Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

29 hasil
Subjek: Cabai
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI HARGA CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L) STUDI KASUS DI PASAR GUSHER DI KOTA TARAKAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat harga cabai rawit serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi harga cabai rawit di Pasar Gusher Kota Tarakan. Faktor yang dianalisis meliputi permintaan, pasokan, cuaca, biaya distribusi, dan kebijakan pemerintah. Penelitian dilaksanakan di Pasar Gusher Kota Tarakan pada bulan Desember 2025 sampai Mei 2026. Metode penentuan sampel menggunakan metode sensus dengan jumlah responden sebanyak 50 pedagang cabai rawit. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner dan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi terkait. Analisis data dilakukan menggunakan analisis statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji F, uji t, dan koefisien determinasi (R²). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa harga rata-rata cabai rawit di Pasar Gusher Kota Tarakan sebesar Rp65,09/kg, dengan harga terendah Rp36,19/kg dan harga tertinggi Rp115,79/kg. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel permintaan, pasokan, cuaca, biaya distribusi, dan kebijakan pemerintah secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga cabai rawit dengan nilai signifikansi 0,000 (0,05). Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel pasokan (Sig. 0,015), cuaca (Sig. 0,001), dan kebijakan pemerintah (Sig. 0,005) berpengaruh signifikan terhadap harga cabai rawit, sedangkan variabel permintaan (Sig. 0,179) dan biaya distribusi (Sig. 0,147) tidak berpengaruh secara signifikan. Variabel cuaca merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi harga cabai rawit. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,387 menunjukkan bahwa sebesar 38,7% variasi harga cabai rawit dapat dijelaskan oleh variabel yang diteliti, sedangkan 61,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN CABAI RAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU SAMBAL BANJAR DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY KOTA TARAKAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERMASALAHAN YANG CUKUP PENTING BAGI INDUSTRI RUMAH TANGGA ADALAH PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU. DALAM HAL INI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY BISA SAJA MENGALAMI KEKURANGAN BAHAN BAKU KHUSUSNYA UNTUK BAHAN BAKU UTAMA YAITU CABAI. SEHINGGA DIBUTUHKAN MANAJEMEN PERSEDIAAN YANG OPTIMAL UNTUK MEMINIMALISIR RESIKO TERHAMBATNYA KEGIATAN PRODUKSI. OLEH KARENA ITU RESIKO-RESIKO DALAM USAHA PERLU DITANGANI/DICEGAH SEDINI MUNGKIN. TUJUAN PENELITIAN: (1) MENGETAHUI KARAKTERISTIK USAHA DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY; (2) MENGETAHUI PENGENDALIAN PERSEDIAAN CABAI SEBAGAI BAHAN BAKU SAMBAL BANJAR DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY; (3) MENGANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN CABAI SEBAGAI BAHAN BAKU SAMBAL BANJAR MENGGUNAKAN ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY, SAFETY STOCK, REORDER POINT, DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM. PENELITIAN INI MERUPAKAN PENELITIAN DESKRIPTIF DENGAN PENDEKATAN KUANTITATIF MENGGUNAKAN METODE PURPOSIVE SAMPLING DENGAN INFORMAN KUNCI, METODE ANALISIS MENGGUNAKAN ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY, SAFETY STOCK, REORDER POINT DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM. HASIL PENELITIAN: (1) INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY ADALAH USAHA RUMAHAN YANG MEMPRODUKSI SERTA MEMASARKAN ANEKA PRODUK MAKANAN, SALAH SATUNYA ADALAH SAMBAL BANJAR. INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY BELUM MENERAPKAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KARENA CABAI RAWIT YANG DIBELI LANGSUNG DIOLAH HABIS DALAM SEKALI PRODUKSI; (2) PENGENDALIAN PERSEDIAAN DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY MEMBUTUHKAN CABAI RAWIT SEBANYAK 448 KG SELAMA SETAHUN DENGAN KUANTITAS SEKALI PESAN SEBANYAK 4 KG, DAN BIAYA PEMESANAN SELAMA SETAHUN SEBESAR RP 1.378.048, BIAYA PENYIMPANAN SELAMA SETAHUN SEBESAR RP 350.000 SEHINGGA TOTAL BIAYA PERSEDIAAN SEBESAR RP 1.728.048 DALAM SETAHUN, DENGAN LEAD TIME SELAMA 3 HARI; (3) ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY DIDAPATKAN PEMESANAN YANG OPTIMUM SEBESAR 7,9 KG, SAFETY STOCK SEBESAR 1,4 KG, REORDER POINT SEBESAR 5,162 KG DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM SEBESAR 9,4 KG. INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY SEBAIKNYA MENGGUNAKAN SAFETY STOCK, REORDER POINT DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM UNTUK MENCEGAH TERJADINYA KEKURANGAN BAHAN BAKU CABAI RAWIT SEHINGGA PROSES PRODUKSI TETAP BERJALAN LANCAR.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN GENDER DALAM RUMAH TANGGA PETANI CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L) DI KELURAHAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

"PERAN GENDER DALAM RUMAH TANGGA PETANI CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L) DI KELURAHAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA" Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran gender dalam rumah tangga petani cabai rawit, menganalisis peran gender dalam proses pengambilan keputusan, serta mengidentifikasi dan menganalisis bentuk ketidaksetaraan gender dalam pembagian peran dan akses terhadap sumber daya di Kelurahan Juata Laut, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan 30 informan yang terdiri atas 15 pasangan suami istri petani cabai rawit. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan bantuan NVivo 12 Pro untuk mengorganisasi data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suami dan istri sama-sama terlibat dalam kegiatan usahatani cabai rawit, tetapi terdapat perbedaan dalam pembagian pekerjaan. Laki-laki lebih banyak terlibat dalam pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik, seperti pengolahan lahan, pemupukan, dan penyemprotan, sedangkan perempuan lebih banyak terlibat dalam pembibitan, penanaman, penyiraman, penyiangan, pemetikan, pengemasan, dan pemasaran. Dalam pengambilan keputusan, 9 rumah tangga (60%) didominasi suami, 5 rumah tangga (33,3%) dilakukan secara bersama, dan 1 rumah tangga (6,7%) didominasi istri. Ketidaksetaraan gender terlihat pada akses terhadap lahan, modal, pelatihan, dan informasi. Akses lahan, pelatihan, dan informasi lebih banyak berada pada suami, sedangkan akses modal bervariasi antara suami, istri, dan bersama. Selain itu, terdapat norma budaya yang memandang perempuan sebagai pihak yang membantu serta belum meratanya pengakuan terhadap pekerjaan perempuan dalam usahatani.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN SALURAN PEMASARAN CABAI RAWIT DIKELURAHAN KARANG HARAPAN, KECAMATAN TARAKAN BARAT, KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam memilih saluran pemasaran cabai rawit di Kelurahan Karang Harapan, Kota Tarakan, serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan memengaruhi keputusan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada Januari–April 2026 dengan menggunakan metode survei dan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 35 petani cabai rawit yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda yang didukung oleh uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran cabai rawit yang digunakan petani, yaitu saluran langsung (petani–konsumen) dan saluran tidak langsung (petani–pedagang pengumpul–pedagang pengecer–konsumen). Hasil uji simultan menunjukkan bahwa faktor harga, produksi, dan jarak secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan saluran pemasaran dengan nilai signifikansi 0,000 (0,05). Secara parsial, faktor harga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,552 dan nilai signifikansi 0,000, faktor produksi berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,309 dan nilai signifikansi 0,034, serta faktor jarak berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,544 dan nilai signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,881 menunjukkan bahwa 88,1% variasi keputusan saluran pemasaran dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 11,9% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Faktor harga merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi keputusan saluran pemasaran dengan nilai koefisien beta sebesar 0,476. Oleh karena itu, peningkatan akses informasi harga, perbaikan infrastruktur transportasi, dan penguatan kelembagaan petani perlu dilakukan untuk mendukung sistem pemasaran cabai rawit yang lebih efisien dan menguntungkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS RANTAI PASOK DAN SALURAN PEMASARAN KOMODITAS CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) DI KECAMATAN MALINAU KOTA KABUPATEN MALINAU PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas hortikultura strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun menghadapi permasalahan serius berupa ketidakstabilan produksi dan fluktuasi harga yang ekstrem. Rantai pasok cabai rawit di wilayah ini melibatkan lima pelaku utama, yaitu petani, pedagang pengepul, pedagang besar, pedagang pengecer, dan konsumen akhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur rantai pasok, mengidentifikasi faktor penyebab fluktuasi harga, serta mengetahui efisiensi pemasaran cabai rawit di Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. Pengambilan sampel dilakukan melalui purposive sampling terhadap 15 responden petani dan snowball sampling terhadap pelaku rantai pasok lainnya. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok cabai rawit di Kecamatan Malinau Kota melibatkan lima pelaku utama dengan dua saluran pemasaran, yaitu Saluran I (three-level marketing: petani → pengepul → pedagang besar → pengecer → konsumen) dan Saluran II (two-level marketing: petani → pengepul → pengecer → konsumen). Faktor utama fluktuasi harga meliputi perubahan iklim, serangan hama penyakit, ketidakseimbangan penawaran-permintaan, dan lemahnya posisi tawar petani. Berdasarkan analisis farmer's share, Saluran I menghasilkan nilai 54,55% dan Saluran II sebesar 67%, keduanya melampaui ambang efisiensi 50%. Saluran II dinilai lebih efisien karena memiliki rantai distribusi lebih pendek dan proporsi harga yang diterima petani lebih besar. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan petani dan pengembangan saluran distribusi yang lebih efisien guna meningkatkan kesejahteraan petani dan stabilitas harga.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PEMASARAN CABAI RAWIT (Capsicum Frutescens L) DI KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran pemasaran serta menganalisis biaya pemasaran, margin pemasaran, dan farmer’s share cabai rawit (Capsicum frutescens L.) di Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2026 di Kelurahan Kampung Enam dan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur, serta Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling terhadap 70 petani cabai rawit. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis saluran pemasaran, margin pemasaran, biaya pemasaran, dan farmer’s share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran cabai rawit di Kota Tarakan, yaitu saluran pemasaran langsung (produsen–konsumen) yang digunakan oleh 12 petani (17,14%) dan saluran pemasaran tidak langsung (produsen–agen–pedagang pengecer–konsumen) yang digunakan oleh 58 petani (82,86%). Pada saluran pemasaran langsung tidak terdapat biaya pemasaran maupun margin pemasaran, sehingga nilai farmer’s share mencapai 100%. Sementara itu, pada saluran pemasaran tidak langsung diperoleh total biaya pemasaran sebesar Rp14.535/kg, total margin pemasaran sebesar Rp35.212/kg, dan total keuntungan lembaga pemasaran sebesar Rp20.677/kg. Nilai farmer’s share pada saluran ini sebesar 71%, yang menunjukkan bahwa petani menerima 71% dari harga yang dibayarkan oleh konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran langsung memberikan bagian harga yang lebih besar kepada petani dibandingkan saluran pemasaran tidak langsung

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEDAGANG CABAI RAWIT DI PASAR INDUK TANJUNG SELOR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cabai rawit merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dan menjadi sumber pendapatan bagi pedagang di pasar tradisional. Fluktuasi harga, perubahan permintaan, serta tingginya biaya operasional menyebabkan perlunya dilakukan analisis kelayakan usaha untuk mengetahui tingkat keuntungan dan keberlanjutan usaha perdagangan cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan usaha pedagang cabai rawit di Pasar Induk Tanjung Selor. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari–Mei 2026 menggunakan metode survei. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 20 pedagang cabai rawit. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), Break Even Point (BEP) Volume, Break Even Point (BEP) Penerimaan, dan Return on Investment (ROI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya total yang dikeluarkan pedagang sebesar Rp10.312.909,69 per minggu, rata-rata penerimaan sebesar Rp11.622.187,50 per minggu, dan rata-rata pendapatan sebesar Rp1.309.277,81 per minggu. Hasil analisis kelayakan menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 1,13, B/C Ratio sebesar 0,13, BEP Volume sebesar 1,75 kg, BEP Penerimaan sebesar Rp110.865,85, dan ROI sebesar 13%. Berdasarkan indikator tersebut, usaha perdagangan cabai rawit di Pasar Induk Tanjung Selor dinyatakan layak untuk dijalankan dan dikembangkan karena mampu menghasilkan keuntungan, menutupi seluruh biaya yang dikeluarkan, serta memberikan tingkat pengembalian modal yang positif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI SISTEM MONITORING DAN PENYIRAMAN OTOMATIS TANAMAN CABAI RAWIT BERBASIS INTERNET OF THINGS DENGAN LOGIKA FUZZY MAMDANI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sistem monitoring dan penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang didukung oleh logika fuzzy memberikan solusi inovatif dalam sektor pertanian dengan memungkinkan pemantauan kondisi tanaman secara langsung. Hal ini dapat dilakukan melalui sensor kelembapan tanah dan intensitas cahaya yang dipasang di lapangan, sehingga dapat memantau kondisi tanaman secara real-time. Data yang diperoleh dari sensor ini kemudian diproses oleh sistem untuk memberikan respon yang cepat dan akurat terhadap perubahan lingkungan yang terjadi di lapangan. Dengan penggunaan logika fuzzy, sistem dapat menganalisis data sensor dan membuat keputusan penyiraman yang optimal sesuai dengan kondisi tanah. Selama proses kalibrasi sensor kelembapan tanah, didapatkan nilai offset sebesar 1.43, yang didapatkan dari penyesuaian batas atas dan batas bawah pembacaan kelembapan tanah, guna meningkatkan ketepatan pengukuran kelembapan dan menghasilkan keputusan yang lebih akurat. Hasil pengujian sistem ini menunjukkan bahwa kecepatan penyiraman dapat disesuaikan berdasarkan tingkat kelembapan tanah dan intensitas cahaya yang terdeteksi oleh sensor. Misalnya, ketika tanah berada dalam kondisi kering (≤58%), pompa akan aktif dengan kecepatan tinggi (ON) untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. Sementara itu, pada kondisi kelembapan tanah normal (62%–79%), pompa akan beroperasi dengan kecepatan sedang. Jika tanah tergolong basah (≥85%), pompa akan mati (OFF) karena penyiraman tidak lagi diperlukan. Meskipun intensitas cahaya turut berperan dalam pengoperasian pompa, keputusan utama tetap bergantung pada tingkat kelembapan tanah. Dalam kondisi intensitas cahaya rendah (±24.000 lux), pompa tetap beroperasi dengan kecepatan sedang selama kelembapan tanah dalam kategori normal. Pada intensitas cahaya sedang (±27.000–45.000 lux), kecepatan pompa akan disesuaikan dengan tingkat kelembapan tanah, dan berlaku untuk intensitas cahaya tinggi (±53.000–59.000 lux), untuk intensitas cahaya dilakukan dengan mengaktifkan mode tertinggi untuk memastikan akurasi sensor intensitas cahaya pada library. Sistem ini terbukti mampu menjaga kelembapan tanah dengan tepat tanpa pemborosan air. Dengan tingkat akurasi maksimal, sistem ini dapat berfungsi secara tepat dengan kebutuhan penyiraman berdasarkan kondisi tanah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Risiko Produksi Usahatani Cabai Rawit Di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Risiko produksi cabai rawit merujuk pada potensi masalah yang dapat mempengaruhi hasil produksi cabai rawit. Karena itu, dibutuhkan strategi untuk mengatasi risiko produksi berdasarkan tingkat dan sumber risiko yang dihadapi petani. Penelitian sumber risiko produksi cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik petani cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan (2) mengetahui sumber-sumber risiko produksi cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan (3).menganalisis tingkat risiko produksi cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan (4) mengetahui strategi yang dapat mengurangi risiko produksi cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan sensus sampling dengan jumlah responden 24 orang petani cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis risiko produksi (koefisien variasi). Hasil dari penelitian ini tingkat risiko produksi cabai rawit CV = 0,036 0,5 yang berarti risiko kecil yang dihadapi petani cabai rawit adalah 3,6 % dari produksi rata-rata cabai rawit 1461 kg. sumber risiko yang dihadapi mencakup keadaan cuaca terutama curah hujan tinggi, serangan hama dan penyakit, luas lahan serta kualitas sumberdaya manusia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIFITAS BIOSAKA DARI BERBAGAI MACAM DAUN TUMBUHAN SEBAGAI PENGENDALIAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABAI

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas biosaka dan waktu aplikasi yang terbaik sebagai pengendalian penyakit antraknosa pada tanaman cabai (capsicum annum L). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor. Terdiri dari 7 perlakuan yaitu P0 Kontrol (Inokulasi patogen ke tanaman) P1 (Aplikasi biosaka A sebelum inokulasi patogen ke tanaman), P2 (Aplikasi biosaka B sebelum inokulasi patogen ke tanaman), P3 (Aplikasi biosaka A setelah inokulasi patogen ke tanaman), P4 (Aplikasi biosaka B setelah inokulasi patogen ke tanaman), P5 (Aplikasi biosaka A sebelum dan sesudah inokulasi patogen ke tanaman) dan P6 (Aplikasi biosaka B sebelum dan sesudah inokulasi patogen ke tanaman). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 84 satuan percobaan, hasil penelitian menunjukan bahwa Penggunaan biosaka komposisi A lebih baik dalam menekan penyakit antraknosa pada tanaman cabai dibandingkan dengan penggunaan biosaka komposisi B. pada Penggunaan biosaka sebelum dan setelah penginfeksian patogen lebih baik dalam mengendalikan penyakit antraknosa pada tanaman cabai dibandingkan hanya sebelum atau hanya setelah terjadinya infeksi patogen.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Dalam Pengendalian Hama Kutu Daun (Aphis gossypii) Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.)

2024•

Cabai merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura penting yang dibudidayakan secara komersial. Permasalahan yang sering dihadapi dalam budidaya tanaman cabai di Indonesia adalah serangan hama. Kutu daun (Aphis gossypii) merupakan hama utama yang menyerang daun pada tanaman cabai. Daun pepaya merupakan salah satu alternatif bahan pestisida nabati. Ekstrak tanaman ini berpotensi untuk mengendalikan populasi hama kutu daun yang merupakan hama penting pada usaha budidaya tanaman cabai merah. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengetahui keefektifan dari penggunaan ekstrak daun pepaya dalam mengendalikan hama kutu daun (Aphis gossypii) pada tanaman cabai merah; (2) mengetahui konsentrasi yang terbaik dalam penggunaan ekstrak daun pepaya yang mampu mengendalikan hama kutu daun (Aphis gossypii) pada tanaman cabai merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi ekstrak daun pepaya 0%, 30%, 40%, 50% dan 60%. Masing- masing perlakukan di ulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 60 unit percobaan. Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari intensitas kerusakan daun, mortalitas kutu daun, dan deskripsi gejala kematian kutu daun. Analisis data menggunakan analisis varian ANOVA dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) pemberian ekstrak daun pepaya dapat mengendalikan hama kutu daun (Aphis gossypii) dan telah efektif dalam mengendalikan hama kutu daun (Aphis gossypii) yang menyerang tanaman cabai merah; (2) perlakuan P4 dengan konsentrasi 60% merupakan perlakuan terbaik yang dapat mengendalikan hama kutu daun (Aphis gossypii) yang menyerang tanaman cabai. Kata Kunci : Cabai Merah, Kutu Daun, Pestisida Nabati, Daun Pepaya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DETERMINASI DAN PROYEKSI INFLASI DI INDONESIA

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah uang beredar, nilai tukar, harga cabai dan harga daging terhadap inflasi di Indonesia tahun 2017-2021 dan mengetahui proyeksi inflasi di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian time series dengan objek penelitian jumlah uang beredar, nilai tukar, harga cabai dan harga daging. Data yang digunakan adalah data sekunder dimulai dari tahun 2017-2021 yang diperoleh dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik dan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan proyeksi trend kuadratik. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda dengan mengunakan SPSS 23.0, maka hasil yang diperoleh secara simultan atau Uji F statistik jumlah uang beredar, nilai tukar, harga cabai dan harga daging berpengaruh signifikan terhadap inflasi di indonesia. Secara parsial atau uji t statistik jumlah uang beredar berpengaruh signifikan terhadap inflasi sedangkan nilai tukar, harga cabai dan harga daging tidak berpengaruh signifikan terhadap inflasi. Analisis proyeksi kuadratik hasil penelitian ini menunjukan proyeksi mengalami penurunan pada tahun 2022 sebesar 1,46% dan tahun 2023 sebesar 1,40% dan proyeksi inflasi menunjukan inflasi tahun 2024 meningkat dari 1,53% dan terus meningkat pada tahun 2026 sebesar 2,40%

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Struktur Biaya dan Kelayakan Finansial Usaha Tani Cabai Rawit (Capsicum frutescens L) di Kelurahan Juata Laut Kota Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cabai rawit merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Komoditas cabai rawit ini memiliki dampak yang kuat pada inflasi karena dikonsumsi oleh sebagian besar penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur biaya dan kelayakan finansial usaha tani cabai rawit di Kelurahan Juata Laut Kota Tarakan. Responden dalam penelitian ini sebanyak 30 orang petani cabai rawit yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis struktur biaya (biaya tetap, biaya variabel dan biaya total), penerimaan, pendapatan dan kelayakan finansial (R/C Ratio dan BEP). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biaya variabel memberikan kontribusi tertinggi terhadap biaya total yaitu sebesar 96% dibandingkan dengan biaya tetap sebesar 4%. Hasil kelayakan finansial usaha tani cabai rawit berdasarkan data yang diperoleh pada saat penelitian menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 6,80 yang dapat diartikan bahwa usaha tani cabai rawit di Kelurahan Juata Laut Kota Tarakan layak untuk diusahakan, BEP produksi yang dihasilkan sebesar 1,16 kg dapat dikatakan layak, BEP harga Rp.14.711 dapat dikatakan layak, dan untuk BEP penerimaan sebesar Rp.116.094 dapat dikatakan layak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

kelayakan usahatani cabai rawit dikecamatan muruk rian kabupaten tana tidung

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu komoditas tanaman pangan yang menjadi unggulan dan mempunyai potensi di Indonesia adalah cabai rawit. Kecamatan Muruk Rian merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Tana Tidung yang merupakan salah satu daerah sentra produksi cabai rawit. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pendapatan dalam usaha tani cabai rawit di Kecamatan Muruk Rian Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan Metode penentuan sampel dalam penelitian ini merupakan teknik sensus sampling dengan jumlah responden 32 petani cabai rawit. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Abstrak ata yang digunakan pendapatan dan kelayakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya produksi usaha tani yang dikeluarkan petani cabai rawit di Kecamtan Muruk Rian pada setiap kali panen sebesar 2.984.789 kg/7 bulan yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 193.906 dan biaya variabel 2.790.883, penerimaan sebesar Rp 47.010.938, pendapatan sebesar Rp 44.026.194 dan R/C ratio sebesar 15,7. Hal ini berarti usaha tani cabai rawit tersebut layak untuk diusahakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KETERSEDIAAN PUPUK BERSUBSIDI TERHADAP PRODUKSI USAHATANI HORTIKULTUR CABAI RAWIT (Studi Kasus: Kelompok Tani Juata Permai Bersatu Di Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemberian pupuk bersubsidi merupakan program prioritas pemerintah untuk meringankan beban petani sehingga pada saat mereka membutuhkan pupuk untuk tanaman sayurannya tersedia dengan harga yang terjangkau. Dalam upaya meningkatkan produktivitas dan produksi pertanian, pemerintah membuat kebijakan yang bertujuan untuk memfasilitasi sarana dan prasarana pertanian, salah satunya adalah kebijakan subsidi pupuk bagi petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketersediaan pupuk bersubsidi terhadap produksi usaha tani hortikultura cabai rawit di Kota Tarakan. Lokasi penelitian ini bertempat di Kelurahan Juata Permai. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 petani. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dengan menggunakan analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan: persamaan regresi yang diperoleh Y=3,205 + 0,158X1 + 0,156X2+ 0,132X3. Uji determinasi R square sebesar 0,998. Uji F menunjukkan bahwa tingkat signifikansi 0,000 0,05 yang berarti luas lahan, pupuk urea, pupuk Sp-36 berpengaruh signifikan secara simultan. Uji t menunjukkan bahwa variabel luas lahan(X1), pupuk urea(X2), pupuk sp-36(X3) berpengaruh signifikan terhadap produksi cabai (Y) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Efisiensi Usaha Tani Cabai Rawit di Kelurahan Mamburungan Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan

2024•

Sayuran merupakan komoditas pangan yang mengandung mineral dan vitamin penting bagi tubuh manusia. Sayuran memiliki potensi sebagai sumber pertumbuhan baru dalam rangka pemenuhan gizi, perolehan devisa, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan perbaikan pendapatan petani. Salah satu jenis sayuran yang termasuk dalam komoditi unggulan adalah cabai. Cabai merupakan salah satu bahan baku yang dibutuhkan secara berkesinambungan karena merupakan bahan pangan yang di konsumsi setiap saat, maka cabai akan terus dibutuhkan dengan jumlah yang semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan perekonomian nasional. Tujuan penelitian ini, (1) untuk menganalisis pengaruh penggunaan input produksi bibit, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja dan (2) untuk mengetahui tingkat efisiensi teknis, efisiensi harga, dan efisiensi ekonomi usaha tani cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Kecamatan Tarakan Timur. Penelitian in dilaksanakan di Kelurahan Mamburungan pada bulan Juli 2023 sampai dengan selesai. Jumlah sampel yang digunakan adalah 30 petani responden, dengan metode sensus. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis fungsi produksi Cobb-Douglass dan analisis efisiensi teknis, harga/alokatif, dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien elastisitas benih (0,176), pupuk (0,146) dan pestisida (0,000), dan tenaga kerja (0,127). Nilai efisiensi teknis (1,093), nilai efisiensi harga/alokatif (646,12), nilai efisiensi ekonomi (706,209), ketiga nilai efisiensi tersebut belum bisa dikatakan efisiensi secara teknis, harga, maupun ekonomi karena nilainya masih kurang atau melebihi dari satu, sehingga perlu dilakukan pengurangan ataupun penambahan penggunaan faktor-faktor produksi agar tercapai efisiensi teknis, harga maupun ekonomi pada usaha tani cabai di Kelurahan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbedaan Pendapatan Petani Cabai Rawit (Capsicum frustencens L.) Sebelum Pandemi dan Pada Saat Pandemi Covid-19 di Tanjung Buka SP 5 Kecamatan Tanjung Palas Tengah

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan sumber daya pertanian secara efisien adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas pertanian sehingga walaupun dengan sumber daya yang terbatas. Covid-19 adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus SARS CoV-2 yang memiliki gejala mirip dengan flu biasa, yang dapat berlanjut pada sakit parah dan radang paru-paru(pneumonia) sehingga menyebabkan kesulitan bernafas. Kasus di Indonesia pertama kali diketahui, dengan diumumkan nya 2 warga yang dinyatakan positif Covid-19. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, mulai bulan oktober hingga Desember 2022. Pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling di tanjung buka sp 5 Kecamatan Tanjung Palas Tengah terhadap petani cabai rawit. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pendapatan petani sebelum pandemi sebesar Rp 2.887.859 dan pada saat pandemi sebesar Rp 4.540.847.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektifitas beauveria bassiana sebagai pengendali hama kutu daun pada tanaman cabai (Capsicum frutescens L)

2023•

Tanaman Cabai (Capsicum frutescens L) merupakan salah satu jenis sayuran yang dibudidayakan secara komersil. Masalah yang sering dihadapi dalam budidaya tanaman cabai yaitu serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Adapun jenis hama yang menyerang yaitu Thrips parvispinus karny, Bactrocera sp, Bemisia tabaci, Myzus persicea, Aphididae, Polyphagotarsonemus latus, dan Aphis gossypii. hama utama yang menyerang tanaman cabai yaitu hama Aphis gossypii.Salah satu jenis mikroorganisme yang berpotensi dalam pengendalian hayati hama kutu daun adalah jamur Beauveria bassiana. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan agen hayati Beauveria bassiana yang efektif dalam menurunkan jumlah kutu daun pada tanaman cabai (Capsicum Frutescens L). Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Boerneo Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian satu faktor yaitu pemberian agen hayati Beauveria bassiana dengan 5 perlakuan yaitu P0 yaitu kontrol, P1 yaitu 100ml air dengan Beauveria bassiana 5gram, P2 yaitu 100ml air dengan Beauveria bassiana 10gram, P3 yaitu 100ml air dengan Beauveria bassiana 15gram, P4 yaitu 100ml air dengan Beauveria bassiana 20gram. Hasil penelitian menujukkan bahwa perlakuan pemberian agen hayati beauveria bassiana berpengaruh pada parameter mortalitas kutu daun tanaman cabai. Pemberian agen hayati beauveria bassiana dengan konsetrasi 20gram yaitu P4 efektif menekan mortalitas kutu daun hingga 93.20%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Kitin Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai.

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman cabai (Gennus annuum) adalah salah satu komoditas sayuran yang sangat pontensial untuk dikembangkan dan merupakan salah satu sektor pertanian yang sangat penting dan memiliki peran strategis dalam ekonomi. Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen cabai terbesar di dunia. Para petani cabai di berbagai daerah seperti Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan berkontribusi secara signifikan dalam memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun ekspor. Salah satu upaya yang di lakukan untuk meningkatkan produksi cabai adalah dengan pemberian kitin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kitin yang efektif terhadap pertumbuhan dan produksi cabai. Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih selama tiga bulan sejak desember 2022 hingga februari 2023 di lahan fakultas pertanian yang disusun menggunakan rancangan acak kelompok satu faktor dengan perlakuan pengaruh pemberian kitin pada tanaman cabai. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap ulangan terdiri dari 3 polybag pengamatan sehingga diperoleh 75 satuan percobaan. Faktor perlakuan terdiri dari (kontrol) P1 (Kontrol), P2 (1% kitin), P3 (2% kitin), P4 (3% kitin) dan P5 (4% kitin). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kitin berpengaruh nyata pada pertumbuhan dan produksi tanaman. Rata-rata jumlah daun tertinggi terjadi pada pemberian kitin 4% (P5) yakni 5.73 helai, rata-rata tinggi tanaman terbaik juga terjadi pada pemberian kitin 4% (P5) yakni 10.73 cm dan rata-rata jumlah buah tertinggi juga dimiliki oleh P5 (4% kitin) yakni 6.03 buah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS ALELOPATI GULMA Cyperus compressus DAN Eleusine indica SEBAGAI BIOHERBISIDA GULMA Eleusine indica TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI DI KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cabai merupakan tanaman hortikultura yang banyak ditanam oleh petani di Kota Tarakan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun terdapat masalah dalam budidayanya yaitu adanya gulma yang tumbuh disekitarnya. Adanya gulma di lahan budidaya dapat menimbulkan kerugian dan menyebabkan kehilangan hasil panen. Gulma yang banyak ditemukan di Kota Tarakan yaitu gulma Eleusine indica. Pengendalian yang dapat dilakukan salah satunnya yaitu dengan memanfaatkan gulma Cyperus compressus dan Eleusine indica sebagai bioherbisida. Tujuannya yaitu dapat menghambat pertumbuhan gulma Eleusine indica di lahan budidaya cabai. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok 1 faktor dengan 11 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali, Perlakuan P0 (kontrol negatif (tanaman cabai + gulma)), P1 (kontrol positif (tanaman cabai tanpa gulma)), P2 (25% ekstrak C. compressus), P3 (25% ekstrak E. indica), P4 (50% ekstrak C. compressus), P5 (50% ekstrak E. indica), P6 (75% ekstrak C. compressus), P7 (75% ekstrak E. indica), P8 (100% ekstrak C. compressus), P9 (100% ekstrak E. indica), P10 (herbisida basmilang 10 ml per liter). Parameter pengamatan yaitu tinggi gulma, jumlah daun gulma, berat basah dan kering pupus dan akar gulma, kerusakan gulma, tinggi tanaman cabai, jumlah daun cabai, berat basah dan kering pupus dan akar tanaman cabai. Data dianalisis menggunakan ANOVA, apabila terdapat data berbeda nyata maka dilanjut dengan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P10 menunjukkan hasil terbaik pada semua parameter gulma. Sedangkan perlakuan ekstrak gulma kurang berpengaruh dalam mengendalikan gulma. Namun perlakuan P9 menunjukkan hasil lebih baik dari semua perlakuan dan paling berpotensi untuk direkomendasikan sebagai bioherbisida.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail