Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

12 hasil
Subjek: pedagang
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis pendapatan dan kepemilikan jiwa wirausaha pedagang sayur keliling di wilayah kecamatan tarakan timur

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ulyl Khasanafa. 15201020093. 2020. “ Analisis Pendapatan Dan Kepemilikan Jiwa Wirausaha Pedagang Sayur Keliling Di Wilayah Kecamatan Tarakan Timur ”. Dibimbing oleh Anang Sulistyo. Fakultas Pertanian Jurusan Agribisnis Universitas Borneo Tarakan. Tujuan penelitian yang (1) untuk mengetahui pendapatan usaha pedagang sayur keliling di wilayah Kecamatan Tarakan Timur, (2) untuk mengetahui kepemilikan jiwa wirausaha pedagang sayur keliling di wilayah Kecamatan Tarakan Timur, (3) untuk mengetahui hubungan antara pendapatan dengan kepemilikan jiwa wirausaha pedagang sayur keliling di wilayah Kecamatan Tarakan Timur. Metode penentuan sampel menggunakan kuota sampling dengan jumlah 30 responden. Pendapatan pedagang sayur keliling di wilayah kecamatan Tarakan timur sebesar Rp. 54.411 per hari, jika perbulan pendapatan yang di hasilkan sebesar Rp. 1.620.000 jika dibandingkan upah minimum kota Tarakan yang sebesar Rp. 3.756.824 jauh berbeda karena penelitian ini hanya menghitung pendapatan dari sayuran saja. Kepemilikan jiwa wirausahawan sebagian besar sebanyak 28 responden (93%) telah memiliki jiwa wirausaha dan sifat sebagai wirausaha yang kuat. Sedangkan yang masih memerlukan pembekalan sebanyak 2 responden (7%). Hubungan antara pendapatan dengan kepemilikan jiwa wirausaha bersifat lemah dengan nilai r (0,319

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tinjauan Kriminologi Terhadap Eksploitasi Ekonomi Terhadap Anak Sebagai Pedagang Asongan Di Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TINJAUAN KRIMINOLOGI EKSPLOITASI EKONOMI TERHADAP ANAK SEBAGAI PEDAGANG ASONGAN DI KOTA TARAKAN Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya praktik anak yang bekerja sebagai pedagang asongan di ruang publik Kota Tarakan, meskipun kota ini telah menyandang predikat Kota Layak Anak dan peraturan perundang-undangan telah secara tegas melarang eksploitasi ekonomi terhadap anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab eksploitasi ekonomi terhadap anak sebagai pedagang asongan di Kota Tarakan, serta upaya penanggulangan yang telah dilakukan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris, menggunakan data primer dari hasil wawancara dan observasi lapangan, serta data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksploitasi ekonomi terhadap anak sebagai pedagang asongan disebabkan oleh faktor ekonomi, keluarga, lingkungan, pendidikan, serta lemahnya pengawasan dan penegakan hukum yang saling berkaitan dan diperkuat oleh keterlibatan orang tua maupun pihak ketiga. Upaya penanggulangan yang dilakukan Pemerintah Kota Tarakan lebih didominasi kebijakan non-penal, seperti assessment, konseling, sosialisasi, Surat Edaran Nomor 100.3.4.3/210/DP3AP2KB/2023, serta penertiban bersama Satuan Polisi Pamong Praja, sedangkan kebijakan penal melalui Pasal 76I juncto Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak belum optimal diterapkan karena belum terdapat kasus yang diproses hingga tahap pidana. Upaya tersebut belum mampu menekan angka eksploitasi secara konsisten. Penelitian ini menyarankan penguatan edukasi kepada orang tua, pengawasan rutin di titik-titik anak berjualan, serta optimalisasi kebijakan non-penal secara berkelanjutan dengan kebijakan penal sebagai ultimum remedium.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEDAGANG CABAI RAWIT DI PASAR INDUK TANJUNG SELOR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cabai rawit merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dan menjadi sumber pendapatan bagi pedagang di pasar tradisional. Fluktuasi harga, perubahan permintaan, serta tingginya biaya operasional menyebabkan perlunya dilakukan analisis kelayakan usaha untuk mengetahui tingkat keuntungan dan keberlanjutan usaha perdagangan cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan usaha pedagang cabai rawit di Pasar Induk Tanjung Selor. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari–Mei 2026 menggunakan metode survei. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 20 pedagang cabai rawit. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), Break Even Point (BEP) Volume, Break Even Point (BEP) Penerimaan, dan Return on Investment (ROI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya total yang dikeluarkan pedagang sebesar Rp10.312.909,69 per minggu, rata-rata penerimaan sebesar Rp11.622.187,50 per minggu, dan rata-rata pendapatan sebesar Rp1.309.277,81 per minggu. Hasil analisis kelayakan menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 1,13, B/C Ratio sebesar 0,13, BEP Volume sebesar 1,75 kg, BEP Penerimaan sebesar Rp110.865,85, dan ROI sebesar 13%. Berdasarkan indikator tersebut, usaha perdagangan cabai rawit di Pasar Induk Tanjung Selor dinyatakan layak untuk dijalankan dan dikembangkan karena mampu menghasilkan keuntungan, menutupi seluruh biaya yang dikeluarkan, serta memberikan tingkat pengembalian modal yang positif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KELURAHAN SEBENGKOK KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sektor informal seperti Pedagang Kaki Lima (PKL) memiliki peran strategis sebagai tulang punggung ekonomi mikro dan alternatif penyedia lapangan kerja dalam menekan angka pengangguran di Kota Tarakan. Namun, para pelaku usaha ini sering kali menghadapi hambatan struktural seperti keterbatasan modal dan ketidakpastian operasional yang berdampak langsung pada fluktuasi pendapatan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal kerja, jam kerja, dan lama usaha baik secara parsial maupun simultan terhadap pendapatan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kelurahan Sebengkok, Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada responden PKL di Kelurahan Sebengkok. Teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik dan analisis regresi linier berganda yang diolah melalui perangkat lunak SPSS 25. Hasil analisis menunjukkan persamaan regresi LnY = 6,165 + 0,602LnX1 + 0,038X2 + 0,035X3 + e. Berdasarkan uji parsial (Uji t), variabel modal kerja (X1) dan lama usaha (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan (thitung > ttabel dan sig. 0,05). Sebaliknya, variabel jam kerja (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (thitung ttabel dan sig. > 0,05). Secara simultan (Uji F), ketiga variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap pendapatan secara bersama-sama (Fhitung = 71,618 > Ftabel = 2,70 ; sig. = 0,000). Nilai Koefisien Determinasi (R2) sebesar 0,698 menunjukkan bahwa modal kerja, jam kerja, dan lama usaha mampu menjelaskan variasi pendapatan PKL sebesar 69,8%, sedangkan sisanya sebesar 30,2% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI TERKAIT RENCANA RELOKASI PEDAGANG KAKI LIMA DI PASAR SORE TANJUNG SELOR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi terhadap rencana relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Sore Tanjung Selor, dengan meninjau dari dua aspek utama yaitu aspek lingkungan dan aspek ekonomi, serta menentukan lokasi alternatif yang paling sesuai antara Pasar Induk dan Pasar Subuh sebagai tempat relokasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 37 responden Pedagang Kaki Lima (PKL), sedangkan pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara dengan pembeli/konsumen, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh wanita, dan pihak pemerintah (Disperindagkop). Analisis data dilakukan dengan menggunakan skala likert untuk menilai persepsi responden terhadap aspek lingkungan dan ekonomi di dua lokasi alternatif relokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek lingkungan memperoleh skor 659 dari skor tertinggi 888 (74%), sedangkan aspek ekonomi memperoleh skor 637 dari skor tertinggi 888 (72%). Secara keseluruhan, tingkat kesesuaian lokasi relokasi mencapai 73% dan berada pada kategori “setuju”, yang berarti kedua aspek tersebut dinilai cukup baik meskipun belum maksimal. Berdasarkan hasil preferensi seluruh responden yaitu 53 responden terhadap lokasi relokasi, Pasar Subuh dipilih oleh 43 responden (81%), sedangkan Pasar Induk hanya dipilih oleh 10 responden (19%). Hal ini menunjukkan bahwa Pasar Subuh dinilai lebih layak untuk dijadikan lokasi relokasi karena memiliki kondisi lingkungan yang lebih bersih, aman, dan nyaman, serta potensi ekonomi yang lebih tinggi dalam hal aksesibilitas, daya tarik konsumen, dan peluang peningkatan pendapatan pedagang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

manfaat ruang publik di taman kota tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui manfaat ruang publik terhadap pendapatan pedagang di Taman Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data priner berupa kuesioner dan wawancara yang dilakukan kepada pedagang di Taman Kota Tarakan. Dalam penelitian ini menggubakan metode analisis data berupa regresi linear berganda dengan Aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini yaitu variabel fasilitas, kebersihan, Keamanan dan keindahan baik secara parsial dan simultan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan pedagang di Taman Kota Tarakan. Maka, hasil keseluruhan dari pendapatan yang di dapatkan oleh pedagang di taman kota Tarakan lebih banyak dipengaruhi oleh kecenderungan orang untuk bersantai dan berbelanja jenis dagangan seperti makanan yang di perdagangkan, minuman yang diperdagangankan serta pedagang barang dan jasa seperti permainan mobil mobilan atau permainan lainnya yang ada lokasi tiap taman di kota Tarakan This research was conducted to determine the benefits of public space on traders' income in Tarakan City Park. This research was conducted using a descriptive quantitative approach. The data used in this research is primary data in the form of questionnaires and interviews conducted with traders in Tarakan City Park. In this research, a data analysis method was used in the form of multiple linear regression with the SPSS application. The results of this research are that the variables of facilities, cleanliness, security and beauty, both partially and simultaneously, do not significantly influence the income of traders in Tarakan City Park. So, the overall income obtained by traders in Tarakan city parks is more influenced by people's tendency to relax and shop for types of merchandise such as traded food, traded drinks and traders of goods and services such as car games or other existing games. location of each park in the city of Tarakan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Dampak Relokasi Pasar Tradisional Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang Pasar (Studi Tentang Pedagang Pasar Sungai Pancang Kecamatan Sebatik Utara)

2023•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak relokasi pasar tradisional terhadap kondisi sosial ekonomi pedagang di Pasar Sungai Pancang, Kecamatan Sebatik Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian menggunakan sampel jenuh seluruh populasi sebanyak 30 responden sebagai pedagang di pasar. Teknik analisis persepsi menggunakan skala likert dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan persepsi responden s ebesar 84,08% dengan kategori "Sangat Sejahtera" dengan artian bahwa relokasi pasar ini berkontribusi pada peningkatan dalam proses jual beli, stabilitas ekonomi, dan interaksi sosial. Tingkat pendapatan bersih pedagang sayur sebesar Rp.7.477.059, pedagang ikan sebesar Rp.6.168.889, dan pedagang pakaian Rp.8.328.750 dengan rata-rata total sebesar Rp.7.324.888. Pendapatan pedagang pasar sungai pancang berada diatas pendapatan sektor informal Kabupaten Nunukan sebesar Rp.1.941.993 dapat dikategori "Sejahtera".

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Willingness To Pay Pedagang Pasar Dalam Pengelolaan Sampah Terhadap Kebersihan Lingkungan Di Kota Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang mana dalam penelitian ini diperoleh dari kuesioner langsung dengan pedagang Pasar Boom Panjang dan Pasar Gusher Kota Tarakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Willingness To Pay pedagang yang harus dibayarkan, potensi pendapatan Pemerintah Daerah dari Willingness To Pay yang bersedia dibayarkan pedagang, dan bagaimana pengaruh pendapatan dan lama berdagang terhadap Willingness To Pay. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode simple random sampling. Sampel ini sebanyak 90 orang pedagang pasar. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa Willingness To Pay pedagang sebesar Rp. 11.333/bulan/perorang, potensi pendapatan Pemerintah Daerah dari Willingness To Pay sebesar Rp. 11.140.339/bulan dan berdasarkan hasil Uji T, diketahui bahwa variabel pendapatan memiliki pengaruh signifikan terhadap Willingness To Pay, sedangkan variabel lama berdagang tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap Willingness To Pay.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN DAN KONTRIBUSI WANITA PEDAGANG SAYURAN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI PASAR GUSHER KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Wanita pedagang sayuran yang ada dipasar Gusher, wanita ini bekerja tentunya punya alasan dan tujuan yaitu untuk memperoleh atau mendapatkan imbalan yaitu berupa uang. minimnya pendapatan yang diterima suami menuntut perempuan untuk ikut bekerja dalam rangka membantu meringankan beban suami. Penelitian ini bertujuan untuk : (1). Mengetahui karakteristik wanita pedagang sayuran; (2). Mendeskripsikan peran wanita pedagang sayuran; (3). Mengetahui kontribusi wanita pedagang sayuran. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 10 orang, wanita pedagang sayuran yang menjadi obyek penelitian adalah wanita yang sudah menikah. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan : (1). Diketahui karakteristik wanita pedagang berdasarkan umur paling banyak berada pada rentang umur (42-50 tahun), berdasarkan tingkat pendidikan paling banyak memiliki latar belakang tingkat pendidikan menegah atas (SMA), berdasarkan pengalaman berdagang dengan lama berdagang 4-8 tahun dan berdasarkan jumlah tanggungan keluarga sebanyak 2-5 orang. (2). Peran wanita pedagang sayuran : membeli sayuran yang akan di jual, menyiapkan barang dagangan yang akan di jual, penjualan barang dagangan. (3). Kontribusi pendapatan wanita pedagang sayuran di pasar Gusher Kota Tarakan yaitu sebesar 70%, hal ini menunjukan bahwa kontribusi wanita pedagang sayuran terhadap pendapatan keluarga cukup besar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penegakan Hukum Terhadap Pedagang Kaki Lima Di Kota Tarakan

2022•

ABSTRAK AIDIL RIAN SANJAYA, NPM. 1740501069, dengan judul “PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PEDAGANG KAKI LIMA BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 20 TAHUN 2001 TENTANG PENGATURAN PEDAGANG KAKI LIMA DAN PEDAGANG KAKI LIMA MUSIMAN DI KOTA TARAKAN” di bawah bimbingan, NURASIKIN, S.HI., M.H dan FATHURRAHMAN, S.Pd., M.H. Penelitian ini dilatar belakangi oleh sebuah permasalahan yaitu terdapat pada penegakan hukum terhadap pedagang kaki lima di Kota Tarakan, pada praktek penegakan hukum tersebut adanya ketidakserasian dengan apa yang telah ditentukan dalam sebuah peraturan perundang-undangan. Permasalahan tersebut diuraikan dalam dua rumusan masalah yaitu; 1) faktor penegakan hukum terhadap pedagang kaki lima Kota Tarakan berdasarkan peraturan daerah nomor 20 tahun 2001 tentang pengaturan pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman di Kota Tarakan? 2) hambatan dalam melakukan penegakan hukum terhadap pedagang kaki lima di kota tarakan ?. Penelitian ini mengunakan penelitian empiris dengan menggunakan pengumpulan bahan hukum yaitu wawancara dengan sumber bahan hukum primer dan sekunder, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu secara substansi penegakan hukum terhadap pedagang kaki lima Kota Tarakan ditetapkan dalam peraturan daerah Kota Tarakan nomor 20 tahun 2001 tentang pengaturan pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman di Kota Tarakan ini sudah tepat, dan secara struktur penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat hukum yakni Satpol-PP Kota Tarakan telah bekerja sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan, akan tetapi penegakan hukum tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya disebabkan masih kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap aturan yang telah diberlakukan, pedagang kaki lima yang tidak memiliki ijin menempati lokasi akan ditindak oleh aparat penegak hukum berupa memberikan peringatan secara lisan maupun tertulis hingga dengan melakukan penertiban barang dagangan mereka, bahkan akan diberikan sanksi sesuai ketentuan peraturan daerah yang berlaku.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENDAPATAN PEDAGANG DI TAMAN KOTA SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19 DI KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan pedagang di taman kota sebelum dan selama pandemi covid-19 di Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dalam rangka pengumpulan data dengan mengambil populasi dan sampel sebanyak 60 responden berdasarkan data yang penulis ambil dilapangan. Teknik analisis yang digunakan adalah Uji T atau Uji Beda Dua Sampel Dependen Berpasangan dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya situasi pandemi covid-19 berpengaruh negative dan signifikan terhadap pendapatan pedagang ditaman kota khususnya di Kota Tarakan. Dimana ditunjukkan dengan nilai t hitung lebih besar dari t tabel (12,447 > 2,001). Serta nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari signifikan 0,05. Sehingga H_0 ditolak dan H_1 diterima, kesimpulannya adalah ada perbedaan yang signifikan antara pendapatan pedagang di taman kota sebelum dan selama pandemi covid-19 di kota tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN PEDAGANG SINGKONG DI PASAR BERINGIN DAN PASAR TENGUYUN DI KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Besarnya produksi singkong pada tahun tertentu yang tidak seimbang dengan tingkat penjualan di pasar, akan mempengaruhi tingkat pendapatan pedagang singkong di pasar. Tujuan dari penelitian ini ialah (1) Untuk mengetahui perbedaaan karakteristik pedagang singkong di pasar beringin, dan pasar tenguyun. (2) Untuk mengetahui biaya pemasaran, penerimaan dan pendapatan pedagang singkong di pasar beringin, dan pasar tenguyun. (3) Untuk mengetahui perbandingan pendapatan pedagang singkong di pasar beringin dan pasar tenguyun. Metode penentuan sampel pada penelitian ini ialah sampling jenuh dengan jumlah responden 20 orang. Metode pengumpulan data ialah observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis usaha yaitu biaya pemasaran, penerimaan, dan pendapatan serta statistik perbandingan uji t. Berdasarkan hasil penelitian (1) Perbedaan karakterisitik pedagang singkong pasar beringin dan tenguyun meliputi jenis kelamin yaitu pasar tenguyun lebih memiliki banyak pedagang berjenis kelamin laki-laki dibandingkan pasar beringin. Umur pedagang singkong pasar beringin dan pasar tenguyun sama-sama masih dalam kategori produktif. Tingkat pendidikan pedagang singkong pasar tenguyun lebih tinggi dibandingkan pasar beringin. Pengalaman berdagang/lama usaha pedagang pasar beringin lebih banyak dibandingkan pasar tenguyun. (2) Total biaya pemasaran di Pasar Beringin yaitu Rp. 1.450.000, dengan rata-rata jumlah Penerimaan Rp. 92.500, dan rata-rata pendapatan Rp. 1.357.500, dibandingkan dengan rata-rata biaya pemasaran Pasar Tenguyun yaitu Rp. 1.050.500, dengan rata-rata jumlah penerimaan Rp. 85.000, dan rata-rata pendapatan Rp. 965.500. (3) Berdasarkan Hasil uji t, perbandingan pendapatan pedagang singkong di pasar beringin dengan pedagang singkong di pasar tenguyun memiliki perbedaan yaitu, nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel maka dalam pengambilan keputusan ada perbedaan rata-rata pendapatan antara pedagang singkong Pasar Beringin dan pedagang singkong Pasar Tenguyun .

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail