Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Wilayah Pesisi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Papan Media Nilai Tempat Berbasis Wilayah Pesisir untuk Materi Bilangan Cacah pada Siswa Kelas III-D di SDN 019 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran papan nilai tempat berbasis wilayah pesisir pada materi nilai tempat bilangan cacah. Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih rendahnya pemahaman siswa kelas III-D SDN 019 Tarakan terhadap konsep nilai tempat dan kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Sugiyono yang dimodifikasi menjadi sembilan tahap. Subjek penelitian adalah siswa kelas III-D SDN 019 Tarakan, di mana saat uji coba awal melibatkan 10 siswa dan pada saat uji coba lapangan sebanyak 16 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, validasi ahli, dan angket respon siswa. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase kelayakan media dan ketertarikan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran papan nilai tempat berbasis wilayah pesisir memperoleh persentase kelayakan sebesar 91,57% dengan kategori sangat layak. Hasil uji coba awal memperoleh persentase ketertarikan siswa sebesar 98,67% dengan kategori sangat menarik. Media yang dikembangkan mampu membantu siswa memahami konsep nilai tempat bilangan cacah secara lebih konkret, meningkatkan keaktifan, serta menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Profil Kesadaran Lingkungan Siswa SMP di Wilayah Pesisir Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Kesadaran lingkungan merupakan aspek penting dalam membentuk karakter dan perilaku peduli lingkungan, terutama pada siswa SMP yang bersekolah di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan profil kesadaran lingkungan siswa SMP di wilayah pesisir Kota Tarakan ditinjau dari aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survei. Sampel penelitian berjumlah 76 siswa kelas VIII dari SMP Negeri 10 Tarakan dan SMP Negeri 12 Tarakan. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert empat pilihan jawaban dan observasi sebagai data pendukung. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa mean, standar deviasi, frekuensi, persentase, dan kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek pengetahuan didominasi kategori sedang sebesar 73,68%, rendah 17,11%, dan tinggi 9,21%. Aspek sikap didominasi kategori sedang sebesar 61,84%, rendah 22,37%, dan tinggi 15,79%. Aspek tindakan didominasi kategori sedang sebesar 65,79%, rendah 13,16%, dan tinggi 21,05%. Berdasarkan ketiga aspek tersebut, profil kesadaran lingkungan siswa SMP di wilayah pesisir Kota Tarakan berada pada kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan siswa telah terbentuk, tetapi masih perlu diperkuat agar berkembang secara lebih optimal melalui pembelajaran IPA yang kontekstual dan pembiasaan perilaku peduli lingkungan di sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

WILLINGNESS TO PAY DAN PERAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH SEBAGAI UPAYA PENERAPAN CIRCULAR ECONOMY DI KELURAHAN SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan sampah di wilayah pesisir menjadi isu penting yang berdampak pada lingkungan, ekonomi, dan kesehatan masyarakat. Kota Tarakan sebagai wilayah pesisir menghadapi peningkatan timbulan sampah yang fluktuatif serta belum optimalnya sistem pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran masyarakat dalam penerapan circular economy serta menganalisis Willingness to Pay (WTP) dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Selumit Pantai. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel 92 responden dan analisis Contingent Valuation Method (CVM). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata WTP sebesar Rp33.858 per individu dengan estimasi tahunan Rp406.296 dan total nilai ekonomi Rp247.434.264. WTP tertinggi terdapat pada layanan pengelolaan sampah utama. Namun, penerapan prinsip 3R masih rendah dan sebagian besar masyarakat belum melakukan pengelolaan sampah secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi, penyediaan infrastruktur, serta kebijakan berkelanjutan untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis circular economy.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Serta Masyarakat Diwilayah Pesisir Dalam Pengelolaan Sampah Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 5 Tahun 2014

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah di wilayah pesisir berdasarkan Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah, serta menilai efektivitas implementasi regulasi tersebut, khususnya di Kelurahan Selumit Pantai. Peraturan daerah ini secara normatif menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam pengurangan, pemilahan, pengumpulan, dan pengolahan sampah sebagai bagian dari sistem pengelolaan berbasis lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan hukum empiris dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi terhadap warga di wilayah pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif perda telah mengatur dengan cukup lengkap peran masyarakat dan tanggung jawab pemerintah daerah. Namun, implementasinya di lapangan belum berjalan secara optimal. Mayoritas masyarakat tidak mengetahui isi perda, tidak pernah menerima sosialisasi, dan tidak memiliki akses terhadap sarana pengelolaan sampah seperti TPS maupun TPS 3R. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat dan ketiadaan sistem penjemputan sampah turut menjadi kendala utama. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara regulasi dan realitas sosial di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan implementasi perda melalui strategi yang lebih kontekstual, seperti peningkatan edukasi publik, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta kebijakan yang adaptif terhadap kondisi sosial-geografis wilayah pesisir. Dengan demikian, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dapat ditingkatkan secara berkelanjutan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSONAL HYGIENE PADA ANAK-ANAK NELAYAN DI WILAYAH PESISIR PANTAI AMAL

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masalah-masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak usia sekolah dasar adalah penyakit yang berhubungan dengan kebersihan diri anak dan lingkungan. Apabila anak-anak tidak melakukan personal hygiene dengan tepat maka mereka akan berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan. Daya tahan tubuh anak-anak yang belum cukup kuat dapat membuat anak-anak lebih rentan terhadap serangan dan infeksi kuman dari luar tubuh. Kerentanan gangguan kesehatan ini akan lebih berdampak pada anak-anak terutama yang tinggal di wilayah pesisir. Wilayah pesisir adalah wilayah yang memiliki kompleksitas permasalahan, isu, tantangan dan peluang tersendiri yang menjadikan wilayah pesisir berbeda dengan wilayah lainnya. Permukiman wilayah pesisir yang menonjol di Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara adalah warga nelayan yang bermukim disepanjang Pantai Amal. Warga yang bermukim pada daerah ini memiliki anak-anak usia 6-12 tahun dan juga tergolong miskin serta kawasannya terlihat kumuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan personal hygiene pada anak-anak nelayan di wilayah pesisir Pantai Amal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif untuk melihat gambaran fenomena yang terjadi pada personal hygiene anak-anak nelayan di wilayah pesisir Pantai Amal. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Purposive Sampling dengan jumlah populasi sebanyak 64 anak nelayan usia 6-12 tahun dan jumlah sampelnya sebanyak 55 anak nelayan usia 6-12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata status personal hygiene pada anak-anak nelayan adalah personal hygiene tidak memenuhi syarat. Ini terlihat pada persentase tertinggi (56.4%) dari total responden/pihak anak nelayan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Determinan Perilaku Pencegahan Penyakit Tuberkulosis di Wilayah Pesisir Kota Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular penyebab kematian terbanyak setelah COVID-19 dan Indonesia menempati peringkat ke-2 setelah India dengan kasus tuberkulosis tertinggi pada tahun 2021. Oleh karena itu diperlukan optimalisasi promosi dan pencegahan penyakit tuberkulosis agar terbentuk perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis yang baik di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan tindakan mencari pengobatan untuk kesembuhan terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini adalah 71 pasien tuberkulosis yang terkonfirmasi bakteriologis dan berumur ≥ 15 tahun di Puskesmas Pantai Amal, Sebengkok dan Gunung Lingkas. Analisis data menggunakan chi square dengan hasil hubungan pengetahuan terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis memperoleh p value 0,054, hubungan sikap terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis memperoleh p value 0,032, dan hubungan tindakan mencari pengobatan untuk kesembuhan terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis memperoleh p value 0,009. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tidak berhubungan signifikan terhadap perilaku pencegahan tuberkulosis, sedangkan sikap dan tindakan mencari pengobatan untuk kesembuhan berhubungan signifikan terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENENTUAN STATUS MUTU AIR MENGGUNAKAN INDEKS PENCEMARAN BERDASARKAN PARAMETER FISIKA DAN KIMIA DI PERAIRAN PESISIR PULAU TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penentuan status mutu suatu perairan merupakan hal yang penting dilakukan, khususnya di perairan pesisir yang umumnya rentan terhadap pencemaran. Berbagai aktivitas di wilayah Pesisir Pulau Tarakan dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas perairan sehingga fungsi ekosistem yang terdapat di lingkungan tersebut pun menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan status mutu Perairan Pesisir Pulau Tarakan berdasarkan parameter fisika dan kimia (suhu, kecerahan, salinitas, pH, DO, BOD5, nitrat, fosfat, ammonia dan sulfida) yang tertera pada baku mutu air laut untuk biota dengan menggunakan metode indeks pencemaran. Titik pengukuran dan pengambilan sampel air laut dilakukan sebanyak 5 stasiun yang didasarkan beberapa sumber penghasil pencemar dari berbagai aktivitas yang terdapat di laut maupun pesisir. Hasil penelitian didapatkan variabel (parameter) yang sesuai dengan baku mutu air laut untuk biota adalah suhu, pH, DO (stasiun 1, 2 dan 5), BOD5, ammonia (stasiun 1,3,4 dan 5). Sedangkan parameter yang tidak sesuai baku mutu adalah kecerahan, salinitas, DO (stasiun 3 dan 4), nitrat, fosfat, ammonia (stasiun 2) serta sulfida. Hasil pengukuran Indeks Pencemaran (IP) di lokasi penelitian menunjukkan bahwa perairan tersebut diduga telah mengalami cemaran ringan akibat beberapa parameter yang tidak sesuai baku mutu yang digunakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tinjauan Yuridis Terhadap Penguasaan Tanah Di Wilayah Pesisir Kota Tarakan

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Umi Handayani, Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan, NPM. 16.405010.20, dengan judul “Tinjauan Yuridis Terhadap Penguasaan Tanah Di Wilayah Pesisir Kota Tarakan”, dengan Pembimbing I yaitu, Dr. Basri, S.H.,M.Kn, dan Pembimbing II Dr. Marthen BS, S.H.,M.H. Secara kasat mata banyak sekali pemanfaatan ruang di wilayah dan pantai sehingga muncul pertanyaan bagaimana cara mendapatkan alas hak tersebut, apakah tanah di wilayah pesisir dapat disertipikati hak atas tanah dan apakah hak atas tanah tersebut cukup menjadi perlindungan hukum bagi pemegang hak terseut. Permasalahan yang tengah diteliti menimbulkan isu hukum yaitu bagaimana pengaturan Hukum mengenai penguasaan tanah di Wilayah Pesisir Kota Tarakan, dan apa alasan hukum dalam pemberian hak atas tanah di Wilayah Pesisir Kota Tarakan. Isu hukum ini diteliti menggunakan metode dengan tipe penelitian Normatif dan menggunakan pendekatan Statue opproach serta Conseptul Approach. Pada akhir penelitian ini penulis menarik kesimpulan bahwa pengaturan hukum mengenai penguasaan tanah di wilayah pesisir Kota Tarakan di atur berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku baik itu subyek hak, jenis hak, jangka waktu, hingga hapusnya hak atas tanah tersebut dan juga disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tarakan, dan dari pengaturan hukum tersebut juga muncul alasan-alasan hukum dalam pemberian hak atas tanah di wilayah pesisir Kota Tarakan. Kata Kunci: Tanah, Hak, Wilayah Pesisir

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail