Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NURAIDAH

6 karya publik ditemukan.

2026: 22022: 4

SURVEY BADWORD MAHASISWA ANGKATAN 2023 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FKIP UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2026 · Book ·

ABSTRAK Nuraidah, 2026. Survey Badword Mahasiswa Angkatan 2023 Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan bahasa kasar (badword) pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 90 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket badword yang kemudian diberikan skor pada setiap item pernyataan untuk mengetahui tingkat penggunaan bahasa kasar dikalangan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan Bahasa kasar (badword) pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2023 berada pada kategori tinggi dan sedang. Hal tersebut dapat dinilai dari hasil analisis deskriptif, yaitu kategori sangat tinggi dengan interval skor 274-322 sebanyak 5 responden (5%), kategori tinggi dengan interval 225-273 sebanyak 43 responden (48%), kategori sedang dengan interval 176-224 sebanyak 41 responden (46%), kategori rendah dengan interval 127-175 tidak terdapat responden (0%), dan kategori sangat rendah dengan 78-126 sebanyak 1 responden (1%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat penggunaan bahasa kasar pada kategori tinggi dan sedang. Kondisi ini menunjukan bahwa pengggunaan bahasa kasar masih cukup sering dalam interaksi sehari-hari mahasiswa, sehingga diperlukan perhatian serta upaya pembinaan dalam penggunaan bahasa yang lebih santun dan sesuai dengan norma sosial maupun akademik. Kata kunci: Badword, Mahasiswa, Bimbingan dan Konseling

SURVEY BADWORD MAHASISWA ANGKATAN 2023 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FKIP UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nuraidah, 2026. Survey Badword Mahasiswa Angkatan 2023 Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan bahasa kasar (badword) pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 90 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket badword yang kemudian diberikan skor pada setiap item pernyataan untuk mengetahui tingkat penggunaan bahasa kasar dikalangan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan Bahasa kasar (badword) pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2023 berada pada kategori tinggi dan sedang. Hal tersebut dapat dinilai dari hasil analisis deskriptif, yaitu kategori sangat tinggi dengan interval skor 274-322 sebanyak 5 responden (5%), kategori tinggi dengan interval 225-273 sebanyak 43 responden (48%), kategori sedang dengan interval 176-224 sebanyak 41 responden (46%), kategori rendah dengan interval 127-175 tidak terdapat responden (0%), dan kategori sangat rendah dengan 78-126 sebanyak 1 responden (1%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat penggunaan bahasa kasar pada kategori tinggi dan sedang. Kondisi ini menunjukan bahwa pengggunaan bahasa kasar masih cukup sering dalam interaksi sehari-hari mahasiswa, sehingga diperlukan perhatian serta upaya pembinaan dalam penggunaan bahasa yang lebih santun dan sesuai dengan norma sosial maupun akademik. Kata kunci: Badword, Mahasiswa, Bimbingan dan Konseling

Kesalahan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Siswa Kelas VIII Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Bunyu

2022 · Thesis ·

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan menulis teks laporan hasil observasi siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Bunyu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dan sumber data berupa kata dan kalimat yang mengandung kesalahan bahasa pada teks laporan hasil observasi siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Bunyu yang berjumlah 35 teks laporan hasil observasi siswa. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 221 kesalahan dalam kaidah ejaan bahasa Indonesia yang terdiri dari 39 kesalahan pemakaian huruf kapital pada kata di awal kalimat, 10 kesalahan pemakaian huruf kapital pada huruf pertama nama geografi, 32 kesalahan pemakaian huruf miring pada kata atau ungkapan dalam bahasa asing, 22 kesalahan penulisan kata berimbuhan di-, me-, dan ter-, 8 kesalahan penulisan kata ulang, 12 kesalahan penulisan kata depan di- dan ke-, 4 kesalahan penulisan gabungan kata, 12 kesalahan penulisan angka dan bilangan, 20 kesalahan penulisan singkatan, 13 kesalahan pemakaian tanda titik (.) pada akhir kalimat pernyataan, 12 kesalahan tanda koma (,) pada kalimat perincian, 8 kesalahan tanda hubung (-) pada kata ulang, 11 kesalahan tanda hubung (-) untuk menandai bagian kata yang terpenggal oleh pergantian baris, dan 18 kesalahan penulisan unsur serapan. Kesalahan ejaan yang paling banyak dilakukan oleh siswa, yaitu pada kesalahan penulisan kata. Kesalahan tersebut terjadi karena faktor pemahaman siswa terhadap kaidah ejaan bahasa Indonesia yang kurang karena pembelajaran yang dilakukan secara daring, pengajaran bahasa Indonesia tidak tersampaikan secara maksimal, ketidaktelitian siswa pada saat menulis, dan kurangnya penggunaan kosakata.

PENENTUAN STATUS MUTU AIR MENGGUNAKAN INDEKS PENCEMARAN BERDASARKAN PARAMETER FISIKA DAN KIMIA DI PERAIRAN PESISIR PULAU TARAKAN

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penentuan status mutu suatu perairan merupakan hal yang penting dilakukan, khususnya di perairan pesisir yang umumnya rentan terhadap pencemaran. Berbagai aktivitas di wilayah Pesisir Pulau Tarakan dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas perairan sehingga fungsi ekosistem yang terdapat di lingkungan tersebut pun menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan status mutu Perairan Pesisir Pulau Tarakan berdasarkan parameter fisika dan kimia (suhu, kecerahan, salinitas, pH, DO, BOD5, nitrat, fosfat, ammonia dan sulfida) yang tertera pada baku mutu air laut untuk biota dengan menggunakan metode indeks pencemaran. Titik pengukuran dan pengambilan sampel air laut dilakukan sebanyak 5 stasiun yang didasarkan beberapa sumber penghasil pencemar dari berbagai aktivitas yang terdapat di laut maupun pesisir. Hasil penelitian didapatkan variabel (parameter) yang sesuai dengan baku mutu air laut untuk biota adalah suhu, pH, DO (stasiun 1, 2 dan 5), BOD5, ammonia (stasiun 1,3,4 dan 5). Sedangkan parameter yang tidak sesuai baku mutu adalah kecerahan, salinitas, DO (stasiun 3 dan 4), nitrat, fosfat, ammonia (stasiun 2) serta sulfida. Hasil pengukuran Indeks Pencemaran (IP) di lokasi penelitian menunjukkan bahwa perairan tersebut diduga telah mengalami cemaran ringan akibat beberapa parameter yang tidak sesuai baku mutu yang digunakan.

PENENTUAN STATUS MUTU AIR MENGGUNAKAN INDEKS PENCEMARAN BERDASARKAN PARAMETER FISIKA DAN KIMIA DI PERAIRAN PESISIR PULAU TARAKAN

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penentuan status mutu suatu perairan merupakan hal yang penting dilakukan, khususnya di perairan pesisir yang umumnya rentan terhadap pencemaran. Berbagai aktivitas di wilayah Pesisir Pulau Tarakan dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas perairan sehingga fungsi ekosistem yang terdapat di lingkungan tersebut pun menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan status mutu Perairan Pesisir Pulau Tarakan berdasarkan parameter fisika dan kimia (suhu, kecerahan, salinitas, pH, DO, BOD5, nitrat, fosfat, ammonia dan sulfida) yang tertera pada baku mutu air laut untuk biota dengan menggunakan metode indeks pencemaran. Titik pengukuran dan pengambilan sampel air laut dilakukan sebanyak 5 stasiun yang didasarkan beberapa sumber penghasil pencemar dari berbagai aktivitas yang terdapat di laut maupun pesisir. Hasil penelitian didapatkan variabel (parameter) yang sesuai dengan baku mutu air laut untuk biota adalah suhu, pH, DO (stasiun 1, 2 dan 5), BOD5, ammonia (stasiun 1,3,4 dan 5). Sedangkan parameter yang tidak sesuai baku mutu adalah kecerahan, salinitas, DO (stasiun 3 dan 4), nitrat, fosfat, ammonia (stasiun 2) serta sulfida. Hasil pengukuran Indeks Pencemaran (IP) di lokasi penelitian menunjukkan bahwa perairan tersebut diduga telah mengalami cemaran ringan akibat beberapa parameter yang tidak sesuai baku mutu yang digunakan.

Kesalahan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Siswa Kelas VIII Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Bunyu

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan menulis teks laporan hasil observasi siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Bunyu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dan sumber data berupa kata dan kalimat yang mengandung kesalahan bahasa pada teks laporan hasil observasi siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Bunyu yang berjumlah 35 teks laporan hasil observasi siswa. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 221 kesalahan dalam kaidah ejaan bahasa Indonesia yang terdiri dari 39 kesalahan pemakaian huruf kapital pada kata di awal kalimat, 10 kesalahan pemakaian huruf kapital pada huruf pertama nama geografi, 32 kesalahan pemakaian huruf miring pada kata atau ungkapan dalam bahasa asing, 22 kesalahan penulisan kata berimbuhan di-, me-, dan ter-, 8 kesalahan penulisan kata ulang, 12 kesalahan penulisan kata depan di- dan ke-, 4 kesalahan penulisan gabungan kata, 12 kesalahan penulisan angka dan bilangan, 20 kesalahan penulisan singkatan, 13 kesalahan pemakaian tanda titik (.) pada akhir kalimat pernyataan, 12 kesalahan tanda koma (,) pada kalimat perincian, 8 kesalahan tanda hubung (-) pada kata ulang, 11 kesalahan tanda hubung (-) untuk menandai bagian kata yang terpenggal oleh pergantian baris, dan 18 kesalahan penulisan unsur serapan. Kesalahan ejaan yang paling banyak dilakukan oleh siswa, yaitu pada kesalahan penulisan kata. Kesalahan tersebut terjadi karena faktor pemahaman siswa terhadap kaidah ejaan bahasa Indonesia yang kurang karena pembelajaran yang dilakukan secara daring, pengajaran bahasa Indonesia tidak tersampaikan secara maksimal, ketidaktelitian siswa pada saat menulis, dan kurangnya penggunaan kosakata.