Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

14 hasil
Subjek: R/C ratio
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS USAHATANI KELENGKENG (DIMOCARPUS LONGAN L.) PADA KELOMPOK TANI HUTAN MU’UNG JAYA DI DESA LONG SAM KECAMATAN TANJUNG PALAS BARAT KABUPATEN BULUNGAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman kelengkeng (Dimocarpus longan L.) merupakan komoditas hortikultura unggulan di Desa Long Sam, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kabupaten Bulungan, yang dikembangkan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Mu'ung Jaya dalam rangka mendukung program One Village One Product Kabupaten Bulungan. Meskipun potensi pengembangan kelengkeng di wilayah tersebut cukup besar, petani masih menghadapi berbagai kendala, di antaranya tingginya biaya produksi, keterbatasan akses pasar, serta belum tersedianya data kelayakan finansial yang terukur sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghitung biaya dan pendapatan usaha budidaya kelengkeng pada kondisi aktual petani; (2) menganalisis proyeksi kelayakan finansial budidaya kelengkeng berdasarkan indikator yang sesuai dengan ketersediaan data; dan (3) menganalisis sensitivitas kelayakan finansial model ideal terhadap penurunan harga jual dan kenaikan biaya produksi berdasarkan literatur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 di Desa Long Sam menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan purposive sampling terhadap petani 4 petani yang tanaman kelengkengnya telah berproduksi dari total 9 anggota KTH Mu'ung Jaya. Data dianalisis menggunakan indikator pendapatan dan R/C Ratio untuk kondisi aktual, serta NPV, Net B/C, IRR, dan Payback Period untuk model ideal sebagai benchmark. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya tetap tertinggi dimiliki oleh Bapak Alui Kayang sebesar Rp4.685.845/tahun, sedangkan biaya variabel tertinggi juga dimiliki oleh responden yang sama sebesar Rp9.707.000. Pendapatan aktual antar petani bervariasi; Bapak Alui Kayang memperoleh pendapatan tertinggi sebesar Rp10.607.155/ha, diikuti Bapak Daud Kasing sebesar Rp5.081.437/ha, sementara Bapak Lasarus Adie dan Bapak Baya Talau mengalami pendapatan negatif masing-masing sebesar -Rp7.077.131 dan -Rp2.129.274. Berdasarkan R/C Ratio, usaha Bapak Alui Kayang R/C Ratio = 1,74 dan Bapak Daud Kasing R/C Rasio = 2,03 dinyatakan layak, sedangkan usaha Bapak Lasarus Adie R/C Ratio = 0,17 dan Bapak Baya Talau R/C Ratio = 0,75 dinyatakan belum layak. Analisis model ideal pada tingkat diskonto 5,25% menghasilkan NPV sebesar Rp13.135.948.649, Net B/C sebesar 820,21, IRR sebesar 14,62%, dan Payback Period selama 1,09 tahun pada skenario harga lokal, yang menunjukkan bahwa budidaya kelengkeng berpotensi layak secara finansial apabila dikelola sesuai standar teknis ideal. Hasil uji sensitivitas menunjukkan model ideal tetap layak meskipun terjadi penurunan harga jual hingga 20% dan kenaikan biaya produksi hingga 20% secara bersamaan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK NPK PELANGI DAN PELAKSANAAN PROGRAM MARI KITA MAJUKAN USAHA RAKYAT (MAKMUR) TERHADAP PRODUKSI TANAMAN KELAPA SAWIT DAN KESEJAHTERAAN PETANI KELAPA SAWIT SERTA ANALISIS USAHA BUDIDAYA KELAPA SAWIT

2026•

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya produktivitas kelapa sawit rakyat di Desa Semaja, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, yang berdampak pada rendahnya tingkat pendapatan dan kesejahteraan petani. Rata-rata produksi tandan buah segar (TBS) petani di wilayah ini masih berada di bawah standar produktivitas nasional. Salah satu penyebab utama adalah penggunaan pupuk yang tidak terstandar serta kurangnya pendampingan teknis budidaya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PT Pupuk Kalimantan Timur melalui Program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (MAKMUR) memperkenalkan penggunaan Pupuk NPK Pelangi yang disertai dengan pendampingan teknis, akses permodalan, dan jaminan pemasaran hasil produksi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh penggunaan Pupuk NPK Pelangi dan pelaksanaan Program MAKMUR terhadap produksi kelapa sawit; (2) mengetahui pengaruh penggunaan pupuk NPK Pelangi dan Pelaksanaan Program MAKMUR terhadap kesejahteraan petani; (3) menganalisis biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan bersih usaha tani; serta (4) mengevaluasi kelayakan ekonomi usaha tani berdasarkan R/C Ratio dan Break Even Point (BEP) Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Sampel penelitian adalah petani kelapa sawit yang tergabung dalam Program MAKMUR di Desa Semaja. Analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antara variabel penggunaan Pupuk NPK Pelangi (X1), Program MAKMUR (X2), produksi kelapa sawit (Y1) sebagai variabel mediator, dan kesejahteraan petani (Y2). Selain itu dilakukan analisis usaha tani untuk menghitung struktur biaya, penerimaan, pendapatan, R/C Ratio, dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Pupuk NPK Pelangi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produksi kelapa sawit. Program MAKMUR juga memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan produksi melalui penyediaan input, pendampingan teknis, dan akses pasar. Produksi kelapa sawit terbukti berperan sebagai variabel mediator yang memperkuat pengaruh penggunaan pupuk dan pelaksanaan program terhadap kesejahteraan petani. Peningkatan produksi berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga petani, akses pendidikan, dan akses layanan kesehatan. Analisis usaha tani menunjukkan bahwa setelah penerapan penggunaan Pupuk NPK Pelangi dan Program MAKMUR, usaha tani kelapa sawit berada dalam kondisi layak secara ekonomi. Nilai R/C Ratio lebih besar dari satu, yang menunjukkan bahwa usaha tani menguntungkan. Analisis BEP produksi dan BEP harga menunjukkan bahwa tingkat produksi dan harga jual telah berada di atas titik impas, sehingga usaha tani memiliki margin keuntungan yang positif. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara penggunaan pupuk berkualitas dan pelaksanaan program pendampingan pertanian mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kelapa sawit secara berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan Program MAKMUR serta menjadi dasar perumusan kebijakan pertanian yang lebih tepat sasaran di wilayah perbatasan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI SEMANGKA (Citrullus lanatus) DI DESA TANJUNG BUKA KECAMATAN TANJUNG PALAS TENGAH

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Usahatani semangka (Citrullus lanatus) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi meningkatkan pendapatan petani. Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan menjadi salah satu wilayah pengembangan semangka, namun petani masih menghadapi kendala berupa tingginya biaya produksi, keterbatasan transportasi, dan ketergantungan pada pengepul. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetauhi Penerimaan dan pendapatan usahatani semangka di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah (2) Untuk Mengetahui kelayakan usahatani semangka di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2025 dengan metode survei terhadap 15 petani semangka yang dipilih secara purposive sampling. Data primer dan sekunder dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan indikator biaya produksi, penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), dan Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi usahatani semangka sebesar Rp19.164.357 per musim tanam, dengan total penerimaan Rp49.200.000 sehingga menghasilkan pendapatan Rp30.035.643. Nilai R/C Ratio sebesar 3,03 menunjukkan bahwa usahatani semangka layak dan menguntungkan. Analisis BEP menunjukkan BEP produksi sebesar 3.194 kg, BEP harga Rp2.275 per kg, dan BEP penerimaan Rp5.355.126. Nilai tersebut berada di bawah produksi aktual 8.200 kg, harga jual Rp6.000 per kg, dan penerimaan aktual, sehingga usahatani semangka telah melampaui titik impas dan memberikan keuntungan bagi petani.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Usahatani Sistem Hidroponik (studi kasus: Eugene Farm, Tarakan)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sistem hidroponik ini merupakan sayuran yang ditanam tanpa menggunakan media tanah. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengatahui teknis budidaya hidroponik di Eugene Farm (2) untuk mengatahui berapa pendapatan usahatani di Eugene Farm (3) berapa besar kelayakan usahatani sayuran hidroponik di Eugene Farm. Penelitian ini dilakukan di Eugene Farm Hidroponik Karang Anyar Kecamatan Tarakan Barat Kota Tarakan. Data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data dan informasi yang dikumpulkan dianalisis secara kuantitatif yang diolah dengan Microsoft Excel. Analisis kuantitatif dilakukan dalam menilai biaya-biaya yang di keluarkan, pendapatan dan kelayakan dengan melakukan perhitungan R/C Rasio di Eugene Farm Hidroponik. Hasil penelitian ini menunjukan bawah (1) teknik yang digunakan oleh Eugene Farm Hidroponik adalah sistem NFT (Nutrient Film Technique) (2) pendapatan yang di peroleh oleh Eugen Farm sebesar Rp 2.763.707,00 per periode tanam (3) usahatani sayuran hidroponik di Eugene Farm memberikan manfaat dan layak di usahakan karen R/C Rationya sebesar 1,85

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI CABAI RAWIT DI KELURAHAN MAMBURUNGAN TIMUR KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pendapatan dan kelayakan usahatani cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan. Responden dalam penelitian ini sebanyak 25 orang petani cabai rawit yang ditentukan melalui metode sensus. Jenis data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan kuisioner. Data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui dokumen, catatan, jurnal dan lain-lain yang dibutuhkan dalam penelitian. Metode analisis data dalam penelian ini menggunakan R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Pertama, rata-rata pendapatan yang diperoleh petani cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur dalam satu kali musim tanam adalah sebesar Rp.156.166.161. Kedua, analisis kelayakan R/C Ratio berdasarkan data yang diperoleh pada saat penelitian menunjukkan nilai sebesar 11,49 yang dapat diartikan bahwa usahatani cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur layak untuk diusahakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pendapatan dan Kelayakan Finansial Usaha Home Industri Bakpia di Kabupaten Tana Tidung (Studi Kasus Usaha Pia Taka)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN FINANSIAL HOME INDUSTRI BAKPIA DI KABUPATEN TANA TIDUNG Rahmat Dani Charitin Devi S.E., M.Sc [email protected] Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kelayakan finansial yang digunakan dalam pengembangan usaha bakpia di Kabupaten Tana Tidung. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis pendapatan dan kelayakan finansial. Berdasarkan hasil penelitian analisis pendapatan diketahui rata-rata keuntungan atau pendapatan usaha bakpia di Kabupaten Tana Tidung adalah sebesar Rp 4.130.372 dalam sebulan. Rata-rata harga bakpia perbuah sebesar Rp 2000 dengan total kue bakpia sebanyak 8970 buah, dan rata-rata penjualan sebesar Rp 17.940.000. Sedangkan untuk perhitungan kelayakan finansial usaha dilihat dari R/C Ratio sebesar 1,29. Dari perhitungan BEP diperoleh yaitu, BEP Produksi sebesar 6905 buah dan BEP Harga sebesar Rp 1.539, hasil perhitungan ROI sebesar 29,9%. Berdasarkan hasil kriteria kelayakan yang telah ditentukan dapat dikatakan bahwa usaha bakpia di Kabupaten Tana Tidung layak untuk dikembangkan. Kata Kunci: Analisis Pendapatan, Analisis Kelayakan Finansial: Break Even Point (BEP), Return On Invesment (ROI), Revenue Cost Ratio (R/C Ratio)

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERENCANAAN DAN EVALUASI USAHA TANI BERDASARKAN KLASIFIKASINYA PADA TANAMAN HORTIKULTURA SAYURAN DI KECAMATAN TARAKAN TIMUR

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perencanaan usaha tani dilakukan sebagai bentuk pengelolaan usaha tani, Meskipun secara eksplisit umumnya petani tidak melakukan perencanaan usaha tani, akan tetapi secara implisit mereka sudah melakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kegiatan perencanaan usaha tani berdasarkan klafisikasi pada tanaman hortikultura di Kecamatan Tarakan Timur, (2) mengevaluasi usaha tani pada tanaman hortikultura di Kecamatan Tarakan Timur. Penetuan sampel ini menggunakan teknik non probality sampling secara kuota dengan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 21 orang. Metode analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui perencanaan dan kendala dalam usaha tani. Sedangkan analisis kuantitatif digunakan kelayakan finansial usaha tani dengan menganalisis nilai R/C ratio dan BEP (produksi, harga, penerimaan). Hasil penelitian perencanaan yang dilakukan petani berdasarkan klasifikasi usaha tani hortikultura di Kecamatan Tarakan Timur sebagai berikut berdasarkan coraknya dalam merencanakan usaha taninya petani menanam tanaman hortikultura sayuran bertujuan untuk dijual hasilnya (komersil), berdasarkan bentuk usaha tani petani berusaha tani secara individu bukan secara kelompok, berdasarkan pola usaha tani dikarenakan tanaman yang diusahakan adalah hortikultur sayuran seperti bayam, kangkung, sawi, selada, daun bawang, seledri, kacang panjang, terong, timun, lombok, gambas, jagung, maka termasuk usaha tani lahan kering, dan berdasarkan tipe usaha taninya cara berbudi daya dilakukan dengan sistem monokultur. Adapun Kendala yang terjadi adalah ketidak mampuan dalam menyusun rencana secara tertulis dan kurangnya atau ketidaktahuan akses informasi terkait sumber daya yang akan digunakan dalam usaha tani. Hasil analisis kelayakan finansial usaha tani dari nilai R/C ratio sebesar 1,29. BEP produksi sebesar 31 Kg per Ha, BEP harga sebesar Rp.8.040 per Kg, dan BEP Penerimaan sebesar Rp.835.121 per Ha. Nilai BEP produksi, BEP harga, dan BEP penerimaan semuanya dikatakan layak karena lebih kecil dari nilai produksi rata-rata per Ha yaitu 498 Kg, harga rata-rata per kg Rp 14.821, dan penerimaan per Ha Rp 5.171.791.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kelayakan Usaha Peternakan Ayam Pedaging (broiler) Dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Rumah Tangga (Di Desa Salap, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PETERNAKAN AYAM PEDAGING (Broiler) DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA (Di Desa Salap, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau) Abstrak Usaha peternakan ayam pedaging (broiler) selain memiliki peran strategis sebagai penyedia bahan pangan hewani juga sebagai penyumbang pendapatan bagi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha peternakan ayam pedaging (broiler) dan kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga di Desa Salap, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu pemilihan yang dilakukan secara sengaja dengan kriteria yang telah penulis tentukan, yaitu: Sampel penelitian merupakan peternak usaha ayam pedaging (broiler) pola mandiri yang ada di Desa Salap, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau. Usaha peternakan ayam pedaging (broiler) mempunyai ayam pedaging (broiler) minimal 500 ekor. Usaha sudah dijalankan lebih dari 1 tahun. Sampel penelitian merupakan peternak usaha ayam pedaging (broiler) yang memiliki usaha lain selain usaha peternakan ayam pedaging (broiler) yang menjadikan usaha peternakan ayam pedaging (broiler) sebagai usaha sampingan. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, analisis penghitungan biaya, analisis pendapatan, analisis kelayakan dan analisis kontribusi. Hasil analisis kelayakan usaha peternakan ayam pedaging (broiler) ini dinyatakan layak, dengan nilai R/C Ratio sebesar 1,26. R/C > 1 yang artinya usaha peternakan ayam pedaging (broiler) ini layak untuk diusahakan di Desa Salap. Kontribusi yang diberikan dari usaha ternak ayam pedaging (broiler) selama 1 kali produksi adalah sebesar 78% per peternak.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL BUDI DAYA IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI KOTA TARAKAN

2021•

Analisis Kelayakan Finansial Budi Daya Ikan Bandeng (Chanos chanos) di Kota Tarakan Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kelayakan finansial budi daya ikan bandeng di Kota Tarakan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling yaitu dengan mengambil 40 responden dari 110 petambak budi daya ikan bandeng. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari responden melalui wawancara menggunakan kuesioner. Data sekunder yang digunakan pada penelitian diperoleh dari jurnal, skripsi, artikel dan dari dinas terkait yaitu Dinas Perikanan Kota Tarakan. Berdasarkan umur, dapat diketahui bahwa rata-rata umur petambak responden ikan bandeng di Kota Tarakan masih termasuk produktif untuk menjalankan budi daya ikan bandeng. Dari hasil penelitian, penulis menyimpulkan : pertama, tingkat Pendidikan petambak responden di Kota Tarakan masih sangat baik, rata-rata luas lahan yang dimiliki petambak di Kota Tarakan adalah cukup luas untuk memproduksi ikan bandeng lebih banyak lagi, jumlah tanggungan keluarga yang dimiliki petambak responden lebih banyak memiliki jumlah tanggungan yang banyak daripada jumlah tanggungan yang jumlahnya sedikit. Kedua, analisis kelayakan finansial budi daya ikan bandeng menunjukkan R/C ratio sebesar 2,41, BEP Produksi sebesar 39 kg, BEP Harga sebesar Rp 4.714 dan BEP Penerimaan sebesar Rp 388.950. berdasarkan kriteria kelayakan yang telah ditentukan, dapat dikatakan bahwa budi daya ikan bandeng di Kota Tarakan layak untuk dikembangkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER DENGAN POLA KEMITRAAN DI KOTA TARAKAN

2020•

Penelitian dilaksanakan di Kota Tarakan dengan tujuan untuk (1) menganalisis kelayakan usaha peternakan ayam broiler ditinjau dari aspek non finansial dan finansial (2) menganalisis pola kemitraan perusahaan UD. Ayam Waras. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 5 (lima) peternak inti ayam broiler yang ada di Kota Tarakan dan sampel dalam penelitian ini yaitu satu peternak inti dan lima peternak plasma dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil analisis aspek non finansial dan finansial usaha peternakan ayam broiler layak untuk dilanjutkan, hasil analisis menunjukkan bahwa biaya tetap rata-rata sebesar Rp 4.249.943, biaya variabel rata-rata sebesar Rp 70.756.000, penerimaan total rata-rata sebesar Rp 125.817.000, keuntungan rata-rata sebesar Rp 50.811.057. Usaha peternakan ayam broiler dengan kemitraan UD. Ayam Waras layak untuk dikembangkan, dengan nilai analisa R/C ratio yaitu sebesar > 1 (rata-rata 1,67).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUKET BUNGA DI KOTA TARAKAN

2020•

ABSTRAK ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUKET BUNGA DI KOTA TARAKAN Jumrati Safitri Sulistya Rini Pratiwi,.S.E..M.Sc Muhammad Tharmizi Junaid, S.E.M.Ak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kelayakan usaha buket bunga di Kota Tarakan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengusaha buket bunga yang ada di Kota Tarakan baik terdaftar di dinas yang terkait maupun tidak. Adapun populasi dalam penelitian ini berjumlah 5 unit home industry usaha buket bunga dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh atau teknik sampel sensus dimana semua populasi dijadikan sampel dan data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis pendapatan dan analisis kelayakan finansial. Berdasarkan hasil penelitian analisis pendapatan diketahui bahwa rata-rata keuntungan atau pendapatan bersih usaha buket bunga di Kota Tarakan adalah sebesar Rp.4.505.534,- dalam satu bulan. Rata-rata per rangkaian sebesar Rp.80,000 sebanyak 94 rangkaian per bulan dengan rata-rata penjualan sebesar Rp.7.520.000. Sedangkan untuk perhitungan analisis kelayakan finansial dilihat dari (R/C ratio) sebesar 2,49, Benefit Cost of Ratio (BCR) sebesar 1,4, financial rate of teturn (FRR) sebesar 93,83%. Berdasarkan kriteria kelayakan yang telah ditentukan dapat dikatakan bahwa usaha buket bunga di Kota Tarakan layak untuk dikembangkan. Kata Kunci: Analisis Pendapatan, Analisis Kelayakan Finansial: Financial Rate Of Teturn (Frr) , Benefit Cost Of Ratio (Bcr), Revenue Cost Ratio (R/C Ratio).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERBANDINGAN R/C RATIO DAN RISIKO PRODUKSI USAHATANI SAYURAN SAWI DENGAN DAUN BAWANG DI KELURAHAN KAMPUNG ENAM KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sayuran sawi khususnya di Kota Tarakan sudah banyak di produksi oleh petani. Tanaman sawi di Kecamatan Tarakan Timur merupakan jenis sayuran yang banyak di produksi dengan sebesar 1.761,80 ton. Akan tetapi harga daun bawang di pasaran lebih tinggi di bandingkan dengan harga sayuran sawi. Tingginya harga akan berpengaruh terhadap peningkatan penerimaan pada petani sayur sehingga hal tersebut berpengaruh juga terhadap untung dan ruginya dalam berusahatani. Selain memperhatikan kegiatan produksi bagian lain yang harus diperhatikan adalah risiko produksi dari usahatani yang dijalankan. Tujuan penelitian adalah menganalisis rasio biaya dan penerimaan yang diterima oleh petani dalam usahatani sayur sawi dan usahatani daun bawang, Menguraikan apa saja sumber risiko produksi dalam usahatani sayur sawi dan usahatani daun bawang, dan menganalisis berapa besarnya risiko produksi dari usahatani sayur sawi dan usahatani daun bawang. Lokasi penelitian di Kelurahan Kampung Enam Kecamatan Tarakan Timur. Teknik penentuan sampel menggunakan Sampling kuota. Jumlah petani yang dijadikan sampel sebanyak 50 petani masing-masing 25 petani sawi dan 25 petani daun bawang. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa R/C ratio dari usahatani sawi di Kelurahan Kampung Enam sebesar 1,06, sedangkan R/C ratio untuk usahatani daun bawang sebesar 1,26. Sumber-sumber risiko produksi sawi dan daun bawang yaitu hama dan penyakit, cuaca, kualitas benih, penggunaan pupuk, sumber petani sebagai manajer. Hasil analisis uji T bahwa risiko usahatani sawi dengan usahatani daun bawang tidak terdapat perbedaan. karena nilai Thitung lebih kecil dari Ttabel (0,007 0,05) artinya hipotesis H0 diterima usahatani sawi dan daun bawang sama- sama memiliki risiko kecil karena nilai koefisien variasi kurang dari 1.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KELAYAKAN FINANSIAL USAHA ABON KEPITING DI KOTA TARAKAN

2020•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kelayakan finansial digunakan dalam pengembangan usaha abon kepiting di Kota Tarakan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini menggunakan dua teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi dan kuesioner. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah usaha Mack Atoen karena dalam penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh dimana semua populasi dijadikan sampel , dan data penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis pendapatan dan analisis kelayakan finansial. Berdasarkan hasil penelitian analisis pendapatan diketahui bahwa rata-rata keuntungan atau pendapatan bersih usaha abon kepiting di Kecamatan Tarakan Barat adalah sebesar Rp. 180,000 dalam satu bulan. Rata-rata per bungkus sebesar Rp. 25,000 sebanyak 100 bungkus perbulan dengan rata-rata penjualan sebesar Rp. 2,500,000. Sedangkan untuk perhitungan kelayakan finansial usaha dilihat dari R/C Ratio sebesar 1,07 , BCR (Benefit Rate of Ratio) sebesar 0,07 , FRR (Financial Rate of Return) sebesar 6,92%. Berdasarkan kriteria kelayakan yang telah ditentukan dapat dikatakan bahwa usaha abon kepiting di Kota Tarakan layak untuk dioperasionalkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KELAYAKAN USAHA KERUPUK UDANG DI KECAMATAN TARAKAN UTARA

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kelayakan usaha kerupuk udang di Kecamatan Tarakan Utara. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengusaha kerupuk udang yang ada di Kecamatan Tarakan Utara baik terdaftar di dinas yang terkait maupun tidak. Adapun populasi dalam penelitian ini berjumlah 6 unit home industry usaha kerupuk udang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh atau teknik sampel sensus dimana semua populasi dijadikan sampel dan data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis pendapatan dan analisis kelayakan finansial. Berdasarkan hasil penelitian analisis pendapatan diketahui bahwa rata-rata keuntungan atau pendapatan bersih usaha kerupuk udang di Kecamatan Tarakan Utara adalah sebesar Rp.3,362,354 dalam satu bulan. Rata-rata per bungkus sebesar Rp.50,000 sebanyak 100 bungkus per bulan dengan rata-rata penjualan sebesar Rp.5,000,000. Sedangkan untuk perhitungan analisis kelayakan finansial dilihat dari Revenue Cost Ratio (R/C ratio) sebesar 3,05, Benefit Cost of Ratio (BCR) sebesar 2,05, Avarage Rate of Return (ARR) sebesar 62,84%. Berdasarkan kriteria kelayakan yang telah ditentukan dapat dikatakan bahwa usaha kerupuk udang di Kecamatan Tarakan Utara layak untuk dikembangkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail