Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NURFADILA

13 karya publik ditemukan.

2026: 42023: 22022: 52021: 12020: 1

.

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

.

RANCANG BANGUN SISTEM KEAMANAN PADA RUMAH WALET MENGGUNAKAN SENSOR THERMAL MLX90614 BERBASIS INTERNET OF THINGS

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keamanan rumah walet pada umumnya masih dilakukan melalui pemantauan secara manual sehingga kurang efisien dan membutuhkan waktu yang relatif lama. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan keterlambatan dalam mendeteksi objek yang dapat mengganggu keberadaan sarang burung walet. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem keamanan rumah walet berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan sensor thermal MLX90614, mikrokontroler ESP32, dan metode Rule-Based System. Sistem dirancang untuk mendeteksi suhu objek secara non-kontak, mengklasifikasikan kondisi berdasarkan aturan suhu yang telah ditentukan, serta mengirimkan hasil deteksi dan notifikasi kepada pengguna melalui aplikasi Telegram. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah sistem deteksi otomatis rumah walet, yang meliputi tingkat ketepatan sistem dalam mendeteksi kondisi berdasarkan suhu dan kemampuan sistem dalam mengirimkan notifikasi secara real-time. Hipotesis penelitian ini adalah bahwa sistem mampu mendeteksi suhu ruangan dan objek manusia secara real-time menggunakan sensor thermal MLX90614. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kalibrasi berhasil meningkatkan kesesuaian pembacaan sensor terhadap termometer referensi. Pada objek manusia, error setelah kalibrasi berada pada rentang 0,004°C–0,134°C atau 0,01%–0,37%, sedangkan pada objek ruangan berada pada rentang 0,002°C–0,201°C atau 0,007%–0,57%, dengan nilai koefisien determinasi sebesar R² = 0,9744. Metode Rule-Based System berhasil mengklasifikasikan kondisi berdasarkan rentang suhu yang telah ditentukan dan memungkinkan proses pengambilan keputusan dilakukan secara otomatis. Pengujian komunikasi IoT menunjukkan tingkat keberhasilan pengiriman notifikasi sebesar 100% dengan rata-rata latency sebesar 1.809,3 ms atau sekitar 1,81 detik. Dengan demikian, sistem yang dirancang mampu melakukan deteksi suhu, klasifikasi kondisi, dan pengiriman notifikasi secara terintegrasi sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan pemantauan keamanan rumah walet berbasis IoT.

PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK NPK PELANGI DAN PELAKSANAAN PROGRAM MARI KITA MAJUKAN USAHA RAKYAT (MAKMUR) TERHADAP PRODUKSI TANAMAN KELAPA SAWIT DAN KESEJAHTERAAN PETANI KELAPA SAWIT SERTA ANALISIS USAHA BUDIDAYA KELAPA SAWIT

2026 · Book ·

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya produktivitas kelapa sawit rakyat di Desa Semaja, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, yang berdampak pada rendahnya tingkat pendapatan dan kesejahteraan petani. Rata-rata produksi tandan buah segar (TBS) petani di wilayah ini masih berada di bawah standar produktivitas nasional. Salah satu penyebab utama adalah penggunaan pupuk yang tidak terstandar serta kurangnya pendampingan teknis budidaya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PT Pupuk Kalimantan Timur melalui Program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (MAKMUR) memperkenalkan penggunaan Pupuk NPK Pelangi yang disertai dengan pendampingan teknis, akses permodalan, dan jaminan pemasaran hasil produksi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh penggunaan Pupuk NPK Pelangi dan pelaksanaan Program MAKMUR terhadap produksi kelapa sawit; (2) mengetahui pengaruh penggunaan pupuk NPK Pelangi dan Pelaksanaan Program MAKMUR terhadap kesejahteraan petani; (3) menganalisis biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan bersih usaha tani; serta (4) mengevaluasi kelayakan ekonomi usaha tani berdasarkan R/C Ratio dan Break Even Point (BEP) Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Sampel penelitian adalah petani kelapa sawit yang tergabung dalam Program MAKMUR di Desa Semaja. Analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antara variabel penggunaan Pupuk NPK Pelangi (X1), Program MAKMUR (X2), produksi kelapa sawit (Y1) sebagai variabel mediator, dan kesejahteraan petani (Y2). Selain itu dilakukan analisis usaha tani untuk menghitung struktur biaya, penerimaan, pendapatan, R/C Ratio, dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Pupuk NPK Pelangi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produksi kelapa sawit. Program MAKMUR juga memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan produksi melalui penyediaan input, pendampingan teknis, dan akses pasar. Produksi kelapa sawit terbukti berperan sebagai variabel mediator yang memperkuat pengaruh penggunaan pupuk dan pelaksanaan program terhadap kesejahteraan petani. Peningkatan produksi berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga petani, akses pendidikan, dan akses layanan kesehatan. Analisis usaha tani menunjukkan bahwa setelah penerapan penggunaan Pupuk NPK Pelangi dan Program MAKMUR, usaha tani kelapa sawit berada dalam kondisi layak secara ekonomi. Nilai R/C Ratio lebih besar dari satu, yang menunjukkan bahwa usaha tani menguntungkan. Analisis BEP produksi dan BEP harga menunjukkan bahwa tingkat produksi dan harga jual telah berada di atas titik impas, sehingga usaha tani memiliki margin keuntungan yang positif. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara penggunaan pupuk berkualitas dan pelaksanaan program pendampingan pertanian mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kelapa sawit secara berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan Program MAKMUR serta menjadi dasar perumusan kebijakan pertanian yang lebih tepat sasaran di wilayah perbatasan.

PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK NPK PELANGI DAN PELAKSANAAN PROGRAM MARI KITA MAJUKAN USAHA RAKYAT (MAKMUR) TERHADAP PRODUKSI TANAMAN KELAPA SAWIT DAN KESEJAHTERAAN PETANI KELAPA SAWIT SERTA ANALISIS USAHA BUDIDAYA KELAPA SAWIT

2026 · Thesis ·

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya produktivitas kelapa sawit rakyat di Desa Semaja, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, yang berdampak pada rendahnya tingkat pendapatan dan kesejahteraan petani. Rata-rata produksi tandan buah segar (TBS) petani di wilayah ini masih berada di bawah standar produktivitas nasional. Salah satu penyebab utama adalah penggunaan pupuk yang tidak terstandar serta kurangnya pendampingan teknis budidaya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PT Pupuk Kalimantan Timur melalui Program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (MAKMUR) memperkenalkan penggunaan Pupuk NPK Pelangi yang disertai dengan pendampingan teknis, akses permodalan, dan jaminan pemasaran hasil produksi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh penggunaan Pupuk NPK Pelangi dan pelaksanaan Program MAKMUR terhadap produksi kelapa sawit; (2) mengetahui pengaruh penggunaan pupuk NPK Pelangi dan Pelaksanaan Program MAKMUR terhadap kesejahteraan petani; (3) menganalisis biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan bersih usaha tani; serta (4) mengevaluasi kelayakan ekonomi usaha tani berdasarkan R/C Ratio dan Break Even Point (BEP) Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Sampel penelitian adalah petani kelapa sawit yang tergabung dalam Program MAKMUR di Desa Semaja. Analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antara variabel penggunaan Pupuk NPK Pelangi (X1), Program MAKMUR (X2), produksi kelapa sawit (Y1) sebagai variabel mediator, dan kesejahteraan petani (Y2). Selain itu dilakukan analisis usaha tani untuk menghitung struktur biaya, penerimaan, pendapatan, R/C Ratio, dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Pupuk NPK Pelangi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produksi kelapa sawit. Program MAKMUR juga memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan produksi melalui penyediaan input, pendampingan teknis, dan akses pasar. Produksi kelapa sawit terbukti berperan sebagai variabel mediator yang memperkuat pengaruh penggunaan pupuk dan pelaksanaan program terhadap kesejahteraan petani. Peningkatan produksi berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga petani, akses pendidikan, dan akses layanan kesehatan. Analisis usaha tani menunjukkan bahwa setelah penerapan penggunaan Pupuk NPK Pelangi dan Program MAKMUR, usaha tani kelapa sawit berada dalam kondisi layak secara ekonomi. Nilai R/C Ratio lebih besar dari satu, yang menunjukkan bahwa usaha tani menguntungkan. Analisis BEP produksi dan BEP harga menunjukkan bahwa tingkat produksi dan harga jual telah berada di atas titik impas, sehingga usaha tani memiliki margin keuntungan yang positif. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara penggunaan pupuk berkualitas dan pelaksanaan program pendampingan pertanian mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kelapa sawit secara berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan Program MAKMUR serta menjadi dasar perumusan kebijakan pertanian yang lebih tepat sasaran di wilayah perbatasan.

Gambaran karakteristik ibu nifas yang mengalami luka perineum

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pada luka perineum antara lain adanya keluhan nyeri dan tidak nyaman pada daerah genitalia, tampak luka jahitan terbuka, ada nanah, kulit perineum tampak merah dan berbau. Penatalaksanaan dilakukan perawatan luka setiap hari. melakukan vulva hygiene, mengajarkan untuk diit tinggi protein. Faktor penyebab lain terjadinya infeksi nifas diantaranya, daya tahan tubuh yang kurang, perawatan nifas yang kurang baik, kurang gizi/mal nutrisi, anemia, hygiene yang kurang baik, serta kelelahan. Tujuan dari penelitian ini untuk menunjukkan edukasi bagi ibu nifas sangat signifikan meningkatkan pengetahuan ibu dalam perawatan masa nifas di Puskesmes Karang Rejo Kota Tarakan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Adapun populasi dalam penelitian ini ibu pasca bersalin dan sampel 23 responden dengan menggunakan accidental sampling. Hasil penelitian ini sebagian besar memiliki Karakteristik ibu nifas berdasarkan usia di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan sebagian besar rentang usia 20-35 tahun sebanyak 9 0rang (39%). Dan Karakteristik ibu nifas berdasarkan pekerjaan di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan sebagian besar Tidak Berkerja sebanyak 12 orang (52,2%).selanjutnya Karakteristik ibu nifas berdasarkan pendidikan di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan sebagian besar berada pada rentang SMA sebanyak 7 orang (30,4%).

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU NIFAS DALAM MELAKUKAN PERAWATAN LUKA PERINEUM DI PUSKESMAS KARANG REJO

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada luka perineum antara lain adanya keluhan nyeri dan tidak nyaman pada daerah genitalia, tampak luka jahitan terbuka, ada nanah, kulit perineum tampak merah dan berbau. Penatalaksanaan dilakukan perawatan luka setiap hari. melakukan vulva hygiene, mengajarkan untuk diit tinggi protein. Faktor penyebab lain terjadinya infeksi nifas diantaranya, daya tahan tubuh yang kurang, perawatan nifas yang kurang baik, kurang gizi/mal nutrisi, anemia, hygiene yang kurang baik, serta kelelahan. Tujuan dari penelitian ini untuk menunjukkan edukasi bagi ibu nifas sangat signifikan meningkatkan pengetahuan ibu dalam perawatan masa nifas di Puskesmes Karang Rejo Kota Tarakan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Adapun populasi dalam penelitian ini ibu pasca bersalin dan sampel 23 responden dengan menggunakan accidental sampling. Hasil penelitian ini sebagian besar memiliki Karakteristik ibu nifas berdasarkan usia di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan sebagian besar rentang usia 20-35 tahun sebanyak 9 0rang (39%). Dan Karakteristik ibu nifas berdasarkan pekerjaan di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan sebagian besar Tidak Berkerja sebanyak 12 orang (52,2%).selanjutnya Karakteristik ibu nifas berdasarkan pendidikan di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan sebagian besar berada pada rentang SMA sebanyak 7 orang (30,4%).

KEBIASAAN MAKAN DAN ASPEK REPRODUKSI IKAN BAWAL PUTIH (Pampus argenteus) HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP TUGU DI PERAIRAN PULAU BUNYU

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ikan bawal putih (Pampus argenteus) termasuk dalam kelompok famili stromateidae dan tergolong ikan demersal dan mampu berkembang di wilayah estuaria dan sedikit berlumpur. Kebiasaan makan dan reproduksi ikan bawal putih penting untuk dikaji dalam kegiatan pengelolaan sumberdaya ikan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebiasaan makan dan pola reproduksi ikan bawal putih di perairan Pulau Bunyu. Sampel dikumpulkan dari hasil tangkapan tugu mulai dari bulan Oktober sampai dengan November 2021. Pengukuran kualitas air dilakukan secara insitu dan eksitu. Aspek yang dianalisis meliputi persentase ikan lambung berisi (PILB), Index of stomach content (ISC), Index Relatif Penting (IRPI), nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG) dan indeks kematangan gonad (IKG). Hasil penelitian yang terdiri dari ikan (Chordata) dan udang (Crustacea) dengan persentase masing-masing sebesar 33,6% dan 22,1 %. makanan tambahan yaitu lumut sebesar 35,6% dan makanan pelengkap yaitu hancur atau tidak teridentifikasi 9% makanan ikan bawal putih masuk kedalam kategori omnivora. Nisbah kelamin ikan bawal putih memiliki nilai yang tidak seimbang dan menujukkan jika nisbah kelamin jantan lebih dominan dibandingkan dengan nisbah kelamin Betina yang didominasi oleh ikan jantan dengan perbandingan 1:1 sampai dengan 0,1:1 dengan rata-rata 0,40. Sampel ikan bawal putih yang dikumpulkan tidak berada dalam kondisi siap memijah atau lebih dominan berada pada TKG II dengan nilai IKG 0,078- 0,767%. sebaran ukuran bervariasi antara yang dominan pada ukuran 0,056-0,880% yang menunjukkan bahwa dalam fase belum siap untuk memijah.

KEBIASAAN MAKAN DAN ASPEK REPRODUKSI IKAN BAWAL PUTIH (Pampus argenteus) HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP TUGU DI PERAIRAN PULAU BUNYU

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan bawal putih (Pampus argenteus) termasuk dalam kelompok famili stromateidae dan tergolong ikan demersal dan mampu berkembang di wilayah estuaria dan sedikit berlumpur. Kebiasaan makan dan reproduksi ikan bawal putih penting untuk dikaji dalam kegiatan pengelolaan sumberdaya ikan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebiasaan makan dan pola reproduksi ikan bawal putih di perairan Pulau Bunyu. Sampel dikumpulkan dari hasil tangkapan tugu mulai dari bulan Oktober sampai dengan November 2021. Pengukuran kualitas air dilakukan secara insitu dan eksitu. Aspek yang dianalisis meliputi persentase ikan lambung berisi (PILB), Index of stomach content (ISC), Index Relatif Penting (IRPI), nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG) dan indeks kematangan gonad (IKG). Hasil penelitian yang terdiri dari ikan (Chordata) dan udang (Crustacea) dengan persentase masing-masing sebesar 33,6% dan 22,1 %. makanan tambahan yaitu lumut sebesar 35,6% dan makanan pelengkap yaitu hancur atau tidak teridentifikasi 9% makanan ikan bawal putih masuk kedalam kategori omnivora. Nisbah kelamin ikan bawal putih memiliki nilai yang tidak seimbang dan menujukkan jika nisbah kelamin jantan lebih dominan dibandingkan dengan nisbah kelamin Betina yang didominasi oleh ikan jantan dengan perbandingan 1:1 sampai dengan 0,1:1 dengan rata-rata 0,40. Sampel ikan bawal putih yang dikumpulkan tidak berada dalam kondisi siap memijah atau lebih dominan berada pada TKG II dengan nilai IKG 0,078- 0,767%. sebaran ukuran bervariasi antara yang dominan pada ukuran 0,056-0,880% yang menunjukkan bahwa dalam fase belum siap untuk memijah.

Analisis Pengembangan Perkebunan di Kabupaten Bulungan

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK ANALISIS PENGEMBANGAN PERKEBUNAN DI KABUPATEN BULUNGAN ESA NURFADILAH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan perkebunan berdasarkan kompetitif dan komparatif dengan cara menganalisis masing-masing komoditas karet, kelapa sawit, kelapa, kopi, dan kakao di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan data sekunder Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulungan dalam angka tahun 2015, 2016, 2017, 2018, dan 2019. Penelitian ini menggunakan alat analisis Location Index dan Concentration Index. Hasil penelitian berdasarkan alat analisis Location Index menjelaskan bahwa perkebunan Komoditas Karet, Kelapa Sawit, Kelapa, Kopi, dan Kakao di Kabupaten Bulungan tahun 2015-2019 menunjukkan nilai LI mendekati nol yang artinya secara kompetitif belum memiliki potensial untuk mengembangkan aktivitas tertentu. Hasil Analisis Concentration Index (CI) menunjukkan bahwa kecamatan Tanjung Selor menunjukkan nilai (CI>1) maka, kecamatan Tanjung Selor merupakan konsentrasi (concentration) pada komoditas Karet. Kecamatan Sekatak menunjukkan nilai (CI>1) maka, kecamatan Sekatak merupakan konsentrasi (concentration) pada komoditas Kelapa Sawit. Kecamatan Tanjung Palas Tengah menunjukkan nilai (CI>1) maka, kecamatan Tanjung Palas Tengah merupakan konsentration (concentration) pada komoditas Kelapa. Kecamatan Tanjung Palas menunjukkan nilai (CI>1) maka, kecamatan Tanjung Palas merupakan konsentrasi (concentration) pada komoditas Kopi. Kecamatan Peso Hilir menunjukkan nilai (CI>1) maka, kecamatan Peso Hilir merupakan konsentrasi (concentration) pada komoditas Kakao. Kata Kunci : Concentration Index, Location Index, Perkebunan

Analisis Pengembangan Perkebunan di Kabupaten Bulungan

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGEMBANGAN PERKEBUNAN DI KABUPATEN BULUNGAN ESA NURFADILAH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan perkebunan berdasarkan kompetitif dan komparatif dengan cara menganalisis masing-masing komoditas karet, kelapa sawit, kelapa, kopi, dan kakao di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan data sekunder Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulungan dalam angka tahun 2015, 2016, 2017, 2018, dan 2019. Penelitian ini menggunakan alat analisis Location Index dan Concentration Index. Hasil penelitian berdasarkan alat analisis Location Index menjelaskan bahwa perkebunan Komoditas Karet, Kelapa Sawit, Kelapa, Kopi, dan Kakao di Kabupaten Bulungan tahun 2015-2019 menunjukkan nilai LI mendekati nol yang artinya secara kompetitif belum memiliki potensial untuk mengembangkan aktivitas tertentu. Hasil Analisis Concentration Index (CI) menunjukkan bahwa kecamatan Tanjung Selor menunjukkan nilai (CI>1) maka, kecamatan Tanjung Selor merupakan konsentrasi (concentration) pada komoditas Karet. Kecamatan Sekatak menunjukkan nilai (CI>1) maka, kecamatan Sekatak merupakan konsentrasi (concentration) pada komoditas Kelapa Sawit. Kecamatan Tanjung Palas Tengah menunjukkan nilai (CI>1) maka, kecamatan Tanjung Palas Tengah merupakan konsentration (concentration) pada komoditas Kelapa. Kecamatan Tanjung Palas menunjukkan nilai (CI>1) maka, kecamatan Tanjung Palas merupakan konsentrasi (concentration) pada komoditas Kopi. Kecamatan Peso Hilir menunjukkan nilai (CI>1) maka, kecamatan Peso Hilir merupakan konsentrasi (concentration) pada komoditas Kakao. Kata Kunci : Concentration Index, Location Index, Perkebunan

IDENTIFIKASI BAKTERI PADA UDANG WINDU ( Penaeus monodon ) DI HATCHERY KOTA TARAKAN

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Udang windu di Kota Tarakan mempunyai potensi sumberdaya perikanan yang cukup besar, sehingga menjadikan kota Tarakan sebagai salah satu sentra produksi udang windu di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontaminasi bakteri pada udang windu (Penaeus monodon ) di Hatchery Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2021. di Labolatorium Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Tarakan ( BKIPM Tarakan ) dengan sampel udang windu (Peneus monodon) yang meliputi Sterilisasi alat dan bahan, Isolasi bakteri, identifikasi bakteri dan analisis data. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan studi observasional untuk memberikan gambaran mengenai penelitian yang dilakukan dengan mengamati kondisi – kondisi yang terjadi melalui observasi secara langsung. Hasil penelitian dengan melakukan analisis karakterisasi bakteri dengan uji biokimia pewarnaan gram negatif, katalase positif, oksidase positif, OF tanpa paraffin fermentatif, motility positif, indol negatif, ornitin positif, TSA tegak dan miring asam. Dapat disimpulkan hasil karakterisasi bakteri dan uji biokimia bahwa terdapat 16 isolat bakteri yang mengkontaminasi udang windu pada hatchery di kota Tarakan. Tiger prawns in Tarakan City have a large enough potential for fishery resources, making the city of Tarakan as one of the centers for tiger shrimp production in Indonesia. This study aims to determine the bacterial contamination of Vibrio spp. on tiger prawns (Penaeus monodon) in the Tarakan City Hatchery. This research was conducted in May – June 2021. at the Laboratory of the Fish Quarantine, Quality Control and Safety of Fishery Products Tarakan (BKIPM Tarakan) with samples of tiger shrimp (Peneus monodon) which includes sterilization of tools and materials, isolation of Vibrio bacteria, Vibrio bacteria and analysis data. The method used in this research is with observational studies to provide an overview of the research conducted by observing the conditions through direct observation. The results of the study were carried out by analyzing the characterization of bacteria with gram negative staining tests, positive catalase, positive oxidase, OF without fermentative paraffin, positive motility, negative indole, positive ornithine, upright TSA and acid skew. Can lock the results of bacterial characterization and biochemical tests that there are 16 isolates of Vibrio spp. which contaminate tiger prawns in hatcheries in the city of Tarakan.

IDENTIFIKASI BAKTERI PADA UDANG WINDU ( Penaeus monodon ) DI HATCHERY KOTA TARAKAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Udang windu di Kota Tarakan mempunyai potensi sumberdaya perikanan yang cukup besar, sehingga menjadikan kota Tarakan sebagai salah satu sentra produksi udang windu di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontaminasi bakteri pada udang windu (Penaeus monodon ) di Hatchery Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2021. di Labolatorium Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Tarakan ( BKIPM Tarakan ) dengan sampel udang windu (Peneus monodon) yang meliputi Sterilisasi alat dan bahan, Isolasi bakteri, identifikasi bakteri dan analisis data. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan studi observasional untuk memberikan gambaran mengenai penelitian yang dilakukan dengan mengamati kondisi – kondisi yang terjadi melalui observasi secara langsung. Hasil penelitian dengan melakukan analisis karakterisasi bakteri dengan uji biokimia pewarnaan gram negatif, katalase positif, oksidase positif, OF tanpa paraffin fermentatif, motility positif, indol negatif, ornitin positif, TSA tegak dan miring asam. Dapat disimpulkan hasil karakterisasi bakteri dan uji biokimia bahwa terdapat 16 isolat bakteri yang mengkontaminasi udang windu pada hatchery di kota Tarakan. Tiger prawns in Tarakan City have a large enough potential for fishery resources, making the city of Tarakan as one of the centers for tiger shrimp production in Indonesia. This study aims to determine the bacterial contamination of Vibrio spp. on tiger prawns (Penaeus monodon) in the Tarakan City Hatchery. This research was conducted in May – June 2021. at the Laboratory of the Fish Quarantine, Quality Control and Safety of Fishery Products Tarakan (BKIPM Tarakan) with samples of tiger shrimp (Peneus monodon) which includes sterilization of tools and materials, isolation of Vibrio bacteria, Vibrio bacteria and analysis data. The method used in this research is with observational studies to provide an overview of the research conducted by observing the conditions through direct observation. The results of the study were carried out by analyzing the characterization of bacteria with gram negative staining tests, positive catalase, positive oxidase, OF without fermentative paraffin, positive motility, negative indole, positive ornithine, upright TSA and acid skew. Can lock the results of bacterial characterization and biochemical tests that there are 16 isolates of Vibrio spp. which contaminate tiger prawns in hatcheries in the city of Tarakan.

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP UPAYA PEMERINTAH DALAM MENYEDIAKAN RUANG TERBUKA PUBLIK (STUDI KASUS TAMAN BERLABUH)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap Taman Berlabuh sebagai upaya pemerintah dalam menyediakan ruang terbuka publik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang di gunakan adalah dengan cara pengisian kuesioner dan dokumentasi. Jenis data yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh pengunjung Taman Berlabuh Kota Tarakan sebanyak 105 informan sebagai responden dalam penelitian. Peneliti menggunakan kuesioner dengan skala guttman. Hasil penelitian ini diketahui bahwa persepsi masyarakat yang berkunjung di Taman Berlabuh terhadap upaya pemerintah dalam menyediakan ruang terbuka publik dengan menggunakan 3 indikator penelitian. Hal ini diperoleh dari hasil indikator pemahaman masyarakat Kota Tarakan yang memahami mengenai upaya pemerintah dalam menyediakan Ruang Terbuka Publik. Dalam hal ini, Taman Berlabuh dengan nilai persentase sebesar 64% menjawab Ya dan yang menjawab Tidak sebesar 36%. Dari indikator penilaian, masyarakat Kota Tarakan yang berkunjung di Taman Berlabuh menilai bahwa upaya pemerintah kurang maksimal dalam menyediakan Ruang Terbuka Publik dengan nilai persentase sebesar 52% menjawab Ya dan sebesar 48% menjawab Tidak, Dari indikator penerimaan, masyarakat Kota Tarakan yang sedang berkunjung di Taman Berlabuh belum menerima sepenuhnya pelaksanaan upaya pemerintah dalam menyediakan Ruang Terbuka Publik Dengan nilai persentase tidak menerima sebesar 40% dan Ya menerima sebesar 60%, di karenakan masih banyak hal yang harus di evaluasi pada upaya-upaya pemerintah dalam pengadaan Taman Berlabuh.