Abstrak
Penentuan status mutu suatu perairan merupakan hal yang penting dilakukan, khususnya di perairan pesisir yang umumnya rentan terhadap pencemaran. Berbagai aktivitas di wilayah Pesisir Pulau Tarakan dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas perairan sehingga fungsi ekosistem yang terdapat di lingkungan tersebut pun menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan status mutu Perairan Pesisir Pulau Tarakan berdasarkan parameter fisika dan kimia (suhu, kecerahan, salinitas, pH, DO, BOD5, nitrat, fosfat, ammonia dan sulfida) yang tertera pada baku mutu air laut untuk biota dengan menggunakan metode indeks pencemaran. Titik pengukuran dan pengambilan sampel air laut dilakukan sebanyak 5 stasiun yang didasarkan beberapa sumber penghasil pencemar dari berbagai aktivitas yang terdapat di laut maupun pesisir. Hasil penelitian didapatkan variabel (parameter) yang sesuai dengan baku mutu air laut untuk biota adalah suhu, pH, DO (stasiun 1, 2 dan 5), BOD5, ammonia (stasiun 1,3,4 dan 5). Sedangkan parameter yang tidak sesuai baku mutu adalah kecerahan, salinitas, DO (stasiun 3 dan 4), nitrat, fosfat, ammonia (stasiun 2) serta sulfida. Hasil pengukuran Indeks Pencemaran (IP) di lokasi penelitian menunjukkan bahwa perairan tersebut diduga telah mengalami cemaran ringan akibat beberapa parameter yang tidak sesuai baku mutu yang digunakan.