Abstrak
Tingkat kesejahteraan petani ditentukan oleh struktur pendapatan petani yang salah satunya tergambar dari upah yang diterima buruh dan keragaan tingkat daya beli rumah tangga petani. Penelitian ini betujuan: 1) Untuk mengitung pendapatan petani kelapa sawit di Desa Samaenre Kecematan Sei Menggaris di 2) Untuk menganalisis Kesejahteraan petani kelapa sawit di Desa Samaenre Kecematan Sei Menggaris Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Samaenre Semaja Kecamatan Sei Menggaris Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah rumah tangga petani kelapa sawit dengan teknik penentuan sampel yang dilakukan secara sengaja (purposive) berjumlah 40 kepala keluarga rumah tangga petani kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah analisis biaya usahata tani, penerimaan, pendapatan, dan GSR. Berdasarkan hasil analisis pendapatan petani kelapa sawit di Desa Samaenre dalam satu priode yang berlangsung selama satu bulan terdapat dua kali panen atau dua kali penerimaan. Dalam satu priode total biaya yang harus dikeluarkan petani sebesar Rp. 8.137.735.000 dan penerimaan sebesar Rp. 15.965.000 sehingga pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 3.827.265. Analisis tingkat kesejahteraan GSR rumah tangga petani kelapa sawit didesa Samaenre yaitu nilai GSR sebesar 0,45 dengan persentase 45%, yang artinya nilai GSR 1 berarti sebanyak 45% ekonomi rumah tangga petani kelapa sawit tergolong ekonomi rumah tangga sejahtera Hal ini disebabkan oleh peroses pengolahan lahan yang diolah cukup luas sehingga menyebabkan hasil produksi usahatani yang dihasilkan cukup tinggi.