Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Kutu Daun
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

APLIKASI PESTISIDA BERBAHAN AKTIF KITOSAN SEBAGAI PENGENDALIAN KUTU DAUN (Aphis craccivora) PADA TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sesquipedalis)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengujian pestisida berbahan aktif kitosan sebagai alternatif pestisida masih relevan untuk dilakukan, khususnya terhadap hama kutu daun yang menjadi hama penting pada tanaman sayur-sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh beberapa jenis pestisida berbahan aktif kitosan; (2) konsentrasi pestisida; dan (3) interaksi antara jenis pestisida dan konsentrasi terhadap hama kutu daun pada tanaman kacang panjang. Penelitian faktorial menggunakan rancangan acak kelompok. Faktor pertama jenis pestisida berbahan aktif kitosan, yang terdiri dari kontrol (J0), kitosan murni (J1), soft guard (J2), super biovit (J3). Sedangkan, faktor kedua yaitu konsentrasi pestisida yang terdiri dari 0.1% (K1), 0.3% (K2), dan 1% (K3). Terdapat 12 kombinasi perlakuan dan 4 ulangan, sehingga terdapat 48 unit percobaan. Data dianalisis menggunakan Analysis of variance (Anova), dan perbandingan antar rata-rata menggunakan Duncan Multiple range Test (DMRT). Hasil penelitan menunjukkan; (1) pengaruh perlakuan bersifat tunggal atau tidak terdapat interaksi antara jenis pestisida berbahan aktif kitosan dengan konsentrasi pada seluruh parameter pengamatan; (2) pengaruh jenis pestisida berbahan aktif kitosan berbeda nyata hanya pada rata-rata populasi kutu daun 1 dan 3 hari setelah aplikasi pertama. Sedangkan, pestisida berbahan aktif kitosan jenis soft guard memiliki kecenderungan mengendalikan populasi kutu daun lebih tinggi dibandingkan dengan jenis pestisida lainnya; dan (3) pengaruh konsentrasi pestisida tidak berbeda nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Namun, konsentrasi 1% memiliki kecenderungan menghambat populasi kutu daun lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi lainnya. Tingginya populasi awal kutu daun, perilaku koloni kutu daun, metode aplikasi, dan sifat bahan aktif kitosan, diduga menjadi faktor yang mengurangi kemampuan pestisida mengendalikan hama kutu daun pada tanaman kacang panjang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Dalam Pengendalian Hama Kutu Daun (Aphis gossypii) Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.)

2024•

Cabai merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura penting yang dibudidayakan secara komersial. Permasalahan yang sering dihadapi dalam budidaya tanaman cabai di Indonesia adalah serangan hama. Kutu daun (Aphis gossypii) merupakan hama utama yang menyerang daun pada tanaman cabai. Daun pepaya merupakan salah satu alternatif bahan pestisida nabati. Ekstrak tanaman ini berpotensi untuk mengendalikan populasi hama kutu daun yang merupakan hama penting pada usaha budidaya tanaman cabai merah. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengetahui keefektifan dari penggunaan ekstrak daun pepaya dalam mengendalikan hama kutu daun (Aphis gossypii) pada tanaman cabai merah; (2) mengetahui konsentrasi yang terbaik dalam penggunaan ekstrak daun pepaya yang mampu mengendalikan hama kutu daun (Aphis gossypii) pada tanaman cabai merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi ekstrak daun pepaya 0%, 30%, 40%, 50% dan 60%. Masing- masing perlakukan di ulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 60 unit percobaan. Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari intensitas kerusakan daun, mortalitas kutu daun, dan deskripsi gejala kematian kutu daun. Analisis data menggunakan analisis varian ANOVA dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) pemberian ekstrak daun pepaya dapat mengendalikan hama kutu daun (Aphis gossypii) dan telah efektif dalam mengendalikan hama kutu daun (Aphis gossypii) yang menyerang tanaman cabai merah; (2) perlakuan P4 dengan konsentrasi 60% merupakan perlakuan terbaik yang dapat mengendalikan hama kutu daun (Aphis gossypii) yang menyerang tanaman cabai. Kata Kunci : Cabai Merah, Kutu Daun, Pestisida Nabati, Daun Pepaya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Ekstrak Tanaman Sri Rejeki (Dieffenbachia seguine) Sebagai Pestisida Nabati Dalam Mengendalikan Hama Kutu Daun Pada Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produksi tanaman kacang panjang pada tahun 2018 mencapai 19.415 ton. Sedangkan, pada tahun 2019 mencapai 18.658 ton, dan pada tahun 2020 mencapai 16.383 ton. Salah satu penyebab turunnya jumlah produksi kacang panjang di kota Tarakan adalah serangan organisme penganggu tanaman (OPT) sebagai dasar dilaksanakannya penelitian ini. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak tanaman sri rejeki sebagai pengendalian hama kutu daun dan mengetahui konsentrasi yang tepat dalam mengendalikan hama kutu daun pada tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.). Penelitian ini dilaksanakan di di Green House Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan, Pada Mei sampai dengan September 2023. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan terhadap mortalitas kutu daun, deskripsi kerusakan tanaman, dan tingkat efikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh data tentang pengaruh ekstrak sri rejeki terhadap mortalitas hama kutu daun pada tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) di ukur berdasarkan mortalitas kutu daun, deskripsi kerusakan tanaman oleh kutu daun, dan tingkat efikasi. Perlakuan P4 dengan kosentrasi 80% menunjukkan mortalitas 73.50%, deskripsi kerusakan tanaman dan tingkat efikasi sebesar 81.33% selama 6 minggu waktu pengamatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektifitas beauveria bassiana sebagai pengendali hama kutu daun pada tanaman cabai (Capsicum frutescens L)

2023•

Tanaman Cabai (Capsicum frutescens L) merupakan salah satu jenis sayuran yang dibudidayakan secara komersil. Masalah yang sering dihadapi dalam budidaya tanaman cabai yaitu serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Adapun jenis hama yang menyerang yaitu Thrips parvispinus karny, Bactrocera sp, Bemisia tabaci, Myzus persicea, Aphididae, Polyphagotarsonemus latus, dan Aphis gossypii. hama utama yang menyerang tanaman cabai yaitu hama Aphis gossypii.Salah satu jenis mikroorganisme yang berpotensi dalam pengendalian hayati hama kutu daun adalah jamur Beauveria bassiana. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan agen hayati Beauveria bassiana yang efektif dalam menurunkan jumlah kutu daun pada tanaman cabai (Capsicum Frutescens L). Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Boerneo Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian satu faktor yaitu pemberian agen hayati Beauveria bassiana dengan 5 perlakuan yaitu P0 yaitu kontrol, P1 yaitu 100ml air dengan Beauveria bassiana 5gram, P2 yaitu 100ml air dengan Beauveria bassiana 10gram, P3 yaitu 100ml air dengan Beauveria bassiana 15gram, P4 yaitu 100ml air dengan Beauveria bassiana 20gram. Hasil penelitian menujukkan bahwa perlakuan pemberian agen hayati beauveria bassiana berpengaruh pada parameter mortalitas kutu daun tanaman cabai. Pemberian agen hayati beauveria bassiana dengan konsetrasi 20gram yaitu P4 efektif menekan mortalitas kutu daun hingga 93.20%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

APLIKASI EKSTRAK DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA.L) TERHADAP POPULASI KUTU DAUN (APHIDS CRACCIVORA) PADA TANAMAN KACANG PANJANG

2021•

Daun pepaya merupakan salah satu alternatif bahan pestisida nabati. Ekstrak tanaman ini berpotensi untuk mengendalikan populasi hama kutu daun yang merupakan hama penting pada usaha budidaya tanaman kacang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengetahui pengaruh pestisida nabati berbahan baku ekstrak daun pepaya untuk mengendalikan populasi hama kutu daun pada tanaman kacang panjang; dan (2) membandingkan pengaruh ekstrak daun pepaya dengan kombinasi pemberian nutrisi tanaman atau senyawa lainnya terhadap populasi kutu daun pada tanaman kacang panjang. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan konsentrasi ekstrak daun pepaya 50%, serta perlakuan penambahan nutrisi yakni green tonic, multinonic, dan sabun cair pada perlakuan pemberian ekstrak daun pepaya. Masing-masing perlakukan di ulang sebanyak 7 kali, sehingga terdapat 35 unit percobaan. Analisis data menggunakan analisis varians non-parametrik yakni uji Kruskal-Wallis dan Uji Wilcoxon untuk membandingkan antar perlakuan. Hasil penelitan menunjukkan; (1) pengaruh pestisida nabati berbahan baku ekstrak daun pepaya dapat digunakan untuk mengendalikan populasi hama kutu daun dan mampu mengurngi populasi kutu daun, namun tidak signifikan dalam mengurangi kerusakan daun, bunga dan polong; (2) perlakuan ekstrak daun pepaya yang ditambahkan dengan aplikasi nutrisi tambahan (green tonic) cenderung memiliki perbedaan pengaruh dengan perlakuan lainnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail