ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pakan merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan usaha budidaya perairan. Pengelolaan dan manajemen yang baik diperlukan agar pakan yang diberikan bisa efisien dan efektif sehingga target produksi dapat tercapai. Pakan yang diberikan harus memenuhi syarat kuantitas dam kualitas yang baik berdasarkan nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah pisang kepok yang di fermentasi terhadap pertumbuhan cacing sutra (Tubifex sp.). Metode penelitian meliputi pengukuran pertumbuhan biomassa dan Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS) cacing sutra serta mengukur parameter kualitas air. Data penelitian dianalisis secara statistik menggunakan bantuan software pengolah data statistik. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan terbaik biomassa cacing sutra didapatkan pada perlakuan D dengan dosis 30 gram/wadah sebesar 75,91 gram, dengan nilai LPS sebesar 21,206% per hari. Pengukuran kualitas air yang meliputi suhu, pH dan DO menunjukkan masih pada kisaran yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan cacing sutra. Bisa disimpulkan bahwa pemberian pakan limbah pisang kepok memberikan pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan cacing sutra.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Pakan merupakan salah satu faktor yang penting dalam usaha budidaya perikanan. Pakan alami merupakan pakan yang sudah tersedia di alam. Pakan alami yang banyak digunakan dalah cacing sutra (Tubifex sp). Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pengunaan limbah organik terhadap pertumbuhan Cacing sutra (Tubifex sp). Penelitian ini mengunakan metode eksperimen dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variabel uji yaitu berupa perbedaan dosis pakan : A= 0 gr/wadah, B= 35 gr/wadah, C= 40 gr/wadah dan D= 45 gr/wadah yang diberikan selama 21 hari. Pakan yang diberikan merupakan hasil fermentasi dengan komposisi di antaranya yaitu limbah kulit pisang kepok 20%, dedak 20%, ampas tahu 40%, EM4 10% dan Molase Tebu 10%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan D dengan dosis 45 gram pakan didapatkan rata-rata pertumbuhan tertinggi yaitu 76,50 gram dengan populasi 87.975 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan perlakuan memberikan pengaruh sangat nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan cacing sutra, menunjukan bahwa ratarata pertumbuhan keempat perlakuan berbeda secara signifikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KEBERHASILAN BUDIDAYA DITENTUKAN OLEH PAKAN YANG BERKUALITAS BAIK KHUSUSNYA YAITU PADA FASE PEMBENIHAN. PAKAN YANG BAIK MERUPAKAN PAKAN YANG BERKUALITAS TINGGI SEHINGGA DAPAT MEMBERIKAN NUTRIEN DENGAN JUMLAH YANG SESUAI DENGAN KEBUTUHAN LARVA. PAKAN ALAMI YANG BIASA DIGUNAKAN ADALAH CACING SUTRA (TUBIFEX SP). PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGETAHUI PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN CACING SUTRA (TUBIFEX SP). SERTA MENDAPATKAN DOSIS YANG TERBAIK UNTUK PAKAN CACING SUTRA (TUBIFEX SP). PENELITIAN INI MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DENGAN MODEL RANCANGAN ACAK LENGKAP (RAL) DENGAN VARIABEL UJI YAITU BERUPA PERBEDAAN DOSIS PAKAN : A= 0 GR/WADAH, B= 20 GR/WADAH, C= 25 GR/WADAH DAN D= 30 GR/WADAH YANG DIBERIKAN SELAMA 21 HARI. PAKAN YANG DIBERIKAN MERUPAKAN HASIL PERMENTASI DENGAN KOMPOSISI DIANTARANYA YAITU LIMBAH SAWI 20%, DEDAK 20%, AMPAS TAHU 40%, EM4 10% DAN MOLASE TEBU 10%. HASIL PENELITIAN MENUNJUKAN BAHWA PERLAKUAN C (25 GRAM PAKAN) MEMILIKI PERTUMBUHAN RATA-RATA TERTINGGI YAITU SEBESAR 100,26 GRAM DENGAN DENGAN POPULASI 144.370 INDIVIDU. HASIL PENELITIAN MENUNJUKAN BAHWA PERLAKUAN MEMBERIKAN PENGARUH SANGAT NYATA (P0,05) TERHADAP PERTUMBUHAN CACING SUTRA, MENUNJUKAN BAHWA RATA-RATA PERTUMBUHAN KEEMPAT PERLAKUAN BERBEDA SECARA SIGNIFIKAN.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Ikan Mas (Cyprinus carpio) merupakan salah satu ikan konsumsi air tawar yang unggul dan memiliki konsumen yang cukup banyak. Salah satu kendala yang dialami pembudidaya ikan mas adalah terbatasnya ketersediaan benih yang berkualitas. Benih yang berkualitas dapat dipengaruhi oleh pemberian pakan salah satunya adalah pakan alami. Cacing sutra (Tubifex sp) merupakan salah satu jenis pakan alami yang memiliki kandungan nutrisi cukup tinggi untuk kebutuhan benih ikan mas sebagai proses pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui pengaruh pemberian pakan cacing sutra dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan benih ikan mas. Penelitian ini dilakukan dengan metode exsperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan kontrol 5% pakan buatan dan P1 9%, P2 10%, P3 11% pakan cacing sutra. Hasil dari penelitian ini menunjukan pemberian pakan cacing sutra, mampu memberikan pertumbuhan panjang dan berat lebih baik di banding dengan pakan tampa cacing sutra. Perlakuan terbaik terdapat pada P3 dengan pemberian pakan cacing sutra 11%, dengan nilai panjang ikan 1,30 cm dan berat ikan 0,52 g, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan alami berupa cacing sutra (Tubifex sp) 11%, berpengaruh pada pertumbuhan panjang dan berat benih ikan mas (C. Carpio).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Abstrak Ikan lele (Clarias gariepinus) merupakan komoditas unggulan air tawar yang banyak diminati oleh masyarakat sehingga ikan ini banyak dibudidayakan dan memiliki pertumbuhan yang cukup cepat. Pertumbuhan ikan lele dumbo dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya kualitas pakan. Kualitas pakan dapat dijadikan sebagai dasar untuk pertumbuhan ikan lele baik pakan alami maupun pakan buatan. Namun pakan buatan yang digunakan memiliki biaya operasional yang sangat besar sehingga perlu penggunaan pakan alami sebagai alternatife, untuk pertumbuhan ikan diantaranya cacing sutra, kutu air, dan kuning telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup pada benih ikan lele (Clarias gariepinus) setelah diberi jenis pakan yang berbeda. Metode yang digunakan yaitu rancangan acak lengakp (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan; P1 Cacing sutra (Tubifex sp), P2 Kutu Air (Moina sp), P3 Kuning Telur, dan kontrol menggunakan pelet. Ikan yang digunakan yaitu larva ikan lele yang berumur 4 hari dan diberikan pakan secara adlibitum sebanyak 4 kali sehari selama 30 hari. Hasil peneltian ini menunjukkan pemberian pakan alami berupa Cacing sutra, memberikan pertumbuhan bobot dan panjang total terbaik yaitu 0,358g, 2,69 cm dan laju pertumbuhan spesifik 0,3575%. Pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat dan laju pertumbuhan terendah pada perlakuan Kuning telur yaitu 0,178 g, 2,25 cm dan laju pertumbuhan spesifiknya 0,1775 %. Hasil penelitian dan analisis statistik menujukkan perlakuan yang diberi pakan alami cacing sutra menunjukkan hasil yang terbaik, berbeda sangat nyata terhadap pertumbuhan panjang dan berat. Kata Kunci : Cacing Sutra, Ikan Lele, Pakan Alami, Pertumbuhan The Effect of Different Natural Feeding on the Growth of Dumbo Catfish (Clarias gariepinus) Abstract Catfish is a superior freshwater commodity that is in great demand by the public so that this fish is widely cultivated in two ways, namely the hatchery segment and the enlargement segment, the growth of dumbo catfish is influenced by several factors, one of which is the quality of feed. In general, the quality of artificial feed can be used as a basis for the selection of good nutrient levels for catfish growth but the operational costs of commercial feed are so large that they are replaced by natural feed with good nutrtion and are very good for fish growth including silkworms, water fleas, and egg yolk. The results of this research showed natural feeding in the form of silkworms, providing the best total weight and length growth of 0,358g, 2,69 cm and a specific growth rate of 0,3575%.. The long growth, weight growth and lowest growth rate in the Yolk treatment were 0,178 g, 2,25 cm and the specific growth rate was 0,1775 %.The results of the diversity analysis showed that the treatment given naturally fed silkworms showed the best results, very noticeable differences in length and weight growth. The results of the BNT test using the LSD test on long growth resulted in each treatment differing markedly and weight showed that the treatment fed with silkworm feed was significantly different from other treatments. Keywords : Catfish, Natural Feed, Growth
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cacing sutra adalah salah satu jenis pakam alami yang digemari larva ikan karena mempunyai kandungan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan larva ikan. Media hidup cacing sutra terdiri dari lumpur dan bahan organic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah kepala udang dalam media kultur terhadap biomassa dan populasi cacing sutra. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November bertempat di Laboratorium Mini Hactery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Cacing yang digunakan adalah cacing sutra berukuran 1,4-2,3cm. jumlah cacing sutra yang ditebar 10 gram. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan Perlakuan A (tanpa penambahan tepung kepala udang), Perlakuan B (tepung kepala udang 200gram), Perlakuan C (tepung kepala udang 400gram), Perlakuan D(tepung kepala udang 600gram). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan Limbah Kepala Udang memberikan pengaruh nyata (p0,05) terhadap populasi dan biomassa cacing sutra (Tubifex sp). Populasi dan biomassa tertinggi terdapat pada perlakuan C 17826± 311 individu dengan biomassa 18.00± 0.31 gram yang dicapai hari ke 20 berdasarkan hasil, dapat disimpulkan bahwa Limbah Kepala Udang dapat meningkatkan Populasi dan biomassa Cacing Sutra (Tubifex sp).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan Nila (Oreochromis niloticus) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia, karena kemampuan adaptasinya yang baik terhadap lingungan. Ikan nila bersifat omnivora dengan emampuan mampu mencerna maanan secara efisien. Pertumbuhan ikan nila sangat dipengaruhi oleh nutrisi pakan, maka untuk memenuhinya diperlukan pakan alami yang mengandung nutrisi tinggi salah satunya adalah cacing sutra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan cacing sutra (Tubifex sp) dengan dosis yang berbeda teradap pertumbuhan larva ikan nila (O. niloticus), metode yang digunakan adalah rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan P1 yaitu pemberian pakan buatan 5% dari bobot tubuh (control), P2 yaitu pemberian pakan cacing sutra (Tubifex sp) dengan dosis 5% dari bobot tubuh, P3 yaitu pemberian pakan cacing sutra (Tubifex sp) dengan dosis 6% dari bobot tubuh dan P4 yaitu pemberian pakan cacing sutra (Tubifex sp) dengan dosis 7% dari bobot tubuh. Parameter yang diamati selama penelitian yaitu pertumbuhan berat mutlak (PBM), pertumbuhan panjang mutlak (PPM), peningkatan warna dan survival rate (SR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan yang berbeda terhadap benih ikan nila (Oreochromis niloticus) berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, dan kelansungan hidup. Perlakuan terbaik dengan pemberian cacing sutra 5 %).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan lele (Clarias gariepinus) merupakan ikan air tawar yang bernilai ekonomis penting dan salah satu komoditas utama dalam perikanan budidaya di Indonesia. Beberapa kelebihan atau keunggulan ikan lele dibandingkan dengan jenis ikan lainnya yaitu pertumbuhannya relatif lebih cepat serta pemeliharaannya yang mudah, tahan terhadap penyakit dan tahan terhadap buruknya kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan Tubifex sp dengan dosis yang optimal terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan lele Sangkuriang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu pakan pelet dengan dosis 7% (P0), cacing sutra dengan dosis 7% (P1), cacing sutra dengan dosis 10% (P2), cacing sutra dengan dosis 13% (P3) dengan pemberian pakan 3 kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan Tubifex sp tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan lele. Pemberian pakan terbaik dalam peningkatan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan lele yaitu pada perlakuan P3 yaitu pemberian pakan cacing sutra 13% menghasilkan pertumbuhan panjang sebesar 4,6 cm dan pertambahan berat sebesar 2,51 g lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan alami cacing sutra dengan dosis yang berbeda memberikan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat, laju pertumbuhan harian, tingkat kelangsungan hidup benih. Dosis pemberian pakan yang optimal terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih lele terdapat pada perlakuan dengan pemberian pakan cacing sutra 13%. Kata Kunci: Benih Ikan Lele (Clarias gariepinus), Cacing Sutra (Tubifex sp), Dosis pakan, Pertumbuhan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Ikan koi (Cyprinus spp) merupakan ikan yang memiliki prospek yang baik untuk dibudidayakan. Ikan ini disukai masyarakat karena warnanya yang sangat indah, mempunyai keanekaragaman jenis, dan mudah dibudidayakan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan cacing sutra (Tubifex sp) dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan benih ikan koi (Cyprinus spp), penelitian ini dilaksanakan di laboratorium mini hatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan selama 28 hari. Metode penelitian menggunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan P0 pakan pellet 5%, perlakuan P1 dosis pakan cacing sutra 5%, perlakuan P2 pakan cacing suta 6% dan perlakuan P3 pakan cacing sutra 7%. Menggunakan wadah dengan volume 5 liter yang berisi 5 ekor benih ikan koi dengan ukuran 2-3 cm yang diberi aerasi .Hasil penelitian dengan menggunakan data statistik menunjukan bahwa pemberian pakan cacing sutra dengan dosis yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan benih ikan koi. Pertumbuhan terbaik terdapat pada perlakuan P3 (7% cacing sutra) dengan pertumbuhan berat 0.71 gram dan pertumbuhan panjang mutlak 4,6 cm serta kelangsungan hidup sebesar 87%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan usaha bidang perikanan di Indonesia saat ini sudah berkembang pesat, tercatat bahwa dalam periode tahun 2020 – 2021 pertumbuhan produksi perik anan budidaya mencapai 9,0% pertahun. Usaha pembesaran ikan konsumsi sangat bergantung dari pembenihan yang dapat menghasilkan benih yang sesuai dengan kuantitas dan kualitas yang baik. Pakan alami yang digemari oleh ikan adalah cacing sutra karena memiliki kandungan protein yang cukup tinggi yaitu mencapai 52,49%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) terhadap biomassa dan populasi cacing sutra (Tubifex sp), pupuk organik cair (POC) keong mas adalah larutan dari hasil fermentasi memiliki kandungan unsur hara lebih dari satu unsur hara mikro yaitu Fe 0,02803 ppm, Zn 0,0809 ppm, Cu 0,0034 ppm, Mn 0,3996 ppm, B 0,0517 ppm, Mo 0,00001 ppm. Data dianalisis berdasarkaan Berat biomassa pertumbuhan panjang cacing sutra kemudian dianalisis secara statistik menggunakan Anova dengan program SPSS.20. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik cair (POC) keong mas memberikan pengaruh dengan berat rata-rata tertinggi K3 sebesar 10.858 g, dengan pertumbuhan harian yaitu 0,0028 g/30 ekor, populasi terbaik terdapat pada K1 yaitu sebesar 2571.50, protein 43,1-45,7 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cacing sutra merupakan salah satu jenis pakan alami yang disukai oleh benih ikan karena pertumbuhan benih sangat dipengaruhi oleh kualitas pakan dan jenis pakan yang diberikan. Ampas tahu merupakan limbah organik yang dapat digunakan sebagai suplai makanan untuk menopang pertumbuhan cacing sutera karena memiliki nilai protein yang cukup tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pengunaan ampas tahu dengan dosis yang berbeda untuk pertumbuhan cacing sutra (Tubifex sp). Cacing sutra sebanyak 10gr dipelihara pada wadah berukuran 35cmx28cmx15cm selama 20 hari. Adapun perlakuan yang diberikan yaitu Kontrol (Lumpur 100%) P1 (Lumpur 70% dan Ampas tahu 30%) P2 (Lumpur 60% dan Ampas Tahu 40%) P3 (Lumpur 50% dan Ampas Tahu 50%). Hasil penelitian menunjukkan nilai biomassa dan populasi cacing sutra memiliki nilai yang berbeda nyata bila dibandingkan kontrol dengan nilai terbaik pada P3 dan terkecil pada kontrol. Data pengukuran kualitas air dalam kondisi yang baik yaitu suhu 26,3-27,5oC, pH 6-7 dan DO 3,1-4 mg/L. Hasil uji kandungan bahan C-organik yang terdapat pada tanah sebesar 0.59%. Berdasarkan hasil penelitian pemberian ampas tahu yang dicampurkan pada media pemeliharaan mampu meningkatkan biomassa cacing sutra dan populasi cacing sutra secara signifikan karena mengandung protein yang baik untuk pertumbuhan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cacing sutra (Tubifex sp) merupakan salah satu pakan alami yang dibutuhkan dalam pembenihan ikan khususnya pada fase larva, karena memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan larva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian fermentasi ampas tahu dan limbah sayuran terhadap pertumbuhan cacing sutra (Tubifex sp). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari fermentasi ampas tahu dan kotoran ayam, fermentasi limbah sayuran dan kotoran ayam fermentasi ampas tahu, limbah sayuran dan kotoran ayam, parameter yang diamati meliputi biomassa dan populasi cacing sutra, serta kualitas air sebagai penunjang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian media ampas tahu dan limbah sayuran dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh atau berbeda nyata terhadap pertumbuhan biomassa dan populasi cacing sutra. Nilai tertinggi terdapat pada perlakuan dua menghasilkan cacing sutra sebanyak 13,4g dan populasi ±19,250 individu. Berdasarkan data kualitas air selama penelitian diperoleh kisaran suhu 28-29,5 °C, nilai pH kisaran 7,5-8,2 dan nilai DO kisaran 5-9.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan cupang (Betta sp) mempunyai daya tarik pada warna yang dimunculkan dari tubuhnya. Saat ini harga ikan cupang bisa bernilai jutaan rupiah perekornya, tergantung kualitas warna, jenis dan ukurannya. Sehingga permintaan pasar semakin meningkat, para pembudidaya berlomba melakukan budidaya ikan hias cupang. Untuk menghasilkan benih diperlukan indukan matang gonad yang selalu tersedia. Penelitian ini bertujuan menguji tubifex yang diperkaya dengan ekstrak daun karamunting, terhadap kinerja reproduksi ikan cupang (Betta sp). Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap, yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga pengulangan. Pemberian cacing sutra diperkaya dengan ekstrak daun karamunting selama 4 jam dengan dosis yang berbeda (25 mg/L, 50 mg/L dan 75 mg/L). Parameter yang diamati meliputi; Tingkat kematangan gonad, Gonad Somatik Indeks (GSI), Spesific Growth Rate (SGR), kelangsungan hidup ikan (SR) dan kualitas air (pH, suhu dan amoniak). Perlakuan penambahan ekstrak pada pakan cacing sutra dengan dosis 25, 50 dan 75 mg/L menunjukkan morfologi ovari yang lebih berkembang dibandingkan perlakuan kontrol. Nilai GSI tertinggi terdapat pada perlakuan 25 mg/L dengan nilai 18,17% dan nilai GSI yang terendah pada perlakuan kontrol dengan nilai 7,65%. Fekunditas tertinggi diperoleh pada perlakuan perendaman cacing sutra melalui penambahan ekstrak daun karamunting dengan dosis 25 mg/L, yaitu 2051 butir. Nilai pertumbuhan bobot spesifik terbesar yaitu pada perlakuan 75 mg/L, terjadi penambahan berat yang lebih tinggi sebesar 1,56 dan yang paling rendah pada 25 mg/L sebesar 0,67. Tingkat kelangsungan hidup ikan cupang 100% disetiap perlakuan. Ekstrak daun karamunting dapat dijadikan sumber hormon alternatif untuk kegiatan pematangan gonad pada ikan cupang. Betta fish (Betta sp) has an attraction to the color that emerges from its body. Currently the price of betta fish can be worth millions of rupiah per head, depending on the quality of color, type and size. So that market demand is increasing, cultivators are competing to cultivate betta fish. To produce seeds, mature gonads are needed which are always available. This study aimed to test tubifex enriched with karamunting leaf extract,on the reproductive performance off betta fish (Betta sp). This study used a completely randomized design experimental design, which consisted of four treatments and three repetitions. Giving silk worms enriched with karamunting leaf extract for hours with different doses (25 mg/ L, 50 mg/L dan 75 mg/L). Parameters observed include: Gonad maturity level, Gonad Somatic Index (GSI), Spesific Growth Rate (SGR), Survival Rate (SR) and water quality (pH, suhu dan ammonia). The addition of extracts to silkworm feed at doses of 25, 50, and 75 mg/L showed a more developed ovarian morphology than the control treatment. The highest GSI value was found in the 25 mg/L treatment with a value of 18,17% and the lowest GSI value was in the control treatment with a value of 7.65%. The highest fecundity was obtained in the silkworm immersion treatment through the addition of karamunting leaf extract at a dose of 25 mg/L, which was 2051 grains. The highest specific growth rate value was in the 75 mg/L treatment, the higher weight gain was 1,56 and the lowest was at 25 mg/L at 0,67. The survival rate of betta fish is 100% in each treatment. Karamunting leaf extract can be used as an alternative hormone source for gonadal maturation activities in betta fish.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian kotoran sapi terhadap pertumbuhan cacing sutra (Tubifex sp) serta mengetahui dikonsentrasi berapa yang sesuai dengan pertumbuhan cacing sutra (Tubifex sp). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Media perlakuan terdiri dari perlakuan satu kotoran sapi 20% dan lumpur 80%, perlakuan dua kotoran sapi 30% dan lumpur 70%, perlakuan tiga kotoran sapi 40% dan lumpur 60%, kontrol negatif 100% lumpur, dan kontrol positif kotoran sapi hasil olahan biogas 20% dan lumpur 80%. Parameter yang diamati meliputi biomassa dan populasi cacing sutra, serta kualitas air sebagai penunjang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian media kotoran sapi dengan konsentrasi yang berbeda tidak berpengaruh terhadap kepadatan populasi dan biomassa cacing sutra. Nilai populasi dan biomassa yang mengalami penaikan terdapat pada perlakuan 3 menghasilkan cacing sutra sebanyak 0,16 gram dan ±67 individu. Berdasarkan data kualitas air selama penelitian diperoleh kisaran suhu 30-32 °C, nilai pH kisaran 5-7 dan nilai do kisaran 5-9.