanTarakan Utara). Pertama, bagaimana karakteristik Kelompok Tani Flora dan Fauna Mandiri?. Kedua, berapa besar biaya produksi, penerimaan, pendapatan usahatani buah melon Kelompok Tani Flora dan Fauna Mandiri di Kelurahan Juata Permai?. Ketiga, Bagaimana kelayakan usaha tani buah melon Kelompok Tani Flora dan Fauna Mandiri di Kelurahan Juata Permai?. Metode penentuan sampel menggunakan metode sensus. Sampel dalam penelitian ini adalah petani buah melon di Kelompok Tani Flora Dan Fauna Mandiri. Adapun analisis data yang digunakan analisis deskriptif statistik, analisis usaha tani dan analisis kelayakan usaha tani yaitu R/C ratio dan BEP. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: pertama, diketahui karakteristik petani buah di Kelompok Tani Flora dan Fauna Mandiri berdasarkan umur, pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, luas lahan, dan status kepemilikan lahan. Kedua, rata-rata besar biaya produksi sebesar Rp. 17.738.230. Penerimaan sebesar Rp.96.375.000 dan Pendapatan sebesar Rp. 78.636.770. Ketiga, usaha tani buah melon secara finansial layak untuk diusahakan dan dikembangkan ditinjau dari kriteria kelayakan R/C ratio yakni R/C > 1 yaitu sebesar 5 dan berdasarkan analisis Break Even Point yaitu BEP Produksi sebesar 56 Kg, BEP Harga sebesar Rp.2.761, dan BEP Penerimaan sebesar Rp.843.558.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Viansensus Boy (1640202100), “Kontribusi Pendapatan Usaha Tani Sawi (Brassica rapa var. parachinensis L ) Terhadap Pendapatan Rumah Tangga di Kelurahan Kampung Enam Kota Tarakan (Studi Kasus Usaha Tani Sawi Bapak Marten)”. Dibimbing oleh bapak Mohammad Wahyu Agang S.Hut., M.P. Sawi merupakan jenis sayur yang banyak digemari dan dikonsumsi oleh semua golongan mulai dari golongan masyarakat kelas bawah hingga golongan masyarakat kelas atas. Karena tanaman sawi disamping mengandung zat gizi tinggi juga harga yang terjangkau oleh semua golongan. Usaha tani sawi merupakan salah satu usahatani yang di lakukan masyarakat Kelurahan Kampung Enam, terkhususnya bapak Marten. Pendapatan yang di dapatkan dari hasil menjual sayur sawi ini di gunakan untuk mencukupi kebutuhan pangan, juga kebutuhan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) berapa besar pendapatan rata-rata rumah tangga dari kegiatan usaha tani sawi Bapak Marten, (2) berapa besar kontribusi pendapatan usaha tani sawi terhadap pendapatan rumah tangga bapak Marten. Responden dalam penelitian ini adalah anak dari bapak Marten. Analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kuantitatif, dimana untuk mengetahui pendapatan dari usaha tani bapak Marten yaitu penerimaan di kurangi biaya total, sedangkan untuk mengetahui besarnya kontribusi pendapatan dari usaha tani sawi terhadap pendapatan bapak Marten menggunakan yaitu pendapatan usahatani sawi di kurangi dengan total pendapatan keluarga/rumah tangga. Berdasarkan hasil penelitian besarnya pendapatan yang di dapatkan bapak Marten dari usaha tani sawi selama sebulan yaitu sebesar Rp 2.030.955, sedangkan besarnya persentase kontribusi pendapatan yang diberikan yaitu 21,60% dan dimasuk kan dalam kategori rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Irigasi sprinkler merupakan suatu metode irigasi yang fleksibel dimana selain dapat digunakan untuk menyiram tanaman, bisa juga untuk digunakan untuk pemupukkan dan pemberantasan hama. Teknologi irigasi pancar (sprinkler irrigation) dapat memberikan efisiensi dan efektifitas yang cukup tinggi dalam memenuhi kebutuhan air bagi tanaman di Desa Seputuk khususnya pada tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya penerimaan dan pendapatan usaha tani jagung di Desa Seputuk dengan menggunakan irigasi pancar dan tradisional, serta mengetahui tingkat efisiensi antara usaha tani jagung dengan irigasi pancar dan tradisional. Teknik analisis data menggunakan analisis usaha tani dan R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan yang diperoleh dari petani jagung yang menggunakan irigasi pancar sebesar Rp.2.331.194 per 0,04 ha lebih besar dibandingkan dengan pendapatan petani jagung dengan tradisional sebesar Rp1.352.916 per 0,04 ha. Penerimaan pada usaha tani jagung dengan irigasi pancar sebesar Rp.2.800.00 per 0,04 ha sedangan penerimaan usaha tani jagung dengan tradisonal sebesar Rp.1.600.000 per 0,04 ha. Efesiensi usaha tani dengan irigasi pancar sebesar 7,16 lebih tinggi dibandingkan dengan efisiensi usaha tani dengan tradisonal sebesar 6,10. Hal ini dikarenakan pada usaha tani jagung dengan irigasi pancar pemanfaatan air bagi tanaman yang lebih optimal dibandingkan usaha tani jagung dengan cara tradisional.