2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hidrogel merupakan material polimer tiga dimensi yang mampu menyerap dan mempertahankan air dalam jumlah besar. Sintesis hidrogel berbasis α-selulosa memerlukan agen pengikat silang, salah satunya asam sitrat yang bersifat aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsentrasi asam sitrat sebagai pengikat silang terhadap swelling ratio hidrogel berbasis α-selulosa dari pelepah nipah (Nypa fruticans). α-Selulosa diisolasi melalui delignifikasi menggunakan NaOH 10% dan pemutihan menggunakan H₂O₂ 30%, kemudian disintesis menjadi hidrogel dengan penambahan CMC menggunakan variasi konsentrasi pengikat silang asam sitrat sebesar 0%, 10%, 20%, dan 30% (b/v). Identifikasi gugus fungsi α-selulosa menggunakan FTIR dan dianalisis secara deskriptif, sedangkan kemampuan penyerapan air dievaluasi melalui uji swelling ratio dan dianalisis menggunakan One-Way ANOVA. Hasil analisis FTIR menunjukkan adanya pita serapan khas selulosa pada α-selulosa pelepah nipah, serta ketiadaan pita karbonil dan aromatik yang mengindikasikan keberhasilan proses isolasi α-selulosa. Hasil uji swelling ratio menunjukkan bahwa konsentrasi asam sitrat berpengaruh nyata terhadap kemampuan penyerapan air hidrogel (sig. 0,05), dengan nilai tertinggi diperoleh pada konsentrasi asam sitrat 20%, yaitu sebesar 592,66%. Dengan demikian, asam sitrat 20% merupakan konsentrasi pengikat silang terbaik untuk menghasilkan hidrogel berbasis α-selulosa pelepah nipah.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hidrogel merupakan material polimer tiga dimensi yang mampu menyerap dan mempertahankan air dalam jumlah besar. Sintesis hidrogel berbasis α-selulosa memerlukan agen pengikat silang, salah satunya asam sitrat yang bersifat aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsentrasi asam sitrat sebagai pengikat silang terhadap swelling ratio hidrogel berbasis α-selulosa dari pelepah nipah (Nypa fruticans). α-Selulosa diisolasi melalui delignifikasi menggunakan NaOH 10% dan pemutihan menggunakan H₂O₂ 30%, kemudian disintesis menjadi hidrogel dengan penambahan CMC menggunakan variasi konsentrasi pengikat silang asam sitrat sebesar 0%, 10%, 20%, dan 30% (b/v). Identifikasi gugus fungsi α-selulosa menggunakan FTIR dan dianalisis secara deskriptif, sedangkan kemampuan penyerapan air dievaluasi melalui uji swelling ratio dan dianalisis menggunakan One-Way ANOVA. Hasil analisis FTIR menunjukkan adanya pita serapan khas selulosa pada α-selulosa pelepah nipah, serta ketiadaan pita karbonil dan aromatik yang mengindikasikan keberhasilan proses isolasi α-selulosa. Hasil uji swelling ratio menunjukkan bahwa konsentrasi asam sitrat berpengaruh nyata terhadap kemampuan penyerapan air hidrogel (sig. 0,05), dengan nilai tertinggi diperoleh pada konsentrasi asam sitrat 20%, yaitu sebesar 592,66%. Dengan demikian, asam sitrat 20% merupakan konsentrasi pengikat silang terbaik untuk menghasilkan hidrogel berbasis α-selulosa pelepah nipah.
2023 · Book ·
Abstrak Ikan Mas (Cyprinus carpio) merupakan salah satu ikan konsumsi air tawar yang unggul dan memiliki konsumen yang cukup banyak. Salah satu kendala yang dialami pembudidaya ikan mas adalah terbatasnya ketersediaan benih yang berkualitas. Benih yang berkualitas dapat dipengaruhi oleh pemberian pakan salah satunya adalah pakan alami. Cacing sutra (Tubifex sp) merupakan salah satu jenis pakan alami yang memiliki kandungan nutrisi cukup tinggi untuk kebutuhan benih ikan mas sebagai proses pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui pengaruh pemberian pakan cacing sutra dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan benih ikan mas. Penelitian ini dilakukan dengan metode exsperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan kontrol 5% pakan buatan dan P1 9%, P2 10%, P3 11% pakan cacing sutra. Hasil dari penelitian ini menunjukan pemberian pakan cacing sutra, mampu memberikan pertumbuhan panjang dan berat lebih baik di banding dengan pakan tampa cacing sutra. Perlakuan terbaik terdapat pada P3 dengan pemberian pakan cacing sutra 11%, dengan nilai panjang ikan 1,30 cm dan berat ikan 0,52 g, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan alami berupa cacing sutra (Tubifex sp) 11%, berpengaruh pada pertumbuhan panjang dan berat benih ikan mas (C. Carpio).
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Ikan Mas (Cyprinus carpio) merupakan salah satu ikan konsumsi air tawar yang unggul dan memiliki konsumen yang cukup banyak. Salah satu kendala yang dialami pembudidaya ikan mas adalah terbatasnya ketersediaan benih yang berkualitas. Benih yang berkualitas dapat dipengaruhi oleh pemberian pakan salah satunya adalah pakan alami. Cacing sutra (Tubifex sp) merupakan salah satu jenis pakan alami yang memiliki kandungan nutrisi cukup tinggi untuk kebutuhan benih ikan mas sebagai proses pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui pengaruh pemberian pakan cacing sutra dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan benih ikan mas. Penelitian ini dilakukan dengan metode exsperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan kontrol 5% pakan buatan dan P1 9%, P2 10%, P3 11% pakan cacing sutra. Hasil dari penelitian ini menunjukan pemberian pakan cacing sutra, mampu memberikan pertumbuhan panjang dan berat lebih baik di banding dengan pakan tampa cacing sutra. Perlakuan terbaik terdapat pada P3 dengan pemberian pakan cacing sutra 11%, dengan nilai panjang ikan 1,30 cm dan berat ikan 0,52 g, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan alami berupa cacing sutra (Tubifex sp) 11%, berpengaruh pada pertumbuhan panjang dan berat benih ikan mas (C. Carpio).