BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini berfokus pada deskripsi perilaku hidup bersih dan sehat siswa kelas IV-C SDN 006 Tarakan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di kelas IV-C SDN 006 Tarakan. Subjek pada penelitian ini ialah 2 siswa sebagai sampel penelitian yang merupakan keterwakilan siswa dalam penelitian deskripsi perilaku hidup bersih dan sehat siswa kelas IV-C SDN 006 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat siswa kelas IV-C SDN 006 Tarakan telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan membuang sampah pada tempatnya menjaga kebersihan diri serta mengikuti kegiatan olahraga secara rutin. Faktor yang mendukung penerapan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) meliputi peran guru fasilitas sekolah yang memadai serta dukungan orang tua. Sementara itu faktor penghambatnya adalah kurangnya kesadaran sebagian siswa dan pengawasan yang belum optimal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat siswa kelas IV-C SDN 006 Tarakan secara umum sudah tergolong baik. Namun masih perlu ditingkatkan melalui pembiasaan edukasi kesehatan yang berkelanjutan serta kerja sama antara sekolah dan orang tua agar siswa mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini berfokus pada deskripsi perilaku hidup bersih dan sehat siswa kelas IV-C SDN 006 Tarakan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di kelas IV-C SDN 006 Tarakan. Subjek pada penelitian ini ialah 2 siswa sebagai sampel penelitian yang merupakan keterwakilan siswa dalam penelitian deskripsi perilaku hidup bersih dan sehat siswa kelas IV-C SDN 006 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat siswa kelas IV-C SDN 006 Tarakan telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan membuang sampah pada tempatnya menjaga kebersihan diri serta mengikuti kegiatan olahraga secara rutin. Faktor yang mendukung penerapan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) meliputi peran guru fasilitas sekolah yang memadai serta dukungan orang tua. Sementara itu faktor penghambatnya adalah kurangnya kesadaran sebagian siswa dan pengawasan yang belum optimal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat siswa kelas IV-C SDN 006 Tarakan secara umum sudah tergolong baik. Namun masih perlu ditingkatkan melalui pembiasaan edukasi kesehatan yang berkelanjutan serta kerja sama antara sekolah dan orang tua agar siswa mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Harga, Kualitas Pelayanan dan Kualitas Produk terhadap Kepuasan Konsumen Galileo Cafe kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode Kuantitatif Survei dan pengumpulan data dengan menyebarkan kuisioner. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 200 sampel penelitian. Analisis data menggunakan software SPSS Model 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan tidak berpengaruh terhadap kepuasan konsumen Galileo Cafe. Variabel Harga,Kualitas Produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen Galileo Cafe Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Harga, Kualitas Pelayanan dan Kualitas Produk terhadap Kepuasan Konsumen Galileo Cafe kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode Kuantitatif Survei dan pengumpulan data dengan menyebarkan kuisioner. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 200 sampel penelitian. Analisis data menggunakan software SPSS Model 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan tidak berpengaruh terhadap kepuasan konsumen Galileo Cafe. Variabel Harga,Kualitas Produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen Galileo Cafe Kota Tarakan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Aaaa
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Abstrak Sukri.1640202030. 2020. “Analisis Break Even Point dan Rentabilitas Ekonomi Amplang Rumput Laut Di UMKM Dapur Karima Kabupaten Nunukan.” Dibimbing oleh Dr. Etty Wahyuni, S.Hut.,MP. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Salah satu subsistem hilir yang saat ini sedang berkembang ialah usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal ini dikarenakan UMKM dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang berada didaerah pedesaan. UMKM Dapur Karima yang terdapat di Kabupaten Nunukan mengolah rumput laut menjadi produk amplang yang banyak diminati masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Menganalisis pendapatan dan kelayakan usaha amplang rumput laut di UMKM Dapur Karima Kabupaten Nunukan. (2) Menganalisis Break Even Point usaha Amplang rumput laut di UMKM Dapur Karima Kabupaten Nunukan. (3) Menganalisis sensitivitas dan rentabilitas di UMKM Dapur Karima Kabupaten Nunukan apabila terjadi perubahan harga jual produk, biaya produksi, dan jumlah produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu metode penentuan sampel menggunakan Metode Survey dan informan kunci. Metode analisis data menggunakan analisis pendapatan, BEP produksi, BEP harga, BEP penerimaan, sensitivitas dan rentabilitas ekonomi. Penelitian ini menunjukkan bahwa Pendapatan pada usaha amplang rumput laut UMKM Dapur Karima perbulan sebesar Rp 19.465.327 dan Kelayakkan R/C 2,55% , BEP produksi sebesar 563,34 bungkus, BEP Harga sebesar Rp 4.178 , BEP Penerimaan Rp. 7.653.124. Sensitivitas yang dilakukan dengan menaikkan dan menurunkan harga jual produk dan produksi sampai dengan 15%, sedangkan biaya produksi dengan menaikkan dan menurunkan sampai dengan 24%, sehingga nilai pada variabel tidak berpengaruh terhadap pendapatan UMKM Dapur Karima. Rentabilitas Ekonomi usaha amplang rumput laut UMKM Dapur Karima sebesar 59% yang artinya tergolong cukup.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Abstrak Sukri.1640202030. 2020. “Analisis Break Even Point dan Rentabilitas Ekonomi Amplang Rumput Laut Di UMKM Dapur Karima Kabupaten Nunukan.” Dibimbing oleh Dr. Etty Wahyuni, S.Hut.,MP. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Salah satu subsistem hilir yang saat ini sedang berkembang ialah usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal ini dikarenakan UMKM dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang berada didaerah pedesaan. UMKM Dapur Karima yang terdapat di Kabupaten Nunukan mengolah rumput laut menjadi produk amplang yang banyak diminati masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Menganalisis pendapatan dan kelayakan usaha amplang rumput laut di UMKM Dapur Karima Kabupaten Nunukan. (2) Menganalisis Break Even Point usaha Amplang rumput laut di UMKM Dapur Karima Kabupaten Nunukan. (3) Menganalisis sensitivitas dan rentabilitas di UMKM Dapur Karima Kabupaten Nunukan apabila terjadi perubahan harga jual produk, biaya produksi, dan jumlah produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu metode penentuan sampel menggunakan Metode Survey dan informan kunci. Metode analisis data menggunakan analisis pendapatan, BEP produksi, BEP harga, BEP penerimaan, sensitivitas dan rentabilitas ekonomi. Penelitian ini menunjukkan bahwa Pendapatan pada usaha amplang rumput laut UMKM Dapur Karima perbulan sebesar Rp 19.465.327 dan Kelayakkan R/C 2,55% , BEP produksi sebesar 563,34 bungkus, BEP Harga sebesar Rp 4.178 , BEP Penerimaan Rp. 7.653.124. Sensitivitas yang dilakukan dengan menaikkan dan menurunkan harga jual produk dan produksi sampai dengan 15%, sedangkan biaya produksi dengan menaikkan dan menurunkan sampai dengan 24%, sehingga nilai pada variabel tidak berpengaruh terhadap pendapatan UMKM Dapur Karima. Rentabilitas Ekonomi usaha amplang rumput laut UMKM Dapur Karima sebesar 59% yang artinya tergolong cukup.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Hasil tangakapan pada alat tangkap (trawl) mempunyai target tangkapan utama yaitu ikan nomei (Harpodon neherues), yang dimana ikan ini memiliki nilai ekonomi tinggi berkisaran antatra 100,000-120,000/kg, hasil tangkapan sampingan yaitu ikan gulamah (Johnius sp), yang dimana ikan ini memiliki nilai ekonomi yang rendah yang berkisaran antara 10,000-25,000/kg dan hasil tangkapan buangan ikan puput (Ilisha elongata) yang dimana ikan ini tidak memiliki nilai ekonomi dan hanya dikonsumsi oleh nelayan, dengan tujuan untuk mengetahui pertumbuhan ikan hasil tangkapan nelayan dari alat tangkap pukat hela (trawl) di perairan Juata Laut Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskrptif kuantitatif dan survey lapangan dengan pengambilan sampel yang berupa data dengan mengumpulkan sampel dengan 30 ekor setiap spesies yang sama dengan 12 kali pengambilan data selama 8 bulan. Pengambilan data penelitian berupa pengukuran berat total dan panjang total pada ikan nomei (harpodon neherues), ikan gulamah (Johnius sp), dan ikan puput (Ilisha elongata).Hasil penelitian dilakukan pada pertumbuhan hasil tangkapan utama pada ikan nomei (Harpodon nehereus) bersifat allometri negatif dan hubungan korelasi kuat, hasil tangkapan sampingan ikan gulamah (Johnius sp), dan hasil tangkapan buangan ikan puput (Ilisha elongata) memiliki pertumbuhan allometri negatif dan hubungan korelasi yang sama yaitu sangat kuat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Aaaa
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Hasil tangakapan pada alat tangkap (trawl) mempunyai target tangkapan utama yaitu ikan nomei (Harpodon neherues), yang dimana ikan ini memiliki nilai ekonomi tinggi berkisaran antatra 100,000-120,000/kg, hasil tangkapan sampingan yaitu ikan gulamah (Johnius sp), yang dimana ikan ini memiliki nilai ekonomi yang rendah yang berkisaran antara 10,000-25,000/kg dan hasil tangkapan buangan ikan puput (Ilisha elongata) yang dimana ikan ini tidak memiliki nilai ekonomi dan hanya dikonsumsi oleh nelayan, dengan tujuan untuk mengetahui pertumbuhan ikan hasil tangkapan nelayan dari alat tangkap pukat hela (trawl) di perairan Juata Laut Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskrptif kuantitatif dan survey lapangan dengan pengambilan sampel yang berupa data dengan mengumpulkan sampel dengan 30 ekor setiap spesies yang sama dengan 12 kali pengambilan data selama 8 bulan. Pengambilan data penelitian berupa pengukuran berat total dan panjang total pada ikan nomei (harpodon neherues), ikan gulamah (Johnius sp), dan ikan puput (Ilisha elongata).Hasil penelitian dilakukan pada pertumbuhan hasil tangkapan utama pada ikan nomei (Harpodon nehereus) bersifat allometri negatif dan hubungan korelasi kuat, hasil tangkapan sampingan ikan gulamah (Johnius sp), dan hasil tangkapan buangan ikan puput (Ilisha elongata) memiliki pertumbuhan allometri negatif dan hubungan korelasi yang sama yaitu sangat kuat.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
One of the problem cultuvation of catfish in the North of Kalimantan is the cost of commercial fish feed in the market is relative expensive. The alternative that can be effort is make feeds by homemade with utilizing local ingredients from nature that is no economi value like fig fruit (F. racemosa) and cassava leaves (M. utillisima) the plants are commonly found in Malinau District. The purpose of the research is to find out the growth of catfish seeds (P. hypophthalmus) by using a combination of fig fruit (F. racemosa) and cassava leaves (M. utillisima). This research using experimental method, completely randomized design with four treatments and three replications. The data obtained were processed using Analysis of Variance (ANOVA) and continued with test least significant difference. The best absolute weight growth of catfish (P. hypophthalmus) at the treatment D was (1.21 grams), the best absolute length growth at treatment D was (1.09 cm), the best specific growth at the thirty five (0,013%), the best Feed Covertion Ratio for treatment D was (2.11%) and the best Survival Rate for treatment D was (96.67), while the water quality in ammonia on the threatment A was not better than the optimal value 1 mg / L.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
One of the problem cultuvation of catfish in the North of Kalimantan is the cost of commercial fish feed in the market is relative expensive. The alternative that can be effort is make feeds by homemade with utilizing local ingredients from nature that is no economi value like fig fruit (F. racemosa) and cassava leaves (M. utillisima) the plants are commonly found in Malinau District. The purpose of the research is to find out the growth of catfish seeds (P. hypophthalmus) by using a combination of fig fruit (F. racemosa) and cassava leaves (M. utillisima). This research using experimental method, completely randomized design with four treatments and three replications. The data obtained were processed using Analysis of Variance (ANOVA) and continued with test least significant difference. The best absolute weight growth of catfish (P. hypophthalmus) at the treatment D was (1.21 grams), the best absolute length growth at treatment D was (1.09 cm), the best specific growth at the thirty five (0,013%), the best Feed Covertion Ratio for treatment D was (2.11%) and the best Survival Rate for treatment D was (96.67), while the water quality in ammonia on the threatment A was not better than the optimal value 1 mg / L.