Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Sensitivitas
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS BREAK EVEN POINT DAN RENTABILITAS EKONOMI DODOL RUMPUT LAUT DI UMKM AR-RAIHAN KOTA TARAKAN

•

Salah satu UMKM yang mengolah rumput laut yang ada di Kota Tarakan adalah UMKM Ar-Raihan. Produk olahan rumput laut yang paling banyak diminati adalah dodol. Oleh karena itu, UMKM Ar-Raihan perlu menyusun suatu perencanaan, baik dalam penjualan maupun perencanaan mengenai biaya-biaya yang digunakan dalam proses produksi. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui pendapatan produk dodol di UMKM Ar-Raihan Kota Tarakan dalam satu tahun. (2) Mengetahui break even point pada produk dodol di UMKM Ar-Raihan Kota Tarakan. (3) Mengetahui sensitivitas produk dodol di UMKM Ar-Raihan Kota Tarakan apabila terjadi perubahan harga jual produk, biaya produksi, dan jumlah produksi (4) Mengetahui kemampuan UMKM Ar-Raihan Kota Tarakan untuk menghasilkan keuntungan dari kekayaan yang dimiliki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu metode penentuan sampel menggunakan puprposive sampling dan informan kunci. Metode analisis data menggunakan analisis pendapatan, BEP produksi, BEP harga, BEP penerimaan, sensitivitas dan rentabilitas ekonomi. Penelitian ini menunjukkan bahwa Pendapatan pada usaha Dodol UMKM Ar-Raihan dalam satu tahun sebesar Rp 4.1352.136, BEP produksi sebesar 1.434 Kotak, BEP Harga sebesar Rp 11.108, BEP Penerimaan Rp. 18.640.256. Analisis Sensitivitas Sensitivitas harga terjadi dengan penurunan nilai sampai dengan 15%, biaya produksi dengan kenaikan 24%, dan produksi penurunan nilai sensitivitas sampai dengan 15%. Rentabilitas Ekonomi Dodol di UMKM Ar-Raihan pada tahun 2019 adalah sebesar 19% dan masih tergolong rendah. Kepada pelaku usaha dodol rumput laut di UMSKM Ar-Raihan terus mempertahankan atau meningkatkan jumlah produksinya sehingga tidak mendekati titik impas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS USAHATANI KELENGKENG (DIMOCARPUS LONGAN L.) PADA KELOMPOK TANI HUTAN MU’UNG JAYA DI DESA LONG SAM KECAMATAN TANJUNG PALAS BARAT KABUPATEN BULUNGAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman kelengkeng (Dimocarpus longan L.) merupakan komoditas hortikultura unggulan di Desa Long Sam, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kabupaten Bulungan, yang dikembangkan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Mu'ung Jaya dalam rangka mendukung program One Village One Product Kabupaten Bulungan. Meskipun potensi pengembangan kelengkeng di wilayah tersebut cukup besar, petani masih menghadapi berbagai kendala, di antaranya tingginya biaya produksi, keterbatasan akses pasar, serta belum tersedianya data kelayakan finansial yang terukur sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghitung biaya dan pendapatan usaha budidaya kelengkeng pada kondisi aktual petani; (2) menganalisis proyeksi kelayakan finansial budidaya kelengkeng berdasarkan indikator yang sesuai dengan ketersediaan data; dan (3) menganalisis sensitivitas kelayakan finansial model ideal terhadap penurunan harga jual dan kenaikan biaya produksi berdasarkan literatur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 di Desa Long Sam menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan purposive sampling terhadap petani 4 petani yang tanaman kelengkengnya telah berproduksi dari total 9 anggota KTH Mu'ung Jaya. Data dianalisis menggunakan indikator pendapatan dan R/C Ratio untuk kondisi aktual, serta NPV, Net B/C, IRR, dan Payback Period untuk model ideal sebagai benchmark. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya tetap tertinggi dimiliki oleh Bapak Alui Kayang sebesar Rp4.685.845/tahun, sedangkan biaya variabel tertinggi juga dimiliki oleh responden yang sama sebesar Rp9.707.000. Pendapatan aktual antar petani bervariasi; Bapak Alui Kayang memperoleh pendapatan tertinggi sebesar Rp10.607.155/ha, diikuti Bapak Daud Kasing sebesar Rp5.081.437/ha, sementara Bapak Lasarus Adie dan Bapak Baya Talau mengalami pendapatan negatif masing-masing sebesar -Rp7.077.131 dan -Rp2.129.274. Berdasarkan R/C Ratio, usaha Bapak Alui Kayang R/C Ratio = 1,74 dan Bapak Daud Kasing R/C Rasio = 2,03 dinyatakan layak, sedangkan usaha Bapak Lasarus Adie R/C Ratio = 0,17 dan Bapak Baya Talau R/C Ratio = 0,75 dinyatakan belum layak. Analisis model ideal pada tingkat diskonto 5,25% menghasilkan NPV sebesar Rp13.135.948.649, Net B/C sebesar 820,21, IRR sebesar 14,62%, dan Payback Period selama 1,09 tahun pada skenario harga lokal, yang menunjukkan bahwa budidaya kelengkeng berpotensi layak secara finansial apabila dikelola sesuai standar teknis ideal. Hasil uji sensitivitas menunjukkan model ideal tetap layak meskipun terjadi penurunan harga jual hingga 20% dan kenaikan biaya produksi hingga 20% secara bersamaan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kelayakan Finansial dan Sensitivitas (Studi Kasus: Usaha Bumbu Masak Rumahan Milik Ibu Salbiah di Kelurahan Tanjung Selor Hilir)

2026•

Usaha bumbu masak rumahan milik Ibu Salbiah merupakan salah satu usaha bumbu siap pakai di Kelurahan Tanjung Selor Hilir. Produk yang dihasilkan meliputi bumbu kari, bumbu rendang, bumbu soto, dan bumbu bistik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya kajian kelayakan finansial spesifik pada usaha bumbu masak rumahan, sehingga belum diketahui tingkat kelayakan usaha serta ketahanannya terhadap perubahan kondisi usaha, seperti fluktuasi harga bahan baku dan volume produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya dan profitabilitas, analisis kelayakan finansial, serta analisis sensitivitas. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan data yang digunakan terdiri atas data primer melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder yang berasal dari dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis struktur biaya, profitabilitas, Net Present Value (NPV), B/C Ratio, Payback Period (PP), serta analisis sensitivitas dengan enam skenario. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur biaya usaha terdiri atas biaya variabel dan biaya tetap, dengan bahan baku sebagai komponen biaya terbesar. Total biaya produksi mencapai Rp13.124.708 per tahun dengan penerimaan sebesar Rp22.320.000 per tahun sehingga menghasilkan laba bersih sebesar Rp9.159.292 per tahun. Tingkat profitabilitas usaha ditunjukkan oleh nilai GPM sebesar 46,61% dan NPM sebesar 41,20%. Hasil kelayakan finansial menunjukkan NPV sebesar Rp36.437.435, Payback Period selama 4,8 bulan, dan B/C Ratio sebesar 1,60. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usaha memperoleh hasil terbaik pada skenario kenaikan harga jual sebesar 20%, sedangkan penurunan volume produksi sebesar 20% merupakan skenario yang paling memengaruhi tingkat kelayakan usaha. Berdasarkan seluruh skenario yang dianalisis, usaha tetap memenuhi kriteria kelayakan finansial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Break Even Point dan Rentabilitas Ekonomi pada Usaha Amplang Rumput Laut di UMKM Dapur Kamari Kabupaten Nunukan

2022•

Abstrak Sukri.1640202030. 2020. “Analisis Break Even Point dan Rentabilitas Ekonomi Amplang Rumput Laut Di UMKM Dapur Karima Kabupaten Nunukan.” Dibimbing oleh Dr. Etty Wahyuni, S.Hut.,MP. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Salah satu subsistem hilir yang saat ini sedang berkembang ialah usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal ini dikarenakan UMKM dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang berada didaerah pedesaan. UMKM Dapur Karima yang terdapat di Kabupaten Nunukan mengolah rumput laut menjadi produk amplang yang banyak diminati masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Menganalisis pendapatan dan kelayakan usaha amplang rumput laut di UMKM Dapur Karima Kabupaten Nunukan. (2) Menganalisis Break Even Point usaha Amplang rumput laut di UMKM Dapur Karima Kabupaten Nunukan. (3) Menganalisis sensitivitas dan rentabilitas di UMKM Dapur Karima Kabupaten Nunukan apabila terjadi perubahan harga jual produk, biaya produksi, dan jumlah produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu metode penentuan sampel menggunakan Metode Survey dan informan kunci. Metode analisis data menggunakan analisis pendapatan, BEP produksi, BEP harga, BEP penerimaan, sensitivitas dan rentabilitas ekonomi. Penelitian ini menunjukkan bahwa Pendapatan pada usaha amplang rumput laut UMKM Dapur Karima perbulan sebesar Rp 19.465.327 dan Kelayakkan R/C 2,55% , BEP produksi sebesar 563,34 bungkus, BEP Harga sebesar Rp 4.178 , BEP Penerimaan Rp. 7.653.124. Sensitivitas yang dilakukan dengan menaikkan dan menurunkan harga jual produk dan produksi sampai dengan 15%, sedangkan biaya produksi dengan menaikkan dan menurunkan sampai dengan 24%, sehingga nilai pada variabel tidak berpengaruh terhadap pendapatan UMKM Dapur Karima. Rentabilitas Ekonomi usaha amplang rumput laut UMKM Dapur Karima sebesar 59% yang artinya tergolong cukup.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail