Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: slow release fertilizer
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MACAM BAHAN COATING UREA PADA SLOW RELEASE FERTILIZER TERHADAP PELEPASAN NITROGEN MENGGUNAKAN KINETIKA PELEPASAN FIRST ORDER

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketersediaan Nitrogen dalam tanah merupakan salah satu permasalahan dalam pemupukan nitrogen (N). Nitrogen merupakan unsur hara makro primer yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak, namun ketersediaannya dalam tanah tergolong sangat rendah. Dinamika cepat tersedia dari pupuk N anorganik serta tingginya kehilangan nitrogen melalui pencucian dan penguapan menjadikan aplikasi pupuk N anorganik kurang efisien. Teknologi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi N adalah dengan teknologi pupuk lambat tersedia (slow release fertilizer) menggunakan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji formula pupuk SRF dengan menggunakan bahan pendukung urea-organik dalam melepaskan hara N di tanah marginal dan mengetahui laju dan pola pelepasan nitrogen dari formula SRF yang dihitung menggunakan kinetika pelepasan first orde. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu Kontrol (K), P1 (Urea tanpa coating), P2: Urea-Arang sekam (1:1), P3: Urea-Arang tempurung kelapa (1:1), P4: Urea-Limbah udang (1:1). Percobaan diinkubasi dilakukan selama 2, 4, 6 dan 8 minggu di dua lokasi berbeda yaitu laboratorium dan lahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa arang tempurung kelapa dan limbah udang sangat baik sebagai pendukung dalam formula SRF. Formulasi Urea-Arang tempurung kelapa sangat baik dalam mengontrol pelepasan NO3-. Sedangkan formulasi Urea-Limbah udang sangat baik dalam mengontrol pelepasan NO3- berdasarkan pelepasan kinetika first order.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN SERAPAN HARA N OLEH JAGUNG PADA APLIKASI SLOW RELEASE FERTILIZER (SRF) LIMBAH UDANG SEBAGAI PENDUKUNG

2023•

Jagung merupakan salah satu tanaman palawija yang paling utama di Indonesia, komoditas ini adalah bahan pangan alternatif yang paling baik selain beras, karena jagung adalah sumber karbohidrat setelah beras. Peningkatan produksi jagung nasional dapat dilakukan melalui penambahan luas panen dan peningkatan produksi, upaya yang dapat untuk meningkatkan produksi jagung dengan pemupukan dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk Slow Release Fertilizer (SRF) di lahan marginal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui takaran berapa pupuk lepas lambat formula 5:1 (limbah udang: urea) yang memberikan serapan hara yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman jagung. Penelitian ini dilakukan didalam polibag dengan 6 perlakuan. Diperlukan bahan organi. F0: Tanpa pupuk, F1: Urea 435 g/ha= 200 kg N/ha= 4,5 gr/polibag, F2: Pupuk lepas lambat 50 kg N/ha= 20 gr/polibag, F3: Pupuk lepas lambat 100 kg N/ha= 40 gr/polibag, F4: Pupuk lepas lambat 150 kg N/ha= 60 gr/polibag, F5: Pupuk lepas lambat 200 kg N/ha= 80 gr/polibag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil tanaman jagung yang diberikan pupuk urea+limbah udang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak diberikan perlakuan pupuk pada tanaman jagung, Diperoleh perlakuan F1 dan F5 dengan konsentrasi pupuk Urea 435 g/ha =200 kg N/ha = 4,5 gr/polybag yang mampu meningkatkan hasil produksi tanaman, perlakuan F1 mampu mendukung parameter pertumbuhan dan hasil produksi buah pada tanaman jagung. Dalam praktik pertanian berkelanjutan, maka perlakuan F5 dapat direkomendasikan sebagai sumber hara N dan pembenah tanah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail