Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: Penanganan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penanganan Tindak Pidana Terorisme Dalam Sistem Hukum Di Indonesia

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENANGANAN TINDAK PIDANA TERORISME DALAM SISTEM HUKUM DI INDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan tindak pidana terorisme dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia serta mengkaji mekanisme penegakan hukum pidana dalam penanggulangannya. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya kompleksitas terorisme yang bersifat transnasional, terorganisasi, dan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana penyebaran paham radikal maupun koordinasi aksi. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual, didukung bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan tindak pidana terorisme mengalami perkembangan signifikan melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 yang memperluas ruang lingkup pemberantasan, tidak hanya pada aspek penindakan tetapi juga pencegahan, deradikalisasi, dan penguatan kewenangan aparat penegak hukum. Terorisme dikategorikan sebagai extraordinary crime karena menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan nasional dan ketertiban masyarakat. Penegakan hukum dilakukan melalui pendekatan penal dan non-penal dengan melibatkan Kepolisian, Densus 88, Kejaksaan, Pengadilan, serta BNPT. Namun, praktiknya masih menghadapi kendala berupa lemahnya koordinasi antar lembaga, tantangan cyber terrorism, serta penyebaran propaganda radikal melalui media sosial. Dengan demikian, penegakan hukum pidana terhadap terorisme memerlukan pendekatan komprehensif dan berkelanjutan melalui penguatan regulasi, peningkatan koordinasi, optimalisasi pencegahan berbasis masyarakat, serta strategi deradikalisasi yang berlandaskan pada prinsip negara hukum dan keadilan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengetahuan Ibu Tentang Penanganan Kejang Demam Pada Bayi Di Wilayah Desa Tideng Pale

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kejang demam merupakan kejang yang paling sering terjadi pada anak. Kejang demam didefinisikan sebagai bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38°c) yang disebabkan oleh proses ekstrakranium. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan Tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan kejang demam pada bayi. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rencana penelitian yang digunakan adalah Survey Deskriptif, dengan total 50 responden dengan menggunakan non-probability sampling dengan teknik Sampling Insidental. Hasil penelitian yang didapat bahwa sebagian besar mempunyai tingkat pengetahuan cukup sebesar 66,0% tentang penanganan kejang demam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan kejang demam di wilayah desa Tideng Pale.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kualitas Layanan Dan Penanganan Keluhan Terhadap Kepuasan Nasabah Bank BNI Kantor Cabang Tarakan

2023•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Penanganan Keluhan Terhadap Kepuasan Nasabah Bank BNI Kantor Cabang Tarakan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini ialah proposive sampling. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei dengan instrument pernyataan dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket). Adapun sampel dalam penelitian ini adalah nasabah Bank BNI Kantor Cabang Tarakan baik yang berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan yang menggunakan produk Bank BNI, sampel dalam penelitian ini berjumlah 120 orang dengan metode analisis linear berganda dengan menggunakan bantuan program SPSS 26. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa variabel kualitas layanan dan penanganan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasa nasabah Bank BNI Kantor Cabang Tarakan. Kata Kunci : Kualitas Layanan, Penanganan Keluhan, Kepuasan Nasabah

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kewenangan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan dalam Penanganan Pekerja Migran indonesia ilegal di kawasan perbatasan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Penelitian ini bermaksud untuk menjawab dua rumusan masalah terkait dasar hukum kewenangan kantor imigrasi kelas II TPI Nunukan dalam penanganan pekerja pigran indonesia ilegal di kawasan perbatasan. Kedua hambatan kantor imigrasi kelas II TPI Nunukan dalam penanganan pekerja migran indonesia ilegal di kawasan perbatasan. Skripsi ini merupakan penelitian Empiris atau penelitian lapangan dan metode pada pengolahan data menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian yuridis sosiologis. Selanjutnya sumber data dari penelitian ini adalah kantor imigrasi kelas II TPI Nunukan, kantor badan perlindungan pekerja migran indonesia kalimantan utara dan Dinas tenaga kerja dan transmigrasi kabupaten nunukan. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara langsung, observasi/pengamatan, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Lokasi yang dijadikan tempat penelitian yaitu kantor imigrasi kelas II TPI Nunukan, kantor badan perlindungan pekerja migran indonesia kalimantan utara, dan dinas Tenaga kerja dan transmigrasi kabupaten Nunukan. Hasil penelitian yang didapatkan oleh penulis yaitu adanya dasar Hukum Kewenangan kantor imigrasi kelas II TPI Nunukan dalam penanganan pekerja migran Indonesia ilegal di kawasan perbatasan berupa Peraturan Perundang- undangan, peraturan menteri dan surat edaran terkait penanganan dan pengawasan Pekerja Migran Indonesia Ilegal. Adapun hambatan kantor Imigrasi dalam melakukan penanganan Pekerja Migran Indonesia Ilegal di kawasan perbatasan berupa Anggaran, Sumber daya Manusia, Sarana dan Prasarana, faktor Eksternal dan Faktor yang berasal dari PMI itu sendiri. Penulis menyarankan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah perlu upaya yang serius dalam melakukan Penanganan maupun Pencegahan dalam penanganan pekerja migran indonesia sebagaimana mestinya khususnya dalam mencegah keluar masuknya PMI yang akan menuju Malaysia secara illegal dengan menutup jalur tidak resmi serta melakukan observasi dan pemeriksaan di jalur tidak resmi pada saat jam rawan lintas ilegal, dan mengenai hambatan yang berasal dari PMI itu sendiri, pemerintah wajib menyediakan lapangan pekerjaan karena maraknya PMI yang keluar negeri khususnya Malaysia tujuannya adalah untuk mecari pekerjaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tinjauan Yuridis Terhadap Kewenangan Bawaslu Kalimantan Utara Dalam Penanganan Praktik Politik Uang Pada Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Kalimantan Utara

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab dua pertanyaan terkait kewenangan bawaslu kalimantan utara dalam penanganan praktik politik uang pada penyelenggaraan pemilihan kepala daerah kalimantan utara. Pertama, bagaimana penanganan praktik politik uang pada penyelenggaraan pemilihan kepala daerah? Kedua, hambatan kewenangan bawaslu dalam penanganan penanganan praktik politik uang pada penyelenggaraan pemilihan kepala daerah kalimantan utara? Skripsi ini merupakan penelitian normatif menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan kasus dan pendekatan konseptual. Penelitian skripsi ini menggunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer yaitu peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian. Bahan hukum sekunder diperoleh dari buku, jurnal dan karya ilmiah. Pemilihan kepala daerah dimaksudkan untuk memilih pimpinan daerah diantaranya adalah pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota. Pemilihan kepala daerah selalu ditemukan adanya Pelanggaran Administrasi Pemilihan TSM yaitu Praktik Politik Uang, diperlukan Penanganan Pelanggaran terkait Pelanggaran Administrasi Pemilihan TSM. Dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: Pertama, norma larangan melakukan Praktik Politik Uang diatur dalam Pasal 73 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota. Kemudian kewenangan Bawaslu Provinsi diatur dalam Pasal 135A dan Mekanisme Penanganan Pelanggaran Administrasi Pemilihan TSM diatur dalam Peraturan Bawaslu Nomor 9 Tahun 2020 Tentang Tata Cara Penanganan Pelanggaran Administrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Serta Walikota dan Wakil Walikota yang terjadi secara Terstruktur, Sistematis, dan Masif. Kedua, dalam hal Penanganan Pelanggaran Administrasi Pemilihan TSM Bawaslu memiliki hambatan kewenangan yaitu terkait Pemenuhan Unsur Pelanggaran Administrasi Pemilihan TSM dapat dikatan Pelanggaran Administrasi Pemilihan TSM, Teknis Pelaksaan, Kekurangan Aparatur atau Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sarana Prasarana.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS RISIKO PRODUKSI AYAM RAS PEDAGING (Broiler) DI KELURAHAN JUATA LAUT KECAMATAN TARAKAN UTARA KOTA TARAKAN (Studi Kasus Usaha Ternak Ayam Broiler Pola Kemitraan Bapak Witoyo)

2022•

Peternakan ayam broiler merupakan salah satu sektor yang potensial untuk dikembangkan. Hanya saja dalam pengembangannya peternak cenderung mengalami fluktuasi pendapatan dimana hal ini dipengaruhi oleh fluktuasi tingkat kematian dan FCR ayam broiler. Tujuan penelitian adalah: 1. mengidentifikasi sumber-sumber risiko produksi, 2. untuk menilai ukuran risiko produksi, dan 3. untuk mengetahui strategi yang digunakan dalam mengatasi risiko produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis risiko produksi dimana dalam analisis risiko produksi menggunakan analisis variance, standar deviation, coefficient variation, probabilitas dan VaR. Hasil dari penelitian ini adalah sumber risiko pada peternakan Bapak Witoyo terbagi menjadi 3 yakni sumber risiko ayam broiler afkir, waktu pemanenan, dan serangan penyakit. Sumber risiko ayam broiler afkir memiliki tingkat probabilitas terendah senilai 17,11% dengan dampak kerugian terkecil senilai Rp. 3.800.644. Disusul oleh sumber risiko waktu pemanenan dengan tingkat probabilitas sebesar 27,76% dan dampak kerugian sebesar Rp. 6.699.852 dan sumber risiko dengan tingkat probabilitas terbesar adalah sumber risiko serangan penyakit yakni senilai 54,78% dan memiliki dampak kerugian terbesar yakni Rp. 25.531.115. Setiap sumber risiko harus dilakukan manajemen penanganan risiko yang tepat agar dapat meminimalisir kemungkinan rugi pada masa yang akan datang. Alternatif manajemen risiko produksi yang diterapkan oleh peternakan Bapak Witoyo berdasarkan hasil pemetaan sumber-sumber risiko produksi yaitu dengan melakukan strategi preventif dan mitigasi. Strategi preventif digunakan untuk mengatasi sumber risiko ayam yang afkir dan keterlambatan masa panen sedangkan untuk strategi mitigasi digunakan untuk mengatasi sumber risiko terhadap serangan penyakit.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PEMETAAN SKALA PRIORITAS PENANGANAN JALAN DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DI KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kota Tarakan merupakan gerbang utama perdagangan dan jasa bagi Provinsi Kalimantan Utara, maka perlu adanya penataan sarana dan prasarana transportasi yang semakin meningkat. Mengingat permasalahan diatas pemeliharaan jalan merupakan prioritas utama dalam penanganan jalan guna memantapkan daya dukung kapasitas jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi jalan Kota Tarakan saat ini dan menyusun urutan prioritas kriteria yang digunakan dalam penentuan pemeliharaan jalan. Penelitian ini menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. Obyek pada penelitian ini adalah ruas jalan dengan status jalan Provinsi dan Nasional. Data yang digunakan dalam penelitian meliputi survey lapangan berupa penyebaran kuesioner dan formulir penilaian kondisi jalan. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai kerusakan pada tiap ruas jalan yaitu : Jalan Mulawarman (15,384), Jalan Yos Sudarso (185,747), Jalan Gajah Mada (84), Jalan Amal Lama (666,799), Jalan Amal Baru (0,0075), Jalan Gunung Selatan (1395,618), Jalan Bhayangkara (27,8313), Serta Jalan P. Aji Iskandar (705,349) dan bobot dari masing-masing kriteria adalah tingkat kerusakan jalan (0,561), lalu lintas harian rata-rata (0,079), klasifikasi fungsi jalan (0,036), pemeliharaan jalan (0,200), dan tingkat pelayanan jalan (0,124). Dimana urutan dari prioritas penanganan jalan adalah Jalan Gunung Selatan (0,207), Jalan Amal Lama (0,197), Jalan Gajah Mada (0,116), Jalan Yos Sudarso (0,111), Jalan Mulawarman (0,099), Jalan P. Aji Iskandar (0,098), Jalan Bhayangkara (0,094), serta Jalan Amal Baru (0,078).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHATANI PEPAYA CALIFORNIA (Carica papaya L.) DI KECAMATAN TARAKAN UTARA KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA

2021•

Pepaya California merupakan salah satu jenis buah-buahan yang ada di Kota Tarakan khususnya di Kecamatan Tarakan Utara. Pada usahatani pepaya, petani menghadapi risiko-risiko produksi yang terdiri dari pupuk, benih, serangan sama dan penyakit dan yang terakhir perubahan iklim/cuaca. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui sumber-sumber risiko produksi pepaya, (2) menganalisis seberapa besar tingkat risiko produksi pepaya, (3) merumuskan strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi sumber-sumber risiko produksi pepaya. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 15 orang petani pepaya California di Kecamatan Tarakan Utara. Adapun analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis hasil produksi menggunakan Variance, Standard Deviation dan Coefficient Variation dan analisis skala likert. Hasil penelitian menjelaskan sumber-sumber risiko produksi usahatani pepaya yaitu pupuk, benih, serangan hama dan penyakit dan perubahan iklim/cuaca. Hasil produksi pada usahatani pepaya ini yaitu nilai Variance sebesar 278,792.54, nilai Standard Deviation sebesar 528.01 dan nilai Coefficient Variation sebesar 0.20 dengan artian bahwa pada hasil produksi pepaya nilai risiko yang ditanggung oleh petani pepaya sebesar 20% dari nilai rata-rata hasil produksi pepaya yaitu sebesar 538 buah. Sehingga hasil produksi setelah risiko yang dihadapi petani menjadi sebesar 2,150.4 buah. Strategi yang digunakan dalam penanganan sumber risiko pupuk menggunakan strategi mitigasi yaitu dengan penggunaan pupuk yang berkualitas, pembagian jumlah pupuk yang setara. Sumber risiko benih menggunakan strategi preventif yaitu petani dapat membuat bibit tanaman pepaya sendiri agar kualitas tetap terjaga dan mengurangi gagal tumbuh pada tanaman pepaya. Sumber risiko serangan hama dan penyakit menggunakan strategi mitigasi yaitu petani harus rutin cek apakah ada serangan penyakit pada daun maupun pada buah pepaya, dan untuk serangan hama seperti ayam sebaiknya petani dapat membuat pagar sederhana agar ayam tidak dapat mengganggu proses pemupukan pada tanaman pepaya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RISIKO PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccharata) DI KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Selama pandemi covid-19 berlangsung produksi jagung manis pada tahun 2020 mengalami penurunan yang sangat drastis karena petani mulai mengurangi kegiatan usahataninya oleh karena itu tidak terlepas dari adanya risiko dalam usahatani jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sumber-sumber risiko produksi jagung manis (2) Berapa besar probabilitas dan dampak dari sumber-sumber risiko produksi jagung manis (3) Strategi alternatif mengatasi tingkat risiko produksi jagung manis. Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling dengan responden petani jagung manis di Kota Tarakan, jumlah sampel sebanyak 100 petani. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis probabilitas dan penanganan risiko. Berdasarkan hasil Penelitian ini menjelaskan sumber-sumber risiko produksi jagung manis yang teridentifikasi yaitu hama dan perubahan cuaca atau iklim. Risiko yang memiliki probabilitas besar dengan dampak yang kecil berada pada kuadran I. Risiko yang memiliki probabilitas besar dengan dampak yang besar berada pada kuadran II, risiko yang memiliki probabilitas kecil dengan dampak yang kecil berada pada kuadran III dan Risiko yang memiliki probabilitas kecil dengan dampak besar berada pada kuadran IV. Strategi penanganan risiko dirumuskan berdasarkan posisi masing-masing sumber risiko pada peta risiko. Sumber risiko yang berada pada kuadran 1 dan 2 akan ditangani dengan strategi preventif, sedangkan sumber risiko yang berada pada kuadran 3 dan 4 akan ditangani dengan strategi mitigasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHA SARANG BURUNG WALET (COLLOCALIA FUCIPHAGUS) DI KECAMATAN SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bermaksud menjawab empat pertanyaan terkait dengan risiko produksi usaha sarang burung walet (Collacalia Fuciphagus) di Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung. Pertama bagaimanakah agribisnis usaha sarang burung walet di Kecamatan Sesayap? kedua, apakah sumber – sumber risiko produksi usaha sarang burung walet di Kecamatan Sesayap? ketiga, berapakah probabilitas dan dampak dari sumber – sumber risiko produksi usaha sarang burung walet di Kecamatan Sesayap? keempat, bagaimana strategi mengatasi risiko produksi usaha sarang burung walet di Kecamatan Sesayap?. Metode penentuan sampel menggunakan Kuota sampling dan purposive sampling dengan jumlah responden 30 orang peternak sarang walet di Kecamatan Sesayap. Adapun analisis data yang digunakan analisis deskriptif, analisis probabilitas dan dampak menggunakan metode Z-score dan Value At Risk (VaR). Hasil penelitian ini menjelaskan agribisnis usaha sarang burung walet terdiri dari produksi hingga pemasaran yaitu mulai dari sarana peroduksi, persiapan gedung/rumah walet, pemanggil suara, pengisian air, pemeliharaan, pengendalian hama, panen, dan pemasaran. Sumber – sumber risiko produksi usaha sarang burung walet yang teridentifikasi yaitu perubahan cuaca/iklim, dan kesalahan sumber daya manusia. Sumber risiko terbesar adalah perubahan cuaca/iklim pada periode ke II dengan probabilitas sebesar 72% dan dampak yang paling sebesar pada periode ke III sebesar Rp. 2.630.704. Sedangkan sumber risiko kesalahan sumber daya manusia pada periode II dengan probabilitas sebesar 68% dan dampak yang paling besar pada periode ke I sebesar Rp. 589.111. Strategi penanganan sumber risiko perubahan cuaca/iklim dengan strategi preventif yaitu membuat ventilasi udara dan menggunakan alat pengukur thermo hygrometer, selanjutnya strategi mitigasi yaitu pengisian air menggunakan wadah bak atau baskom. Sumber risiko kesalahan sumber daya manusia menggunakan strategi preventif yaitu memilih waktu yang tepat saat panen dan memilih peralatan yang memiliki kualitas yang baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail