Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Kacang Panjang
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

APLIKASI PESTISIDA BERBAHAN AKTIF KITOSAN SEBAGAI PENGENDALIAN KUTU DAUN (Aphis craccivora) PADA TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sesquipedalis)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengujian pestisida berbahan aktif kitosan sebagai alternatif pestisida masih relevan untuk dilakukan, khususnya terhadap hama kutu daun yang menjadi hama penting pada tanaman sayur-sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh beberapa jenis pestisida berbahan aktif kitosan; (2) konsentrasi pestisida; dan (3) interaksi antara jenis pestisida dan konsentrasi terhadap hama kutu daun pada tanaman kacang panjang. Penelitian faktorial menggunakan rancangan acak kelompok. Faktor pertama jenis pestisida berbahan aktif kitosan, yang terdiri dari kontrol (J0), kitosan murni (J1), soft guard (J2), super biovit (J3). Sedangkan, faktor kedua yaitu konsentrasi pestisida yang terdiri dari 0.1% (K1), 0.3% (K2), dan 1% (K3). Terdapat 12 kombinasi perlakuan dan 4 ulangan, sehingga terdapat 48 unit percobaan. Data dianalisis menggunakan Analysis of variance (Anova), dan perbandingan antar rata-rata menggunakan Duncan Multiple range Test (DMRT). Hasil penelitan menunjukkan; (1) pengaruh perlakuan bersifat tunggal atau tidak terdapat interaksi antara jenis pestisida berbahan aktif kitosan dengan konsentrasi pada seluruh parameter pengamatan; (2) pengaruh jenis pestisida berbahan aktif kitosan berbeda nyata hanya pada rata-rata populasi kutu daun 1 dan 3 hari setelah aplikasi pertama. Sedangkan, pestisida berbahan aktif kitosan jenis soft guard memiliki kecenderungan mengendalikan populasi kutu daun lebih tinggi dibandingkan dengan jenis pestisida lainnya; dan (3) pengaruh konsentrasi pestisida tidak berbeda nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Namun, konsentrasi 1% memiliki kecenderungan menghambat populasi kutu daun lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi lainnya. Tingginya populasi awal kutu daun, perilaku koloni kutu daun, metode aplikasi, dan sifat bahan aktif kitosan, diduga menjadi faktor yang mengurangi kemampuan pestisida mengendalikan hama kutu daun pada tanaman kacang panjang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Ekstrak Tanaman Sri Rejeki (Dieffenbachia seguine) Sebagai Pestisida Nabati Dalam Mengendalikan Hama Kutu Daun Pada Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produksi tanaman kacang panjang pada tahun 2018 mencapai 19.415 ton. Sedangkan, pada tahun 2019 mencapai 18.658 ton, dan pada tahun 2020 mencapai 16.383 ton. Salah satu penyebab turunnya jumlah produksi kacang panjang di kota Tarakan adalah serangan organisme penganggu tanaman (OPT) sebagai dasar dilaksanakannya penelitian ini. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak tanaman sri rejeki sebagai pengendalian hama kutu daun dan mengetahui konsentrasi yang tepat dalam mengendalikan hama kutu daun pada tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.). Penelitian ini dilaksanakan di di Green House Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan, Pada Mei sampai dengan September 2023. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan terhadap mortalitas kutu daun, deskripsi kerusakan tanaman, dan tingkat efikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh data tentang pengaruh ekstrak sri rejeki terhadap mortalitas hama kutu daun pada tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) di ukur berdasarkan mortalitas kutu daun, deskripsi kerusakan tanaman oleh kutu daun, dan tingkat efikasi. Perlakuan P4 dengan kosentrasi 80% menunjukkan mortalitas 73.50%, deskripsi kerusakan tanaman dan tingkat efikasi sebesar 81.33% selama 6 minggu waktu pengamatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh penggunaan sekam bakar padi dan mulsa plastik terhadap tanaman kacang panjang (vigna sinesis L.)

2023•

Tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang sangat pontensial untuk dikembangkan, selain bergizi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Salah satu faktor penunjang pada keberhasilan budidaya kacang panjang adalah ketersediaan unsur hara yang cukup serta lingkungan tumbuh yang optimal bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan hasil budidaya tanaman kacang panjang adalah dengan penggunaan mulsa untuk dapat melindungi tanaman dari butir hujan, meningkatkan penyerapan air oleh tanah, mengurangi volume dan kecepatan aliran permukaan (mengurangi erosi), menjaga suhu dan kelembapan tanah, dan menghambat pertumbuhan gulma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan sekam bakar padi dan mulsa plastik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.). Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Amal Lama, Kota Tarakan pada bulan Juli - Oktober 2022. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan, sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Faktor perlakuan terdiri dari P0 (kontrol/tanpa mulsa), P1 (100 g sekam bakar), P2 (200 g sekam bakar), P3 (400 g sekam bakar), dan P4 (mulsa plastik). Hasil menunjukkan bahwa penggunaan sekam bakar padi dan mulsa plastik mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman khususnya pada pengamatan umur 28 HST. Penggunaan sekam bakar padi dengan dosis 400 gram (P3) mampu memberikan hasil berbeda tidak nyata dengan penggunaan mulsa plastik hitam (P4) yaitu pada parameter tinggi tanaman (P3:98,06, P4:102,52 cm), jumlah daun (P3:29 helai, P4:30 helai), panjang polong (P3:57,82 cm, P4:62,30 cm, dan berat polong (P3:1643 g, P4:1826 g). jumlah polong terbanyak dihasilkan oleh P4 yaitu 32 polong kacang panjang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

APLIKASI EKSTRAK DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA.L) TERHADAP POPULASI KUTU DAUN (APHIDS CRACCIVORA) PADA TANAMAN KACANG PANJANG

2021•

Daun pepaya merupakan salah satu alternatif bahan pestisida nabati. Ekstrak tanaman ini berpotensi untuk mengendalikan populasi hama kutu daun yang merupakan hama penting pada usaha budidaya tanaman kacang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengetahui pengaruh pestisida nabati berbahan baku ekstrak daun pepaya untuk mengendalikan populasi hama kutu daun pada tanaman kacang panjang; dan (2) membandingkan pengaruh ekstrak daun pepaya dengan kombinasi pemberian nutrisi tanaman atau senyawa lainnya terhadap populasi kutu daun pada tanaman kacang panjang. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan konsentrasi ekstrak daun pepaya 50%, serta perlakuan penambahan nutrisi yakni green tonic, multinonic, dan sabun cair pada perlakuan pemberian ekstrak daun pepaya. Masing-masing perlakukan di ulang sebanyak 7 kali, sehingga terdapat 35 unit percobaan. Analisis data menggunakan analisis varians non-parametrik yakni uji Kruskal-Wallis dan Uji Wilcoxon untuk membandingkan antar perlakuan. Hasil penelitan menunjukkan; (1) pengaruh pestisida nabati berbahan baku ekstrak daun pepaya dapat digunakan untuk mengendalikan populasi hama kutu daun dan mampu mengurngi populasi kutu daun, namun tidak signifikan dalam mengurangi kerusakan daun, bunga dan polong; (2) perlakuan ekstrak daun pepaya yang ditambahkan dengan aplikasi nutrisi tambahan (green tonic) cenderung memiliki perbedaan pengaruh dengan perlakuan lainnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN AMPAS KOPI DAN ABU SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (VIGNA SINENSIS L.)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang sangat pontensial untuk dikembangkan, selain bergizi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Salah satu faktor penunjang pada keberhasilan budidaya kacang panjang adalah ketersediaan unsur hara yang cukup serta lingkungan tumbuh yang optimal bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Pemenuhan kebutuhan unsur hara pada tanaman kacang panjang dapat diperoleh dari media tanamnya sendiri maupun penambahan pupuk dari luar. Pupuk yang dianjurkan dan baik digunakan adalah pupuk organik. Salah satu pupuk organik yang digunakan adalah ampas kopi dan abu sekam padi. Selain menambah unsur hara yang dibutuhkan tanaman, juga dapat memperbaikisifat fisik dan kimia tanah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah pemberian ampas kopi dan abu sekam padi pada tanaman kacang panjang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.). Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Amal Lama, Kota Tarakan pada bulan Januari - Mei 2020. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor,yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan. Dengan parameter percobaan adalah: panjang tanaman, jumlah daun, jumlah polong, berat polong per tanaman, dan panjang polong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pemberian ampas kopi dan abu sekam padi secara bersama-sama mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang (panjang tanaman, jumlah daun, panjang polong, berat polong, dan jumlah polong).Pemberian ampas kopi tanpa abu sekam padi dengan dosis 30 gram mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang, yaitu pada panjang tanaman 7 HST P3 (6,70 cm), 14 HST P3 (23,33 cm), 21 HST P4 (59,60 cm), dan 28 HST (173 cm) dan jumlah daun pada 14 MST (7 helai), 21 MST (15 helai), 28 MST (52 helai) panjang polong P4 (30,41 gram), jumlah polong pertanaman P4 (14 biji), berat polong P4 (30,41 cm) kacang panjang pada parameter hasil.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI KACANG PANJANG (VIGNA SINENSIS L) DI KEAMATAN TARAKAN UTARA

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Petani sebagai pelaksana usahatani kacang panjang mengharapkan produksi yang lebih besar lagi agar memperoleh pendapatan yang besar. Dalam meningkatkan pedapatan, faktor produksi sangat menentukan besar kecilnya produksi yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis penerimaan (TR) dan biaya dalam usahatani Kacang Panjang, (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani Kacang Panjang. Penelitian ini di laksanakan di Kecamatan Tarakan Utara. Metode yang digunakan dalam penentuan sampel adalah metode sensus dengan jumlah 50 orang petani kacag panjang. Analisis yang digunakan yat analisis R/C rasio dan regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi SPSS 25. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan petani kacang panjang dengan luas lahan 0,1 sebesar Rp 6.408.600 dan biaya sebesar Rp 2.942.607 dan rata-rata pendapatan usahatani kacang panjang sebesar Rp 3.465.993 per musim tanam. Berdasarkan Uji F diperoleh variabel independen (harga benih, harga pupuk, harga pestisida, upah tenaga kerja, harga penjualan) secara bersama-sama (simultan) mempengaruhi pendapatan. Hal ini menunjukkan oleh nilai F 12,377 dengan (sig) 0.000 0.05 maka H1 diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan hasil Uji t diperoleh bahwa variabel harga jual (X5) dengan nilai (Sig 0.000) dan harga pupuk (X2) dengan nilai (Sig 0,047) berpengaruh terhadap pendapatan sedangkan variabel harga benih (X1) dengan nilai (Sig 0,759), harga pestisida (X3) dengan nilai (Sig 0,144), upah tenaga kerja (X4) dengan nilai (Sig 0,177) tidak signifikan berpengaruh terhadap pendapatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail