ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomi Wana Wisata Persemaian Kota Tarakan berdasarkan manfaat yang dapat diestimasi secara kuantitatif. Wana Wisata Persemaian dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi, olahraga, dan edukasi serta memiliki nilai keberadaan dan nilai warisan bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui kuesioner kepada 60 responden pengunjung Wana Wisata Persemaian Kota Tarakan dan data sekunder sebagai data pendukung. Penentuan responden dilakukan menggunakan teknik Quota Accidental Sampling. Analisis nilai ekonomi dilakukan menggunakan Travel Cost Method (TCM) untuk mengestimasi nilai guna langsung berdasarkan biaya perjalanan yang dikeluarkan pengunjung, sedangkan nilai keberadaan dan nilai warisan diestimasi menggunakan Contingent Valuation Method (CVM) melalui pendekatan Willingness to Pay (WTP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai guna langsung Wana Wisata Persemaian sebesar Rp 477.006.243 per tahun, nilai keberadaan sebesar Rp 306.000.000 per tahun, dan nilai warisan sebesar Rp 406.980.000 per tahun. Berdasarkan ketiga komponen nilai tersebut, nilai ekonomi Wana Wisata Persemaian Kota Tarakan yang berhasil diestimasi dalam penelitian ini sebesar Rp 1.189.986.243 per tahun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan sampah di wilayah pesisir menjadi isu penting yang berdampak pada lingkungan, ekonomi, dan kesehatan masyarakat. Kota Tarakan sebagai wilayah pesisir menghadapi peningkatan timbulan sampah yang fluktuatif serta belum optimalnya sistem pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran masyarakat dalam penerapan circular economy serta menganalisis Willingness to Pay (WTP) dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Selumit Pantai. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel 92 responden dan analisis Contingent Valuation Method (CVM). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata WTP sebesar Rp33.858 per individu dengan estimasi tahunan Rp406.296 dan total nilai ekonomi Rp247.434.264. WTP tertinggi terdapat pada layanan pengelolaan sampah utama. Namun, penerapan prinsip 3R masih rendah dan sebagian besar masyarakat belum melakukan pengelolaan sampah secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi, penyediaan infrastruktur, serta kebijakan berkelanjutan untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis circular economy.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai ekonomi Obyek Wisata Kawasan Konservasi Hutan Mangrove di Kota Tarakan dengan menggunakan metode analisis Willingness To Pay (WTP) dan Nilai Total Ekonomi. Pendekatan ini menggunakan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pengambilan data diambil dengan cara menyebarkan kuesioner lalu pengolahan data menggunakan Excel. Pengambilan sempel pada penelitian ini menggunakan metode Qouted Accidential Sampling dan menggunakan sampel sebanyak 60 responden. Berdasarkan hasil perhitungan keseluruhan WTP yaitu sebesar Rp.740.000 dalam waktu pertahun. Kemudian hasil dari perhitungan Nilai Total Ekonomi wilayah Kawasan Konservasi Hutan Mangrove di Kota Tarakan menunjukkan bahwa hasil total nilai guna langsung yaitu sebesar Rp. 458.974.360 , kemudian total nilai pilihan sebesar Rp. 5.375.700, total nilai keberadaan sebesar Rp. 8.016.666.667 , dan total nilai warisan sebesar Rp. 45.897.436. Berikutnya untuk perhitungan Nilai Total Ekonomi keseluruhan sebesar Rp. 8.526.914.16.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang mana dalam penelitian ini diperoleh dari kuesioner langsung dengan pedagang Pasar Boom Panjang dan Pasar Gusher Kota Tarakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Willingness To Pay pedagang yang harus dibayarkan, potensi pendapatan Pemerintah Daerah dari Willingness To Pay yang bersedia dibayarkan pedagang, dan bagaimana pengaruh pendapatan dan lama berdagang terhadap Willingness To Pay. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode simple random sampling. Sampel ini sebanyak 90 orang pedagang pasar. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa Willingness To Pay pedagang sebesar Rp. 11.333/bulan/perorang, potensi pendapatan Pemerintah Daerah dari Willingness To Pay sebesar Rp. 11.140.339/bulan dan berdasarkan hasil Uji T, diketahui bahwa variabel pendapatan memiliki pengaruh signifikan terhadap Willingness To Pay, sedangkan variabel lama berdagang tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap Willingness To Pay.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui eksternalitas positif dan negatif dari usaha perkebunan kelapa sawit terhadap masyarakat di Desa Sei Manurung Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan dan mengetahui kesediaan membayar (willingness to pay) masyarakat. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif serta alat analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu skala likert dan willingness to pay (WTP). Hasil penelitian ini yaitu eksternalitas positif peningkatan pendapatan dengan indeks persen 80,24% kategori meningkat, pengadaan dan perbaikan infrastruktur kondisi 78,02% kategori baik dan manfaat 72,59% kategori puas. Eksternalitas negatif Polusi udara dengan indeks persen 60,22 % kategori berdebu/asap, kurangnya sumber air bersih dengan indeks persen sebesar 33,56% kategori kurang. Willingness to pay (WTP) masyarakat 44% setuju dan bersedia membayar untuk memperbaiki kualitas lingkungan dan 56% tidak setuju dan tidak bersedia membayar. Nilai rata-rata kesediaan membayar dari responden adalah Rp. 15.395 dan total kesediaan membayar adalah Rp. 10.314.650.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The Pamusian watershed has the potential to be polluted due to human activities along the riverbanks such as domestic, industrial waste and various activities from the Tenguyun Market. This activity causes the Pamusian watershed to experience a decrease in quality, this is based on the quality of the water quality status in the downstream watershed which is classified as polluted waters and can no longer be used as a source of water for cultivation activities. Disruption of the function of the watershed ecosystem will affect the quality and quantity of the Pamusian watershed ecosystem. The purpose of this study is to determine the community's assessment and community preferences for the existence and sustainability of the Pamusian watershed ecosystem, as well as to estimate the economic value of the benefits of goods and services through willingness to pay. The research method used is descriptive analysis and the Contingent Valuation Method approach to analyze the community's willingness to pay. The results showed that the community's assessment of the existence of the Pamusian watershed has changed including the water has been polluted by 44%, there has been a flood of 42%, and the loss of flora and fauna is 14%, the community's preference for the preservation of the Pamusian watershed is 98% of respondents agreeing to the effort improvement of the Pamusian watershed ecosystem. The estimation of the economic value of the Pamusian watershed ecosystem through the willingness to pay of the community, namely the total WTP Indirect Use Value (IUV) of IDR 5.4 billion per year and the WTP Existence Value (EV) of IDR 7.2 billion per year. This value describes the community's willingness to pay for efforts to maintain river environmental services, both indirect benefits and benefits from the existence of the Pamusian watershed ecosystem.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lahan kritis merupakan suatu bentuk keadaan lahan atau tanah yang sebenarnya dapat menjadi ladang peluang bagi suatu kelompok masyarakat khususnya petani. Bagi sebagian individu khusunya para petani saat ini, dalam mengelola lahan krtitis tersebut menjadi menjadi lahan lahan yang dapat digunakan oleh masyarakat petani dalam kegiatan bercocok tanam dan dapat menghasilkan nilai ekonomis bagi para petani selain itu pengelolaan lahan tersebut juga berdampak bagi lingkungan ekologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kesediaan membayar) petani dalam upaya perbaikan lahan kritis. Desain pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah petani dan menggunakan simple random sampling untuk menentukan populasi yang dilakukan secara acak. Penetapan ukuran sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Lameshow dari hasil perhitungan jumlah populasi yang dijadikan sampel sebanyak 100 responden. Alat analisis yang digunakan adalah valuasi ekonomi dengan metode Contingent Valuation Method (CVM). Hasil dari penelitian ini adalah estimasi upaya yang dilakukan untuk perbaikan kondisi lahan kritis sebesar per indivdu Rp. 130.000 perbulan lebih besar dibandingkan nilai rata-rata dari maksimum kesediaan membayar (Average of Maximum Willingness To Pay) petani dalam upaya perbaikan lahan kritis untuk meningkatkan produktivitas pertanian yaitu sebesar Rp. 49.850 per individu perbulan dan nilai total Willingness To Pay (WTP) responden secara keseluruhan sebesar Rp.59.820.000 pertahun. Hasil ini menunjukkan bahwa kesediaan membayar petani dalam upaya perbaikan lahan kritis di Kecamatan Tarakan Timur dan Tarakan Utara Kota Tarakan sangat rendah.