Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

37 hasil
Subjek: MOL
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

tinjauan viktimologi terhadap child grooming di indonesia

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan anak menjadi korban dari tindak kejahatan child grooming, serta menganalisis upaya penanggulangannya. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Sumber bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan nonhukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan anak menjadi korban child grooming meliputi faktor usia, ketidakmatangan emosional, kurangnya pengawasan orang tua, kebutuhan terhadap perhatian dan kasih sayang, kondisi ekonomi, penggunaan media sosial tanpa pendampingan, ketimpangan relasi kuasa, budaya diam, serta stigma terhadap korban. Faktor-faktor tersebut tidak dapat dipahami sebagai kesalahan anak, melainkan sebagai kondisi kerentanan yang dimanfaatkan oleh pelaku. Berdasarkan perspektif viktimologi, anak merupakan korban yang mengalami viktimisasi primer melalui manipulasi, ancaman, pemaksaan, dan eksploitasi seksual, serta berpotensi mengalami viktimisasi sekunder akibat stigma, penghakiman, dan perlakuan yang tidak sensitif. Upaya pencegahan harus dilakukan secara terpadu melalui keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, pemerintah, aparat penegak hukum, dan penyelenggara platform digital. Pencegahan tersebut meliputi pendidikan perlindungan diri, peningkatan literasi digital, pengawasan yang proporsional, mekanisme pengaduan yang ramah anak, penegakan hukum, perlindungan identitas, pendampingan, rehabilitasi, dan pemulihan korban.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI JENIS HIU TIKAR DARI PERAIRAN MUARA BULUNGAN KALIMANTAN UTARA BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN MOLEKULER

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis hiu tikar yang tertangkap sebagai hasil tangkapan buangan dari Perairan Muara Bulungan, Kalimantan Utara berdasarkan karakter morfologi dan molekuler. Hiu tikar sering tertangkap bersama hasil tangkapan utama menggunakan alat tangkap pukat hela (trawl), namun informasi ilmiah mengenai karakteristik morfologi dan molekulernya di wilayah ini belum tersedia. Penelitian menggunakan lima ekor sampel hiu tikar yang dianalisis berdasarkan karakter morfologi (bentuk tubuh, kepala, sirip, dan pola warna) serta karakter molekuler melalui ekstraksi DNA, amplifikasi gen Cytochrome c Oxidase I (COI) menggunakan PCR, elektroforesis, dan sekuensing dengan metode Sanger. Hasil sekuensing selanjutnya dianalisis menggunakan BLAST pada database NCBI, dilanjutkan dengan analisis jarak genetik dan filogenetik menggunakan metode Neighbor-Joining. Hasil identifikasi morfologi menunjukkan bahwa sampel memiliki tubuh memanjang, kepala lebar dan membulat, terdapat barbel di sekitar mulut, dua sirip dorsal yang terletak di bagian posterior tubuh, serta pola bercak khas pada permukaan tubuh, sesuai dengan ciri spesies Chiloscyllium plagiosum. Hasil analisis molekuler menunjukkan tingkat kemiripan sekuens sebesar 99,08-99,85% dengan data Chiloscyllium plagiosum pada GenBank, dengan nilai jarak genetik yang rendah (0,000-0,012), menunjukkan hubungan kekerabatan yang sangat dekat. Berdasarkan hasil penelitian, kombinasi identifikasi morfologi dan molekuler berhasil mengonfirmasi keberadaan Chiloscyllium plagiosum di perairan Muara Bulungan, Kalimantan Utara, sekaligus memberikan data ilmiah awal sebagai dasar upaya pengelolaan dan konservasi spesies ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MODIFIKASI INJECTION BARREL PADA MESIN PLASTIC INJECTION MOLDING DALAM PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi injection barrel mesin plastic injection molding menggunakan pipa besi seamless guna meminimalkan celah tersebut, serta menganalisis kinerja mesin pascamodifikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Engineering Development. Tahapan penelitian meliputi observasi awal, perancangan ulang injection barrel, pemotongan, pembubutan, pengelasan, hingga perakitan dan pengujian kinerja mesin pada suhu operasi 164 °C menggunakan bahan limbah plastik jenis PP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi injection barrel berhasil mengurangi celah kebocoran material antara injection barrel dan plunger. Secara teoritis, kapasitas injection barrel dihitung sebesar 350 gram, dengan kapasitas aktual yang dapat ditampung sebesar 250 gram. Laju aliran massa lelehan plastik yang diperoleh sebesar 0,32 g/s dengan waktu pelelehan rata-rata 777 detik. Penggunaan daya listrik selama proses pemanasan mencapai 998,80 Watt dengan konsumsi energi listrik sebesar 329,60 kWh selama 0,33 jam operasi. Keunggulan utama dari modifikasi ini adalah penurunan signifikan persentase material yang hilang (loss material), yaitu hanya sebesar 6,4% dibandingkan dengan penelitian sebelumnya yang mencapai 28,57%. Dengan demikian, modifikasi injection barrel ini terbukti dalam menahan kebocoran bahan daur ulang limbah plastik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIOENKAPSULASI Artemia salina DENGAN EKSTRAK RUMPUT LAUT DAN VITAMIN C UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA LARVA UDANG WINDU (Penaeus monodon) MELALUI UJI IN-VIVO DENGAN Vibrio parahaemolyticus

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fase larva rentan mengalami mortalitas tinggi akibat infeksi V. parahaemolyticus. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas bioenkapsulasi Artemia salina menggunakan ekstrak rumput laut Kappaphycus alvarezii, vitamin C, dan kombinasi terhadap performa larva udang windu Pascauji tantang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak rumput laut 300 ppm, vitamin C 50 ppm, serta kombinasi ekstrak rumput laut 300 ppm dan vitamin C 50 ppm. Larva PL-12 dipelihara selama 15 hari dan diuji tantang dengan V. parahaemolyticus CFU/ml, kecuali kontrol negatif. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, gejala klinis, kualitas air, dan kelangsungan hidup. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi memberikan performa terbaik dengan pertumbuhan berat mutlak 2,0706 ± 0,224 g, pertumbuhan panjang mutlak 2,87 ± 0,16 mm, dan kelangsungan hidup 88,33 ± 2,89%. Gejala klinis pada perlakuan kombinasi lebih ringan dibandingkan dengan kontrol positif. Parameter kualitas air selama penelitian masih berada dalam kisaran yang layak untuk pemeliharaan udang windu berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 75 Tahun 2016. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa bioenkapsulasi Artemia salina dengan kombinasi ekstrak rumput laut Kappaphycus alvarezii 300 ppm dan vitamin C 50 ppm efektif meningkatkan performa larva udang windu melalui peningkatan kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan ketahanan terhadap infeksi Vibrio parahaemolyticus.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) TERHADAP Vibrio parahaemolyticus DAN Vibrio harveyi SECARA IN VITRO

2026•

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) TERHADAP Vibrio parahaemolyticus DAN Vibrio harveyi SECARA IN VITRO Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) terhadap bakteri Vibrio parahaemolyticus dan Vibrio harveyi serta menentukan konsentrasi yang paling efektif. Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan teknik difusi cakram. Perlakuan terdiri dari kontrol positif (K+), kontrol negatif (K-), serta variasi konsentrasi ekstrak 30%, 45%, dan 60% dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat (mm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih merah memiliki aktivitas antibakteri terhadap kedua bakteri uji. Pada Vibrio parahaemolyticus, rata-rata zona hambat meningkat seiring peningkatan konsentrasi, yaitu 9,7 mm (30%), 10 mm (45%), dan 12,7 mm (60%). Uji One Way Anova menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan antar perlakuan (p 0,001), sedangkan uji Tukey menunjukkan perbedaan signifikan antara perlakuan ekstrak dan kontrol, namun tidak antar konsentrasi. Pada Vibrio harveyi, rata-rata zona hambat berkisar antara 10,3–12,3 mm. Hasil uji One Way Anova menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar perlakuan (p > 0,05). Meskipun demikian, hasil uji lanjut LSD menunjukkan bahwa perbedaan lebih banyak ditemukan antara perlakuan ekstrak dengan kontrol positif dibandingkan antar konsentrasi ekstrak. Ekstrak daun sirih merah berpotensi sebagai antibakteri alami terhadap bakteri Vibrio.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisi Tindak Pidana Pencabulan Terhadap Santri Di Lingkungan Pondok Pesantren Dalam Perspektif Kriminologi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana pencabulan terhadap santri di lingkungan pondok pesantren serta upaya penanggulangannya dalam perspektif kriminologi dan viktimologi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, serta dianalisi secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab utama meliputi rendahnya moralitas pelaku, lemahnya kontrol diri, lingkungan pesantren yang cenderung tertutup, relasi kuasa antara pelaku dan korban, lemahnya pengawasan, serta budaya diam yang menyebabkan korban enggan melapor. Dalam perspektif kriminologi, kondisi tersebut meningkatkan peluang terjadinya kejahatan melalui penyalahgunaan kekuasaan terhadap santri yang berada dalam posisi rentan. Uapaya penanggulangan dilakukan melalui langkah preventif, represif dan rerehabilitatif. Upaya preventif dilakukan dengan meningkatkan pengawasan, edukasi mengenai kekerasan seksual, serta pembentukan mekanisme pelaporan yang aman. Upaya represif dilakukan melalui penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sementara itu, upaya rehabilitatif dilakukan melaui pendampingan psikologis dan pemulihan sosial bagi korban. Dengan sinergi antara pihak pesantren, masyarakat, pemerintah, dan apparat penegak hukum, diharapkan dapat tercipta lingkungan pesantren yang aman dan bebas dari tindak pidana pencabulan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Gulma Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) Sebagai Pestisida Nabati Pengendali Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) Pada Beberapa Tanaman Sayuran.

2026•

Penggunaan pestisida nabati merupakan alternatif ramah lingkungan dalam mengendalikan hama ulat grayak (Spodoptera litura F.) yang sering menyerang tanaman sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dan jenis tanaman terhadap mortalitas hama S. litura serta intensitas kerusakan daun. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak kirinyuh (P) yang terdiri dari 5 taraf (0%, 20%, 40%, 60%, dan 80%) dan faktor kedua adalah jenis tanaman (T) yang terdiri dari 3 taraf (Sawi, Kangkung, dan Bayam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak gulma kirinyuh berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas hama dan intensitas kerusakan daun. Konsentrasi P4 (80%) merupakan perlakuan faktor tunggal terbaik dengan rata-rata mortalitas tertinggi mencapai 16,39% pada akhir pengamatan dan secara efektif mampu menekan intensitas kerusakan daun di tingkat yang lebih rendah dibandingkan perlakuan kontrol (P0). Faktor jenis tanaman (T) memberikan pengaruh nyata terhadap kerusakan daun hanya pada awal pengamatan (H1 sampai H3), namun tidak berpengaruh nyata terhadap mortalitas serangan hama ulat grayak. Terdapat interaksi yang nyata antara konsentrasi dan jenis tanaman terhadap intensitas kerusakan daun, dengan kombinasi perlakuan (P3T1) menghasilkan kerusakan daun terendah 37,60% pada akhir pengamatan. Sebaliknya, tidak terdapat interaksi yang nyata pada parameter mortalitas hama yang mengindikasikan bahwa daya bunuh ekstrak kirinyuh bersifat mandiri, stabil dan berspektrum luas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tinjauan Viktimologi Anak Penyandang Disabilitas Sebagai Korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual Di Lingkungan Pendidikan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran anak penyandang disabilitas sebagai korban tindak pidana kekerasan seksual ditinjau dari perspektif viktimologi, serta menganalisis bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada anak penyandang disabilitas sebagai korban kekerasan seksual. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menafsirkan dan mengkaji ketentuan hukum yang berkaitan dengan perlindungan anak dan penyandang disabilitas. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus, pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Penggunaan metode yuridis normatif ini dimaksudkan untuk menelaah peraturan perundang-undangan dan prinsip hukum yang mengatur perlindungan anak penyandang disabilitas sebagai korban kekerasan seksual guna menilai bentuk dan efektivitas perlindungan hukum yang diberikan. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa dalam perspektif viktimologi, peran anak penyandang disabilitas sebagai korban bukan dimaknai sebagai keterlibatan aktif dalam terjadinya tindak pidana, melainkan sebagai posisi korban yang memiliki kerentanan tinggi sehingga lebih mudah menjadi sasaran kekerasan seksual. Selain itu, bentuk perlindungan hukum terhadap anak penyandang disabilitas korban kekerasan seksual telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan, seperti Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Penyandang Disabilitas, namun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai hambatan, terutama dalam proses pelaporan, pembuktian, dan pemenuhan hak korban. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan perlindungan hukum yang lebih optimal dan responsif terhadap kebutuhan khusus anak penyandang disabilitas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aktivitas Antibakteri Kitosan Dari Kulit Udang Mantis ( Stomatopoda) terhadap Bakteri Vibrio parahaemolyticus

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kulit udang mantis merupakan limbah hasil perikanan yang dapat dijadikan sebagai bahan baku kitosan. Kitosan merupakan biopolimer hasil deasetilasi kitin yang bersifat biokompatibel, dapat terurai secara alami, tidak beracun dan memiliki kemampuan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan konsentrasi terbaik kitosan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio parahaemolyticus. Penelitian ini dilakukan dengan cara deskriptif untuk analisis mutu kitosan dan aktivitas antibakteri pada faktor yaitu penambahan kitosan pada taraf 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1%. Dalam penelitian ini digunakan asam asetat sebagai kontrol negatif dan ampisilin sebagai kontrol positif. Hasil analisis menunjukkan bahwa derajat deasetilasi kitosan mencapai 76%, sesuai dengan ketentuan SNI No. 7949 Tahun 2013 serta standar dari Protan Laboratory. Morfologi kitosan memperlihatkan bentuk tidak teratur, bergelombang, dan berpori serta mengandung beberapa unsur yaitu C, O, Ca, dan AI. Uji aktivitas antibakteri kitosan terhadap bakteri Vibrio parahaemolyticus pada variasi konsentrasi 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1% menghasilkan diameter zona hambat berturut-turut sebesar 0,5 mm, 1 mm, 1 mm, 4 mm, 9,6 mm, dan 2,2 mm. Konsentrasi 1% terbukti efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio parahaemolitycus. Aktivitas kitosan pada penelitian ini termasuk dalam kategori lemah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aktivitas Antibakteri dan Penelusuran Senyawa Aktif Ekstrak Gastropoda (Stramonita gradata) dari Kawasan Pantai Amal Kota Tarakan

2025•

Indonesia memiliki wilayah pesisir yang kaya akan biodiversitas, termasuk gastropoda Stramonita gradata dari famili Muricidae yang berpotensi menghasilkan senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa aktif dan mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak S. gradata dari kawasan Pantai Amal, Kota Tarakan. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dengan rendemen 5,41%. Hasil uji fitokimia menunjukkan keberadaan alkaloid, steroid, dan fenol hidrokuinon secara konsisten, flavonoid hanya muncul pada sebagian ulangan, sedangkan saponin dan tanin tidak terdeteksi. Aktivitas antibakteri diuji terhadap Vibrio parahaemolyticus pada konsentrasi 10 mg/ml dan 20 mg/ml, dengan kontrol positif berupa ampisilin (12,5 mg) dan kontrol negatif berupa etanol (25 ml). Hasil pengujian memperlihatkan adanya zona hambat pada perlakuan ekstrak (0–5 mm), meskipun lebih kecil dan kurang konsisten dibandingkan kontrol positif, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan daya hambat. Kesimpulannya, ekstrak S. gradata memiliki potensi sebagai sumber senyawa antibakteri alami, namun efektivitasnya masih rendah sehingga memerlukan penelitian lanjutan dengan variasi konsentrasi lebih luas, metode ekstraksi yang berbeda, serta uji in vivo untuk menilai keamanan dan efektivitasnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KONDISI STRUKTUR KOMUNITAS MOLLUSCA DI LOKASI PERLUASAN KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN BEKANTAN (KKMB) KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mangrove forests are unique coastal ecosystems found in tropical regions such as Indonesia. Gastropods and bivalves, mollusks with or without shells, are commonly found in mangrove ecosystems, living on or within substrates and attaching to mangrove roots. This study aimed to examine the community structure of mollusks in the Mangrove and Proboscis Monkey Conservation Area (MPMCA) in Tarakan. A quantitative descriptive and survey-based method was used. Fieldwork (in situ) was conducted to identify the composition and abundance of mollusks in the conservation zone. The findings revealed the presence of the Mollusca phylum, consisting of two classes, gastropods with 811 individuals (96.20%) and bivalves with 32 individuals (3.80%). Gastropod abundance was dominated by Nerita sp. (44.0%), followed by Bythinia (25.2%) and Telescopium (23.6%). A single species represented bivalves, Gelonia sp. (kapah clam). The Shannon-Wiener diversity index was very low (H0.1618), indicating low diversity, while the dominance index was high for gastropods (D0.0588) and bivalves (D-0.1582), reflecting an imbalanced mollusk community structure. A rise in gastropod numbers from 749 individuals in 2021 to 811 in 2025 suggests improving the mangrove ecosystem quality in the KKMB Tarakan City.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komparasi Efikasi Bacillus subtilis dan Lactobacillus acidophilus Dalam Menghambat Infeksi Vibrio parahaemolyticus Pada Udang Windu (Penaeus monodon)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemanfaatan bakteri sebagai probiotik dalam budidaya udang windu merupakan salah satu upaya preventif yang efektif untuk mengurangi risiko serangan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas bakteri Bacillus subtilis dan Lactobacillus acidophilus dalam menghambat infeksi bakteri patogen Vibrio parahaemolyticus pada udang windu (Penaeus monodon). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2025 di Laboratorium Biologi Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Borneo Tarakan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pengujian secara in vitro dan in vivo. Konsentrasi bakteri yang digunakan dalam kedua pengujian tersebut adalah B. subtilis dan L. acidophilus masing-masing sebesar 10^8 CFU/mL, serta V. parahaemolyticus sebanyak 10^4 CFU/mL. Parameter yang diamati meliputi kemampuan daya hambat B. subtilis dan L. acidophilus, kelangsungan hidup, pola kematian, rata-rata waktu kematian (RWK), Relative Percentage Survival (RPS), kelimpahan bakteri, dan gejala klinis. Hasil uji in vitro menunjukkan bahwa L. acidophilus memiliki daya hambat yang lebih besar terhadap V. parahaemolyticus dengan rata-rata zona hambat sebesar 7,07 mm ± 4,94, dibandingkan B. subtilis yang hanya menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 2,18 mm ± 0,92. Data in vitro tersebut sejalan dengan hasil uji in vivo, di mana perlakuan L. acidophilus menunjukkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi, yaitu sebesar 69,67% ± 15,50, diikuti oleh perlakuan B. subtilis sebesar 43,00% ± 5,00. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa L. acidophilus memiliki potensi lebih besar sebagai agen probiotik untuk meningkatkan ketahanan udang terhadap infeksi V. parahaemolyticus.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH EKSTRAK DAUN SIRIH UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN TUBUH UDANG WINDU (Penaeus monodon) TERHADAP INFEKSI BAKTERI Vibrio parahaemolyticus

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyakit akibat bakteri Vibrio parahaemolyticus merupakan masalah besar dalam budidaya udang windu (Penaues monodon) yang menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan. Salah satu alternatif pengobatan yang lebih ramah lingkungan dan efektif adalah penggunaan ekstrak daun sirih (Piper betle), yang diketahui memiliki sifat antibakteri, antioksidan, dan imunostimulan yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirih dalam meningkatkan kelangsungan hidup udang windu terhadap infeksi bakteri V. parahemolyticus serta menentukan dosis terbaik ekstrak daun sirih yang dapat meningkatkan ketahanan tubuh udang. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol positif (tanpa perendaman ekstrak daun sirih, hanya uji tantang dengan bakteri), kontrol negatif (tanpa pemberian bakteri, hanya perendaman ekstrak daun sirih), serta tiga perlakuan dengan ekstrak daun sirih pada dosis 35 ppm,40 ppm, dan 45 ppm. Parameter yang diamati meliputi tingkat kelangsungan hidup (SR), laju pertumbuhan spesifik (SGR), gejala klinis infeksi, serta kualitas air selama penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan B dengan dosis 35 ppm memberikan SR tertinggi 60% serta memiliki nilai SGR mencapai 15.97%. Hasil uji coba menunjukkan perlakuan B tidak berbeda nyata terhadap perlakuan lainnya.. Analisis kualitas air menunjukan bahwa semua parameter masih berada dalam kisaran standar baku mutu yang direkomendasikan untuk budidaya udang windu. Berdasarkan hasil ini, ekstrak daun sirih dapat dijadikan alternatif dalam meningkatkan ketahanan tubuh udang windu terhadap infeksi V. parahaemolyticus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN VARIASI STARTER MOL (mikroorganisme lokal) KULIT NANAS DAN LIMBAH IKAN SEBAGAI BIOAKTIVATOR DALAM PENGOMPOSAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kualitas mikroorganisme lokal (mol) kulit nanas dan mikroorganisme lokal (mol) limbah ikan sebagai bioaktivator dalam menguraikan limbah organik sayuran serta mengetahui mikroorganisme lokal (mol) yang lebih efektif digunakan sebagai bioaktivator dalam mempercepat proses penguraian limbah organik sayuran. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental dengan memberikan 4 perlakuan penambahan bioaktivator mol kulit nanas (P1), mol limbah ikan (P2), mol kulit nanas + mol limbah ikan (P4), serta menggunakan kontrol (P0) sebagai pengendali perlakuan. Analisis data yaitu Uji Prasyarat (Uji Normalitas dan Uji Homogenitas), Uji Hipotesis (Anova Satu Arah) dan Uji Lanjut (Duncan). Parameter yang diukur meliputi suhu, pH, tekstur, warna, dan bau. Berdasarkan hasil pengamatan, kompos dengan penambahan bioaktivator mol kulit nanas membutuhkan waktu 19-21 hari untuk matang, sedangkan kompos dengan bioaktivator mol limbah ikan memerlukan waktu 23-27 hari. Uji statistik menggunakan metode One Way Analiysis of Variance (ANOVA) dengan tingkat signifikansi α 0,05 menunjukkan adanya perubahan yang signifikan antara kedua jenis bioaktivator. Dari parameter yang dianalisis, kompos dengan penambahan mol kulit nanas menunjukkan hasil yang lebih efektif dibandingkan dengan kompos yang menggunakan mol limbah ikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POTENSI BIOSURFAKTAN BAKTERI SIMBION SPONS CLATHARIA SP DARI PERAIRAN PULAU DERAWAN

2024•

Biosurfaktan merupakan senyawa permukaan aktif yang ramah lingkungan dan dapat digunakan dalam berbagai industri seperti farmasi, kosmetik, detergen, serta sebagai pengemulsi di industri makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengeksplorasi potensi isolat bakteri simbion sponge Clathria sp. dari perairan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, sebagai penghasil biosurfaktan. Penelitian dilakukan dalam tujuh tahap, yaitu pembuatan dan sterilisasi media, premajaan isolat bakteri simbion, produksi biosurfaktan, serta uji kualitatif oil spreading, drop collapse, dan hemolisis untuk menilai aktivitas biosurfaktan yang dihasilkan. Dari 23 isolat bakteri simbion Clathria sp., 15 isolat terbukti memiliki kemampuan menghasilkan biosurfaktan berdasarkan uji oil spreading dengan zona bening yang bervariasi antara 10,33 mm hingga 12,67 mm. Uji drop collapse menghasilkan 17 isolat dengan hasil positif, yang ditunjukkan oleh tetesan mendatar. Sementara itu, hasil uji hemolisis menunjukkan bahwa 3 isolat menghasilkan hemolisis beta, 15 isolat menghasilkan hemolisis alfa, dan 5 isolat tidak menunjukkan aktivitas hemolitik. Isolat SC01, SC02, SC03, SC04, SC05, SC06, SC07, SC08, SC09, SC11, SC12, SC13, SC14, SC15, dan SC16 merupakan isolat yang menunjukkan potensi biosurfaktan yang paling signifikan, dengan hasil yang konsisten dalam uji oil spreading, drop collapse, dan hemolisis. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa isolat bakteri simbion Clathria sp. memiliki potensi besar sebagai sumber biosurfaktan alami yang ramah lingkungan, menawarkan peluang pengembangan lebih lanjut dalam aplikasi industri yang berkelanjutan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI RESTORATIVE JUSTICE TERDAP TINDAK PIDANA PENCURIAN RINGAN DITINJAU DENGAN PERSPEKTIF VIKTIMOLOGI

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Restorative justice atau keadilan restoratif adalah pendekatan dalam penyelesaian konflik yang bertujuan untuk memulihkan hubungan antara pelaku kejahatan dan korban serta memperbaiki dampak yang ditimbulkan oleh kejahatan. Restorative justice dapat digunakan dalam penyelesaian atau meringankan perkara tindak pidana pencurian dengan melibatkan pelaku, korban, dan masyarakat dalam proses penyelesaian kasus. Pusat perhatian keadilan restoratif adalah pemberdayaan, partisipasi dan penyembuhan korban kejahatan. Restorative justice juga dapat membantu korban untuk mendapatkan keadilan dan pemulihan psikologis yang lebih baik, serta membantu masyarakat untuk mencegah terjadinya kasus serupa di masa depan. Namun demikian, restorative justice bukanlah satu-satunya pendekatan yang dapat digunakan dalam penyidikan perkara tindak pidana penipuan jual beli kendaraan bekas. Pihak yang terlibat dapat juga memilih pendekatan lain, seperti jalur hukum atau penyelesaian di luar pengadilan, tergantung pada kepentingan dan kebutuhan masing-masing pihak.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI VIBRIO PARAHAEMOLYTICUS

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Buah Pepaya (Carica papaya) adalah salah satu tanaman yang memiliki kandungan kimia seperti polisakarida, vitamin, mineral, enzim,protein, alkaloid, gliskosida, lemak, minyak, lektin, saponin, flavonoid, sterol, vitamin A, B dan C, enzim proteolitik seperti papain dan chymopapain sebagai antivirus, antijamur dan antibakteri. Vibrio parahaemolyticus adalah salah satu spesies bakteri dari family Vibrionaceae yang merupakan bakteri gram negatif, bakteri Vibrio parahaemolyticus dapat membunuh setengah dari populasi udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji pepaya (Carica papaya) dalam menghambat pertumbuhan bakteri vibrio Parahaemolyticus. Peneltian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali pengulangan, perlakuan yang diberikan yaitu : P0: Kontrol negatif alkohol, P1: Kontrol positif ekstrak bioenrichment dengan 25%, P2: Perlakuan ekstrak bioenrichment 15% ntibiotik. P3: Perlakuan ekstrak bioenrichment 25%, P4: perlakuan ekstrak bioenrichment 35%. Hasil dari penelitian ini yaitu ekstrak biji pepaya (Carica papaya) memiliki kandungan senyawa (metabolit sekunder) yaitu alkaloid, flavonoid, fenol hidrokuinon, tanin dan steroid yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio parahaemolyticus. Pada uji antibakteri ekstrak biji pepaya terhadap bakteri Vibrio parahaemolyticus diperoleh hasil zona hambat terbesar pada perlakuan 35% dengan nilai rata – rata diameter sebesar 7 mm, yang lebih besar dibandingkan dengan antibiotik 25% sebagai kontrol positif (3,5 mm). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak buah pepaya mampu menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio parahaemolyticus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN PROBIOTIK DENGAN TEKNIK KULTUR BERBEDA UPAYA MENEKAN PERTUMBUHAN BAKTERI Vibrio parahaemolyticus PADA MEDIA PEMELIHARAAN UDANG WINDU (Penaeus monodon)

2024•

PENGGUNAAN PROBIOTIK DENGAN TEKNIK KULTUR BERBEDA UPAYA MENEKAN PERTUMBUHAN BAKTERI Vibrio parahaemolyticus PADA MEDIA PEMELIHARAAN UDANG WINDU (Penaeus monodon) Abstrak Udang windu P. monodon adalah salah satu spesies udang yang memiliki nilai ekonomi tinggi dalam industri perikanan. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri ini dapat menyebabkan penyakit pada udang yang dikenal sebagai Vibrio infection atau Vibriosis. Untuk mengatasi masalah tersebut, penggunaan probiotik telah menjadi fokus penelitian dalam budidaya udang windu. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kemampuan dari probiotik komersil dan probiotik hasil kultur dalam menekan pertumbuhan populasi V. parahaemolyticus serta menganalisa kepadatan populasi dari V. parahaemolyticus pada media budidaya udang windu. Penelitian ini dilakukan masa pemeliharaan 15 hari, kemudian dilanjut uji tantang dan untuk perhitungan atau analisa jumlah koloni bakteri serta isolasi bakteri menggunakan metode Total Plate Count . Kemudian untuk parameter kualitas air yang diukur dalam penelitian ini meliputi suhu, oksigen terlarut (DO), pH (derajat keasaman), salinitas, dan amonia. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova dan disajikan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian diperoleh selama masa penelitian menunjukkan jumlah bakteri V. parahaemolyticus pada perlakuan P1 tanpa pemberian probiotik didapatkan nilai 1,85 x 106 CFU/ml, P2 dengan probiotik komersil (EM4) yaitu 4 x 105 CFU/ml, dan P3 probiotik hasil kultur 8 x 104 CFU/ml. Pada perlakuan P3, yaitu dengan penambahan probiotik hasil kultur mampu menekan pertumbuhan bakteri V. parahaemolyticus pada media pemeliharaan udang windu dibandingkan dengan perlakuan lainnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KARAKTER MORFOLOGI DAN MOLEKULER IKAN PATIN (Pangasius sp) DARI SUNGAI KAYAN KELURAHAN TANJUN PALAS KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2024•

Ikan patin merupakan salah satu ikan air tawar anggota famili Pangasiade. Saat ini penelitian mengenai ikan patin di Indonesia masih minim dilakukan dan untuk di Kalimantan Utara belum pernah dilakukan khususnya dari DNA barcoding. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terkait DNA barcoding khususnya pada ikan patin di sekitar Kelurahan Tanjung Palas Privinsi Kalimantan Utara diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan acuan mengenai jenis pada ikan patin. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi spesies ikan patin secara akurat dalam upaya membantu konservasi ikan patin dari Sungai Kayan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepastian nama spesies ikan patin yang ada di Sungai Kayan, Kelurahan Tanjung Palas, Provinsi Kalimantan Utara berdasarkan karakter morfologi dan molekulernya. Morfologi diamati dengan membedakan bentuk tubuh, bentuk ekor, warna tubuh dan bentuk mata, selanjutnya diidentifikasi karakter molekuler melalui proses ekstraksi DNA, uji konsentrasi dan kemurnian, amplifikasi dengan PCR, elektroforesis dan sekuensing. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan genus Pangasius dengan karakter morfologi bentuk tubuh yang memanjang berwarna putih perak dengan punggung berwarna kebiruan. Ikan ini juga tidak memiliki sisik dan memiliki kepala berukuran relatif kecil dibandingkan dengan badannya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ikan patin yang diidentifikasi secara molekuler merupakan ikan patin dari genus Pangasius dengan hasil persentase kemiripan pada Pangasius nasutus 94,75%, Pangasius hypophthaimus 90,80%, dan Pangasius micrinemus 92,86%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis pengaruh holding time pada proses injection molding terhadap kekerasan material hdpe dan pp

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALYSIS OF THE EFFECT OF HOLDING TIME IN THE INJECTION MOLDING PROGRES ON THE HARDNESS OF HDPE AND PP MATERIALS Abstract Injection molding is a method of forming thermoplastic materials where the material that melts due to heating is injected using a plunger into the mold. Holding time in the heat treatment process is one of the processes carried out with the aim of obtaining a high hardness value from a material. The purpose of this research was to determine the printing procedure with holding time and determine the effect oh holding time on defects, depreciation and hardness oh HDPE and PP. The measurement results at a holding time of 18 seconds produced an average hardness level of 57.13 shore D, while at a holding time of 20 seconds the average hardness level of the test object was 54.26 shore D. Depreciation using an injection molding machine at a holding time 18 seconds the average was 0.06%, while for a holding time of 20 seconds the average was 0.045%. There were 3 material defects that occur in HDPE and PP materials, namely short shot, flashing, and sink mark defects.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail