ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keamanan rumah walet pada umumnya masih dilakukan melalui pemantauan secara manual sehingga kurang efisien dan membutuhkan waktu yang relatif lama. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan keterlambatan dalam mendeteksi objek yang dapat mengganggu keberadaan sarang burung walet. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem keamanan rumah walet berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan sensor thermal MLX90614, mikrokontroler ESP32, dan metode Rule-Based System. Sistem dirancang untuk mendeteksi suhu objek secara non-kontak, mengklasifikasikan kondisi berdasarkan aturan suhu yang telah ditentukan, serta mengirimkan hasil deteksi dan notifikasi kepada pengguna melalui aplikasi Telegram. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah sistem deteksi otomatis rumah walet, yang meliputi tingkat ketepatan sistem dalam mendeteksi kondisi berdasarkan suhu dan kemampuan sistem dalam mengirimkan notifikasi secara real-time. Hipotesis penelitian ini adalah bahwa sistem mampu mendeteksi suhu ruangan dan objek manusia secara real-time menggunakan sensor thermal MLX90614. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kalibrasi berhasil meningkatkan kesesuaian pembacaan sensor terhadap termometer referensi. Pada objek manusia, error setelah kalibrasi berada pada rentang 0,004°C–0,134°C atau 0,01%–0,37%, sedangkan pada objek ruangan berada pada rentang 0,002°C–0,201°C atau 0,007%–0,57%, dengan nilai koefisien determinasi sebesar R² = 0,9744. Metode Rule-Based System berhasil mengklasifikasikan kondisi berdasarkan rentang suhu yang telah ditentukan dan memungkinkan proses pengambilan keputusan dilakukan secara otomatis. Pengujian komunikasi IoT menunjukkan tingkat keberhasilan pengiriman notifikasi sebesar 100% dengan rata-rata latency sebesar 1.809,3 ms atau sekitar 1,81 detik. Dengan demikian, sistem yang dirancang mampu melakukan deteksi suhu, klasifikasi kondisi, dan pengiriman notifikasi secara terintegrasi sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan pemantauan keamanan rumah walet berbasis IoT.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Transportasi speed boat non-reguler rute Sebatik – Kota Tarakan merupakan salah satu moda transportasi laut yang banyak dimanfaatkan masyarakat karena fleksibilitas dan ketersediaannya. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai permasalahan terkait keamanan dan keselamatan, seperti keterbatasan fasilitas keselamatan, belum tersedianya perlengkapan darurat sesuai standar, jumlah penumpang yang melebihi kapasitas kapal, serta rendahnya penerapan standar operasional pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas keamanan dan keselamatan speed boat non-reguler, mengidentifikasi atribut yang menjadi prioritas perbaikan, serta merumuskan strategi peningkatan berdasarkan kebutuhan pengguna jasa. Penelitian dilakukan di Jembatan Sungai Pancang Sebatik dengan responden penumpang speed boat non-reguler rute Sebatik–Kota Tarakan. Metode analisis yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengukur tingkat kesesuaian antara kepentingan dan kinerja serta Quality Function Deployment (QFD) untuk menentukan prioritas respon teknis berdasarkan kebutuhan pengguna jasa. Hasil analisis IPA menunjukkan bahwa kualitas keamanan dan keselamatan speed boat non-reguler belum sepenuhnya memenuhi harapan pengguna jasa. Terdapat empat atribut yang menjadi prioritas utama perbaikan pada Kuadran I, yaitu ketersediaan pelampung penolong (lifebuoy) beserta tali apung, kepatuhan terhadap kapasitas maksimum penumpang, ketersediaan baju keselamatan (lifejacket) sesuai kapasitas penumpang, serta fasilitas kesehatan darurat berupa P3K. Hasil analisis QFD menghasilkan respon teknis yang diprioritaskan, meliputi penyediaan dan pemeriksaan lifejacket, pendataan dan pengendalian kapasitas penumpang, serta penyediaan dan pemeriksaan lifebuoy dan P3K. Secara keseluruhan, kualitas keamanan dan keselamatan speed boat non-reguler berada pada kategori cukup baik, namun masih terdapat atribut prioritas yang perlu ditingkatkan agar kualitas pelayanan keamanan dan keselamatan dapat lebih optimal
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENANGANAN TINDAK PIDANA TERORISME DALAM SISTEM HUKUM DI INDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan tindak pidana terorisme dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia serta mengkaji mekanisme penegakan hukum pidana dalam penanggulangannya. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya kompleksitas terorisme yang bersifat transnasional, terorganisasi, dan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana penyebaran paham radikal maupun koordinasi aksi. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual, didukung bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan tindak pidana terorisme mengalami perkembangan signifikan melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 yang memperluas ruang lingkup pemberantasan, tidak hanya pada aspek penindakan tetapi juga pencegahan, deradikalisasi, dan penguatan kewenangan aparat penegak hukum. Terorisme dikategorikan sebagai extraordinary crime karena menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan nasional dan ketertiban masyarakat. Penegakan hukum dilakukan melalui pendekatan penal dan non-penal dengan melibatkan Kepolisian, Densus 88, Kejaksaan, Pengadilan, serta BNPT. Namun, praktiknya masih menghadapi kendala berupa lemahnya koordinasi antar lembaga, tantangan cyber terrorism, serta penyebaran propaganda radikal melalui media sosial. Dengan demikian, penegakan hukum pidana terhadap terorisme memerlukan pendekatan komprehensif dan berkelanjutan melalui penguatan regulasi, peningkatan koordinasi, optimalisasi pencegahan berbasis masyarakat, serta strategi deradikalisasi yang berlandaskan pada prinsip negara hukum dan keadilan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Website Repository Universitas Borneo Tarakan (Repository UBT) merupakan sistem yang digunakan untuk mengelola dan menyediakan akses terhadap karya ilmiah sivitas akademika. Mengingat pentingnya informasi yang tersimpan pada sistem tersebut, diperlukan pengujian keamanan untuk mengidentifikasi potensi kerentanan yang berpotensi mengganggu kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keamanan website Repository UBT menggunakan metode NIST SP 800-115, mengklasifikasikan kerentanan berdasarkan OWASP Top 10 Tahun 2025, serta menentukan tingkat risikonya menggunakan OWASP Risk Rating Methodology. Pengujian dilakukan melalui empat tahapan NIST SP 800-115, yaitu planning, discovery, attack, dan reporting. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi lima kerentanan, dengan tiga kerentanan yang memiliki tingkat risiko tertinggi yaitu Potential SQL Injection (False Positive) dengan nilai Overall Risk Severity sebesar 5,93 (High), Reflected Cross-Site Scripting (XSS) sebesar 5,68 (High), dan Git Exposure sebesar 4,31 (Medium). Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan penerapan prepared statement atau parameterized query untuk mengamankan proses interaksi dengan basis data, penerapan output encoding dan Content Security Policy (CSP) untuk mencegah eksekusi skrip berbahaya, serta pembatasan akses terhadap direktori .git melalui konfigurasi web server dan penghapusan repository Git dari lingkungan produksi guna mencegah kebocoran informasi internal aplikasi. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelola Repository UBT dalam meningkatkan keamanan sistem dan meminimalkan potensi eksploitasi kerentanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengelolaan perbatasan tidak lagi dipandang hanya sebagai bagian terbelakang dari suatu wilayah negara, tetapi juga dijadikan sebagai ‘beranda depan’. Upaya yang dilakukan pemerintah salah satunya adalah menjadikan perbatasan sebagai semula cenderung berorientasi ‘inward looking’ dalam arti melihat perbatasan negara hanya sebagai wilayah pertahanan yang sudah semestinya dijaga secara militerisik (security approach) menjadi ‘outward looking’ yang berarti menganggap NKRI sebagai suatu entitas yang memiliki elemen kedaulatan berupa wilayah dan penduduk yang wajib dilindungi. Permasalahan adalah sebagai berikut: Tanggung jawab dan kewenangan pos lintas batas negara dalam meningkatkan keamanan dan kepatuhan hukum di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Long Nawang Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau dan Peran pos lintas batas negara dalam meningkatkan keamanan dan kepatuhan hukum di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Long Nawang Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah tipe penelitian hukum normatif. Pendekatan penulisan penelitian yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Untuk memecahkan isu hukum dan sekaligus memberikan preskripsi mengenai hal yang semestinya diperlukan sumber penelitian dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu sumber bahan hukum primer dan sumber bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan adalah studi dokumen kepustakaan dan dianalisis secara preskriptif dengan metode deduktif. Bahwa Tanggung jawab dan kewenangan pos lintas batas negara dalam meningkatkan keamanan dan kepatuhan hukum di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Long Nawang Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau adalah adalah pelaksanaan fungsi pengawasan, pemeriksaan, dan pengendalian lalu lintas orang maupun barang lintas negara; penegakan aturan kepabeanan dan karantina; serta koordinasi keamanan perbatasan dengan TNI, Polri, Bea Cukai, dan instansi terkait lainnya. Informed consent administratif di PLBN diwujudkan melalui pemeriksaan berbasis prosedur, pencatatan data, dan pelaporan berkala yang bersifat wajib. Kekuatan hukumnya mengikat sebagai dasar legitimasi tindakan pemeriksaan, pengamanan, dan penindakan awal, sepanjang dilaksanakan sesuai kewenangan atribusi/delegasi berdasarkan peraturan perundang-undangan, prinsip due process of law, serta menjamin hak warga dan pelaku lintas batas secara proporsional. Bahwa Peran pos lintas batas negara dalam meningkatkan keamanan dan kepatuhan hukum di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Long Nawang Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau adalah sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara melalui pengawasan terhadap aktivitas lintas batas dan pencegahan pelanggaran hukum di wilayah perbatasan. Pos Lintas Batas Negara berperan penting dalam memastikan bahwa setiap kegiatan keluar masuk orang, barang, dan jasa dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, sekaligus menjadi pusat koordinasi antarinstansi dalam menciptakan stabilitas keamanan kawasan. Melalui peran yang aktif, profesional, dan terintegrasi dengan masyarakat serta aparat keamanan lainnya, PLBN turut mendorong terciptanya budaya hukum yang patuh dan tertib di wilayah perbatasan Long Nawang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengelolaan perbatasan tidak lagi dipandang hanya sebagai bagian terbelakang dari suatu wilayah negara, tetapi juga dijadikan sebagai ‘beranda depan’. Upaya yang dilakukan pemerintah salah satunya adalah menjadikan perbatasan sebagai semula cenderung berorientasi ‘inward looking’ dalam arti melihat perbatasan negara hanya sebagai wilayah pertahanan yang sudah semestinya dijaga secara militerisik (security approach) menjadi ‘outward looking’ yang berarti menganggap NKRI sebagai suatu entitas yang memiliki elemen kedaulatan berupa wilayah dan penduduk yang wajib dilindungi. Permasalahan adalah sebagai berikut: Tanggung jawab dan kewenangan pos lintas batas negara dalam meningkatkan keamanan dan kepatuhan hukum di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Long Nawang Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau dan Peran pos lintas batas negara dalam meningkatkan keamanan dan kepatuhan hukum di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Long Nawang Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah tipe penelitian hukum normatif. Pendekatan penulisan penelitian yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Untuk memecahkan isu hukum dan sekaligus memberikan preskripsi mengenai hal yang semestinya diperlukan sumber penelitian dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu sumber bahan hukum primer dan sumber bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan adalah studi dokumen kepustakaan dan dianalisis secara preskriptif dengan metode deduktif. Bahwa Tanggung jawab dan kewenangan pos lintas batas negara dalam meningkatkan keamanan dan kepatuhan hukum di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Long Nawang Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau adalah adalah pelaksanaan fungsi pengawasan, pemeriksaan, dan pengendalian lalu lintas orang maupun barang lintas negara; penegakan aturan kepabeanan dan karantina; serta koordinasi keamanan perbatasan dengan TNI, Polri, Bea Cukai, dan instansi terkait lainnya. Informed consent administratif di PLBN diwujudkan melalui pemeriksaan berbasis prosedur, pencatatan data, dan pelaporan berkala yang bersifat wajib. Kekuatan hukumnya mengikat sebagai dasar legitimasi tindakan pemeriksaan, pengamanan, dan penindakan awal, sepanjang dilaksanakan sesuai kewenangan atribusi/delegasi berdasarkan peraturan perundang-undangan, prinsip due process of law, serta menjamin hak warga dan pelaku lintas batas secara proporsional. Bahwa Peran pos lintas batas negara dalam meningkatkan keamanan dan kepatuhan hukum di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Long Nawang Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau adalah sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara melalui pengawasan terhadap aktivitas lintas batas dan pencegahan pelanggaran hukum di wilayah perbatasan. Pos Lintas Batas Negara berperan penting dalam memastikan bahwa setiap kegiatan keluar masuk orang, barang, dan jasa dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, sekaligus menjadi pusat koordinasi antarinstansi dalam menciptakan stabilitas keamanan kawasan. Melalui peran yang aktif, profesional, dan terintegrasi dengan masyarakat serta aparat keamanan lainnya, PLBN turut mendorong terciptanya budaya hukum yang patuh dan tertib di wilayah perbatasan Long Nawang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengangkaji pengaturan hukum terkait keamanan pangan dalam program MBG serta bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap penyelenggara yang menyebabkan keracunan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum primer meliputi KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, serta Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal, dan pendapat para ahli hukum. Analisis dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keamanan pangan dalam program MBG diatur melalui kewajiban pemenuhan standar higiene, sanitasi, mutu, dan keamanan makanan. Apabila terjadi keracunan akibat kelalaian atau kesengajaan, maka penyelenggara, penyedia jasa boga, maupun pihak lain yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban pidana apabila memenuhi unsur tindak pidana. Sanksi yang dapat dikenakan berupa pidana penjara, pidana denda, maupun pidana tambahan sesuai peraturan perundang-undangan. Korporasi sebagai penyelenggara juga dapat dikenai pertanggungjawaban pidana. Kesimpulannya, penyelenggara program MBG wajib menjamin keamanan makanan yang diberikan kepada masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang ketat, peningkatan standar operasional, dan koordinasi antarinstansi guna mencegah terjadinya keracunan makanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Polisi Perairan dan Udara (Polairud) dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah laut di Kalimantan Utara berdasarkan perspektif hukum yang berlaku di Indonesia. Wilayah perairan Kalimantan Utara memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan negara lain serta memiliki potensi sumber daya alam yang tinggi, sehingga rentan terhadap berbagai bentuk pelanggaran hukum seperti illegal fishing, penyelundupan, dan pelanggaran batas wilayah. Oleh karena itu, diperlukan peran optimal Polairud dalam penegakan hukum di wilayah perairan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Sumber bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan, bahan hukum sekunder berupa literatur hukum, jurnal ilmiah, serta dokumen resmi yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Polairud. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan menelaah norma-norma hukum yang mengatur kewenangan dan peran Polairud dalam menjaga keamanan laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, Polairud memiliki kewenangan yang jelas dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah perairan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Peran tersebut meliputi patroli perairan, penegakan hukum, serta perlindungan masyarakat di wilayah pesisir dan laut. Namun demikian, masih terdapat adanya tumpang tindih kewenangan dengan instansi lain serta belum optimalnya pengaturan koordinasi antar lembaga dalam pengelolaan keamanan laut. Kesimpulannya, secara normatif peran Polairud telah diatur secara komprehensif dalam sistem hukum Indonesia, namun diperlukan penguatan regulasi dan harmonisasi kewenangan antar lembaga guna meningkatkan efektivitas penegakan hukum dan keamanan wilayah laut di Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem autentikasi sertifikat digital berbasis QR Code dengan keamanan SHA-256 dan Role Based Access Control (RBAC). Sistem dikembangkan menggunakan framework Laravel dan basis data MySQL dengan pendekatan Research and Development (R&D). QR Code digunakan sebagai media akses cepat menuju halaman verifikasi sertifikat, sedangkan algoritma SHA-256 diterapkan untuk menghasilkan nilai hash sebagai mekanisme pemeriksaan integritas dokumen. Selain itu, RBAC digunakan untuk membatasi hak akses pengguna berdasarkan peran, yaitu SuperAdmin, Admin, dan Viewer/Verifikator , serta activity log digunakan untuk mencatat aktivitas penting dalam sistem. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan pengelolaan sertifikat, pembentukan QR Code, verifikasi sertifikat, pemeriksaan integritas dokumen, pembatasan akses pengguna, dan pencatatan aktivitas secara terstruktur. Pengujian dilakukan melalui Black Box Testing, Security Testing berbasis OWASP Top 10 (2025), pengujian SHA-256, QR Code, RBAC, serta kuesioner skala Likert. Hasil Black Box Testing terhadap 60 skenario menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 100%, sedangkan Security Testing terhadap 14 skenario berbasis OWASP Top 10 (2025) juga menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 100%, sehingga sistem dinyatakan mampu menangani skenario pengujian keamanan yang dilakukan, termasuk pembatasan akses berdasarkan peran dan pencegahan manipulasi session. Berdasarkan hasil kuesioner skala Likert dari 20 responden yang terdiri dari pengguna SuperAdmin , Admin , dan Viewer/Verifikator , diperoleh total skor sebesar 1641 dari skor maksimal 1855 dengan persentase keseluruhan 88,46% dan nilai rata-rata 4,42. Berdasarkan kriteria penilaian skala Likert, hasil tersebut berada pada kategori Sangat Baik. Dengan demikian, hipotesis penelitian bahwa sistem autentikasi sertifikat digital berbasis QR Code dengan keamanan SHA-256 dan RBAC mampu menjalankan fungsi utama sistem secara tepat, memberikan keamanan dalam pengelolaan dan verifikasi sertifikat, serta diterima dengan baik oleh pengguna dapat dinyatakan terdukung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keamanan Website Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Utara (https://dkp.kaltaraprov.go.id) menggunakan metode Penetration Testing Execution Standard (PTES) dan OWASP Risk Rating Methodology. Pengujian dilakukan secara sistematis melalui tahapan intelligence gathering, threat modeling, vulnerability analysis, exploitation, post-exploitation dan reporting. Dalam proses pengujian digunakan beberapa alat bantu, yaitu Nmap untuk pemindaian port dan identifikasi layanan, Wappalyzer untuk mendeteksi teknologi yang digunakan, Nikto untuk menguji konfigurasi server, serta OWASP ZAP untuk menganalisis kerentanan aplikasi web. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem masih memiliki sejumlah celah keamanan yang berpotensi dieksploitasi, di antaranya Clickjacking (Missing X-Frame-Options), Cookies Flags Missing (Secure, HttpOnly, SameSite), X-Content-Type-Options Missing, serta konfigurasi Content Security Policy (CSP) yang belum optimal, di mana seluruh temuan tersebut diklasifikasikan ke dalam kategori A05: Security Misconfiguration dengan tingkat risiko Medium (Sedang) menurut standar OWASP Top 10:2021. Validasi kerentanan dilakukan melalui Proof of Concept (PoC) yang bersifat non-destruktif, kemudian dilanjutkan dengan analisis dampak pada tahap post-exploitation sebagai dasar dalam penilaian risiko. Evaluasi risiko dilakukan berdasarkan empat faktor, yaitu Threat Agent, Vulnerability, Technical Impact, dan Business Impact. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai rata-rata Likelihood sebesar 7,00 dan Impact sebesar 4,875, dengan Overall Risk Score sebesar 5,94 yang termasuk dalam kategori Medium. Temuan tersebut menunjukkan bahwa meskipun tidak berada pada tingkat risiko tinggi, potensi eksploitasi tetap signifikan apabila tidak segera dilakukan perbaikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada penelitian ini, tujuan yang ditetapakan adalah untuk meninjau peranan literasi keuangan, kemudahan akses, dan fitur keamanan mobile banking dalam meningkatkan pengelolaan keuangan mahasiswa. Pada riset penelitian ini, subjek yang digunakan yaitu mahasiswa aktif Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan angkatan 2020–2024. Metode purposive sampling diterapkan sebagai teknik pengambilan sampel dengan jumlah responden sebanyak 217. Data dihasilkan dengan instrumen kuesioner yang kemudian data diolah dengan menggunakan regresi linier berganda menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 25. Penelitian ini menginterpretasikan hasil bahwa literasi mengenai keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan, Kemudahan akses serta fitur keamanan mobile banking juga terbukti memberikan pengaruh secara signifikan terhadap sikap pengelolaan keuangan. Implikasi teoritis dalam penelitian ini mendukung penerapan Theory of Planned Behavior dan Technology Acceptance Model, dalam menjelaskan sebab-sebab yang mempengaruhi pengelolaan keuangan melalui layanan digital.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Lereng pada Jalan Gunung Amal, Kota Tarakan, menunjukkan retakan yang berpotensi mengganggu lalu lintas serta membahayakan masyarakat sekitar. Kondisi topografi curam dan tanah lempung meningkatkan risiko longsor sehingga diperlukan analisis stabilitas dan perkuatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi nilai faktor keamanan (Safety Factor/SF) kondisi eksisting serta merencanakan perkuatan menggunakan minipile. Analisis dilakukan dengan metode Fellenius menggunakan GeoStudio Slope/W 2024, dengan parameter tanah dari hasil Cone Penetration Test (CPT). Kebutuhan perkuatan ditentukan berdasarkan teori cerucuk Mochtar yang memperhitungkan kapasitas tiang terhadap beban lateral. Hasil penelitian lereng menunjukkan nilai SF eksisting sebesar 1,468 yang dikategorikan belum stabil. Perhitungan manual merekomendasikan 15 buah minipile berukuran 20 × 20 cm untuk mencapai SF rencana 2,0. Sedangkan, analisis dengan GeoStudio memperlihatkan nilai SF meningkat menjadi 2,531, yang menunjukkan perkuatan minipile efektif meningkatkan stabilitas lereng. Perbedaan hasil manual dan perangkat lunak menegaskan bahwa analisis manual memberikan nilai minimum, sedangkan perangkat lunak menghasilkan estimasi lebih rinci dan lebih aman. penggunaan minipile dapat menjadi solusi teknis dalam meningkatkan kestabilan lereng pada tanah lempung serta dapat dijadikan acuan dalam perencanaan di daerah rawan longsor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan bulan-bulan (Megalops cyprinoides) merupakan hasil tangkapan sampingan bernilai ekonomi rendah yang berpotensi diolah menjadi tepung ikan sebagai sumber protein hewani. Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik fisikokimia dan mikrobiologi tepung ikan bulan-bulan guna menilai mutu dan keamanannya. Proses produksi meliputi pencucian, pencacahan, pengeringan pada 70°C selama 18 jam, penepungan, dan pengayakan. Analisis dilakukan terhadap rendemen, uji sensorik, distribusi ukuran partikel, kadar air, abu, protein, lemak, serta uji Salmonella sp. Hasil menunjukkan rendemen 22,79%, kadar air 8,54%, abu 6,66%, protein 23,00%, dan lemak 22,80%. Uji sensorik memperoleh skor 7–8 (kategori “suka”), partikel tepung memenuhi SNI 2715:2013 (≥95% lolos 60 mesh), dan uji mikrobiologi negatif terhadap Salmonella sp. Temuan ini menegaskan bahwa tepung ikan bulan-bulan aman, bergizi, dan dapat diterima secara organoleptik, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan maupun pakan alternatif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode penyimpanan data yang aman melalui pemanfaatan teknik steganografi menggunakan metode Discrete Cosine Transform (DCT). Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya ancaman terhadap keamanan dan kerahasiaan data mahasiswa, seperti penghapusan file tanpa izin, pencurian data, penggunaan data tanpa izin, serta pemanfaatan data untuk tujuan yang tidak dikehendaki. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) model ADDIE yang terdiri dari Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Sistem menggunakan modifikasi koefisien DCT pada posisi (2,1) dengan threshold 12.0 untuk embedding dan 6.0 untuk ekstraksi pada blok 8x8 piksel sesuai standar IEEE. Sampel penelitian meliputi 14 citra dengan berbagai ukuran file data pribadi mahasiswa Teknik Komputer seperti kartu keluarga, KTP, akte kelahiran, dan dokumen lainnya. Implementasi sistem menggunakan platform Laravel terintegrasi dengan Python script untuk pemrosesan algoritma DCT. Pengujian dilakukan melalui eksperimental dan kuesioner terhadap 14 responden. Hasil evaluasi kualitas visual menunjukkan sistem mempertahankan imperceptibility tinggi dengan MSE rata-rata 2.847 dan PSNR rata-rata 46.89 dB. Distribusi kualitas mencapai 35.7% kategori "Excellent" (PSNR >48 dB) dan 64.3% kategori "Good" (PSNR 41-47 dB). Performa sistem menunjukkan waktu embedding rata-rata 67.8 ± 54.2 detik dan ekstraksi 34.2 ± 22.8 detik, dengan throughput 1.068 Kb/s untuk embedding dan 1.908 Kb/s untuk ekstraksi. Tingkat keberhasilan ekstraksi mencapai 50% secara keseluruhan, dengan semua citra kategori "Excellent" berhasil diekstrak (100%) sementara citra "Good" hanya 22.2%. Evaluasi usability menghasilkan kepuasan pengguna 4.54/5.0 dengan aspek "Desain Visual" tertinggi (4.79). Hasil penelitian menunjukkan sistem steganografi DCT berhasil meningkatkan keamanan data mahasiswa dengan kualitas visual yang baik dan mampu mencegah kehilangan data yang tidak diinginkan, meskipun keberhasilan ekstraksi bergantung pada kategori kualitas citra.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Lereng merupakan bentuk permukaan tanah yang miring dan memiliki risiko kelongsoran, terutama di daerah dengan tanah lunak dan beban tambahan seperti kendaraan. Penelitian ini dilakukan pada ruas Jalan Gunung Amal, Kota Tarakan, yang menunjukkan gejala retakan dan longsoran. Tujuan dari studi ini adalah menganalisis kestabilan lereng sebelum dan sesudah diberi perkuatan geotekstil woven dari PT. Prima Geotex Indo menggunakan perangkat lunak Plaxis 2D versi 22 dengan pendekatan Finite Element Method (FEM). Data parameter tanah diperoleh dari uji sondir (CPT) dan dianalisis dengan model Mohr-Coulomb. Geotekstil berfungsi sebagai elemen perkuatan yang mampu menahan gaya tarik dan mencegah deformasi berlebih pada lereng. Selain itu, geotekstil juga berperan sebagai separator dan media drainase. Hasil analisis menunjukkan bahwa lereng tanpa perkuatan memiliki faktor keamanan (FK) sebesar 1,299 pada kombinasi beban sendiri dan beban kendaraan. Nilai ini berada di bawah standar minimum SNI 8460:2017 yang mensyaratkan FK ≥ 1,5, sehingga dikategorikan tidak aman. Setelah dilakukan perkuatan menggunakan geotekstil woven, nilai FK meningkat menjadi 1,705. Selain itu, pada kondisi hanya beban timbunan, nilai FK meningkat dari 1,419 menjadi 2,055 setelah diberi perkuatan. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan geotekstil secara signifikan meningkatkan kestabilan lereng. Berdasarkan hasil tersebut, perkuatan dengan geotekstil woven terbukti efektif dan efisien sebagai solusi teknik untuk meningkatkan keamanan lereng, serta layak diterapkan pada proyek infrastruktur serupa di wilayah rawan longsor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penegakan hukum terhadap perdagangan pangan ilegal di Kota Tarakan. Serta megetahui faktor penghambat dalam penegakan hukum perdagangan pangan ilegal Kota Tarakan. Seluruh data yang diperoleh dalam penelitian, baik data primer dan data sekunder akan di analisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatis. Selain itu dideskripsikan, dengan menelaah permasalahan yang ada, menggambarkan, menguraikan hingga menjelaskan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan penelitian ini. Penggunaan metode deskriptif ini di maksudkan untuk memperoleh gambaran yang baik, jelas, dan dapat memberikan data sedetail mungkin tentang objek yang diteliti, dalam hal ini menggambarkan implementasi penegakan hukum perdagangan pangan ilegal di kota Tarakan serta faktor-faktor penghambat dalam implementasinya. Pada penelitian ini penulis memilih Lokasi penelitian di BPOM, Kepolisian, Bea Cukai, dan Pedagang. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa Penelitian ini menyimpulkan bahwa penegakan hukum terhadap perdagangan pangan ilegal di Kota Tarakan belum berjalan optimal. Diperlukan sinergi antarinstansi, penambahan sumber daya, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha mengenai pentingnya legalitas dan keamanan pangan. Pemerintah daerah juga diharapkan menyusun regulasi yang lebih tegas serta memperkuat mekanisme pengawasan untuk menekan peredaran pangan ilegal secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem keamanan rumah berbasis deteksi gerakan dan pengenalan wajah secara Real-Time yang terintegrasi dengan pengiriman notifikasi melalui Telegram. Sistem dirancang menggunakan metode Background Subtraction untuk mendeteksi pergerakan objek dan Haar Cascade Classifier untuk mengenali wajah manusia. Sistem ini mampu mengidentifikasi penghuni rumah berdasarkan data wajah yang telah dilatih sebelumnya, serta memberikan notifikasi otomatis saat terdeteksi objek manusia yang tidak dikenal. Pengujian dilakukan terhadap tiga jenis objek, yaitu manusia (penghuni rumah dan orang asing), objek acak (seperti powerbank, susu kotak, mie, dan Cookies), serta hewan (kucing), dengan total 30 percobaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode Background Subtraction berhasil mendeteksi pergerakan dengan akurasi 100%, sedangkan pengenalan wajah menggunakan Haar Cascade mencapai akurasi 70%. Secara keseluruhan, kedua sistem yang telah digabungkan memperoleh nilai Precision sebesar 84%, Recall sebesar 80.77%, dan F-Measure sebesar 82.36%. Meskipun sistem telah berfungsi sesuai dengan rancangan, masih diperlukan peningkatan dalam hal akurasi pengenalan wajah dan keandalan pengiriman notifikasi, terutama pada kondisi pencahayaan rendah. Selain itu, jarak antara objek dan kamera juga memengaruhi keberhasilan deteksi wajah, di mana jarak yang terlalu jauh atau terlalu dekat dapat menyebabkan kegagalan dalam mengenali fitur wajah dengan baik. Sistem ini dapat meningkatkan keamanan rumah secara efisien dengan mengurangi ketergantungan pada pemantauan manual.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Di era digital yang semakin maju penggunaan perangkat seluler sudah menjadi trend di masyarakat dunia. Dimana munculnya teknologi smartphone telah muncul sebagai dorongan penting untuk transformasi ini, mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Salah satu contoh penggunaan smartphone adalah mampu melakukan pertukaran file secara cepat dan mudah. Namun pengiriman file yang berisi informasi penting melalui jaringan internet rentan terhadap ancaman keamanan, seperti Pelanggaran privasi, pencurian data, dan pelanggaran hak cipta. Oleh karena itu perlu adanya metode pengamanan tambahan untuk melindungi informasi yang di transmisikan. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan teknik kriptografi dan steganografi dalam satu aplikasi mobile yang Bernama HIDEasy, dengan menggunakan Algoritma Advanced Encryption Standard (AES-192) dikombinasikan dengan metode End of File (EoF) untuk menyisipkan file dokumen ke dalam file media yang berupa gambar atau audio. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur transfer data melalui jaringan lokal tanpa menbutuhkan internet dan aplikasi lain. Proses Pengembangan aplikasi dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman python dengan framework kivy, dan di uji dengan menggunakan metode Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. Kinerja system diukur melalui perhitungan Mean Square Error (MSE) dan Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) untuk membandingkan kualitas media sebelum dan sesudah dilakukan proses Enkripsi dan dekripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses Enkripsi dan dekripsi berhasil dilakukan di semua sampel tanpa kehilangan data, dengan nilai rata-rata MSE sebesar 0.00 dan PSNR bernilai tak terhingga (∞), yang menandakan bahwa tidak ada perbedaan visual maupun akustik yang terdeteksi pada media cover. Hanya saja, terdapat beberapa efek samping yang perlu diperbaiki di penelitian selanjutnya yaitu, ukuran file hasil enkripsi pada file sisipan skala besar akan meningkat tinggi mengikuti ukuran file yang disisipkan, dan pada format audio .mp3 tidak hanya ukuran yang berubah tetapi adanya penambahan durasi tanpa suara setelah bagian asli, meskipun begitu file tetap bisa diputar. Implementasi ini diharapkan bisa memberikan perlindungan tambahan pada file dokumen
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kegunaan, kemudahan, keamanan dan sikap terhadap niat menggunakan mobile banking pada pembayaran Uang Kuliah Tunggal (studi kasus mahasiswa Universitas Borneo Tarakan). Pada penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode survey, cara mengumpulkan data dengan menggunakan kuisioner. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Non-probability sampling dengan teknik pengumpulan sampel purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif Universitas Borneo Tarakan yang belum atau akan menggunakan layanan Mobile banking untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), sudah mempunyai aplikasi Mobile banking, dan bukan penerima Beasiswa Bidikmisi. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 340 responden. Metode analisis yang digunakan adalah Smart Partial Least Square (Smart PLS ver.4). Hasil penelitian ini menujukkan bahwa variabel kegunaan tidak berpengaruh terhadap sikap, dan variabel kegunaan tidak berpengaruh terhadap niat menggunakan. Variabel kemudahan dan keamanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap, serta sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat menggunakan Mobile banking pada pembayaran Uang Kuliah Tunggal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan nomei (Harpadon nehereus) merupakan salah satu komoditas perikanan unggulan di Kota Tarakan yang banyak dikonsumsi dalam bentuk ikan kering. Namun, proses pengolahan dan penyimpanan yang kurang higienis dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri patogen, seperti Vibrio sp., Salmonella sp., dan Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan ketiga bakteri tersebut pada ikan nomei kering yang diperdagangkan di Pengepul Juata Laut dan Pasar Batu, Kota Tarakan. Metode penelitian meliputi isolasi bakteri dengan media selektif, uji biokimia, dan pewarnaan Gram. Sampel ikan diolah menggunakan Tryptone Soya Agar (TSA) dan Thiosulfate Citrate Bile Salts Sucrose Agar (TCBS) untuk mendeteksi keberadaan Vibrio sp., serta media selektif lain untuk Salmonella sp. dan Escherichia coli. Setelah dilakukan analisis laboratorium, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan kontaminasi Vibrio sp., Salmonella sp., maupun Escherichia coli pada sampel ikan yang diuji. Ikan nomei kering yang dijual di Pengepul Juata Laut dan Pasar Batu Kota Tarakan tergolong aman dari ketiga jenis bakteri patogen tersebut. Namun, pengawasan rutin terhadap sanitasi dan kebersihan dalam proses pengolahan, penyimpanan, serta distribusi ikan tetap diperlukan untuk memastikan keamanan pangan yang berkelanjutan.