ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan anak menjadi korban dari tindak kejahatan child grooming, serta menganalisis upaya penanggulangannya. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Sumber bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan nonhukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan anak menjadi korban child grooming meliputi faktor usia, ketidakmatangan emosional, kurangnya pengawasan orang tua, kebutuhan terhadap perhatian dan kasih sayang, kondisi ekonomi, penggunaan media sosial tanpa pendampingan, ketimpangan relasi kuasa, budaya diam, serta stigma terhadap korban. Faktor-faktor tersebut tidak dapat dipahami sebagai kesalahan anak, melainkan sebagai kondisi kerentanan yang dimanfaatkan oleh pelaku. Berdasarkan perspektif viktimologi, anak merupakan korban yang mengalami viktimisasi primer melalui manipulasi, ancaman, pemaksaan, dan eksploitasi seksual, serta berpotensi mengalami viktimisasi sekunder akibat stigma, penghakiman, dan perlakuan yang tidak sensitif. Upaya pencegahan harus dilakukan secara terpadu melalui keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, pemerintah, aparat penegak hukum, dan penyelenggara platform digital. Pencegahan tersebut meliputi pendidikan perlindungan diri, peningkatan literasi digital, pengawasan yang proporsional, mekanisme pengaduan yang ramah anak, penegakan hukum, perlindungan identitas, pendampingan, rehabilitasi, dan pemulihan korban.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana pencabulan terhadap santri di lingkungan pondok pesantren serta upaya penanggulangannya dalam perspektif kriminologi dan viktimologi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, serta dianalisi secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab utama meliputi rendahnya moralitas pelaku, lemahnya kontrol diri, lingkungan pesantren yang cenderung tertutup, relasi kuasa antara pelaku dan korban, lemahnya pengawasan, serta budaya diam yang menyebabkan korban enggan melapor. Dalam perspektif kriminologi, kondisi tersebut meningkatkan peluang terjadinya kejahatan melalui penyalahgunaan kekuasaan terhadap santri yang berada dalam posisi rentan. Uapaya penanggulangan dilakukan melalui langkah preventif, represif dan rerehabilitatif. Upaya preventif dilakukan dengan meningkatkan pengawasan, edukasi mengenai kekerasan seksual, serta pembentukan mekanisme pelaporan yang aman. Upaya represif dilakukan melalui penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sementara itu, upaya rehabilitatif dilakukan melaui pendampingan psikologis dan pemulihan sosial bagi korban. Dengan sinergi antara pihak pesantren, masyarakat, pemerintah, dan apparat penegak hukum, diharapkan dapat tercipta lingkungan pesantren yang aman dan bebas dari tindak pidana pencabulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran anak penyandang disabilitas sebagai korban tindak pidana kekerasan seksual ditinjau dari perspektif viktimologi, serta menganalisis bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada anak penyandang disabilitas sebagai korban kekerasan seksual. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menafsirkan dan mengkaji ketentuan hukum yang berkaitan dengan perlindungan anak dan penyandang disabilitas. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus, pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Penggunaan metode yuridis normatif ini dimaksudkan untuk menelaah peraturan perundang-undangan dan prinsip hukum yang mengatur perlindungan anak penyandang disabilitas sebagai korban kekerasan seksual guna menilai bentuk dan efektivitas perlindungan hukum yang diberikan. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa dalam perspektif viktimologi, peran anak penyandang disabilitas sebagai korban bukan dimaknai sebagai keterlibatan aktif dalam terjadinya tindak pidana, melainkan sebagai posisi korban yang memiliki kerentanan tinggi sehingga lebih mudah menjadi sasaran kekerasan seksual. Selain itu, bentuk perlindungan hukum terhadap anak penyandang disabilitas korban kekerasan seksual telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan, seperti Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Penyandang Disabilitas, namun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai hambatan, terutama dalam proses pelaporan, pembuktian, dan pemenuhan hak korban. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan perlindungan hukum yang lebih optimal dan responsif terhadap kebutuhan khusus anak penyandang disabilitas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Restorative justice atau keadilan restoratif adalah pendekatan dalam penyelesaian konflik yang bertujuan untuk memulihkan hubungan antara pelaku kejahatan dan korban serta memperbaiki dampak yang ditimbulkan oleh kejahatan. Restorative justice dapat digunakan dalam penyelesaian atau meringankan perkara tindak pidana pencurian dengan melibatkan pelaku, korban, dan masyarakat dalam proses penyelesaian kasus. Pusat perhatian keadilan restoratif adalah pemberdayaan, partisipasi dan penyembuhan korban kejahatan. Restorative justice juga dapat membantu korban untuk mendapatkan keadilan dan pemulihan psikologis yang lebih baik, serta membantu masyarakat untuk mencegah terjadinya kasus serupa di masa depan. Namun demikian, restorative justice bukanlah satu-satunya pendekatan yang dapat digunakan dalam penyidikan perkara tindak pidana penipuan jual beli kendaraan bekas. Pihak yang terlibat dapat juga memilih pendekatan lain, seperti jalur hukum atau penyelesaian di luar pengadilan, tergantung pada kepentingan dan kebutuhan masing-masing pihak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TINJAUAN VIKTIMOLOGIS TINDAK PIDANA PENYEBARAN KONTEN PORNOGRAFI BALAS DENDAM MELALUI MEDIA SOSIAL ABSTRAK Penelitian ini bermaksud untuk menjawab dua pertanyaan terkait tinjauan viktimologis tindak pidana penyebaran konten pornografi balas dendam melalui media sosial. Pertama, peran korban terhadap tindak pidana penyebaran konten pornografi balas dendam melalui media sosial. Kedua, bentuk perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana penyebaran konten pornografi balas dendam melalui media sosial. Skripsi ini merupakan penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan konseptual, pendekatan kasus, dan pendekatan perundang-undangan. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa bahwa korban sebagai kekasih atau mantan kekasih dari pelaku berperan sebagai orang yang mengirimkan foto/video asusila milik dirinya, dan atau memberi kesempatan kepada pelaku untuk memiliki foto/video asusila korban, sehingga adanya materi pornografi milik korban yang dimiliki pelaku menjadi penyebab munculnya pornografi balas dendam yang berakibat kerugian terhadap diri korban. Bentuk perlindungan yang diberikan kepada korban diantaranya adalah Restitusi, Bantuan medis, Rehabilitasi psikolog, Perlindungan dari keluarga, Bantuan hukum, Merahasiakan identitas korban, dan Hak untuk dilupakan