Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: penelitian normatif
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN POLISI DAN PERAIRAN DAN UDARA DALAM MENJAGA KEAMANAN DAN KETERTIBAN WILAYAH LAUT KALIMANTAN UTARA

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Polisi Perairan dan Udara (Polairud) dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah laut di Kalimantan Utara berdasarkan perspektif hukum yang berlaku di Indonesia. Wilayah perairan Kalimantan Utara memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan negara lain serta memiliki potensi sumber daya alam yang tinggi, sehingga rentan terhadap berbagai bentuk pelanggaran hukum seperti illegal fishing, penyelundupan, dan pelanggaran batas wilayah. Oleh karena itu, diperlukan peran optimal Polairud dalam penegakan hukum di wilayah perairan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Sumber bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan, bahan hukum sekunder berupa literatur hukum, jurnal ilmiah, serta dokumen resmi yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Polairud. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan menelaah norma-norma hukum yang mengatur kewenangan dan peran Polairud dalam menjaga keamanan laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, Polairud memiliki kewenangan yang jelas dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah perairan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Peran tersebut meliputi patroli perairan, penegakan hukum, serta perlindungan masyarakat di wilayah pesisir dan laut. Namun demikian, masih terdapat adanya tumpang tindih kewenangan dengan instansi lain serta belum optimalnya pengaturan koordinasi antar lembaga dalam pengelolaan keamanan laut. Kesimpulannya, secara normatif peran Polairud telah diatur secara komprehensif dalam sistem hukum Indonesia, namun diperlukan penguatan regulasi dan harmonisasi kewenangan antar lembaga guna meningkatkan efektivitas penegakan hukum dan keamanan wilayah laut di Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Penerapan Hukum Pidana Terhadap Tindak Pidana Pencurian (Studi Perbandingan Hukum Pidana Nasional dengan Hukum Adat Ende Lio)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan konsep, unsur, dan penerapan sanksi terhadap tindak pidana pencurian menurut hukum pidana nasional (KUHP) dan hukum adat Ende Lio di kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Perbandingan ini penting untuk memahami dualisme sistem hukum yang berlaku di indonesia serta relevansi hukum adat dalam penyelesaian perkara pidana di tengah masyarakat tradisional. Jenis penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, dan pendekatan perbandingan untuk membedah konsep delik pencurian dalam kedua sistem. Data penelitian bersumber dari bahan hukum primer (KUHP), sekunder (literatur hukum, jurnal, penelitian adat), dan tersier. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan mendasar dalam filosofi, tujuan pemidanaan, dan mekanisme penyelesaian kasus pencurian antara kedua sistem. Hukum pidana nasional berfokus pada pembalasan (retributif) dan pencegahan umum ke khusus, dengan sanksi utama berupa pidana penjara atau denda, serta menempatkan negara sebagai pihak utama dalam penuntutan. Sementara itu, hukum adat Ende Lio cenderung mengedepankan prinsip restoratif dan keseimbangan sosial. Penyelesaian adat melibatkan musyawarah, bertujuan untuk pemulihan kerugian korban materil dan nonmateril, serta pemberian sanksi berupa denda adat berupa hewan, uang atau benda berharga dan ritual pembersihan untuk mengembalikan harmoni masyarakat. Sistem hukum pidana nasional memberikan sanksi yang lebih bersifat formal dan pembalasan, sedangkan sistem hukum adat Ende Lio menawarkan alternatif penyelesaian yang lebih fokus pada pemulihan hubungan dan kompensasi bagi korban.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail