Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: CMC
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Konsentrasi Pengikat Silang Asam Sitrat Terhadap Swelling Ratio Hidrogel Berbasis α-Selulosa Dari Pelepah Nipah (Nypa Fruticans)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hidrogel merupakan material polimer tiga dimensi yang mampu menyerap dan mempertahankan air dalam jumlah besar. Sintesis hidrogel berbasis α-selulosa memerlukan agen pengikat silang, salah satunya asam sitrat yang bersifat aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsentrasi asam sitrat sebagai pengikat silang terhadap swelling ratio hidrogel berbasis α-selulosa dari pelepah nipah (Nypa fruticans). α-Selulosa diisolasi melalui delignifikasi menggunakan NaOH 10% dan pemutihan menggunakan H₂O₂ 30%, kemudian disintesis menjadi hidrogel dengan penambahan CMC menggunakan variasi konsentrasi pengikat silang asam sitrat sebesar 0%, 10%, 20%, dan 30% (b/v). Identifikasi gugus fungsi α-selulosa menggunakan FTIR dan dianalisis secara deskriptif, sedangkan kemampuan penyerapan air dievaluasi melalui uji swelling ratio dan dianalisis menggunakan One-Way ANOVA. Hasil analisis FTIR menunjukkan adanya pita serapan khas selulosa pada α-selulosa pelepah nipah, serta ketiadaan pita karbonil dan aromatik yang mengindikasikan keberhasilan proses isolasi α-selulosa. Hasil uji swelling ratio menunjukkan bahwa konsentrasi asam sitrat berpengaruh nyata terhadap kemampuan penyerapan air hidrogel (sig. 0,05), dengan nilai tertinggi diperoleh pada konsentrasi asam sitrat 20%, yaitu sebesar 592,66%. Dengan demikian, asam sitrat 20% merupakan konsentrasi pengikat silang terbaik untuk menghasilkan hidrogel berbasis α-selulosa pelepah nipah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakterisasi Edible Film dari Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Dengan Variasi Penambahan CMC, Gliserol dan Tepung Mocaf

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Karakterisasi Edible Film Dari Rumput Laut (Kappaphycus Alvarezii) Dengan Variasi Penambahan Cmc, Gliserol dan Tepung Mocaf Abstrak Kalimantan Utara memiliki potensi rumput laut yang cukup besar. Rumput laut dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan, bakan baku pembuatan kosmetik, farmasi dan industri. Salah satu pemanfaatan dalam bidang industri yakni pembuatan edible film. Edible film merupakan kemasan primer yang berupa lapisan tipis dan berfungsi sebagai pelapis bahan pangan dan digunakan sebagai pembungkus. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakterisasi edible film dari rumput laut Kappaphycus alvarezii (dengan uji kadar air, kuat tarik, ketebalan, kelarutan, daya serap air, dan uji biodegradabilitas) dengan penambahan carboxymethyl cellulose (CMC), gliserol dan tepung mocaf sebagai plasticizer. Metode penelitian ini ada tiga tahapan yakni tahapan pertama pembuatan tepung rumput laut, tahap kedua pembuatan edible film dengan penambahan CMC, gliserol dan tepung mocaf masing-masing 10%. Tahap ketiga pengujian kadar air, daya serap air, kuat tarik, ketebalan, kelarutan, dan biodegradabilitas. Hasil pengujian edible film dengan penambahan CMC menghasilkan kadar air 6,44%, daya serap air 7,80%, kuat tarik 0,87333Mpa, ketebalan 0,25mm, kelarutan 71,42%, dan uji biodegradabilitas sebagian edible film sudah terurai. Hasil pengujian edible film dengan penambahan gliserol menghasilkan kadar air 12,57%, daya serap air 8,94%, kuat tarik 0,84776Mpa, ketebalan 0,22mm, kelarutan 75%, dan uji biodegradabilitas sebagian edible film sudah terurai. Hasil pengujian edible film dengan penambahan tepung mocaf menghasilkan kadar air 10,79%, daya serap air 7,32%, kuat tarik 1,29333Mpa, ketebalan 0,16mm, kelarutan 71,42%, dan uji biodegradabilitas keseluruhan edible film sudah terurai. Hasil dari penelitian ini menujukan bahwa dengan penambahan tepung mocaf pada edible film lebih ramah lingkungan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail