Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keamanan Website Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Utara (https://dkp.kaltaraprov.go.id) menggunakan metode Penetration Testing Execution Standard (PTES) dan OWASP Risk Rating Methodology. Pengujian dilakukan secara sistematis melalui tahapan intelligence gathering, threat modeling, vulnerability analysis, exploitation, post-exploitation dan reporting. Dalam proses pengujian digunakan beberapa alat bantu, yaitu Nmap untuk pemindaian port dan identifikasi layanan, Wappalyzer untuk mendeteksi teknologi yang digunakan, Nikto untuk menguji konfigurasi server, serta OWASP ZAP untuk menganalisis kerentanan aplikasi web. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem masih memiliki sejumlah celah keamanan yang berpotensi dieksploitasi, di antaranya Clickjacking (Missing X-Frame-Options), Cookies Flags Missing (Secure, HttpOnly, SameSite), X-Content-Type-Options Missing, serta konfigurasi Content Security Policy (CSP) yang belum optimal, di mana seluruh temuan tersebut diklasifikasikan ke dalam kategori A05: Security Misconfiguration dengan tingkat risiko Medium (Sedang) menurut standar OWASP Top 10:2021. Validasi kerentanan dilakukan melalui Proof of Concept (PoC) yang bersifat non-destruktif, kemudian dilanjutkan dengan analisis dampak pada tahap post-exploitation sebagai dasar dalam penilaian risiko. Evaluasi risiko dilakukan berdasarkan empat faktor, yaitu Threat Agent, Vulnerability, Technical Impact, dan Business Impact. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai rata-rata Likelihood sebesar 7,00 dan Impact sebesar 4,875, dengan Overall Risk Score sebesar 5,94 yang termasuk dalam kategori Medium. Temuan tersebut menunjukkan bahwa meskipun tidak berada pada tingkat risiko tinggi, potensi eksploitasi tetap signifikan apabila tidak segera dilakukan perbaikan.