Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Subjek: Kata Kunci: Kelengkeng
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS USAHATANI KELENGKENG (DIMOCARPUS LONGAN L.) PADA KELOMPOK TANI HUTAN MU’UNG JAYA DI DESA LONG SAM KECAMATAN TANJUNG PALAS BARAT KABUPATEN BULUNGAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman kelengkeng (Dimocarpus longan L.) merupakan komoditas hortikultura unggulan di Desa Long Sam, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kabupaten Bulungan, yang dikembangkan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Mu'ung Jaya dalam rangka mendukung program One Village One Product Kabupaten Bulungan. Meskipun potensi pengembangan kelengkeng di wilayah tersebut cukup besar, petani masih menghadapi berbagai kendala, di antaranya tingginya biaya produksi, keterbatasan akses pasar, serta belum tersedianya data kelayakan finansial yang terukur sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghitung biaya dan pendapatan usaha budidaya kelengkeng pada kondisi aktual petani; (2) menganalisis proyeksi kelayakan finansial budidaya kelengkeng berdasarkan indikator yang sesuai dengan ketersediaan data; dan (3) menganalisis sensitivitas kelayakan finansial model ideal terhadap penurunan harga jual dan kenaikan biaya produksi berdasarkan literatur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 di Desa Long Sam menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan purposive sampling terhadap petani 4 petani yang tanaman kelengkengnya telah berproduksi dari total 9 anggota KTH Mu'ung Jaya. Data dianalisis menggunakan indikator pendapatan dan R/C Ratio untuk kondisi aktual, serta NPV, Net B/C, IRR, dan Payback Period untuk model ideal sebagai benchmark. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya tetap tertinggi dimiliki oleh Bapak Alui Kayang sebesar Rp4.685.845/tahun, sedangkan biaya variabel tertinggi juga dimiliki oleh responden yang sama sebesar Rp9.707.000. Pendapatan aktual antar petani bervariasi; Bapak Alui Kayang memperoleh pendapatan tertinggi sebesar Rp10.607.155/ha, diikuti Bapak Daud Kasing sebesar Rp5.081.437/ha, sementara Bapak Lasarus Adie dan Bapak Baya Talau mengalami pendapatan negatif masing-masing sebesar -Rp7.077.131 dan -Rp2.129.274. Berdasarkan R/C Ratio, usaha Bapak Alui Kayang R/C Ratio = 1,74 dan Bapak Daud Kasing R/C Rasio = 2,03 dinyatakan layak, sedangkan usaha Bapak Lasarus Adie R/C Ratio = 0,17 dan Bapak Baya Talau R/C Ratio = 0,75 dinyatakan belum layak. Analisis model ideal pada tingkat diskonto 5,25% menghasilkan NPV sebesar Rp13.135.948.649, Net B/C sebesar 820,21, IRR sebesar 14,62%, dan Payback Period selama 1,09 tahun pada skenario harga lokal, yang menunjukkan bahwa budidaya kelengkeng berpotensi layak secara finansial apabila dikelola sesuai standar teknis ideal. Hasil uji sensitivitas menunjukkan model ideal tetap layak meskipun terjadi penurunan harga jual hingga 20% dan kenaikan biaya produksi hingga 20% secara bersamaan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail