ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jagung (Zea mays L) termasuk salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat. Jagung banyak dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri dan merupakan komoditi yang diekspor. Namun kehadiran gulma menjadi salah satu masalah dan mengganggu dalam budidaya tanaman jagung. Salah satu jenis gulma yang ditemui pada budidaya tanaman jagung yaitu gulma Rottboellia exaltata. Maka dari itu, untuk menekan pertumbuhan gulma Rottboellia exaltata maka perlu dilakukan pengendalian salah satunya dengan menggunakan bioherbisida. Gulma yang dapat dimanfaatkan sebagai bioherbisida alami dalam menghambat pertumbuhan gulma yaitu gulma Imperata cylindrica L. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh konsentrasi gulma Imperata cylindrica L dalam mengendalikan gulma Rottboellia exaltata pada tanaman jagung (Zea mays L) dan untuk mengetahui pada konsentrasi gulma Imperata cylindrica L berapakah yang paling efektif dalam mengendalikan gulma Rottboellia exaltata pada tanaman jagung (Zea mays L). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yang terdiri dari 6 perlakuan ekstrak gulma Imperata cylindrica L yaitu P0 (0%), P1 (20%), P2 (40%), P3 (60%), P4 (80%) dan P5 (100%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P5 dengan konsentrsi ekstrak gulma Imperata cylindrica L 100% merupakan perlakuan terbaik dalam menghambat pertumbuhan gulma Rottboellia exaltata pada parameter tinggi gulma, jumlah daun gulma, berat basah gulma dan berat kering gulma.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cabai merupakan tanaman hortikultura yang banyak ditanam oleh petani di Kota Tarakan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun terdapat masalah dalam budidayanya yaitu adanya gulma yang tumbuh disekitarnya. Adanya gulma di lahan budidaya dapat menimbulkan kerugian dan menyebabkan kehilangan hasil panen. Gulma yang banyak ditemukan di Kota Tarakan yaitu gulma Eleusine indica. Pengendalian yang dapat dilakukan salah satunnya yaitu dengan memanfaatkan gulma Cyperus compressus dan Eleusine indica sebagai bioherbisida. Tujuannya yaitu dapat menghambat pertumbuhan gulma Eleusine indica di lahan budidaya cabai. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok 1 faktor dengan 11 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali, Perlakuan P0 (kontrol negatif (tanaman cabai + gulma)), P1 (kontrol positif (tanaman cabai tanpa gulma)), P2 (25% ekstrak C. compressus), P3 (25% ekstrak E. indica), P4 (50% ekstrak C. compressus), P5 (50% ekstrak E. indica), P6 (75% ekstrak C. compressus), P7 (75% ekstrak E. indica), P8 (100% ekstrak C. compressus), P9 (100% ekstrak E. indica), P10 (herbisida basmilang 10 ml per liter). Parameter pengamatan yaitu tinggi gulma, jumlah daun gulma, berat basah dan kering pupus dan akar gulma, kerusakan gulma, tinggi tanaman cabai, jumlah daun cabai, berat basah dan kering pupus dan akar tanaman cabai. Data dianalisis menggunakan ANOVA, apabila terdapat data berbeda nyata maka dilanjut dengan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P10 menunjukkan hasil terbaik pada semua parameter gulma. Sedangkan perlakuan ekstrak gulma kurang berpengaruh dalam mengendalikan gulma. Namun perlakuan P9 menunjukkan hasil lebih baik dari semua perlakuan dan paling berpotensi untuk direkomendasikan sebagai bioherbisida.