ThesisOpen AccessMetadata saja
•
Salah satu UMKM yang mengolah rumput laut yang ada di Kota Tarakan adalah UMKM Ar-Raihan. Produk olahan rumput laut yang paling banyak diminati adalah dodol. Oleh karena itu, UMKM Ar-Raihan perlu menyusun suatu perencanaan, baik dalam penjualan maupun perencanaan mengenai biaya-biaya yang digunakan dalam proses produksi. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui pendapatan produk dodol di UMKM Ar-Raihan Kota Tarakan dalam satu tahun. (2) Mengetahui break even point pada produk dodol di UMKM Ar-Raihan Kota Tarakan. (3) Mengetahui sensitivitas produk dodol di UMKM Ar-Raihan Kota Tarakan apabila terjadi perubahan harga jual produk, biaya produksi, dan jumlah produksi (4) Mengetahui kemampuan UMKM Ar-Raihan Kota Tarakan untuk menghasilkan keuntungan dari kekayaan yang dimiliki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu metode penentuan sampel menggunakan puprposive sampling dan informan kunci. Metode analisis data menggunakan analisis pendapatan, BEP produksi, BEP harga, BEP penerimaan, sensitivitas dan rentabilitas ekonomi. Penelitian ini menunjukkan bahwa Pendapatan pada usaha Dodol UMKM Ar-Raihan dalam satu tahun sebesar Rp 4.1352.136, BEP produksi sebesar 1.434 Kotak, BEP Harga sebesar Rp 11.108, BEP Penerimaan Rp. 18.640.256. Analisis Sensitivitas Sensitivitas harga terjadi dengan penurunan nilai sampai dengan 15%, biaya produksi dengan kenaikan 24%, dan produksi penurunan nilai sensitivitas sampai dengan 15%. Rentabilitas Ekonomi Dodol di UMKM Ar-Raihan pada tahun 2019 adalah sebesar 19% dan masih tergolong rendah. Kepada pelaku usaha dodol rumput laut di UMSKM Ar-Raihan terus mempertahankan atau meningkatkan jumlah produksinya sehingga tidak mendekati titik impas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Cost Volume Profit (CVP) sebagai alat perencanaan laba pada UMKM Bakpao Suka-Suka selama Januari–Desember 2024. Analisis mencakup Contribution Margin (CM), Contribution Margin Ratio (CMR), Break Even Point (BEP), Margin of safety (MoS), dan target laba, baik secara total maupun per varian rasa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus berdasarkan data penjualan, biaya, dan laba yang diharapkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya fluktuasi penjualan bulanan dan perbedaan kinerja antar varian rasa. Rasa ayam memberikan kontribusi margin tertinggi dan secara konsisten melampaui BEP, sedangkan rasa kacang hijau beberapa kali mencatat hasil negatif akibat rendahnya volume penjualan. Margin of safety tertinggi diperoleh pada varian ayam di bulan Desember ketika penjualan mencapai puncaknya, yang menunjukkan tingkat keamanan usaha paling besar. Untuk mencapai stabilitas keuangan, UMKM menetapkan target laba sebesar 30% dari kerugian sebelumnya, yang memerlukan penjualan lebih tinggi di bulan-bulan berikutnya. Kesimpulannya, metode CVP efektif sebagai alat perencanaan laba karena mampu menggambarkan hubungan penjualan, biaya, dan laba serta membantu mengidentifikasi varian produk menguntungkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Analisis Kelayakan Finansial Budi Daya Ikan Bandeng (Chanos chanos) di Kota Tarakan Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kelayakan finansial budi daya ikan bandeng di Kota Tarakan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling yaitu dengan mengambil 40 responden dari 110 petambak budi daya ikan bandeng. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari responden melalui wawancara menggunakan kuesioner. Data sekunder yang digunakan pada penelitian diperoleh dari jurnal, skripsi, artikel dan dari dinas terkait yaitu Dinas Perikanan Kota Tarakan. Berdasarkan umur, dapat diketahui bahwa rata-rata umur petambak responden ikan bandeng di Kota Tarakan masih termasuk produktif untuk menjalankan budi daya ikan bandeng. Dari hasil penelitian, penulis menyimpulkan : pertama, tingkat Pendidikan petambak responden di Kota Tarakan masih sangat baik, rata-rata luas lahan yang dimiliki petambak di Kota Tarakan adalah cukup luas untuk memproduksi ikan bandeng lebih banyak lagi, jumlah tanggungan keluarga yang dimiliki petambak responden lebih banyak memiliki jumlah tanggungan yang banyak daripada jumlah tanggungan yang jumlahnya sedikit. Kedua, analisis kelayakan finansial budi daya ikan bandeng menunjukkan R/C ratio sebesar 2,41, BEP Produksi sebesar 39 kg, BEP Harga sebesar Rp 4.714 dan BEP Penerimaan sebesar Rp 388.950. berdasarkan kriteria kelayakan yang telah ditentukan, dapat dikatakan bahwa budi daya ikan bandeng di Kota Tarakan layak untuk dikembangkan.