ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji komposisi ukuran, sebaran panjang, hubungan panjang–berat, dan faktor kondisi ikan demersal hasil tangkapan rawai dasar di perairan Pulau Sebatik, Indonesia. Pengukuran panjang total dan bobot tubuh dilakukan pada ikan yang ditangkap oleh nelayan skala kecil, dan data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi ukuran, model panjang–berat W = aLᵇ, serta faktor kondisi Fulton (K). Hasil tangkapan didominasi oleh spesies dari famili Lutjanidae, Haemulidae, Serranidae, Polynemidae, dan Carangidae, yang umum ditemukan pada komunitas ikan demersal perairan tropis. Sebaran ukuran bervariasi antarspesies, dengan dominasi individu berukuran sedang, menunjukkan struktur populasi yang relatif stabil. Nilai eksponen b pada sebagian besar spesies mendekati 3, menandakan pola pertumbuhan isometrik, sementara beberapa spesies menunjukkan kecenderungan alometrik positif. Nilai faktor kondisi umumnya berada pada kategori baik, mencerminkan kondisi fisiologis ikan yang sehat serta lingkungan yang mendukung pertumbuhan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memberikan informasi dasar yang penting mengenai karakteristik populasi ikan demersal di perairan Sebatik dan berkontribusi pada pengelolaan perikanan yang berkelanjutan di wilayah Indonesia timur
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan bawal putih (Pampus argenteus) termasuk dalam kelompok famili stromateidae dan tergolong ikan demersal dan mampu berkembang di wilayah estuaria dan sedikit berlumpur. Kebiasaan makan dan reproduksi ikan bawal putih penting untuk dikaji dalam kegiatan pengelolaan sumberdaya ikan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebiasaan makan dan pola reproduksi ikan bawal putih di perairan Pulau Bunyu. Sampel dikumpulkan dari hasil tangkapan tugu mulai dari bulan Oktober sampai dengan November 2021. Pengukuran kualitas air dilakukan secara insitu dan eksitu. Aspek yang dianalisis meliputi persentase ikan lambung berisi (PILB), Index of stomach content (ISC), Index Relatif Penting (IRPI), nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG) dan indeks kematangan gonad (IKG). Hasil penelitian yang terdiri dari ikan (Chordata) dan udang (Crustacea) dengan persentase masing-masing sebesar 33,6% dan 22,1 %. makanan tambahan yaitu lumut sebesar 35,6% dan makanan pelengkap yaitu hancur atau tidak teridentifikasi 9% makanan ikan bawal putih masuk kedalam kategori omnivora. Nisbah kelamin ikan bawal putih memiliki nilai yang tidak seimbang dan menujukkan jika nisbah kelamin jantan lebih dominan dibandingkan dengan nisbah kelamin Betina yang didominasi oleh ikan jantan dengan perbandingan 1:1 sampai dengan 0,1:1 dengan rata-rata 0,40. Sampel ikan bawal putih yang dikumpulkan tidak berada dalam kondisi siap memijah atau lebih dominan berada pada TKG II dengan nilai IKG 0,078- 0,767%. sebaran ukuran bervariasi antara yang dominan pada ukuran 0,056-0,880% yang menunjukkan bahwa dalam fase belum siap untuk memijah.