Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: NURFADILA SARI YUVITA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK NPK PELANGI DAN PELAKSANAAN PROGRAM MARI KITA MAJUKAN USAHA RAKYAT (MAKMUR) TERHADAP PRODUKSI TANAMAN KELAPA SAWIT DAN KESEJAHTERAAN PETANI KELAPA SAWIT SERTA ANALISIS USAHA BUDIDAYA KELAPA SAWIT

2026•

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya produktivitas kelapa sawit rakyat di Desa Semaja, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, yang berdampak pada rendahnya tingkat pendapatan dan kesejahteraan petani. Rata-rata produksi tandan buah segar (TBS) petani di wilayah ini masih berada di bawah standar produktivitas nasional. Salah satu penyebab utama adalah penggunaan pupuk yang tidak terstandar serta kurangnya pendampingan teknis budidaya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PT Pupuk Kalimantan Timur melalui Program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (MAKMUR) memperkenalkan penggunaan Pupuk NPK Pelangi yang disertai dengan pendampingan teknis, akses permodalan, dan jaminan pemasaran hasil produksi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh penggunaan Pupuk NPK Pelangi dan pelaksanaan Program MAKMUR terhadap produksi kelapa sawit; (2) mengetahui pengaruh penggunaan pupuk NPK Pelangi dan Pelaksanaan Program MAKMUR terhadap kesejahteraan petani; (3) menganalisis biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan bersih usaha tani; serta (4) mengevaluasi kelayakan ekonomi usaha tani berdasarkan R/C Ratio dan Break Even Point (BEP) Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Sampel penelitian adalah petani kelapa sawit yang tergabung dalam Program MAKMUR di Desa Semaja. Analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antara variabel penggunaan Pupuk NPK Pelangi (X1), Program MAKMUR (X2), produksi kelapa sawit (Y1) sebagai variabel mediator, dan kesejahteraan petani (Y2). Selain itu dilakukan analisis usaha tani untuk menghitung struktur biaya, penerimaan, pendapatan, R/C Ratio, dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Pupuk NPK Pelangi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produksi kelapa sawit. Program MAKMUR juga memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan produksi melalui penyediaan input, pendampingan teknis, dan akses pasar. Produksi kelapa sawit terbukti berperan sebagai variabel mediator yang memperkuat pengaruh penggunaan pupuk dan pelaksanaan program terhadap kesejahteraan petani. Peningkatan produksi berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga petani, akses pendidikan, dan akses layanan kesehatan. Analisis usaha tani menunjukkan bahwa setelah penerapan penggunaan Pupuk NPK Pelangi dan Program MAKMUR, usaha tani kelapa sawit berada dalam kondisi layak secara ekonomi. Nilai R/C Ratio lebih besar dari satu, yang menunjukkan bahwa usaha tani menguntungkan. Analisis BEP produksi dan BEP harga menunjukkan bahwa tingkat produksi dan harga jual telah berada di atas titik impas, sehingga usaha tani memiliki margin keuntungan yang positif. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara penggunaan pupuk berkualitas dan pelaksanaan program pendampingan pertanian mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kelapa sawit secara berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan Program MAKMUR serta menjadi dasar perumusan kebijakan pertanian yang lebih tepat sasaran di wilayah perbatasan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK NPK PELANGI DAN PELAKSANAAN PROGRAM MARI KITA MAJUKAN USAHA RAKYAT (MAKMUR) TERHADAP PRODUKSI TANAMAN KELAPA SAWIT DAN KESEJAHTERAAN PETANI KELAPA SAWIT SERTA ANALISIS USAHA BUDIDAYA KELAPA SAWIT

2026•

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya produktivitas kelapa sawit rakyat di Desa Semaja, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, yang berdampak pada rendahnya tingkat pendapatan dan kesejahteraan petani. Rata-rata produksi tandan buah segar (TBS) petani di wilayah ini masih berada di bawah standar produktivitas nasional. Salah satu penyebab utama adalah penggunaan pupuk yang tidak terstandar serta kurangnya pendampingan teknis budidaya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PT Pupuk Kalimantan Timur melalui Program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (MAKMUR) memperkenalkan penggunaan Pupuk NPK Pelangi yang disertai dengan pendampingan teknis, akses permodalan, dan jaminan pemasaran hasil produksi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh penggunaan Pupuk NPK Pelangi dan pelaksanaan Program MAKMUR terhadap produksi kelapa sawit; (2) mengetahui pengaruh penggunaan pupuk NPK Pelangi dan Pelaksanaan Program MAKMUR terhadap kesejahteraan petani; (3) menganalisis biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan bersih usaha tani; serta (4) mengevaluasi kelayakan ekonomi usaha tani berdasarkan R/C Ratio dan Break Even Point (BEP) Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Sampel penelitian adalah petani kelapa sawit yang tergabung dalam Program MAKMUR di Desa Semaja. Analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antara variabel penggunaan Pupuk NPK Pelangi (X1), Program MAKMUR (X2), produksi kelapa sawit (Y1) sebagai variabel mediator, dan kesejahteraan petani (Y2). Selain itu dilakukan analisis usaha tani untuk menghitung struktur biaya, penerimaan, pendapatan, R/C Ratio, dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Pupuk NPK Pelangi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produksi kelapa sawit. Program MAKMUR juga memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan produksi melalui penyediaan input, pendampingan teknis, dan akses pasar. Produksi kelapa sawit terbukti berperan sebagai variabel mediator yang memperkuat pengaruh penggunaan pupuk dan pelaksanaan program terhadap kesejahteraan petani. Peningkatan produksi berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga petani, akses pendidikan, dan akses layanan kesehatan. Analisis usaha tani menunjukkan bahwa setelah penerapan penggunaan Pupuk NPK Pelangi dan Program MAKMUR, usaha tani kelapa sawit berada dalam kondisi layak secara ekonomi. Nilai R/C Ratio lebih besar dari satu, yang menunjukkan bahwa usaha tani menguntungkan. Analisis BEP produksi dan BEP harga menunjukkan bahwa tingkat produksi dan harga jual telah berada di atas titik impas, sehingga usaha tani memiliki margin keuntungan yang positif. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara penggunaan pupuk berkualitas dan pelaksanaan program pendampingan pertanian mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kelapa sawit secara berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan Program MAKMUR serta menjadi dasar perumusan kebijakan pertanian yang lebih tepat sasaran di wilayah perbatasan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail